Walaupun kerjaan masih belum kelar, karena server tiba2 mati jadi saya menyempatkan diri untuk mencoba memainkan Game ini. Final Fantasy Tactics, game pertama yang membuat saya tertarik untuk membeli Play Station terlepas dari joystick bertaringnya itu (walaupun harus mengorbankan cukup banyak tabungan hiks). Dan kini seri terbarunya,Final Fantasy Tactics Advance 2 : Grimoire of The Rift hadir di NDS.
Akhirnya saya bisa mengunjungi Ivalice kembali setelah meninggalkannya selama kurang lebih 2 tahun sejak menamatkan FFTA di GBA. Hampir sama seperti FFTA, tokoh Utama di FFTA2 ini juga ‘terdampar’ di Ivalice setelah membaca sebuah buku (bedanya dia langsung tersedot ke dalam buku saat membacanya, bukan berpindah dimensi saat tidur). Karakter utamanya bernama Luso, penampilannya jauh lebih keren dari karakter utama di FFTA bahkan menurut saya terkesan lebih kuat dan energetic dibandingkan Ramza (karakter utama FFT). Gameplaynya bisa dibilang sama dengan FFTA, masih menghadirkan job-job dgn ras khusus seperti Hume,Moogle,Banga,Viera, dan Nu Mou. Namun sepertinya bakal ada tambahan ras baru (belum tau apa namanya namun saya melihat karakter seperti kadal/kodok besar bertanduk. Dalam FFTA2, beberapa job hanya bisa dibuka setelah menyelesaikan quest tertentu, tidak hanya berdasarkan jumlah skill yang dikuasai dari job2 lain seperti FFTA.
Bisa dipastikan akan ada job2 baru di sini, saya baru memainkannya sebentar (baru level 3) namun sudah terlihat adanya job bernama Green Mage (job vierra, status magic. Bisa disetarakan dgn job Oracle di FFT). Dan adanya sistem baru bernama Bazaar dimana kita bisa mengcombine beberapa item untuk memunculkan item baru untuk dijual di toko. Masih menerapkan sistem law yang selama tidak dilanggar dalam permainan, kita akan mendapatkan bonus item dan bonus clan, namun jika dilanggar kita tidak bisa merevive teman yang KO dalam pertarungan (tidak seperti FFTA dimana kita mendapatkan penalti jika melanggarnya). Judge gendut dalam FFTA tidak berkeliaran dalam area pertarungan seperti di FFTA namun hanya mengawasi secara tak terlihat (judgenya juga terlihat jauh lebih kurus). Belum diketahui apa ada hubungannya dengan FFTA, begitu pula dengan antilaw (hal yg IMBA menurut saya karena bisa membuat permainan menjadi jauh lebih mudah dengan mengganti law2 yang ada).
Tingkat kesulitannya masih seperti FFTA, tergolong sangat mudah. Sejauh ini saya belum mendapatkan kesulitan berarti dalam memainkannya. Jauh sekali jika dibandingkan dgn FFT dimana pada awal permainan saya sudah dibuat pusing dgn pertempuran di Dorter Trade City (benar2 membutuhkan pengaturan posisi dan job yg sulit). Cid di FFTA2 juga terasa kurang keren menurut saya, job standard dgn jurus yg standard juga (jika dibandingkan dgn Judge Cid di FFTA atau Holy Swordman Cid di FFT). Namun cukup layak dimainkan sambil menunggu server yang untungnya sayangnya lagi mati ini
Beuh mana screen shoot….. Hoax ne.. PERTAMAX
ya olo…katanya banyak gawean ternyata…………..
**treeeakkk manggil bos’e si kuya ijo lumut ini**
huahahahaha…..ternyata masih mudah untuk melakukan hetrix di sini
huahahahaha **ketawa ala penjahat**
waaaa, ternyata tamago-chi juga pemaen pinal pantasi….
aku veteran vemaen vinal vantasi loh.
udah namatin serial minal mantasi sejak versi nes dulu.
yang terpaporit itu binal bantasi 6…. cerita si terra, celes, ama locke…
aku maen itu ampe 4 kali.
trus, winal wantasi 4 ditamatin ampe 3 kali… crita si cecil ama rossa….
namatin cinal cantasi 5 juga 3 kali…
wah, itu jamannya begajul dulu…
@Eru : jah, kan dah dikasih ROM + Emunya
@sella : ini salah satu gawean juga *nyari ide buat manggang saru yang satu ini*
@shycat : widih, winal wantasi 4 welum wernah nyowain.
*setia menunggu emulator PS2 buat mainin FF X dst*
huahh…game yahh…. huxx… aku suka lagunya ajahh dehh…
eh soundtracknya bagus2 ga???