Parpol dan Santunan


Saya bukan pengamat politik, bahkan sebenarnya nggak terlalu peduli dan mengikuti perkembangan dunia politik. Berita politik yang saya tahu hanya bersumber dari facebook atau trending topic yang biasanya begitu saya baca sudah menjadi berita basi sehingga mau komen juga rasanya udah telat banget. Namun baru2 ini ada sebuah berita politik yang menarik perhatian saya, yaitu wacana bahwa partai politik bakal dapat santunan dari APBN sebesar 1 T. Wow, benar2 wow hingga saya tertarik untuk mengetahui lebih detail apa pemikiran2 di balik ide yang sungguh brilian dan inovatif ini, berikut ini beberapa yang saya dapat

1. Dana Parpol sekarang terlalu kecil

menurut pak Agung di sini,dana yang didapat parpol sekarang terlalu kecil dan nggak mencerminkan demokrasi karena yang bisa maju cuma yang didukung pemimpin2 kaya. Dengan adanya dana bantuan 1T ini, akan lebih banyak calon pemimpin baru yang bisa muncul dan nggak tergantung dari ketum kaya doang. Bayangkan aja berapa banyak partai baru yang muncul kalo dana bantuan ini benar2 diberikan, tapi apakah partai baru ini bakal bertahan ataukah ada gunanya? atau cuma muncul sekedar demi mendapatkan cipratan dana bantuan doang? Tau sendiri lah, demi es krim gratis aja berapa banyak orang yang rela desak2an ngerusak taman kota, apalagi demi duit 1T. terus kalo semua dapet dana bakal jadi demokrasi yang adil dan sama rata gitu? bukannya yang punya pimpinan kaya tetep bisa ngasih suntikan dana lebih buat kampanye? belum lagi yang modal stasiun tipi/surat kabar/media online/etc. Partai yang ada sekarang kurang banyak gitu? partai sebanyak ini juga visi misinya mirip2 semua, hampir ga ada bedanya 1 parpol sama parpol yang lain, bahkan yang berbasis agama yang sama aja ada banyak. Padahal waktu belajar sejarah dulu dibilangnya perjuangan banyak yang gagal karena terlalu terpecah2 dan bersifat kedaerahan, baru setelah ada nasionalisme dan Indonesia bisa bersatu barulah jalan menuju kemerdekaan ini terlihat. eh sekarang setelah merdeka balik lagi mecah2 dengan ambisi mendukung pimpinan partainya masing2. Menuju Indonesia makmur? prett, yang penting partai ane makmur gan

2. Ga Masalah, Indonesia itu Kaya kok

sementara menurut Pak Prabowo di sini, hal ini nggak akan membebani APBN karena Indonesia itu kaya, tinggal gimana mengelola kekayaan itu aja. Damn right pak, Indonesia itu negara yang kaya walaupun utangnya sekarang makin menumpuk dan gak tau kapan bisa lunas padahal kita kaya. Bener banget sumber daya kita banyak tapi kita nggak bisa ngelola aja, makanya banyak perusahaan asing yang mengelola hasil tambang dan bahan mentah yang kita punya, ya karena kita nggak bisa mengelola sendiri. Jadi daripada kekayaan yang kita punya ini buat riset teknologi agar kita nggak kalah sama negara lain dan bisa mengelola sumber daya alam yang kita punya, atau mungkin buat mengembangkan transportasi biar distribusi makin lancar dan harga nggak jadi bengkak gara2 transpor ke daerah2 terpencil macam Papua susah, mending kekayaan ini buat dana parpol aja ya pak. Jenius!!! Ya selain itu beliau juga menyinggung tentang demokrasi dan gimana kekuasaan yang ada sekarang itu punya orang berduit, bukan kuasa rakyat. tapi ini sudah saya bahas di poin sebelumnya dimana saya masih nggak ngeh gimana dana ini bisa bikin equal sementara pimpinan parpol kaya tetep bisa ngasih sesuatu yang bikin partainya “lebih”

3. Mengurangi Kecurangan

Saya sebenarnya kurang ngerti maksud pak Anis di sini, bahkan saya nggak bisa mencerna maksud “parpol nggak mampu membiayai saksi”. Biaya saksi kaya gimana sih yang dimaksud, dibayar buat jadi saksi gitu? Jadi parpol yang punya dana lebih saksinya jadi lebih banyak? lha kalo hal yang “disaksikan” sama ya harusnya nggak masalah juga dong ya, ya kecuali jumlah saksi bisa mengubah kenyataan yang ada dimana perolehan suara 50-50 bisa menjadi 80-20 karena saksi berkata demikian? nggak usah capek2 diitung lah kalo gitu suaranya, buang2 waktu dan biaya aja. Ga usah pemilu sekalian, banyak2an saksi aja. Lagian parpol nggak punya saksi berarti nggak ada yg dukung dong ya, Jika di daerah ada yang mendukung parpol tsb harusnya pasti ada saksi. Pendukung tim bola itu rela datang jauh2 ke stadion untuk menyaksikan timnya berlaga, bahkan rela keluar duit beli tiket, dan walaupun jumlah pendukungnya banyak juga ga bisa mengubah gol yang terjadi di lapangan, terbukti dari banyaknya tim yang kalah walaupun menang kandang. Masa Parpol kalah sama bola ck ck ck

4. Menekan potensi angka korupsi

Nggak nemu link pernyataan lengkapnya, tapi di sini Mendagri mendukung dengan alasan menekan potensi korupsi. Wow, benar2 pemikiran yang luar biasa, kenapa dari dulu saya nggak berpikir sampai sana ya. Bagaimana koruptor2 selama ini terpaksa korupsi karena tidak mampu membiayai hidup keluarganya dan agar tidak mati kelaparan, mereka terpaksa korupsi. benar2 kisah inspiratif yang membuat saya menitikan air mata dan guling2 menahan tawa. Tentu saja dengan adanya dana ini akan mengurangi angka korupsi ya karena dengan adanya dana ini jadi ga perlu lorupsi. gimana kalo para Begal dikasih motor satu2 biar mereka ga perlu beraksi di jalan merampas motor korban dan para rampok hidupnya didanai negara agar mereka tidak perlu merampok lagi. Benar2 pemikirannyang inovatif, brilian!!!

Ya, demikian perjuangan para wakil rakyat kita, ide2 kreatif mereka untuk memajukan bangsa, topik2 rapat mereka dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, dan semua kebijakan yang mereka perjuangkan atas nama rakyat. Itu semua mereka lakukan atas nama rakyat. Apakah kalian termasuk rakyat yang ga pernah makan enak, bahkan buat makan tiap hari aja susah? DPR mewakili kalian untuk merasakan rasanya hidup enak, Kalian rakyat yang ga pernah ke luar negeri, bahkan buat mudik lebaran aja ga bisa? Santai, ada yang mewakili kalian wisata bersama keluarga ke luar negeri, eh bukan wisata ding, tapi studi banding/kunjungan kerja/training/apalah namanya yang penting buat ngabisin anggaran yang ada. Enak bener deh kalian jadi rakyat, mau ngapa2in udah ada yg mewakili sementara kalian bisanya cuma protes,browsing, dan bikin postingan ga penting. tch

Every Little Thing


Sudah cukup lama saya berstatus sebagai cowok panggilan, saking lamanya hingga saya lupa kapan tepatnya ini bermula. Yang pasti ini semua berawal dari kantor sebelah yang katanya masih ada hubungan dengan kantor tempat saya bekerja yang mendadak butuh tambahan manpower untuk salah satu projectnya sehingga mereka “meminjam” 3 orang dari kantor saya untuk diperbantukan. Saya sendiri sebelumnya pernah berkolaborasi dalam sebuah project gabungan dengan kantor ini sebelumnya, yang kala itu tidak berlangsung cukup baik membuat saya heran kenapa saya dipilih untuk membantu mereka lagi kali ini.

Sebenarnya project gabungan ini sudah selesai di awal tahun 2015 kemarin, bahkan 2 orang rekan saya sudah dikembalikan ke kantornya yang lama, namun entah kenapa saya sendiri diplan untuk “dipinjam” lagi bulan Juni nanti dan sekarang status saya jadi complicated. Udah bukan cowo panggilan lagi dan nggak ada kepentingan untuk datang di kantor sekarang (seenggaknya sampai bulan Juni nanti) tapi kesehariannya masih tetep setor muka kemari. Benernya bisa aja sih balik ke kantor yang sebenarnya, tapi ada beberapa hal yang bikin saya stay disini

1. Males Pindahan

asli deh, pindahan itu adalah kegiatan yang merepotkan. bongkar PC dan kabel2 yang sudah ditata dengan cantik. Ganti nomor extension di address book yang tentunya nggak semua orang baca, dan karena kerjaan saya sebagai CS itu urusannya ama telp, ganti nomor itu annoying bgt >_<

2. Pantrynya lebih bagus

Di kantor asal cuma ada kopi di pantry sementara saya sendiri bukanlah penikmat kopi (nggak ada masalah sama rasanya, tapi kadang perut suka rewel abis ngopi, kinerja ginjal juga jauh lebih aktif setelah ngopi). Not a big deal sih secara kantor ngasih jatah susu ama teh, tapi pantry di kantor ini juga menyediakan teh, susu, dan creamer (ada toaster dan oven juga klo butuh snack sore) jadi berasa lebih dimanjakan. berkat ini juga jatah susu ama teh jadi bisa ditimbun, ada 2 kardus susu di kamar sekarang, mencukupi jika butuh nyepi sebulan di kamar hehe

3. Ignorance

Sebagian besar orang lebih suka jadi centre of attention dan merasa nyaman dengan perhatian yang diberikan sekitar, sementara buat saya sendiri, Ignorance is a bliss. Bekerja di balik layar, mengontrol segalanya tapi jauh dari perhatian orang lain itu memiliki nilai plus. Dan paling terasa manfaatnya ketika Jumat kmrn saya nggak ngantor karena mengira itu hari Sabtu :hammer:, dan karena punya jatah cuti yang melimpah maka Seninnya saya memutuskan untuk nggak masuk juga biar sekalian long wiken gitu. Selasa pagi ketika mau apply leave, ternyata berdasarkan daftar hadir, nggak ada yang sadar klo saya bolos (atau mungkin benernya ga peduli juga sih secara technically emang ga ada kerjaan di kantor itu) dan saya dianggap masuk 2 hari itu. Dan karena pak bos tidak berada di 1 kantor yang sama dan hanya mengamati dari laporan tersebut, maka timesheet february sudah disubmit dan pengajuan cuti hari selasa tersebut tidak bisa diterima karena timesheet udah diapprove, ga jadi bakar cuti deh :p

 4. Snack

Untuk yang terakhir ini, saya nggak tahu apakah employee sini begitu pandai merayu bosnya untuk sering sekali beliin snack sore atau justru ini langkah cerdas si bos untuk menjaga indeks kepuasaan bawahan dengan cost minimum (at least ini lebih murah daripada naikin gaji ato ngasih bonus kan), yang pasti sering sekali ada random snack mulai dari donat, pisang kipas, tahu isi, mochi, pisang keju, etc di sore hari yang tentunya sejalan dengan program penambahan berat badan yang saya lakukan :D

Pisang Kipas & Moccacino

Pisang Kipas & Moccacino

Alasan2 di atas tampak ga penting dan sepele, tapi terkadang untuk mempertahankan seseorang dan membuatnya betah tidak butuh hal2 besar, small things matter :)

Nggak perlu ngasih janji2 muluk yang belum tentu anda tepati, Nggak usah ngabisin budget untuk memberikan impresi sesaat jika anda tidak bisa mempertahankan kesan baik itu secara berkesinambungan. Its the little things that you do that matter. Ngebelain anak buah saat client minta yang aneh2, nemenin lembur walaupun sebenernya ga bisa bantuin apa (selain ikut nemenin dan beliin gorengan), team dinner 1-2 minggu sekali walaupun cuma soto yang rasa kebersamaannya lebih besar dari fancy BBQ setaun sekali, atau sekedar ngasih pulang cepet jika kerjaan udah kelar, bukannya nambah2in kerjaan buat ngejar KPI. Just Try it

Sabtu Ceria


Hari Sabtu kemarin, rintik hujan turun dari pagi hari membuat saya semakin malas keluar kamar dan memilih menghabiskan stok mi instan yang ada. Mengisi waktu dengan kegiatan khusus di depan layar komputer tiap 3 jam sekali hingga siang, ketika gerimis sudah mulai bosan membasahi rumput di kebun belakang, dan perut ini tampak tidak puas dengan mi instan. Saya memutuskan untuk keluar cari makan.

Sabtu yang sepi itu masih tampak normal, hingga saya akhirnya tiba di jalan utama, dan melihat ……. rombongan bapak2 yang mau pergi Jumatan!!!!

Segera saja saya menatap layar HP dan melihat tulisan Fri, Feb 27 terpampang disana. Ternyata hari itu bukan hari Sabtu sodara2

New Bloom


Walaupun sedikit terlambat karena saya baru kembali efektif masuk kantor hari ini, dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan Happy Chinese New Year!!!

Curah hujan di tahun ini yang meningkat pesat(pernah turun hujan lebat 14 jam -_-) membuat saya makin jarang keluar, Mall lokal juga hanya menampilkan Sale secara general saja mungkin karena Liburan Valentine yang tidak jauh jedanya dengan CNY. yang pasti dekorasi untuk menyambul New Bloom atau Spring Festival ini tidak semeriah tahun kemarin

diskon

Selain diskon, juga diadakan konser untuk menarik pengunjung, namun yang ditampilkan adalah lagu dangdut, jadi lagi2 jauh dari kesan menyambut New Bloom hahaha

konser

Saya sendiri justru merayakan pada New Year Evenya, seperti biasa dengan acara makan bersama. Tradisi tahunan untuk makan bersama dalam 1 meja dalam menyambut tahun baru. Diawali dengan mencampurkan beberapa bahan (sayur, buah, dressing yang rasanya asem campur manis) ke dalam 1 piring besar dan diaduk bersama sebelum dimakan bareng2. Entah apa ini namanya, bentuknya menyerupai salad dengan rasa menyerupai rujak :p

dinner

Dan tentunya tak ketinggalan, hadirnya barongsai yang jujur saja saya nggak gitu suka karena ….. berisik :p. Rasanya pengen menjauh ketika getaran drum dan cymbal tersebut datang mendekat tapi dengan sekuat tenaga saya menahan diri dari terpaan desibel yang makin meningkat dan membiarkan si singa mendekat untuk mengusir kesialan dan evil spirit (katanya). Jangan bayangkan barongsai yang ada di film2 dengan atraksi salto dan bisa terbang kesana kemari. Barongsai lokal cuma bisa goyang2 sambil kedip2 centil doang

IMG_20140209_184638

Trus pas tahun barunya ngapain? saya ngegame seharian di tengah derasnya hujan :hammer:

Mola!!!


Grand Final DAC (“World Cup” e-sport) sudah selesai kemarin dan hari ini jam 5 terasa begitu lama, stok film udah abis semua. Mau keluyuran di luar seperti biasa juga nggak bisa secara ini hujan dari kemarin malam masih terus mengguyur, bahkan bebek2 kantor pun nggak keluar kandang dan ga bisa dikejar2 buat menghibur diri. Akhirnya karena iseng dan biar nggak bosen, hari ini saya download salah satu game yang akhir2 ini cukup rame nampang di grup Whatsapp

mola

jreng jreng, sekilas game ini seperti perpaduan tamagochi dan Feeding Frenzy dimana kita miara ikan mola-mola dan klik makanan yang muncul secara random di layar. seperti feeding frenzy, ada banyak variasi makanan yang akan menambah berat badan si mola dan jika mencapai berat tertentu, piaraan kita akan berevolusi seperti kita miara tamagochi. Bedanya si mola nggak akan mati biar kita nggak kasih makan seharian jadi nggak terlalu time consuming dan menuntut perhatian khusus. penyebab matinya justru aneh2 seperti keselek tulang ikan, mati kaget, iritasi kebanyakan dielus, dan hal2 aneh lainnya >_<

Game ini bisa dimainkan secara offline jadi nggak ngabisin kuota (tentunya downloadnya yg ngabisin kuota gyahaha), jadi jika lagi bosen dan butuh game bodoh buat killing time, cobain deh.
*lanjut main mola, udah nyampe India nih sekarang*

Kelakuan


Waktu SD kita belajar Pendidikan Moral kan? (dulu namanya PMP, trus jadi PPKN, sekarang entah namanya apa) dan diajari yang namanya perbuatan terpuji dan tercela yang terdengar indah dalam kata2 tapi prakteknya mendekati nol besar dalam dunia nyata :p. Ngapalin nama2 mentri kabinet juga hanyalah metode cuci otak yang menghasilkan brain damage permanen(setidaknya yg terjadi pada saya). Walau ada ajaran2 seperti itu, nyatanya sekarang banyak kelakuan2 brengsek yang sudah dianggap normal (karena banyak dilakukan,terus dilakukan, dan orang2 udah pada pasrah) seperti :

1. Lebih peduli sama barang daripada orang

pernah makan ala prasmanan di tempat umum rame2 dimana mejanya dikasih 4 kursi sementara kalian berlima? umumnya sih pasti tinggal ambil kursi kosong dari meja sebelah biar kalian bisa makan berlima dalam 1 meja kan? normal ini walaupun pasti abis itu kursinya nggak dibalikin dan akhirnya nggak jarang ada meja yang akhirnya ga ada kursinya sama sekali :p.
Gimana kalo makannya cuma berdua dan kalian bawa tas? biasanya sih tasnya ditempatin di kursi kosong yang nggak kepake di meja kalian kan? ini juga masih normal, ntar tasnya kotor kalo ditaruh di bawah.
Nah gimana kalo kondisinya tempat makan itu rame banget dan ada orang celingukan nyari kursi sambil bawa2 piring, trus nanya ke kamu apakah kursi ini (yang ditempati si tas yang duduk manis di sana) dipake, dan kamu bilang IYA DIPAKE (buat tas). masih acceptablekah kelakuan seperti ini?

Pernah terjadi pada saya dan akhirnya saya siram itu tas pake teh manis secara tidak langsung :p

2. Parkir sembarangan

paling banyak terlihat di pasar liar dadakan yang mencaplok trotoar hingga badan jalan, karena pasarnya liar tentu saja nggak ada parkiran resminya dong dan akhirnya orang2 pada parkir aja langsung di samping pasar. ato mau ke ATM tapi ga ada parkiran,ada sih benernya di mall sebelah tapi ke ATM 10 menit doang masa bayar parkir Rp1500, parkir sembarangan ajalah di depan ATM. mungkin itu semua masih kalian anggap normal dan kalian sendiri sering melakukannya. Gimana kalo parkir sembarangannya di depan pintu rumah orang dan yang kalian parkir itu MOBIL ato motor gede dan dikunci setang?

ini tempat parkir kan ya? banyak motor parkir disini sih

ini tempat parkir kan ya? banyak motor parkir disini sih

3. Sirkus Jalanan

Pernah nonton sirkus di karnaval? meriah ya ada badut, binatang2, akrobat, dan atraksi2 seru lainnya. Kalo di jalanan pernah liat nggak? saya sering lihat lho. atraksi 1 sepeda motor yang dinaiki keluarga 5 orang, bapaknya nyetir, anaknya yg gede di tengah, ibunya duduk di belakang sambil gendong bayi, dan ada balita di paling depan. semuanya nggak pake helm padahal akrobat sirkus aja kadang ada yg pake helm biar aman. Dan atraksi yang dilakukan badut (atau binatang) tak berkostum ini bisa kalian saksikan dengan GRATIS di jalanan

helm full face ekstra full

helm full face ekstra full

4. Pengguna Trotoar

Jalanan lagi macet, udah 30 menit lebih kendaraan di depan nggak maju2 saking macetnya dan siang makin terik. Karena kasihan sama para pengendara di belakang kalian yang tentunya pengen cepet2 pulang, akhirnya kamu berinisiatif menerobos kemacetan menggunakan jalur alternatif yang disebut TROTOAR. baru jalan beberapa meter eh perjalanan kamu terhambat karena ada pejalan kaki di trotoar itu yang jalannya pelan2 sambil ngobrol. Untuk menyadarkan kelakuan pejalan kaki yang nggak consider sama pengendara motor seperti kamu, akhirnya digunakanlah klakson yang memang bertujuan untuk hal2 seperti ini (dan untuk secara ajaib bikin lampu merah langsung ijo dan macet otomatis ilang tentunya). TET TET TEEEEET!!!! “Hoy minggir, gua malu lewat!!!”

kalian yang sependapat sama hal di atas masuk kategori paling brengsek, nggak kalah brengsek sama pelakunya. Mungkin kurikulum PPKN di SD perlu dirombak agar mempelajari common sense, perilaku sosial, dan etika berkendara daripada ngapalin butir2 pancasila yang anggota DPR aja belum tentu hafal.

Ada yang mau nambahin perilaku brengsek yang sudah dianggap normal sekarang?

Sedia karet sebelum ……


Sedia payung sebelum hujan adalah sebuah istilah yang umum, apalagi sekarang ini musim hujan. mungkin untuk daerah2 tertentu macam jakarta yang hujan bentar aja banjir perlu dibuat istilah “Sedia perahu karet sebelum banjir” juga. Sayangnya hujan akhir2 ini sepertinya udah nggak single lagi statusnya, tiap doi muncul selalu ditemani sama angin kencang yang membuat payung jadi kurang bermanfaat, bantuan terpaan angin tetep bikin basah walaupun sudah pake payung :(. Belum lagi kadang payung juga jadi korban kalo si angin lagi ganas2nya, rangka payungnya bisa sampe patah lho saking ganasnya >_<

Eh kok jadi ngomongin hujan, topik utama kali ini adalah karet. Masih belum jadi best practice untuk selalu menyediakan karet di dompet bagi kebanyakan orang, termasuk saya. Tapi sebuah kejadian tak terduga yang terjadi beberapa waktu yang lalu mengubah pandangan saya tentang karet yang untungnya cukup mudah ditemukan waktu itu jadi perasaan was2 tersebut tidak berlangsung lama dan saya bisa melangkah maju tanpa rasa khawatir.

Eh jadi ngelantur lagi,oke langsung ke
main story