2023


Happy New Year folks!!! its been a while and it seems almost everyone that I know from this blog already left. Well, no surprise since I rarely post anything lately.

So, 2022 is pretty wild for me. A lot of things happens and I complete tons from my bucket list (yay). In summary, major events that occurred in my life during 2022 :

  • In relationship (whoa!!!, yeah somehow I got a lot of reaction. what’s wrong with that?)
  • Followed by breakup…… twice (yeah, I don’t update it publicly this time. Will create a bigger uproar for sure)
  • Get a new job (but still keep the old one somehow, pretty amazing huh?)
  • Relocate again to another province lol
  • Got promoted (yipee!!)

In conclusion, I don’t think I’ve got any plan or new year resolution for this years. Basically, I already execute all the social experiments that I wanted and complete my bucket list. Thats it? yeah i don’t have a big dream like conquering the world or become a pokemon master. Pretty dull, isn’t it?

Maybe you’ll hear from me again if I suddenly inspired to do something different (but for now, highly doubt it). Until then, this blog will be in hiatus mode again. Ciao, until next time.

Startup dan Promo


Beberapa waktu yang lalu topik startup sempet rame, bukan judul drakor ya tapi startup beneran. Membahas bagaimana banyak e-comm yang merugi, strategi bakar duit, hingga pola konsumsi masyarakat dan promo.

Sebenarnya cukup menarik sih soalnya sampai sekarang saya sendiri masih nggak paham bagaimana strategi bisnis jangka panjang dari perang promo ini. Jika tujuannya untuk menarik pengguna, ya bisa dibilang sukses tapi kan transaksi yang dilakukan nggak menghasilkan profit ya jadi percuma dong banyak transaksi tapi malah rugi.

Salah satu tujuan lain menurut cergam Paman Gober edisi pengupas wortel adalah merugi di awal untuk mematikan perusahaan kompetitor, jadi ketika sudah menjadi produsen tunggal dan menguasai pasar barulah jualan dengan harga normal. Masalahnya kan e-comm ini ada banyak yang mirip2 ya dan semuanya menggunakan strategi promo bakar duit yang sama dan sudah bertahun2 masih gitu aja kondisi persaingannya.

Lalu apakah semua orang Indonesia itu memang gila promo dan lebih memilih harga daripada kualitas? Tergantung orang dan pola konsumsinya kali ya. Contohnya saya sendiri ketika melihat ada diskon besar2an fashion day sama sekali tidak tergoda, ya karena lemari saya sudah cukup penuh dan ga butuh ditambah lagi walaupun penuh (malah sudah 2x giveaway isi lemari biar ga banyak bawaan saat pindahan). Tapi ketika ada promo kopken seribuan, saya ikutan berebut promo walaupun aslinya saya nggak terlalu suka kopi.

Trus salah siapa dong klo kebanyakan e-comm yang ada saat ini terus merugi? ya klo menurut saya sih salah strategi bisnisnya yang terbuai dengan “market growth” yang semu. Okelah secara grafik, jumlah pengguna dan transaksi harian terus naik dengan pesat. Tapi ya seperti yang dibilang di awal, banyak penjualan tapi rugi semua ya apa gunanya?

Tapi kan setelah usernya banyak, bisa jualan dengan harga normal biar dapet profit? yakinkah bisa gitu? Saya sendiri jika tidak ada promo ga bakal beli segelas kopi dengan harga 20rb. Sejauh ini dengan bakar2 duit yang didapat hanyalah Brand Recognition saja tanpa adanya Brand Loyalty. Ketika promonya hilang, pasti banyak user yang ikutan hilang juga dan mungkin pindah ke brand kompetitor yang lebih “menguntungkan”. Toh di mata awam, sebagian besar e-comm itu mirip2 kok isinya hehe.

Trus gimana dong, jangan ngomong doang tanpa solusi. Ya klo tau mah kayanya saya udah buka startup sendiri, cobalah brainstorming sama para analis dan konsultannya sebelum dilayoff 😀

New Chapter


Its been a while since I post something here. PPKM has been officially lifted now means we can now travel without PCR anymore. You just need to get yourself completely vaccinated, but when I travel yesterday, they don’t even check my vaccine status so IDK what the rules here.

My Office also starts RTO (Return To Office) campaign, so it ends my WFH journey (well, its not fully WFO yet. we still doing the alternate schedule). I’m scheduled to work in the office next Monday (March 11th, 2022) but since I want to familiarize myself with the new environment, I already moved yesterday.

Ah yes, that means I’m not lived in Jakarta anymore :D. Can’t imagine myself living in Jakarta for more than a year and actually enjoy it (maybe the fact that I spent most of my time inside my room and never experienced what traffic jam looks like in Jakarta helps) and even get tons of (life) experiences here so I get to know another side of me here lol.

This time, I’m not going to different island. still in Java, to get a taste of central java (which rumored to have the lowest living cost compared to other Java region, so it will improve my wallet condition I hope). Still not sure what kind of persona I should show to my other colleague when we first meet next week, and if this is finally the place where I can settle. Let see how this journey takes me 🙂

Potential


Its 2022 already. I don’t have any resolution this year (and don’t bother to have one anyway), and nothing have changed this year (have been living in Jakarta for a year now, and COVID still here. Well, actually I got a new job this year (and also in a new role, unlike in my previous experiences so far), but its more like an experimental thing for me since life is pretty boring lately (yeah, I tend to do some crazy social experiment or random things when I’m bored and have plenty of time) so lets not get into details until I finish my probation period and I decide to continue on this path.

Its my 2nd week now and I still don’t do any actual work. Spend my first week doing initial setup on my new company laptop (there are 3 laptops in my desk now so it feels like a service center workshop table) and attend some basic company related training (core values, how to submit timesheet, how to apply leave, and other related shit like that). From the participant list, I can see there are 10 people in my batch but since its an online self learning session, there are no interaction among us.

Now on the second week, guess what? more trainings to do. Well, its quite fun and doesn’t feel like training at all. Just answer some question like typical “What Hogward faction are you?” quiz game in facebook where you get your result based on your answer from the survey.

In the training today, I took the “Unleash your infinite potential” test. The name sounds cool and implying some vigorous training where I unleash my Nen, awaken my dormant Stand, and become super saiyan to fight evil in this world (if you don’t understand this references, just ignore it). But the actual result is meh.

Turns out, I am a good strategist but a very bad at influencing and build relationship (score 1 out of 9 categories lol). Well, its nothing new for me. Not sure if this information can help me unleash my infinite potential, just let HR collect this info and do what they want with this. Maybe they want me to formulate a strategy and find other people who good at build relationship and influencing to gather people to be used as sacrificial pawn to succeed my strategy?

Well, basically in the end. their recommended action items for me is :

  • think deeply and more often : basically they told me to overthinking?
  • take time to write : so this is it, since they don’t mention what to write
  • try to get one on one with people : not sure bout this, they want me to join fight club and dueling someone there or what?

Anyway, with this writing, at least I already fulfilled one of the action item, isn’t it?

mission accomplished, over and out 🙂

Quake


Hari jumat kemarin, saat sedang bersantai nonton film di kamar, tembok tempatku duduk bersandar berasa ditendang2. Karena dilakukan beberapa kali pastinya bukan tindakan yang nggak disengaja dong. nyebelin banget nggak sih lagi asik2 nonton digituin, padahal nggak berisik juga nontonnya. Saat mau gedor tembok balik baru nyadar, kamar sebelah kan kosong nggak ada penghuninya……

Nggak lama, terdengar ribut2 dari lantai bawah. Awalnya kirain palingan cuma ada kecoak lewat atau sejenisnya, secara lantai bawah penghuninya mayoritas cewek2 lebay gitu. Tapi karena penasaran, jadinya turun juga pengen tau ada apaan. ternyata barusan ada gempa gitu. Oke, menjelaskan goncangan di kamar tadi, tapi apa gempanya segede itu sampe pada panik? perasaan penghuni lantai atas pada santuy gitu ga ada yang panik keluar kamar, padahal harusnya makin tinggi makin berasa kan ya gempanya?

Bicara soal sensitifitas, kayanya sih aku memang bukan termasuk orang yang sensitif sama kejadian di sekitar sih. Dulu waktu ada gempa gede di Bali juga kayanya ga berasa apa2 deh, masih asik tiduran. itu juga kebangunnya gara2 buku di atas lemari jatoh tepat di mukaku >_<

Padahal itu gempanya lumayan gede lho, tembok kantor sampe retak2. bahkan carrefour sunset road sempat rusak parah waktu itu. Eh tapi perasaan kucing kos juga masih asik tidur tuh waktu ada gempa, padahal katanya binatang itu sensitif sama yang namanya bencana, cih boong banget deh. Ato mungkin karena punya nyawa 9 jadinya dia tenang2 aja gitu ya hmmmm

Eniwei, buat yang di daerah lain terutama Banten gimana kabarnya? berasa bangetkah gempa kemarin?

Vaccine (season 2)


Tak terasa sudah 30 hari berlalu sejak vaksinasi pertama, akhirnya pada suatu malam dapat pesan dari kemenkes jadwal untuk mengikuti vaksinasi kedua. Awalnya sempat khawatir sih soalnya waktu selesai vaksin pertama nanya ke petugasnya nanti vaksin kedua dimana nggak dikasih jawaban pasti dan disuruh nunggu kabar aja. Terus waktu pulang, cek di aplikasi peduli lindungi kok jadwal vaksin kedua lokasinya jauh banget di jaktim padahal domisiliku jakut. Kirim email ke email yang tertera di peduli lindungi soal bisa nggak pindah lokasi vaksin kedua ke tempat yang lebih dekat, dan sesuai dugaan nggak dapet respon sama sekali.

Jadi lumayan lega ketika dapet info tiket vaksin kedua dan lokasinya di jakpus (ya, masih mayan jauh sih tapi setidaknya jauh lebih dekat dari yang tertulis di aplikasi peduli lindungi gitu). Kekhawatiran kedua yang muncul adalah ke sananya naik apa ya mengingat sekarang lagi PPKM dan kabarnya banyak jalan yang ditutup. Mulailah cari2 info rute busway dan LRT dengan asumsi transportasi publik macam itu masih tetap beroperasi dengan normal tanpa hambatan. Nanya2 juga ke kenalan yang tinggal di JKT dan rata2 pada bilang naik ojek atau taksi aja, jalanan normal kok. ok deh percayakan pada ahlinya aja, case closed.

Berhubung waktu vaksinasi makan waktu lama di jalan dan banyak yang antri pula di tempat vaksin, kali ini berangkat pagian deh. namun ternyata itu kekhawatiran yang sia2, semuanya berjalan super lancar dan dalam waktu yang sangat singkat akhirnya…. tadaaaaa i;m fully vaccinated

and guess what, pertama kalinya dalam waktu 3 minggu ini keluar kamar dan melakukan interaksi dengan manusia lain ternyata memberikan dampak positif dalam mengisi social meterku. Sepertinya memang sesekali butuh tatap muka dan mendengarkan suara orang lain biar nggak didominasi sama suara2 di kepala ini. Tapi isi postingan blognya kayanya lebih berbobot waktu banyak inner thought ya, yang ini lebih kaya ocehan nggak penting :p

Oh iya, waktu vaksin pertama nggak cuma berangkatnya aja yang banyak kendala, pulangnya juga ada kejadian nggak enak. hape kesayanganku jadi korban tabrak lari :(. Nggak inget juga itu karena ada polisi tidur atau jalanan berlubang, yang pasti motornya sempet lompat dan hape yang ada di kantong baju terbang melayang keluar dalam gerakan lambat, dan tanganku berusaha menggapainya dalam gerakan yang lebih lambat lagi. Abang ojeknya juga ga nyadar sih sampai kusuruh puter balik (nggak mungkin dilakukan karena jalanan rame dan searah), jadi setelah motornya berhenti, lompat turun dan nyari2 dimana jatuhnya. Setelah ketemu dan mendekat untuk menggapainya, tiba2…… ngeeeng ada mobil lewat dan melindas mi-chan tepat di depan mataku!!!!

thank you and good bye Mi-chan 😦

pas diambil, terlihat banyak retakan2 di layar dan kondisinya mati. Abang gojeknya terlihat khawatir tapi kubilang gpp walau hati ini hancur hiks. Ga berani nyalain dan sepanjang jalan kugenggam erat2 hingga balik ke kos. Tiba di kos juga lagi2 abang gojeknya nanyain tapi kubilang gpp sambil berusaha menenangkan, ya mau ngapain lagi coba, masa minta ganti kan kasihan juga. Anggap aja udah waktunya ganti hape gitu. Hebatnya masih bisa nyala (kamu hebat mi-chan!!) walau touch screennya jadi nggak responsif, setidaknya masih dapet sinyal buat terima call dan whatsapp lah.

nb : sekarang Mi-chan sudah beristirahat dengan tenang dan sudah ada penggantinya

nb 2 : kelanjutan postingan kemarin tidak yakin kapan bisa dipublikasikan walau draftnya sudah ada karena kontennya cukup sensitif, malah part 1 kemarin ada kemungkinan dihapus jika dirasa meresahkan. gomen