1000 candi


Hari ini saya kembali ngantor di tempat sendiri setelah minggu lalu “diculik” ke tempat client. Masih gagal paham kenapa si client keukuh minta saya sebagai konsultan padahal banyak orang lain yang sama nggak bergunanya dengan saya available dan pastinya mau2 aja diajak jalan2 gratis kaya gitu. Pada intinya, saya menghabiskan hari2 dengan ngelamun di tengah meeting yang topik bahasannya bukan bidang yang saya kuasai (bahkan 80% diskusi mereka tidak saya pahami) dan hanya bisa memandangi gambar kepala ikan di tembok seberang biar ada fokus dan nggak ketiduran😐. Satu2nya hal positif yang bisa saya lakukan disana adalah meneliti pengkodean rumah makan padang yang tertera di kotak makan siang serta memanfaatkan komputer tak bertuan untuk browsing2 demi menghemat kuota dan batere HP.

Jadi ketika ngantor pagi ini, mood saya cukup bagus walaupun nggak bisa beli sarapan pagi gara2 hujan. Ditemani sekantong besar lays dan teh manis, melalui pagi yang cerah mendung ini dengan bid2 iseng yang ajaibnya berakhir dengan deal padahal biasanya berhari2 cuma dapet no deal. Namun seperti di film2, opening yang damai tidak berlangsung lama. Tiba2 kerajaan api menyerang telp di meja berdering mengawali semuanya. FYI mood saya masih bagus sampai detik ini dan saya menjawab telp dengan ramah

Me : yellow
X : pak [my name] ya?
Me : iya, kenapa pak
X : kemaana aja dari kmrn2 ditelp ga ada yang ngangkat, abis cuti ya?
Me : nggak, abis ada kerjaan di [sebut saja timbuktu]
X : ooo, gimana kabarnya, sehat?

at this point, i felt a great disturbance in the force. User kalo udah banyak basa-basi gini pasti ada maunya, dan maunya bukan hal simpel seperti minta pulsa. disini mood sudah sedikit menurun dari yang awalnya bersinar cerah menjadi bersinar saja

Me : ada perlu apa pak?
X : lagi banyak kerjaan nggak sekarang, bisa minta tolong?
Me : apa yang bisa saya bantu pak? (masih nada ramah, sepertinya udah seminggu lebih ga dapet perhatian dia jadi kasihan kalo dijutekin)
X : gini, saya butuh [penjelasan panjang lebar]
Me : ok, yang kaya gitu kira2 butuh 1-2 minggu lah. create aja requestnya
X : ok pak, saya kasih tau boss dulu

Dan sayapun kembali melakukan aktivitas dengan riang gembira, walau ada perasaan nggak enak yang tidak bisa dijelaskan. Seperti spider sense yang dirasakan oleh spiderman ketika melihat botol obat nyamuk. 30 menit berlalu dan telp kembali berdering, ada sedikit keraguan dan dorongan “nggak usah diangkat”, tapi sebagai support yang baik (dan bunyi telp yang annoying klo dibiarin lama2) akhirnya terpaksa ngangkat

X : pak, mengenai request yang tadi. boss nanya bisa nggak kalo besok sore jadi agar lusa bisa langsung digunakan
Me : ya jelas nggak bisa lah, kan tadi sudah saya bilang 1-2 minggu
X : tapi ini urgent pak, butuh secepatnya
Me : ya paling cepet 1 minggu lah, nggak mungkin besok jadi. nggak kaya bikin mi rebus ini!! (mulai bete)
X : tapi ini boss langsung yang minta pak
Me : ga peduli sapa yang minta tetep nggak mungkin itu
X : tadi saya udah bilang ok ke boss
Me : ngapain bapak jawab bisa, pake logika aja lah masa dari 2 minggu nego jadi 1 hari
X : lalu saya harus bagaimana dong pak?
Me : jelasin sendiri sana ke boss bapak, ngapain bapak mengiyakan ga nanya2 dulu *nutup telp*

Di titik ini, mood sudah turun drastis. Mendung tebal, para babi masuk kandang, dan semua suara tiba2 menghilang seolah bertanya2 kok bisa ada orang kaya gitu. 1 jam berlalu tanpa kabar, entah apa yang terjadi di ujung sana hingga akhirnya deringan terkutuk itu kembali memecah keheningan

X : pak, kendalanya apa kok butuh 1 minggu
Me : (menarik nafas panjang) yang bapak minta itu belum ada, new request, sama sekali belum dibuat, 0%
X : lalu apa yang dibutuhkan agar bisa cepet selesai
Me : manpower, butuh tambahan programmer buat bantu saya ngerjain
X : ok pak akan kami bantu, nanti saya kirim orang2 saya kesana
Me : (shocked, impressed actually) eh, orang bapak bisa ngoding toh?
X : nggak bisa (singkat, padat, jelas, dan meningkatkan level emosi 250% critical damage)
Me : TRUS NGAPAIN DIKIRIM KEMARI, BAPAK KIRA SAYA BUTUH ORANG ITU BUAT TUMBAL??!! (banting telp)

dan akhirnya mood saya ada pada level terbawah, mendung gelap dengan petir menggelegar dan semua ayam berhenti berkokok

At this point i totally ignore that stupid request and opt to write a post to lighten my mood rather than think about it

Deadline


I am an unorganized person, anyone can tell that when they see my room. I have 2 beds in my room, one for me to sleep and the other one is multi purpose area where i put a lot of random stuffs there. Unfolded laundry, books that i currently read, papercraft project, emergency ration… basically anything.

Same things happens in my office desk. Reference materials, paperworks, scratch paper, and also plamo laying around on my desk. Its quite useful when someone come and ask me to get some document,it also makes me looks busy when i’m not around even if I have nothing to do at the moment :p.

Despite that fact, i never miss any deadlines in my work. I always make plans for every single task I had . Does it mean that I follow my plan? Hell no. on the contrary, i am a moody person and on a good day can happilly work until late and not complain about anything while on a crazy day, i can decide to take 30 minutes break and end up watching 5 seasons of tv series :p. These are several things that i usually do when i’m doing some work with deadline

1. Sticky Notes

I put sticky notes withtimelines on my window. For normal people, it keep track and works as a reminder. But it also good way to deal with nosy people, block their vision in subtle ways😐

2. Over Estimate

Double your estimation, even for a simple task. Shit happens, everything that can ruin your plan will come. Since i get distracted easily, the extra time comes in handy😀

3. Effective Work

I use my time effectively, doesn’t mean keep working until I finish my job. When i’m not in the mood to do something, forcing myself to work leads to disaster. It produce stupid ideas, low quality work, and basically just waste of time.

4. Keep Busy

sometimes i completes everything ahead of schedule, even have some spare time to double check everything. Based on my past experience, it means more assigned job, and sometimes even worse, doing someone else job !!!. So the best thing to do is pretend to be busy😐. Scatter everything in your desk, browse for civil war or anything available in wikipedia. If your colleague nearby, you can looks busy by type something. Try to create a new blog post for example😐

 

Bukan April Mop


gayus
Ngisi SPT merupakan rutinitas tahunan di bulan Maret yang bikin males. selama ini semua amplop payslip masih tersegel dengan rapi karena ngeliat nominal potongan pajak itu mengurangi euforia gajian, mendingan nggak usah diliat sekalian :p. Jika tahun2 sebelumnya selalu nitip orang accounting ngirim SPT kolektif, kali ini saya berinisiatif ikutan mbak2 accounting berangkat ke kantor pajak sekalian jalan2 daripada bosen di kantor. Ternyata antrian cukup panjang walaupun ini merupakan hari terakhir lapor SPT, beda sama antri barang promo yang ramainya di hari2 awal peluncuran produk.

Di halaman depan tampak deretan kursi dengan papan tulis besar berisi petunjuk pengisian SPT di depannya, dan ada 2 orang petugas yang stand by macam pengawas ujian. Atau jangan2 itu bukan lagi ngisi SPT tapi memang lagi aptitide test ya, hmmmm…. Eniwei, berhubung saya sudah ngisi SPT dan tinggal submit, saya langsung masuk ke dalam gedung KPP. Ngambil nomor antrian dan langsung dipanggil saat itu juga padahal petugasnya cuma ada 1. So kesimpulannya, buat yang mau lapor SPT mendingan siapin semua dari rumah dan datang di hari2 terakhir biar cepet diproses karena hari2 terakhir sepertinya isinya kumpulan orang yang nggak sadar masalah perpajakan tapi panik takut kena denda dan bingung cara ngisinya, jadi antrian panjang cuma di pengisian aja😀

Proses verifikasi berlangsung cepat, cuma dibalik2 sama cek angka saja dan setelah itu tinggal tunggu print bukti lapor. Tak lupa petugasnya promosi tentang E-filling dan menganjurkan registrasi biar tahun depan bisa lapor Online. Berhubung daftarnya gratis dan mbak2 accounting masih ngurusin SPT kolektif, akhirnya iseng bikin lah. Cuma isi form dan menyertakan fotocopy KTP (cuma formalitas aja ternyata, nggak dicek KTPnya hehe) untuk mendapatkan EFIN, dan selanjutnya tinggal registrasi online dengan menggunakan EFIN tersebut.

spt

Sayangnya ketika saya coba melakukan registrasi online, situs djponline agak susah diakses. Dari laporan kawan2 yang submit SPT online juga banyak kendala ternyata, mulai dari timeout sampai muncul error sampai akhirnya muncul pemberitahuan bahwa pengguna SPT online dapat perpanjangan waktu lapor hingga akhir April karena memang sistemnya bermasalah. Jadi bikin males register, ntar malah bikin stress :p

Hari Guru Nasional


hari guru nasional

Dari google doodle hari ini, saya tahu bahwa hari ini adalah hari guru nasional. lebih tepatnya sih saya baru tahu kalau ada yang namanya hari guru nasional :p.

Di beberapa universitas, mahasiswa punya kebebasan dalam menentukan kelas yang akan diambil dalam suatu semester dan secara tidak langsung bisa memilih guru (dosen) yang akan dihadapi dalam 6 bulan ke depan. Untuk itu, riset mengenai tipe dan karakteristik guru wajib dilakukan demi mendapatkan keseimbangan jadwal kuliah, ketenangan jiwa, dan tercapainya IPK yang diinginkan :p

beberapa tipe guru yang saya temui sejauh ini :

1. Keibuan

Biasanya guru TK atau SD kelas 1-2. orangnya sabar dan kalem. ngajar pelan2 biar muridnya ngerti sambil muter2 keliling kelas ngecekin beneran ngerti apa nggak muridnya. Gara2 sifatnya ini, kadang target kurikulumnya nggak tercapai karena kelamaan di topik2 yang susah, biasanya sih materi2 akhir jadi dicepetin ngajarnya dan ga dimasukin waktu ulangan karena pada ga ngerti. Di akhir tahun biasanya murid2nya naik kelas semua karena ga tegaan :p

2. Dingin

nggak galak2 banget, tapi nggak murah senyum juga. begitu masuk kelas biasanya suasana jadi hening. Ada kemungkinan doi adalah robot dari masa depan😐

3. CBSA

tiap masuk kelas, papan tulis langsung penuh. menganut sistem CBSA (Catet Banyak Sampe Apal) yang bikin tangan kekar dan bolpen cepet abis. Pemahaman materi nggak penting, pokoknya hafalin aja. Soal ujian essay dari doi biasanya diawali dengan kata “Sebutkan dan Jelaskan…..”

4. Kharismatik

bagaikan punya aura yang meningkatkan INT dan exp gain sehingga waktu doi ngajar, murid2nya pada nyambung dan bergumam “ooo gitu toh ternyata…” dan bertanya2 kok nggak kepikiran ya sebelumnya, ternyata gitu doang toh, gampang. Tapi waktu soal yang sama muncul waktu ulangan jadinya malah “lho kok susah ya, perasaan waktu itu nggak gini deh” atau waktu pede2nya ngerjain dan tersenyum lebar waktu dapet jawaban, begitu ngeliat pilihan jawaban yang tersedia nggak ada yg sama rasanya pengen nelen pensil 2B

5. Bulliable

tipe ini jarang banget sih dan biasanya terjadi pada dosen baru yang masih muda. So far, cuma ketemu 1 yang kaya gini. suaranya pelan, ngajarnya susah dimengerti (pas ngajar matematika pula) dan ketika dikritik malah marah2. karena wibawanya kurang dan ga punya leadership aura, akhirnya terjadi pemberontakan dimana setiap doi masuk kelas, tiba2 kelas tersebut menjadi kosong. Bukan perbuatan yang layak ditiru sih, but well….

6. Humoris

Sepertinya merupakan stand up comedian yang salah profesi. Tiap masuk kelas kerjaannya cuma cerita2 dan bikin kelas jadi ceria. ngajar paling cuma 10 menitan, itu juga nyaris diulang2 setiap pertemuan sehingga di akhir semester jadi bertanya2 sebenarnya mata kuliah ini tentang apa sih. Sisi baiknya adalah guru tipe ini sangat murah nilai dan sepertinya cara doi ngasih nilai adalah dengan lempar dadu yang isinya adalah A, AB, dan B

7. Project Manager

Pinter, menguasai materi, bisa ngajar. sepertinya merupakan sosok guru yang sempurna. Sayangnya karena kesempurnaannya ini, banyak yang membutuhkan jasa doi sehingga doi jarang ngajar. Cuma yang niat cari ilmu aja biasanya yang milih doi jadi gurunya, dan juga yang beruntung (karena kalo yang niat cuma dikit biasanya kelasnya dibatalin hehe)

8. Psycho

Tipe yang paling unpredictable, kalo moodnya lagi bagus sih ngajarnya enak sambil becanda2. tapi moodnya bisa berubah tidak terduga dimana pas lagi ngelucu dan semua ketawa tiba2 doi ngamuk “kenapa kalian ketawa2??!!!”. kenapa masih ada yang mau diajar doi? biasanya sih karena terpaksa aja, atau mungkin dijebak😐

Ada yang pernah diajar tipe2 kaya gitu, atau mungkin kita dulu pernah sekelas?

travelling


Jalan-jalan merupakan salah satu kegiatan rutin yang biasa saya lakukan, mulai dari wisata terencana, keluyuran ga jelas tanpa tujuan di jalan hingga yang ektrsim macam cari tiket dadakan ketika ada kelebihan alokasi dana bulanan dan beberapa bulan yang lalu saya berniat menghabiskan cuti tahunan saya dengan liburan ke negara tetangga yang kebetulan lagi ada promo tiket dan hotelnya sekalian memberdayakan passport yang hingga di tahun terakhirnya ini baru punya 3 stempel.

Seminggu sebelum hari H, segala persiapan mulai dari tiket PP, booking hotel, hingga jadwal wisata agar penggunaan waktu bisa efektif nantinya. Di hari H, semua dokumen yang diperlukan sudah siap dan berangkat sedini mungkin agar tidak terjebak macet, bahkan sudah tiba di bandara 2 jam sebelum keberangkatan, lebih cepat dari perkiraan dan semuanya tampak aman terkendali…. hingga saya tiba di counter check in dan mendapatkan pengetahuan berharga dari petugas bandara bahwa expired date yang tertera di passport itu ternyata beda dengan expired date yang ada di bungkus ciki.

Passport yang saya kira masih bisa digunakan hingga 6 bulan kedepan itu ternyata sudah tidak dapat digunakan lagi, benar2 tulisan expired date yang menjebak sekali dan upaya ngotot2an sama petugas imigrasi juga tidak membuahkan hasil. Dalam hati saya sudah mulai mengutuk travel agent yang nggak ngasih tau apa2 padahal udah dikasih scan passport waktu pesen tiket mengingat potensi kerugian tiket PP (yang walaupun promo tetep perih juga di dada) dan hotel (nggak full paid tapi lumayan juga).

Perpanjang passport ternyata sama aja ribetnya kaya bikin baru membuat saya akhirnya terpaksa merelakan semuanya dan memasuki mode hemat dalam beberapa bulan ke depan.Insiden tersebut membuat saya jadi jauh lebih galak dan bad mood untuk jangka waktu yang lumayan lama. Jadinya ketika kemarin terpaksa harus mudik mendadak kemarin, sempat khawatir harus mengalami kejadian serupa karena nggak punya KTP tapi ternyata untuk penerbangan domestik nggak terlalu ketat pengecekannya. So buat yang berencana untuk liburan dalam waktu dekat, cek baik2 dokumen kalian terutama passport yang umur aslinya lebih pendek setahun dari apa yang tercetak disana

Kehidupan Anak Magang


Entah ini lagi musim liburan atau memang lagi masanya, pasca lebaran ini ada rombongan “pendatang baru” di kantor, mereka dikenal sebagai anak magang:). kali ini jumlahnya lebih dari 10 orang dari tempat yang berbeda2, padahal biasanya cuma 3-4 orang doang yang magang sehingga suasana kantor mendadak jadi penuh padahal awal2 pasca lebaran kondisinya macam kantor yang terancam bangkrut😐

Berdasarkan pengamatan, mereka punya beberapa kesamaan

1. Bingung
Karena lagi magang, tentu saja tujuan mereka disini adalah nyari pengalaman kerja dan pastinya mereka sendiri belum tau harus ngapain. Salah HRD juga sih ngapain nerima anak magang segini banyak trus main assign ke masing2 departemen padahal abis lebaran pastinya masih sepi request dan ga ada kerjaan, akhirnya mereka ditelantarkan di pojokan. Kita bingung mau ngasih kerjaan apa, mereka bingung harus ngapain selain ngangetin kursi, dan di tengah2 kebingungan itu akhirnya mereka jadi……

2. Kepo
Namanya juga anak2, punya rasa ingin tahu yang besar. Jadi kalo liat orang lagi kerja suka nanya2 lagi ngapain (padahal dah jelas lagi kerja), ngerjain apa, etc. Jenis yang tidak terlalu agresif hanya memandang dari belakang atau dari samping, jadi awkward terutama kalo lagi browsing2 gaje. Dan begitu ada user yang telp ato datang langsung, mereka jadi

3. Over excited
Setiap ada user datang, mereka semua kompak berdiri dan menawarkan kursinya seantusias abang2 ojek pangkalan yang rebutan penumpang, walaupun ternyata si user cuma berkunjung buat say hi dan silahturahmi doang. Apalagi jika bener si user dateng buat urusan support, pada siaga di belakang dengerin si user ngomong apa, bahkan beberapa ada yang nyatet2 padahal kemungkinan besar sih nggak ngertu juga si user ini requestnya masalah apaan. Not a bad thing, tapi sepertinya ekspektasi KP mereka terlalu tinggi padahal yang namanya dunia kerja itu sebenarnya biasa2 aja, ga beda jauh ama kuliah. Dan begitu ada kerjaan ringan yang bisa diassign ke anak magang, biasanya mereka….

4. Ngumpul
Biasanya sih tugas yang diassign ke anak magang ya seputeran PC support macam install windows, ganti hard disk yang tentu saja cukup dikerjain 1 orang saja.Tapi entah karena prinsip kebersamaan ato emang kepo aja, tetep aja mereka bergerombol mengelilingi yang lagi kerja ini entah niatnya ngasih dukungan support ato apa. Install windows yang mostly cuma klik next next next dan menunggu proses instalasi berjalan juga mereka tetap antusias menatap layar monitor seperti balita nonton bagian credit setelah film berakhir (mungkin nggak semua balita sih, tapi adik saya anehnya anteng memandangi daftar nama di credit film padahal pas filmnya lagi seru juga dia cuek main sendiri).Entah bagaimana aktivitas mereka di luar kantor, yang pasti sih disini ketika lagi bengong, ambil minum, sampai ke toilet juga mereka tidak pernah sendirian ck ck

5. Low responsibility
ya mungkin karena memang cuma magang jadi rasa tanggung jawab sama kerjaan juga masih belum ada. Nggak jarang begitu jam 5 mereka langsung cabut rame2 meninggalkan PC setengah terbongkar begitu saja di meja tanpa dibereskan, setidaknya itu baut2 dimasukin laci kek biar nggak ilang >_<. Dan sering terjadi percakapan seperti

PC Support : obeng yang ada disini tadi mana?
Anak magang : nggak tau pak (padahal dia yang terakhir make)

atau

PC Support : PC yang abis dirakit kmrn mana?
Anak magang : tadi ada yang ngambil pak
PC Support : sapa yang ngambil?
Anak magang : nggak tau
PC Support : $&*(&@$@$& *sibuk telp sana sini nyariin*

dan sering juga

PC Support : ini windows yang kamu install kmrn, password adminnya kamu set apa
Anak magang : *hening sejenak* …. lupa *senyum lebar*
PC support : lha, terus gmn loginnya. saya mau install program2nya
Anak magang : ya namanya juga lupa pak, gimana dong *sad face*
PC Support : *sigh*, ya udah deh kamu install ulang lagi, catet password adminnya
Anang magang : siap *pandangan berbinar*

Untungnya saya sebagai application support hanya berperan sebagai pengamat (mentok dikepoin doang) dan ga perlu jadi babysitter hehe. Ada yang punya pengalaman sama anak magang di kantornya atau mungkin justru sekarang jadi anak magang? boleh dishare pengalamannya😀

Pasca Lebaran


Sama seperti tahun2 sebelumnya, bulan puasa merupakan saat2 yang cukup membosankan dalam keseharian saya sebagai seorang penjaga telepon IT support. Walaupun seharusnya secara aktivitas tidak ada bedanya antara bulan puasa atau bukan, namun anehnya di bulan puasa para user cenderung lebih pasif ketika menghadapi masalah (baca : diem aja, pura2 semua lancar) dan baru lapor pas problemnya udah banyak dan lari kemana2. Atau bener2 dilimpahkan ke user shift berikutnya yang lapor setelah buka puasa (bukan jam kantor pastinya) yang sama sekali tidak bisa membantu ketika troubleshoot karena memang nggak tau akar permasalahannya, namun untungnya tahun ini nggak bertugas sebagai cowo panggilan sama sekali selama bulan puasa dan selama jam kerja nggak pernah terima “order” juga. benar2 berkah ramadhan😀

karena itulah, tahun ini saya memutuskan untuk liburan lebih awal dan baru kembali di saat yang lain justru pada berangkat mudik. lumayanlah nggak kena macet dan terhindar dari raungan gunung raung. Dan di hari pertama kerja ini disambut oleh

1. Access Denied
Prinsip “kalau bisa dibikin repot, ngapain dibikin gampang” benar2 dijunjung tinggi disini. Walaupun di setiap pintu gerbang sudah ada portal, kamera, dan petugas dan di setiap kantor juga ada satpam merangkap tukang bukain pintu, untuk masuk ke masing2 area masih harus melewati pintu dengan card reader seperti di bawah ini.
ga bisa masuk

buat yang mengira saya ketinggalan badge, anda salah sodara-sodara. Walaupun memori internal saya tidak bisa dibanggakan dan entah kenapa setiap kali mudik selalu saja ada yang ketinggalan, namun tahun ini (rasanya) nggak ada yang ketinggalan (semoga) dan aksi scan-dorong pintu-bingung penuh tanda tanya-coba lagi-masih ga bisa-bengong lagi-keep trying ini berulang beberapa kali hingga akhirnya seseorang membukakan pintu dari dalam (entah karena denger suara2, merasakan desperate aura, atau sekedar panggilan batin).

Ternyataaaaa, karena alasan yang tidak jelas, HR manager memutuskan untuk memaintain access door yang sudah sekian tahun tidak dimaintain dimana para mantan karyawan ternyata masih punya akses. Dan cerdasnya lagi, bukannya merevoke access badge tak bertuan tersebut, doi malah lebih memilih untuk mereset semua akses dan meregister karyawan aktif di setiap area satu persatu. Dan kampretnya, ini semua dilakukan ketika saya cuti. well played sir

2. Unread Mail
Sepertinya kasus klasik yang dialami semua orang yang ambil cuti panjang. Anehnya masa2 bulan puasa kemarin jumlah email yang masuk dalam seminggu itu kurang dari 10 jadi ekspektasi saya di hari pertama masuk kerja ini adalah menghabiskan pagi baca inbox yang jumlahnya max 30-an gitu deh. Tapi pagi ini tercatat ada 700-an unread message, wtf!!!
males baca

udah ilfil duluan liat magic number kaya gitu, akhirnya “mark all as read” menjadi alternatif dengan harapan semua email tersebut isinya cuma gosip2 nggak penting dan jika itu issue ya semoga sudah disolve sebelum lebaran, jika belum ya mohon maaf dan di momen yang suci ini mari kita buka lembaran baru:)

3. Masih sepi
Bisa dibilang merupakan salah satu hal positif,penghuni kantor yang bisa dihitung jari walaupun pagi ini cukup bikin repot secara harus nungguin kalo mau keluar masuk ruangan karena badge yang belum diregister ulang >_<
siiiing
Berdasarkan pengalaman sih, situasi baru kembali normal 1-2 minggu lagi dan semoga baliknya bertahap biar snack lebarannya ga numpuk di 1 hari :p

Terakhir (harusnya pertama sih), walaupun sedikit terlambat, saya ucapkan Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin bagi semua yang merayakan:)