Free Time Management


help_desk
Di pilem2, kerjaan technical support biasanya digambarkan sebagai ruangan besar penuh dengan pegawai outsource dari India menjawab telepon yang selalu berdering dengan ramah dan jawaban template. Namun pada kenyataannya nggak selalu seperti itu, saya sendiri misalnya bukan termasuk technical support yang ramah, justru sebaliknya (i am a cold and sarcastic jerk). Saya tidak menjawab telepon dengan standard “Selamat pagi, dengan XXX disini. ada yang bisa dibantu?” yang ceria, tapi dengan “halo” yang datar dan dilanjutkan dengan “ada perlu apa?” jika tidak segera menyampaikan permasalahannya (nggak ada yg call hotline cuma buat say hi, pasti ada aja masalahnya). Sungguh merupakan sebuah misteri ilahi bagaimana saya masih bisa dapet Customer Satisfaction Point yang bagus dengan kelakuan seperti ini.

Tapi kali ini saya nggak mau membahas tentang support, tapi tentang sisi yang lain. Tolak ukur kerjaan saya adalah jumlah tiket (issue yang diraise customer) yang disolve dalam sebulan dan tingkat kepuasan pelanggan (dari survey dan feedback customer tiap bulan), dan kalo lagi mode workaholic sih benernya jatah kerjaan sebulan bisa beres dalam seminggu. Karena saya bukan termasuk orang yang suka bersosialisasi (and i don’t even bother to try), biasanya setelah semua kerjaan selesai saya melakukan aktivitas lain mulai dari browsing2 cantik,baca2, nonton film sampai main game, dan ini saya lakukan secara terbuka karena memang ini bukan aktivitas terlarang (yes, i did check all the policy before to make sure) dan si Bos juga tidak pernah mempermasalahkan selama kerjaan beres.

Namun tidak semua orang punya pemikiran yang sama dan kebetulan ada penganut prinsip “Susah liat orang senang, senang liat orang susah” yang sepertinya nggak suka dan komplain ke bos sehingga si bos menyarankan saya untuk lebih sembunyi2 (baru tau alasannya ketika nanya “ngapain harus sembunyi2 pdhl bukan aktivitas ilegal” walaupun nggak direval identitas pelapornya). Tapi ini juga terbukti sulit untuk dilakukan karena ada aja yang kepo nyamperin “lagi ngapain? nggak ada kerjaan ya?”, kalo terganggu sih biasanya saya jawab “situ sendiri lagi nganggur kok sempet2nya keluyuran kemari?” sambil alt-tab. Salah satu alternatif yaitu ngantor siang2 untuk menghindari makhluk2 seperti ini (mayan lah 1/2 hari tanpa gangguan), yang sayangnya nggak bisa dilakukan tiap hari atau sekalian working from home full time gitu.

Ironisnya, ini semua membawa saya ke sebuah solusi alternatif yang justru melanggar kebijakan perusahaan yaitu freelance. Kegiatan produktif (setidaknya buat diri sendiri, sama sekali nggak produktif buat perusahaan) dimana saya terlihat lagi kerja (well, technically emang lagi kerja ini), si bos tenang karena nggak ada kecemburuan sosial, rekan kerja puas karena merasa senasib (terutama buat yang berprinsip “My happiness is not enough, everyone else must suffer!!”), dan saya dapet uang jajan tambahan walaupun tujuan utamanya bukan duit tapi cuma buat killing time aja

index

Ternyata kalo diliat statusnya malah saya lebih banyak menghabiskan waktu buat freelance daripada di kerjaan utama XD, serta masih bisa menjaga availability dan success rate untuk keduanya hohoho

Green Go


Di suatu sabtu pagi yang mungkin cerah (udah nggak inget, mungkin mendung tapi yang pasti nggak hujan), saya tiba2 terbangun karena suara berisik misterius. Jendela kamar bergetar, terdengar suara berisik burung beterbangan dan pohon2 tumbang. Di dalam kamar yang masih gelap, saya meraba2 sekitar mencari hape untuk melihat jam berapa saat itu (seperti yang sudah pernah saya ceritakan, belakang kamar itu hutan, jadi biasanya sinar matahari baru masuk di atas jam 9) dan setelah beberapa menit masih nggak ketemu, saya menyerah (too lazy to do anything that morning).
backyard

Karena nggak ada suara berisik tetangga sekitar atas peristiwa ini, otak bangun tidur saya memformulasikan beberapa hipotesa:
– its nothing serious, go back to sleep
– kiamat telah tiba dan mereka semua sudah tewas jadi percuma aja panik, mending tidur lagi dan mati dalam damai
– ini cuma mimpi, mari tidur dan ganti mimpi lain yg lebih menarik

Jadi akhirnya saya melanjutkan tidur ….

Ketika bangun siangnya, ternyata suara2 itu masih ada. Terlihat berbagai peralatan berat meratakan hutan belakang kamar dan pohon tumbang berserakan dimana2. Banyak teori bermunculan dari tetangga sekitar mulai dari tindakan preventif mengurangi kasus pencurian yang banyak terjadi akhir2 ini dengan menghilangkan tempat kabur dan sembunyi maling hingga dugaan ilegal logging.

Dalam waktu beberapa minggu saja, pemandangan belakang kamar saya sudah menjadi seperti ini
terang

Di satu sisi, kini sinar mentari pagi jadi lebih mudah memasuki jendela kamar (awal2 sempet panik ngira telat bangun, ternyata masih jam 7 >_<) dan somehow nggak ada babi hutan keluyuran lagi di malam hari (bahkan ular, komodo, dan aneka pokemon lain juga menghilang. mungkin pindah ke hutan sebelah) dan populasi kucing tampak meningkat (entah migrasi dari hutan atau nambah karena predatornya berkurang). Tapi jadi nggak bisa duduk santai di belakang sambil menikmati gorengan dan teh di waktu hujan.

Sekarang sudah beberapa bulan berlalu dan terdengar kabar resmi mau dibangun kompleks perumahan baru disana. Iseng ke bukit seberang untuk melihat progress pembangunannya, ternyata lumayan luas juga areal hutan yang digunakan oleh proyek ini, sepertinya bakal lama jadinya dan bakal ada keberisikan jilid 2 saat proses konstruksi dimulai >_<
bersih

Cats


Waktu kecil gw nggak terlalu suka sama binatang dan celetukan “eh liat tuh ada kucing/burung/binatang lain” yang biasanya bikin anak kecil tertarik nggak ada efeknya ke gw. Jadi gw sama sekali nggak inget gimana awal ceritanya dulu gw bisa punya piaraan seekor kura2, yang pasti dalam kurun waktu yg cukup lama gw nggak bisa pegang binatang lain. bukannya takut sih, cuma sensasi yang didapat ketika mereka gerak2 di genggaman rasanya gimanaaaa gitu (kura2 nggak banyak gerak dan ketika gerak pun sama sekali nggak kerasa, mungkin karena inilah dia jadi piaraan gw dulu)

Waktu agak gedean, ternyata perasaan ini berlaku ke semua makhluk hidup karena waktu disuruh gendong adik yang umurnya baru bbrp bulan dan dia gerak2, gw merasakan hal yg sama dan kena panic attack (terpaku dan minta orang lain take over). Pas dia udah agak gedean dan bisa berdiri baru sensasi itu hilang dan gw bisa gendong 😐

Sekitar 4 tahun silam, seekor anak kucing tiba2 muncul dalam rutinitas dan menjadikan CPU gw sebagai tempat tidur pribadinya. entah karena anget, suka sama getarannya, atau karena alasan lainnya, doi setia nemenin gw nongkrong. Karena dia diem aja ga gangguin gw main (cuma tiduran di atas casing ato bengong di belakang fan, ngeong aja nggak), gw ga ambil pusing dan membiarkan dia

1917558_10153449098572830_8342872362220132160_n

PC Kitty

Lambat laun, si kucing jadi berani bermanja2 elus2 kaki (asli kaget banget pas pertama kali) sampe lompat dan tidur di pangkuan dan gw kadang ngasih sisa makanan ke dia (ternyata nggak cuma doyan ikan, nasi dan tulang ayam juga dilahap). Sepulang mudik selama 2 minggu dan dilanjut jalan2 keliling jawa, doi tiba2 menghilang dan ga pernah keliatan lagi. Namun tradisi ngasih sisa makanan terus berlanjut hingga tiap siang ada trio yang ngantri di depan pintu menanti jatah makan siang.

14089123_10154044753252830_3148046901703177594_n

newborn cat

Suatu pagi, pas mau berangkat kerja gw melihat ada bayi kucing(kayanya newborn, seukuran token doang) di tengah2 parkiran yang rawan banget keinjek. Karena khawatir keinjek ato kelindes motor nantinya, gw pinggirin ke tempat yang aman tapi doi merambat pelan namun pasti kembali ke tengah. Celingukan nyari induknya, gw malah nemu bayi lain lagi deket got (yg awalnya gw kira sampah >_<)

14141796_10154053572482830_2134588731727622371_n

kitties in the box

Karena takut telat, akhirnya mereka ditempatkan di keranjang cucian biar ga merambat ke tengah jalan. Ditempatkan di luar dengan harapan induknya muncul. Namun sampe gw pulang sorenya, ternyata nasib kedua bayi ini masih terlantar. Ada kucing yang melihat dari kejauhan tapi pas gw samperin dan nanyain apakah itu anaknya malah kelihatan bingung. Gw bawa itu keranjang biar dia bisa identifikasi dari dekat, tapi lagi2 cuma diliatin. Dan ketika si bayi terbangun dari tidurnya dan nangis merangkak mendekati si kucing, dia malah mendesis ketakutan terus kabur !!!

Berbagai upaya dilakukan mulai dari ngasih susu di piring kecil, pake sendok, sampe sedotan tidak membuahkan hasil dan selama beberapa hari masih ga keliatan induknya. In the end, its not a happy ending :(. Jadi ketika salah satu member lunch club melahirkan dan menelantarkan tipletsnya di tempat berbahaya (pojokan construction site dimana biasanya para tukang ngelemparin potongan kayu, batu2, dll), gw pindahin mereka ke kamar dan pas induknya dateng ngemis makanan gw paksa dia ngurusin anaknya dulu baru dapet jatah makan. Jika biasanya dia akur sama geng makan siangnya dan selalu makan bareng, sekarang dia jadi galak dan ngusir yang lain (entah naluri melindungi anak ato udah berubah jadi ibu2 yang mau menang sendiri dan ga mau bagi2 makanan), jadi kalo mau ngasih makan yang lain harus di tempat yang agak jauh dan nggak keliatan, kalo nggak bakal lari nyamperin dan lagi2 ngusir yang lain >_<

triplets

Sekarang udah gede2 dan non-officially jadi piaraan, cat food jadi salah satu produk curah yang dibeli kalo ada obralan karena sisa makanan aja kadang ga cukup sekarang. belajar banyak hal baru seputar dunia perkucingan termasuk fitur plug n playnya yang cukup efisien kalo lagi butuh susu dan induknya ngilang entah kemana, mungkin karena itulah kucing didesain dengan built in six tits :p. Lagi belajar pertukangan dan DIY built a cat house secara perabotan di kamar sudah mulai nggak aman dari kenakalan triplets 😦

Wrap Up 2016


Gak kerasa sekarang udah 2017, perlu lebih berhati-hati nulis tahun di dokumen soalnya biasanya tiap pergantian tahun suka salah nulis tahun :p. Sengaja baru nulis wrap up 2016 sekarang biar bisa merasakan semua momen di 2016, kali aja ada event menarik di penghujung tahun yang bisa jadi highlite, bukan karena males nulis kemarin2nya. Overall sih 2016 berjalan dengan cukup positif dengan improvement di beberapa area, terutama kesehatan. namun dari segi keseharian cukup membosankan dibandingkan tahun2 sebelumnya secara nggak banyak yang dapat dilakukan di tempat tinggal yang sekarang, juga karena perbedaan usia yang cukup signifikan di kantor membuat saya agak malas berinteraksi untuk mencari partner in crime atau sekedar bersosialisasi.

jadi berdasarkan apa yang bisa diingat dan dengan bantuan post history, poin2 utama di 2016 saya adalah

1. Pindah profesi
Jika sebelumnya saya tergabung di tim project yang kerjaannya lebih ke arah “membuat produk”, tahun ini saya ditarik untuk masuk ke tim support yang membuat saya lebih banyak berinteraksi dengan user. Secara personal, saya bukan kandidat yang tepat di bidang ini secara “friendly and supporting” sehingga nggak jarang saya marah2in user namun anehnya masih banyak yang larinya ke saya bukannya cari support yang lain. sepertinya mereka suka BSDM (yang nggak ngerti artinya jangan penasaran cari tahu ya, stay pure). Namun sisi positif di sini yaitu saya merasa beban kerja saya jauh berkurang dan jadi punya lebih banyak waktu luang walaupun kadang2 masih suka “dipinjem” sama tim project (sekarang sudah belajar untuk tetap “terlihat” sibuk biar nggak dipinjem2 kecuali bener2 urgent :p)

2. Udah punya EFIN
Dampak dari banyaknya waktu luang di jam kerja, saya jadi bisa keluyuran jika bosen browsing2 cantik di meja kerja. Di mata rekan kerja yang lain, keluyuran itu lebih terlihat seperti support user di lapangan dibandingin stand by di meja sambil browsing yang bisa memicu kecemburuan sosial. Tahun ini alih2 nitip setor SPT ke accounting, saya ikut menemani mereka ke kantor pajak sekalian pengen tau gimana prosedurnya kalo ngurus sendiri dan pada kesempatan inilah akhirnya saya bikin EFIN biar bisa ngurus SPT online tahun 2017. Sayangnya saat tulisan ini dibuat, saya nggak ingat kode EFIN dan lupa disimpan dimana. sepertinya EFIN ini dulu diberikan di secarik kertas yang kemungkinan kebuang bersama kertas coret2 dan form2 approval yang sebenarnya nggak penting tapi sengaja diminta untuk bikin repot user biar mereka nggak sering2 request sesuatu seenaknya 😐

3. Jadi pengamat satwa
Diawali dengan kemunculan seekor anak kucing yang tiba2 muncul dan menjadikan CPU rpibadi saya yang disimpan di ruang santai bersama sebagai tempat tidur pribadinya, saya mulai mengembangkan skill sebagai cat whisperer. Walaupun upaya untuk mengakurkan hubungan anjing dan kucing masih belum berhasil (si puppy masih takut meringkuk di pojokan dan merelakan makanannya disabotase kucing yang menggeram), saya melakukan beberapa eksperimen untuk beberapa teori tentang kekucingan

4. Sudah nggak underweight lagi
Jika medcheck tahun sebelum2nya cukup membosankan dengan komentar underweight saja, di tahun 2016 jadi lebih membosankan lagi tanpa ada komen apapun di result summary checkupnya. Jadi penasaran ini emang sehat nggak ada potensi masalah yang perlu dihilite atau jangan2 dokternya kelupaan meriksa hasil lab aja. Ternyata pola hidup yang ga pernah olahraga dan makan semaunya bisa lebih menyehatkan dibandingkan rekan kerja lain yang rajin ngegym dan ngitung kalori makanannya

5. Pertama kali diterima donor darah
Dengan hasil medcheck yang lebih positif, tahun ini sekali lagi saya mencoba ikutan donor darah. Jika tahun2 kemarin selalu ditolak di checkpoint 1 (cek tensi dan BB), di 2016 surprisingly saya tidak perlu menerima tatapan iba “nggak usah donor gpp kok, taun depan aja. you’re doing fine” dan akhirnya merasakan pengalaman pertama kali menjadi donor darah. Dan yang paling penting akhirnya saya tahu golongan darah sendiri apa. Walaupun nggak berdarah biru, tapi saya dapat A+ di kartu donor. My Asian Mom will be proud πŸ™‚

6. Hoki nambah
untuk pertama kalinya dalam hidup, saya menang lucky draw walaupun hadiahnya ga bakalan kepake dan akhirnya dijual murah2. Tapi esensinya bukan di barang atau di duitnya, bisa memenangkan sesuatu sudah merupakan perasaan yang cukup menggembirakan (walaupun serbuan ibu2 setelahnya adalah pengalaman yang cukup menyeramkan). Penjualan kompor dengan proses yang instan dengan harga super miring ternyata cukup menimbulkan drama di kantor karena ternyata peminatnya cukup banyak walaupun pada malu2 dan yang berani nawar dengan serius hanya satu orang.

7. Ternyata masih trauma ama dokter gigi
Di 2016 sama sekali nggak sakit sehingga asuransi yang dipunya terasa sia2 membuat saya memberanikan mencoba memanfaatkan fasilitas pembersihan gigi pada akhir tahun kemarin. Awalnya saya mengira prosesnya sesimpel dioles gel macam iklan pemutih gigi di TV media gitu (masih ada nggak sih channel macam ini), ya 11-12 sama proses pembersihan wajah yang cuma santai2 didiemin pake masker gitu lah. Namun ternyata prosesnya cukup mengerikan…. well, saya nggak gitu tahu persis sih secara saya memejamkan mata disepanjang proses dan cuma denger suara nguing2 bor yang menyeramkan dan metal di mulut yang bikin pengen muntah. Belasan kali kumur darah makin menguatkan trauma saya sama dokter gigi.

2017, be kind with me. semoga Tahun 2017 lebih baik dan lebih berwarna :P. Selamat Tahun Baru semuanya πŸ™‚

Family Gathering 2016


Beberapa waktu yang lalu, tempat saya bekerja mengadakan Family Gathering yang merupakan acara kumpul2 bersama antar karyawan dan keluarganya dalam rangka ngabisin anggaran. Karena acara ini harus ada dokumentasinya, maka terima mentahan dengan sistem bagi rata budget tidak bisa dilakukan dan di kota sekecil ini nggak ada tempat makan yang bisa menampung jumlah peserta dan keluarganya (lagian klo cuma ngumpul makan bareng trus pulang kayanya boring banget), maka acara ini dilakukan di…. errr… sebuah konservasi yang isinya meliputi kebun buah, peternakan lebah, kolam ikan, dan tempat pembibitan (entah apa tempat ini sebutannya). Agar tidak terganggu dan mengganggu pengunjung lain, kita booking tempat ini 1/2 hari dari jauh2 hari.

kolam ikan

Sebelumnya sudah diinfokan oleh pihak pengelola untuk tidak memetik buah sembarangan dari pohonnya dan jika mau di bagian depan ada tempat penjualan hasil kebun dan ternak. Tentu saja informasi ini diteruskan ke semua peserta mengingat akan ada banyak anak kecil yang ditakutkan bakal keluyuran dan metik2 sembarangan. Namun pada kenyataannya, di hari H para bocah ini malah pada nempel terus ke orang tuanya dan yang udah agak gedean sibuk sendiri sama gadget sementara para Ibu-ibu langsung kalap teriak “Wah rambutannya gede-gede!!!” dan langsung semburat dengan beringas!!!. Melihat hal ini, panitia langsung teriak2 ngingetin “bu, jangan bu!!!” macam warga pemukiman liar yang kena gusur satpol, bahkan sampe minta bapak2nya ngingetin berhubung kalah jumlah hingga akhirnya menempuh cara terakhir yaitu pake TOA macam demonstran orasi. Ya untungnya nggak ada pengunjung lain atau penjaga sama sekali (mungkin karena lagi dibooking jadi para petugasnya pada pulang cepet kali ya, bahkan tukang parkirpun ga ada) jadi ga terlalu malu2in lah (nggak yakin juga para ibu2 itu bakal malu kalo ada penjaganya, mungkin penjaganya dicakar kalo berani2 ngalangin hehe).Tersadarkan oleh teriakan TOA, para ibu langsung kembali ke barisan (sambil bawa setumpuk buah2an yang cukup buat makan seluruh rombongan -_-)

Biar tampak ada partisipasi dari semua anggota keluarga dalam kegiatan ini, diadakan lomba2 untuk anak2 yang acara dan konsepnya dilakukan sama ibu2nya sementara panitia cuma menyediakan hadiah2 lomba aja (biar ada partisipasi ibu2 juga, bukan karena panitianya males mikir konsep sama ngurusin acara lho ya du du du). Secara usia anak2 yang begitu beragam dan perbedaan fisik yang tampak mencolok, lomba2nya keliatan nggak balance banget. Ada bocah 3 taunan yang ngedudukin balon malah membal sementara balonnya masih utuh, atau yang jalan bawa kelereng dengan santai dan hati2 hingga ketika peserta lain sudah 2x start finish dianya belum 1/2 jalan … but who cares, ujung2nya semua dapet hadiah kok :D. Ibu pengurus lomba menginterogasi para pemenang mulai dari nama, umur, sekolah dimana , sampai siapa nama bapaknya sebelum ngasih hadiah melahirkan momen khusus

Ibu2 : kamu anaknya siapa?
Bocah : anaknya ayah
Ibu2 : Iya, nama ayahmu siapa?
Bocah : …… Ayah
Ibu : *evil laugh* nama bapakmu Ayah?
Bocah : *manggut2*
Ibu2 : penasaran saya, coba bapaknya maju sini, saya pengen tahu yang mana orangnya
Audience : *diem tolah-toleh, ga ada yang berdiri*
Ibu2 : coba nak, tunjuk ayahnya yang mana
Bocah : *scanning penonton beberapa saat, tapi ga menemukan target yang dicari*
Ibu2 : (entah bosen atau kasihan) dah balik sana ke ayahnya *ngasih hadiah*, Ayahnya nanti di rumah kasih tau ke anaknya ya siapa namanya

Saya agak khawatis si ayah menelantarkan anaknya disana karena si bocah nggak balik ke pangkuan ortunya, tapi lari ke pojokan, sendirian sambil memeluk hadiahnya. Entah beneran ga liat bapaknya diantara kerumunan orang ini atau udah dapet dead stare dari kejauhan dan isyarat “Jangan kemari, pura2 ga kenal!!!” dari bapaknya LOL. Para remajanya tampak malas mengikuti lomba, entah gara2 takut dipermalukan setelah melihat apa yang terjadi di lomba anak atau emang ga minat aja. Tapi bukan ibu2 namanya kalau tidak bisa “membujuk” anak2nya mengikuti acara yang mereka adakan

Acara makan siang bersama sempat terganggu oleh kehadiran kucing raksasa yang berkeliling mengemis sedekah membuat sebagian besar bocah panik. Bahkan saya sendiri sempat kaget melihat ukuran kucing2 disini yang ukurannya 2x lebih besar dari kucing kompleks, entah itu akibat sering makan buah2 di perkebunan ini atau kucing2 itu sendiri merupakan hasil rekayasa genetik yang dibuat di tempat ini untuk dilatih sebagai penjaga perkebunan yang murah meriah dengan gaji seekor tongkol mutan yang ga kalah besarnya tiap bulan
lunch

Di penghujung acara, ada pembagian lucky draw yang sekali lagi diserbu oleh Ibu-ibu yang antusias ngambil nomor undian seolah takut kehabisan padahal nomor yang disiapkan jumlahnya sudah sesuai sama jumlah peserta yang hadir (In fact, malah mereka sendiri yang bikin nomor undian dan menggulungnya ke potongan sedotan), jadi entah kenapa juga pake rebutan segala ngambilnya, sudah sifat dasar ibu-ibu kayanya :p. Dan tebak siapa yang mendapatkan hadiah utamanya!!! its Me muhahaha
lucky-draw

Saya yang seumur hidup belum pernah menang undian apapun, bahkan kentongan kodok di undian staff party aja ga dapet dan mentok di hadiah hiburan krim cuci piring dari supermarket ini secara tak terduga mendapatkan doorprize kompor gas sontak membuat saya diserbu sama ibu2 saat itu.

Nggak masak kan di rumah? dah buat Ibu aja ya deh kompornya

Tuker sama hadiah punya Ibu mau ya *nawarin jam dindingnya*

Berat ya? sini Ibu aja yang bawain (sok baik)

Kasih ke saya aja, ntar Ibu masakain sebulan

Membuat saya kewalahan dan ketakutan walaupun emang bener sih kalo hadiahnya ga bakal kepake juga secara jarang masak dan kayanya mubazir beli tabung LPG untuk kegiatan yang selama ini bisa dilakukan dengan magic jar. Tapi karena berurusan sama mereka itu sepertinya sama berbahayanya dengan mafia, saya ngasih jawaban diplomatis “besok dibahas di kantor aja ya” biar urusannya sama bapak2nya yang lebih jinak :p

Sidang Naik Kelas


hampir sama seperti anak sekolah, di dunia kerja khususnya yang kantoran juga ada yang namanya rapotan, juga dikenal dengan nama beken appraisal, performance review, atau istilah2 kerenΒ  lainnya. Beda tempat bisa beda pula kriteria penilaiannya bahkan kadang bisa random macam penilaian dosen mata kuliah yang jarang masuk dan tiba2 sudah UAS. Tapi intinya nilai rapot inilah yang menentukan jabatan/gaji/kelangsungan kita di tempat kerja.

Di tahun2 sebelumnya, saya tergabung dalam tim project dan walaupun guru project managernya ganti2, cara rapotannya nggak jauh beda. tau2 di akhir taun udah dibagi hasilnya tanpa mengetahui bagaimana cara dan kriteria penilaiannya. kemungkinan sih dari random question waktu ngajak dinner bareng dan saya sendiri nggak terlalu peduli secara hasilnya cukup memuaskan sejauh ini.

Di tahun ini saya diakusisi sama tim support walaupun masih sering “dipinjem” sana sini buat bantuin project, tapi karena masih 1 kantor juga ya saya ngiranya sama ajalah prosesnya, tinggal tunggu terima hasilnya di akhir tahun macam anak sekolah terima rapot gitu. Dan hari ini, saya mengetahui bahwa prosesnya ternyata beda, ada sesi tanya jawab segala (nggak terlalu kaget sih secara kantor lama juga menerapkan proses yang serupa). Untungnya hari ini saya cukup tidur dan cukup makan, jadi waktu dipanggil sidang (walaupun sempet bertanya2 kenapa dipanggil), kondisi mood cukup bagus. Inilah rangkuman sidang siang tadi (diterjemahkan ke bahasa biar lebih gampang dicerna)

1. Tahun ini apa saja yang sudah dilakukan
dan sayapun langsung berkata dalam hati “lha kan elu bosnya, masa ga tau gua ngapain aja” tapi tetap saya jawab sambil melihat si bos manggut2 dan nulis (atau mungkin dia lagi ngisi TTS aja)

2. Apa kekuranganmu
jika ini adalah job interview, saya bakal ngasih kekurangan yang bisa dilihat sebagai kelebihan kalo mau main taktis. atau ngasih minor flaw yang nggak berhubungan ama kerjaan kalo mau safe dan nggak keliatan fake answer dari tips&trik interview. Tapi berhubung pertanyaan ini kayanya nggak cocok buat ditanyakan di performance review, saya memberikan pandangan “seriously??!! pertanyaan gak penting macam apa ini!!” dan terbersit pikiran untuk bilang “I AM FLAWLESS, PERFECT BEING. KNEEL BEFORE ME, YOU PUNY HUMAN!!!”. i play my humble card this time

Me : tanya ke end user aja, kayanya mereka lebih kredibel buat ngasih jawaban
Bos : gpp, pendapat pribadimu aja
Me : hmmm, kekuranganku ya…… saya orangnya nggak sabaran, apalagi sama user yang issuenya ga jelas
Bos : gitu ya, tapi dari feedback user kayanya mereka cukup puas
Me : (lha ngapain elu nanya gw lagi kalo gitu!!!) mungkin karena mereka nggak ngerti sarkasme nggak terlalu keliatan aja

Bos : kalo soal sosialisasi gimana, kayanya kamu jarang kumpul2 sama yang lain
Me : beda minat aja sih pak, saya suka futsal. di kantor saya kadang masih ngobrol sama yang lain kok, diskusi ini itu
Bos : di luar kerjaan maksudnya. Yang lain kadang suka ngobrol bareng di samping kantor, kamu ga pernah ikutan?
Me : bapak tau itu tempat apaan? smoking room ituh, mereka disana smoking break. saya nggak ngeroko
Bos : ya kan bisa kesana ikut ngobrol2 aja, ga perlu ikut ngerokok
Me : jadi saya ngabisin waktu 30 menit di ruangan penuh asap rokok cuma buat ngobrol? brilian sekali ide bapak
Bos : ya nggak gitu juga sih (rupanya dia ngerti sarkasme), tapi itu termasuk kekurangan juga kan
Me : (OMG, masi ngebahas kekurangan juga??!!) *disini saya ceramah panjang lebar tentang apa itu kekurangan, karakteristik manusia dan tipe2nya mulai dari INTP, ESFP, dan aneka personality lainnya sampe akhirnya dia sadar kalo gw bisa bawel juga kalo diperlukan

3. nah gampang ini, sebutkan kelebihanmu
karena udah cape ngomong, kali ini saya play humble mengambil peran manusia biasa yang penuh dosa dan setara dengan yang lainnya. toh bragging juga ga ada gunanya, bukan job interview ini. malah beresiko nambah kerjaan aja kalo bilang bisa ini bisa itu :p
Bos : masa nggak ada, semua orang pasti punya kelebihan
Me : apa ya?… punctual deh, saya orangnya tepat waktu. hampir ga pernah telat pulang (sengaja cuma ngomongin pulang dan nyebut jam masuk)
Bos : kata yang lain kamu tau segalanya, jadi kalo ada problem yang mereka nggak ngerti pasti nanyanya ke kamu. termasuk kelebihan itu
Me : buat saya sih itu kebutuhan profesi, bukan kelebihan. kebanyakan juga saya ga tau kok waktu ditanya, googling dulu. merekanya aja yang males cari tau
Bos : ya kan nggak semua orang bisa gitu, termasuk kelebihan itu
Me : iya lah, terserah bapak aja (dah cape, aus, males ngomong)

Di luar dugaan, cuma itu aja pertanyaannya!!! sama sekali nggak kaya appraisal. padahal taun kemarin waktu masih di project pertanyaannya masih ngebahas project yang dikerjain taun itu dan ngapain aja. ini malah pertanyaannya macam…… ah sudahlah nggak perlu dibahas, gw suka galak kalo lagi laper (dah menjelang lunch nih *kruyuk*). Aslinya masih ada 1 pertanyaan terakhir yaitu saran dan komentar buat si bos tapi dengan sigap langsung gw jawab ga ada. Kali ini si Bos menerima dengan pasrah, ga berusaha memperpanjang waktu dan mendapat jawaban. mungkin dia juga sudah lelah :p

Gimana yang lain, akhir taun gini biasanya semuanya pada persiapan rapotan. Prosesnya sama atau mungkin lebih menarik di kantornya? sistem hunger games gitu mungkin, 1 juaranya naik gaji trus yang posisi terakhir dipecat? :p

My Monday Morning


Keteraturan adalah sebuah kata yang sama sekali tidak menggambarkan saya. Aktivitas yang direncanakan seperti lari pagi bersama biasanya batal gara2 hal remeh seperti pagi yang dingin, bantalnya ga mau ditinggal, atau 5 menit lagi :p. Bahkan untuk hal serius semacam pekerjaan, jika lagi nggak mood saya bisa nggak ngerjain apa2 seharian walaupun sudah masuk dalam to do list.

Namun di dalam keseharian saya yang chaos itu, rutinitas masih memberikan pengaruh auto pilot yang kuat. Jadi walaupun tidur jam 2, alarm jam 6 masih efektif membangunkan saya untuk memulai “snooze sequence” hingga akhirnya berangkat kerja jam 7.30 melewati jalanan yang padat (walaupun dalam kondisi 1/2 sadar) hingga akhirnya tiba dengan selamat di kantor. Dan karena akhir2 ini status saya sebagai cowo pinjaman mengharuskan saya untuk pindah kantor sementara, proses autopilot ini membawa saya ke kantor lama tanpa sadar (sudah terjadi beberapa kali malah). Suatu pagi, seorang rekan kerja bertanya “wah balik ke kantorsini lagi, dah selesai projectnya disana?” membuat saya tersadar lagi dimana….. dan saya pura2 ngambil dokumen penting yang tertinggal (aslinya cuma kertas coret2 ga penting)

Semalam saya tidur lebih awal dari biasanya karena lampu mati, tapi anehnya jam tidur yang lebih panjang tersebut malah bikin makin males bangun dan somehow di bawah siraman shower dengan kepala nempel di tembok, gw ketiduran!!!! (dan kayanya cukup lama jika melihat kaca kamar mandi sampe putih beruap gitu). Dengan sedikit terburu2 saya bergegas ke parkiran ketika menyadari helmnya ketinggalan zzz, lari balik ke kamar buat ngambil helm dan ternyata kunci kamarnya ilang entah kemana. bongkar tas dan saku celana dengan paniknya, hingga traceback rute dari kamar ke parkiran buat nyari jatuh dimana……. and guess what, ternyata kamarnya lupa dikunci dan si kunci masih nancep di dalem!!!!

Akhirnya, sambil menghela nafas panjang dan quick scan kamar untuk memastikan tidak ada lagi yang ketinggalan, saya kembali ke parkiran dan bersiap berangkat, masang helm, kemudian terheran2 kenapa saya bawa laundry bag (technically, nggak ada yang ketinggalan sih, kelebihan malah yg dibawa). Saat itulah saya putuskan untuk kembali tidur dan ngantor siang aja after lunch (crazy way to start the day, maybe its a sign. kalo diterusin, takutnya kegilaan ini masih berlanjut di kantor)