Money Management


Pada kesempatan kali ini gw mau berbagi cerita tentang cara mengelola uang, atau bahasa kerennya budgeting. Perlu diketahui, ini bukan tulisan mengenai investasi ataupun sebuah metode yang terbukti secara ilmiah, hanya berdasarkan pengalaman pribadi dan belum tentu cocok diterapkan untuk semua orang.

piggy

Pengalaman pertama gw dalam mengatur keuangan sendiri dimulai di bangku SMA. Karena jauh dari orang tua, gw dapat kebebasan penuh dalam hal memilih dan mendaftar sekolah (tentu saja masih dalam status wajib lapor, nggak bisa seenaknya daftar sembarangan), termasuk mengelola uang belanja bulanan untuk makan, transport, dan kebutuhan hidup lain. Penghematan pertama yang gw lakukan merupakan sebuah ketidaksengajaan dimana ketika mengisi form pendaftaran SMA, gw ga paham apa maksud dan tujuan dari isian “sumbangan sukarela” sehingga dengan polosnya gw isi Rp 0 di lembar pendaftaran tersebut. Hal ini mendapat reaksi keras dari ortu mengingat nilai akademis SMP gw yang pas2an dan bertanya2 gimana kalo nggak diterima,lagi2 dengan polosnya gw jawab ‘ya udah, coba lagi aja taun depan’.Untungnya teknologi waktu itu tidak memungkinkan lemparan sandal lewat telp (eh sekarang juga masih belum bisa ya) dan biaya interlokal lumayan mahal jadi nggak bisa lama2 :p.

Somehow gw keterima, entah karena kesalahan administrasi, 3 nilai 7 itu bawa keberuntungan, atau persentase pendaftar dan jumlah kursi itu overated dan cuma buat mancing uang sumbangan aja. Di tahun pertama, karena masih awam maka tidak banyak penghematan yang bisa dilakukan. Transport masih mengandalkan antar jemput karena gw belum gitu ngerti jalan, buku juga beli di sekolah karena list daftar buku dari sekolah kurang deskriptif untuk dicari di gramed.Intinya di tahun pertama, gw masih jadi anak baik2 gitu. Namun sebagai bocah di usia remaja yang jauh dari orang tua dan lebih banyak menghabiskan waktu di jalan, akhirnya karena pengaruh lingkungan, gw akhirnya mulai mengenal dan makin sering nongkrong di sebuah lokasi bernama……. rental komik😐

Sebuah benda adiktif yang biasanya saya dapatkan dengan harga Rp5000 (di tahun itu sudah jadi Rp 9000) bisa saya nikmati hanya dengan Rp300 – Rp500 saja, benar2 menggoda dan cukup berpengaruh pada pengeluaran dan akhirnya gw mulai merasakan perlunya mengelola uang untuk memenuhi kebutuhan “ekstra”. Karena sudah mulai mengenal seluk beluk jalanan, akhirnya di tahun kedua gw beralih menggunakan media transportasi angkot, selain lebih hemat dari sisi finansial juga lebih fleksibel jam pulangnya😀. Datang waktu pembagian buku paket walaupun nggak order di sekolah cuma buat mengamati bentuk fisiknya dan nyatet detailnya (pengarang, penerbit, edisi tahun berapa) terus nyari di luaran dengan harga murah hehe, di tahun ini juga gw mulai cari extra income. Sebagai seorang reguler, gw juga dpt priviledge di rental komik biar bisa berlama2 baca di tempat sambil duduk manis di balik meja pengawas rental (lumayan bs dapet 10 buku/hari). Hal paling berkesan di tahun kedua ini adalah bagaimana gw akhirnya bisa naik sepeda

Tahun ketiga, sudah mengenal semua guru dan karakteristiknya. Sama sekali nggak beli buku paket di tahun ini dan cuma beli bbrp LKS untuk mapel yang gurunya rajin ngumpulin dan nilai LKS (ekstrim ya). Bahkan untuk buku tulis sudah beralih ke binder agar bisa multifungsi untuk semua mapel (kecuali bbrp subject yang gurunya somehow hobi meriksa buku catatan buat dinilai). Hal yang unik di kelas IPA adalah keberadaan lemari di setiap kelas yang katanya diperuntukan untuk menyimpan alat2 lab (yang sampe gw lulus ga pernah diisi apa2) sehingga gw manfaatkan buat nyimpen semua buku, alat tulis, sampe seragam gw disana (hebatnya ga ada yang tahu, atau mungkin lebih tepatnya ga ada yg peduli). Hal ini sangat membantu karena di tahun terakhir ini gw pulang pergi pake sepeda, jadi beban lebih ringan dan bisa ganti di sekolah agar bebas dari keringat serta hujan >_<. Karena ga punya buku paket, gw selalu ngerjain PR di sekolah dan hafal jadwal pelajaran SEMUA KELAS sehingga tahu pasti dimana saja bisa dapat pinjaman buku yang dibutuhkan di hari itu. Untuk ulangan harian, semua guru punya karakteristik masing2, jadi pahamilah gurunya sebelum memahami pelajarannya biar hidupmu lebih mudah😀

pohon duit

Dan sekarang, gwmenerapkan private policy dalam hal money management dimana tiap bulannya di luar pengeluaran rutin seperti bayar tagihan PLN, PDAM, telkom, dan pulsa, gw merancanakan mau ngapain aja dlm sebulan (nonton, jalan2, belanja) dan ambil duit dari ATM sesuai dengan rencana awal tersebut. Misalnya bulan ini gw ambil sejuta dari ATM, maka bagaimanapun caranya gw harus bisa stick to the plan dan bertahan hidup dengan sejuta sampai bulan depan. Jadi misal ada diskon gadget yang menggoda hati nurani, gw harus berani menahan godaan atau menghadapi resiko mati kelaparan di bulan ini. Tentu saja ada alternatif lain seperti program sebulan bersama mi instan jika diskonannya benar2 worth to die for, atau2 memanfaatkan susu kantor secara maksimal untuk bertahan hidup. Intinya adalah cara menghadapi hal2 di luar rencana seperti :

Coworker : bro, tar pulang kantor ikutan karaoke bareng anak2 tim X yuk
Me :sori gw hrs pulang cepet, ada acara di kos
Coworker : lho, bukannya anak kos lo dah pada mudik lebaran semua ya
Me : ada pesta sarden sama kucing2 di kos, bhaaay

Untungnya untuk kejadian tak terduga seperti kecelakaan atau serangan penyakit sudah dicover sama asuransi, jadi worst case scenario seperti opname bisa dilihat sebagai best case scenario dimana selama periode opname bisa menghemat pengeluaran makan dan di akhir bulan ada extra money to spend :p. Yak betul sekali, dengan policy yang sama, maka semua kelebihan yang ada di akhir bulan harus dihabiskan (salah satu alasan munculnya traktiran dadakan, end month shopping spree, atau random vacation). Buat yang pengen nabung tapi selalu gagal karena di akhir bulan sudah ga ada yang bisa ditabung akibat foya2 bisa coba cara ini, masih diperbolehkan foya2 kok asalkan sudah terencana sebelumnya sehingga keberadaan tabungan lebih terjamin😀

Part2


Sudah seminggu berlalu, saatnya melanjutkan analisa dari postingan sebelumnya karena posting nggak tuntas itu adalah ciri pengguna narkoba (eh bukan ya? auk ah, belum dibaca semua). Biar nggak jadi postingan berseri yang panjang, langsung aja

11. Semakin jarang mengikuti kegiatan keluarga
hmmm iya juga sih, dulu waktu kecil pasti ngikut aja entah itu arisan ke rumah tante ato belanja bareng kemana gitu. ya masa ditinggal sendirian di rumah berjam2, bisa didatengin kak Seto ntar :p. Sekarang mah males rasanya, ujung2nya palingan dipalakin ponakan trus terjebak di awkward position antara bosen dengerin gosip ibu2 atau bengong sama topik bapak2 yang biasanya ngomongin bola di tengah asap rokok (2 hal yang gw ga suka). Sekalinya terlibat interaksi, palingan ditanya kerja apa dan ujung2nya “bisa benerin (insert any electronic stuff here) nggak?”

12. Berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman2nya
well, secara gw suka pindah2 jadi mau nggak mau temen2 juga pasti berubah. dari SD ke SMP aja ga ada yg sama, SMP ke SMA masih 60% sama karena masih sekompleks, kuliah 100% berubah. Dan karena jaman dulu yang namanya hape atau email belum populer, akhirnya putus kontak sudah dengan sebagian besar teman SMA ke bawah😦.

13. Teman sebayanya makin lama tampak mempunyai pengaruh negatif
buset, ini mah ciri yang susah buat diamati dan bisa bikin 95% ortu di Indonesia dengan anak remaja jadi salah mengambil kesimpulan. Bisa2 kepolisian dapet laporan penduduk kalo si Asep yang dulunya jam 5 sore udah pulang ke rumah abis main kejar2an trus jam 9 udah bobo, sekarang jam 10 masih nonton di Mall sama temen2nya jadi Asep sekarang pasti pengguna narkoba!!! ato si Neneng yang dulunya suka nemenin ibunya masak di dapur sekarang pulang dari salon dengan rambut disemir. ini pasti pengaruh buruk drama korea dan temen2 sebayanya, dan tentu saja narkoba!!


14. Mulai melalaikan tanggung jawabnya

Aduh pak, Mukidi bulan ini telat ngasih uang belanja istrinya sama uang sekolah anaknya bukan gara2 narkoba. emang belum ada duit aja. eh Mukidi itu sapa sih?

15. Lebih sering dihukum atau dimarahi
lagi ngomongin Nobita atau Shinchan nih?

16. Bila dimarahi makin2 menjadi2 dan membangkang
ini mah lagi akil balik aja kayanya :hammer:, yang bikin ciri2 ini lupa masa lalu sendiri kayanya

17. Tidak mau mempedulikan peraturan di lingkungan keluarga
aman kalo yang ini, nggak ada peraturan keluarga hehe (eh ato jangan2 ada tapi gw yang nggak peduli ya? :|)

18. Sering pulang larut malam
jaman kuliah dulu biasanya malah perginya yang larut malam, pulangnya pagi😐

19. Sering pergi ke disco, mall, atau pesta
kasihan Jakartaers, perasaan sebagian besar tempat nongkrongnya mall deh. teater JKT48 itu masuk kategori disco/mall/pesta nggak? hayo lo wota, awas keciduk BNN😀

20. menghabiskan uang tabungannya atau selalu kehabisan uang
karena gw punya policy sendiri mengenai penggunaan uang, kayanya ga mungkin tabungan gw bisa abis😀. eh tapi klo kehabisan uang mayan sering ding gara2 perencaan yang ga jalan sesuai harapan (beda lho ya kehabisan uang sama kehabisan tabungan :p)


21. Barang berharga miliknya atau keluarga yang dipinjam hilang dan sering tidak dilaporkan

kalo barang milik sendiri mah namanya bukan pinjam, kalo ilang juga paling cuma bisa meratap. Jadi inget pas hp ilang di musim banjir dan kemungkinan besar hanyut ke danau, kepikiran berhari2. oh koleksi foto2ku :((

22. Sering merongrong keluarga untuk minta uang dengan berbagai alasan
ah, ini era usaha keras menuhin celengan ayam biar bisa beli game console. setiap koin begitu berharga

23. Selalu meminta kebebasan yang lebih
kalimat ini kayanya terlalu abstrak dan terkesan lebay deh, tapi gw ga mau komen apa2 ah soal ini, ntar ada yang tersinggung :nomention:

24. Waktunya di rumah banyak dihabiskan di kamar atau di kamar mandi
ini mah gw banget pas jaman kuliah, kalo nggak nongkrong di kampus ya ngendon di kamar main game, baca komik, nonton film. kalo nggak gitu ya di kamar mandi ngurusin tumpukan cucian sebelum terpaksa ke kampus pake kaos oblong :p

25. Jarang mau makan atau kumpul bersama keluarga
ketemu keluarga aja palingan setaun sekali, gimana nggak jarang ngumpul ato makan bareng coba😦

26. Sikapnya manipulatif
TATAP MATA SAYA!!!!

27. Emosi tidak stabil
gw kadang bisa mendadak sedih atau bad mood tanpa alasan yang jelas, bisa juga tiba2 jadi bahagia dan baik hati, or doing something crazy on impulse. penyabab pastinya masih belum diketahui dengan pasti, mungkin ada hubungannya sama pergerakan bulan dan posisi 9 planet (eh?)

28. Berani berbuat kekerasan dan kriminal
seperti yang sudah gw bilang di postingan sebelumnya, gw nggak suka kekerasan (atau lebih cocok dibilang too lazy to do that). Tindakan kriminal yang gw lakukan palingan nyebrang jalan sembarangan, parkir di tanda dilarang parkir, atau nyolong wifi tetangga :hammer:

29. Ada obat2an, kertas timah, dan barang aneh lainnya
kalo lagi sakit ringan trus dikasih obat sama dokter, biasanya cuma gw simpen aja dan cukup banyak minum dan tidur. Jadinya gw punya 1 kotak obat berisi aneka macam obat dan antibiotik yang beberasa diantaranya mungkin sudah kadaluwarsa (tanggal kadaluwarsanya ditulis dimana sih, kayanya ga keliatan deh). So ngapain ke dokter kalo obatnya nggak diminum? buat jaga2 aja sih sapa tau penyakit serius (lagian ke dokternya juga gratis, biar kepake lah asuransinya) soalnya dulu gw pernah ngira cuma demam biasa, terus pas ke RS ternyata udah langsung masuk UGD dan opname😐

30. Sering makan permen karet atau menthol
sumpah bukan gara2 narkoba, gw cuma pengen ngumpulin tulisan YOSAN doang. kurang 1 huruf aja nih ga dapet2 dari dulu -_-


31. Sering memakai kacamata gelap untuk menutupi mata telernya

bukan cuma sering, tapi gw selalu pake kacamata (walau nggak gelap), jadi kalo didobel pake kacamata gelap mah lebih mengundang perhatian daripada mata teler sih (which i don’t really care actually, gw biasa jalan kaki pake helm kok. ciyus)

Huff, masih banyak ya ternyata. padahal niatnya diabisin semua hari ini tapi udah jam segini aja, saatnya cabut sebelum si boss manggil nanya macem2

Apakah aku pengguna narkoba


Jadi baru2 ini saya melihat BNN merilis ciri2 pengguna narkoba. Tentu saja agar bisa lebih waspada dan tidak terjerumus ke lembah nista (dan juga karena lagi nganggur dan mau keliatan sok sibuk nan serius), saya mempelajari ciri2 tersebut, kali aja penjual bandrek selama ini adalah pengguna narkoba dan dagangannya dioplos sama heroin biar pembelinya ketagihan (malah rugi ya kayanya secara mahalan narkoba daripada bandrek, eh ga tau ding berapaan narkoba seporsi). Jadi mari kita telaah satu2

1. Jika diajak bicara jarang mau kontak mata

eh, kok yang ini kayanya gue banget ya? jangankan kontak mata, kalo lagi mode “senggol bacok” dengan headset nempel dan pandangan lurus menatap layar sih biasanya noleh aja kagak. jika topiknya layak mendapat tanggapan sih biasanya masih ngerespon, tapi kalo nggak pasti bakal pura2 ga denger. Mungkin harus jelas bilang “Tatap mata saya!!!” buat memastikan poin ini ya😐

2. Bicara pelo/cadel
hmmm… walaupun nggak cadel2 banget, tapi saya nggak begitu fasih melafalkan “R” dan kayanya cukup banyak deh yang kaya gini (ya kan kan kan??) jadi kayanya aneh aja deh kalo ini termasuk ciri2 pengguna narkoba. emangnya narkoba itu bisa bikin orang cadel? padahal banyak orang yang kalo ngomong sama bayi (terutama cewek2) malah dicadel2in (ciyus, lual biaca deh). Mungkin istilah baby talk perlu diganti jadi drug addict talk. Eh ato jangan2 itu kode ya, sebenarnya si bayi itu adalah bandar yang lagi nyamar dan mereka lagi transaksi :mindblown:

3. Jika keluar rumah sembunyi-sembunyi
Jadi inget jaman kuliah dimana waktu siang susah banget dapet PC di lab, jadi harus malem2 ke kampus nunggu labnya sepi. nggak berisik juga malem2 jadi lebih konsentrasi ngerjain tugas, internetnya juga lebih kenceng (eh niat bikin tugas ama ngenet nih). Orang rumah suka ribet urusan keluar malem jadi biasanya suka keluar diem2 biar nggak ditanya “mau kemana? pulang jam berapa? kok nggak siang2 aja? nggak bisa dikerjain di rumah aja? dikerjain besok pagi2 aja dll dsb dst”

4. Keras kepala/susah dinasehati
ini poin yang debatable karena saya itu pada dasarnya nggak suka ribut2 jadi ketika dinasehati biasanya nggak ngelawan, kecuali isi nasehatnya nggak logis dan menggelitik buat teriak “Objection!!! Hold it!!”. Tapi untuk kasus2 dimana debat merupakan tindakan yang buang2 waktu sih biasanya saya mengaktifkan special ability dimana saya bisa menatap mata pembicara di depan saya dan tampak mendengarkan omongannya tapi nggak ada satu katapun yang masuk ke kepala😀

5. Sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dia buat
ini juga argumentatif sih. KADANG2 (kadang lho ya, nggak sering) saya suka iseng bereksperimen di kantor ketika lagi nggak ada kerjaan tapi pengen kerja (dua kondisi yang jarang terjadi dalam waktu bersamaan). Dan karena males testing puluhan skenario yang mungkin terjadi, saya lakukan eksperimen ini langsung ke server production dimana ada ratusan user yang bisa menjadi tester sukarela. Tentunya nggak semua eksperimen ini berjalan mulus, KADANG ada error dan usernya lapor dan sayapun mendapatkan list problem,error, dan replication step yang berguna untuk menyempurnakan eksperimen. Tinggal undo perubahan dan voila, semuanya kembali normal!!! biasanya sih di tahap ini usernya udah seneng karena masalahnya cepat teratasi, tapi KADANG ada yang nanya tadi kenapa errornya dan saya jawab “mungkin servernya bermasalah” (ga bohong juga lho, emang servernya bermasalah walaupun masalahnya gara2 saya juga muhaha). coba lihat ada berapa KADANG itu, nggak sering kan artinya :p

6. Tidak konsisten dalam berbicara
penggunaan kata ganti dalam satu postingan ini aja bervariasi, nggak konsisten. bahasanya juga campur2, formalitas katanyapun begitu. eh tapi ini nulis/ngetik kan ya, bukan lagi berbicara

7. Sering mengemukakan alasan yang dibuat-buat
ini biasanya kalo lagi males ngasih tanggapan dimana situasinya membutuhkan tanggapan, contoh

X : ini kenapa ya udah dipencet dari tadi tulisannya downloading terus nggak kelar2?
Me : mungkin dia lelah

8. Sering berbohong
saya sudah ratusan kali berhadapan dengan kata2 “I have read this Agreement and agree to the terms and conditions” waktu install software. Ain’t no time to read that

9. Sering mengancam, menantang atau sesuatu hal yang dapat menimbulkan kontak fisik atau perkelahian untuk mencapai keinginannya
saya nggak suka kontak fisik, apalagi perkelahian.Menurut saya, berkelahi adalah aktivitas yang menghabiskan banyak energi dan merupakan tindakan yang kurang efisien untuk melumpuhkan lawan. Assasination is much better, less noise, faster, instant kill (eh).

10. Berbicara kasar kepada orang tua atau anggota keluarganya
Nay, seperti yang telah dibahas sebelumnya, walaupun aslinya saya orangnya nggak sabaran tapi saya tipe orang yang lebih memilih keluar rumah diam2 daripada berdebat mengenai pro dan kontra keluar rumah malem2 demi mengerjakan tugas di lab dengan resiko digodain cewe berandalan di jalan (eh?!). Pulang pagi terus dinasehatin dalam kondisi tugas udah selesai dan nggak denger apa isi nasehat saking ngantuknya is a better option. tampang lemes, mata sayu, dan telinga terkulai biasanya bikin orang marah nggak lama2 :p

eh, masih panjang ya ternyata listnya. niat kali bikin ciri2 sampe 53 gini, kayanya bakal jadi tugas hafalan anak SD masa kini macam ngafalin butir2 pancasila atau kabinet pembangunan dulu deh(btw masih inget lho gue). Duh mulai ngelantur, dilanjutin kapan2 deh 43 poin sisanya. nggak kerasa udah waktunya lunch break😀

Local Steakhouse


Weekend merupakan “Spending Day” buat saya dimana saya biasanya jalan2 ke luar kota, ke bioskop, atau sekedar makan2. Jika budget yang tersisa di akhir bulan berlebih bisa semuanya, atau ngajak siapapun yang lagi beruntung hari itu, bahkan para kucingpun dapat treatment khusus di hari ini, nggak level sisa makanan lagi :p. Minggu kemarin saya mengalami disorientasi waktu jadi nggak sempet browsing2 tiket murah trus nggak kerasa tau2 udah weekend (berkat libur 17-an ditambah bolos ikutan upacara, jadi berasa kaya baru weekend aja hehe) dan nggak ada film yang menarik di bioskop, akhirnya saya memutuskan untuk jalan2 random sekalian makan.

Biasanya di hari minggu, saya suka jelajah hutan di belakang kamar sambil cari2 shortcut tapi karena sejak minggu lalu banyak alat berat yang meratakan hutan dan mengganggu aktivitas bobo2 cantik di hari libur, sepertinya petualangan rutin itu sudah tidak bisa dilakukan lagi😦. So akhirnya saya memainkan game angkot yang sudah lama tidak saya lakukan, buat yang mau nyobain permainan ini, begini langkah2nya

  • turun ke jalan dan naiki angkot/bus/mrt secara random (kalo bisa yang belum pernah dinaikin sebelumnya)
  • duduk manis dan lakukan aktivitas random seperti ngelamun, baca buku, ato merem sambil dengerin musik
  • setelah cukup lama/bosan, hentikan angkot secara random dan turun
  • mulai eksplorasi untuk menemukan spot menarik, jika tidak ada yang menarik ulangi langkah pertama🙂

Permainan yang cukup menarik untuk dilakukan jika lagi bosan, dan berkat ini juga dulu saya jadi lebih mengenal Surabaya dalam waktu yang cukup singkat :p. Singkat cerita, saya singgah ke tempat makan lokal baru (atau cuma baru direnov aja) karena melihat menu yang tidak biasa di kampung ini : Steak. Ciyus, selama disini saya nggak pernah liat satu tempat makanpun yang menyediakan steak kecuali di restoran hotel.

tridi
Dari segi interior, mencoba ke arah kontemporer dengan kombinasi tembok bambu,pola brick, dan warna2 cerah (kuning cerah, hijau muda, pink, etc). Berasa di tempat kongkow teletubbies atau lagi high😐. Ada aura modern art dalam bentuk 3D paint yang sayangnya tidak terlalu berhasil, but nice try lah (foto di atas itu lukisan yang paling bagus, sisanya menyedihkan). Tapi overall tempatnya cukup nyaman untuk ukuran kota yang biasanya panas, banyak kipas dan playlist musiknya juga lumayan untuk mengobati cuci otak akut dari sopir bus yang muter goyang dumang berulang2 >_<

Pertama kalinya saya pesan steak ditanya “pake nasi?” dan setengah berharap itu bukan berarti steaknya dikasih lontong aja :hammer: , saya memesan es teler untuk menemani steak karena milkshake terlalu mainstream (juga karena lagi kepanasan di jalan). Porsinya cukup loyal, full hingga ke mulut gelas dengan tumpukan es serut di atasnya. Saya sampai bingung bagaimana cara menusukkan sendok biar isinya nggak tumpah, berputar mencari angle yang pas macam main uno stacko. Mbak2nya sepertinya mengerti kegalauan yang saya rasakan karena waktu nganterin steaknya dia bawa sedotan sambil bilang “maaf ketinggalan tadi”

da steak

da steak

Steaknya disajikan di hotplate, padahal di restoran hotelpun biasanya langsung disajikan di piring. Sausnya tidak sesuai dugaan, nggak jelas juga bumbu apa yang digunakan tapi yang jelas rasanya nggak seperti saus steak biasa. Lebih ke arah saus sate padang campur kuah gulai campur bumbu rendang yang susah dideskripsikan bagaimana rasanya, tapi masih edible lah. Ukuran dagingnya juga mengenyangkan walau nggak ada kentangnya, dan harganya cukup murah (<50% harga menu restoran hotel langganan lah pastinya) so overall layak dikunjungi lagi untuk nyobain menu2 lainnya (itupun kalau inget lokasinya dimana :|). Sayangnya nggak inget nama tempatnya, dan di foto2 hp juga ternyata nggak ada satupun yang menampilkan namanya >_<

Lebaran Cowo Panggilan


Lebaran kemarin, lagi2 saya tidak mudik dan menikmati hari libur di perantauan. Open house seperti tahun sebelumnya dan kumpul2 sambil menikmati opor dan kacang2an walaupun sebagian besar pengunjungnya adalah non muslim yang juga terjebak di perantauan karena jatah cutinya diprioritaskan buat yang muslim. Ya begitulah, tidak semua orang bebas ambil cuti walaupun punya jatah cuti, secara kegiatan operasional 24/7 yang nggak kenal hari libur. Sebenarnya waktu minggu lebaran kemarin, saya dapet giliran jadi cowo panggilan, namun untungnya karena saya nggak bisa nyetir dan kebetulan semua driver mudik jadi tugas sebagai cowo panggilan minggu itu dialihkan ke orang lain ^_^.

Sebenarnya jadi cowo panggilan di musim liburan itu bisa dibilang enak, yang kerja cuma sebagian kecil jadi nggak banyak aktivitas juga, sehingga kemungkinan dipanggil itu sangat kecil. Lebaran tahun lalu saya dapat jatah jadi cowo panggilan dan selama seminggu sama sekali nggak ada panggilan (hp bunyi cuma sama spam iklan dan template ucapan lebaran doang) jadi ketika tugas ini dialihkan ke orang lain, dianya mau2 aja. Namun tahun ini ternyata semuanya tak sama ….. Baca lebih lanjut

Once upon a time


Pada suatu sore, saat mau beranjak ke pantry buat ngintip apa takjil hari ini, tiba2 telp berdering setelah seharian terdiam

Me : Halo
X : Pak, tolong kembalikan akses saya biar bisa revisi data
Me : eh, akses apa? perasaan saya nggak cabut akses ibu
X : tapi ini saya mau edit data tiba2 nggak bisa, kemarin2 bisa lho pak
Me : ok saya cek dulu bu

konfirmasi ke rekan2 yang lain sapa tau ada yang dapet request cabut akses dan ternyata ga ada yang merasa melakukan, sesuai dugaan mereka malah nggak tau gimana cara melakukannya. bongkar2 email kali aja itu request lama tapi tetep ga ketemu. Mau nanya2 juga nggak tau nomer ekstension si ibu karena cuma biasa terima telp. Panjang umur, ga lama doi telp lagi

X : gimana pak?
Me : ga ada yang ubah2 akses kok bu
X : lha terus kenapa kok tiba2 saya ga bisa revisi data?
Me : biasanya ibu bisa revisi ya? harusnya tetep bisa sih kalo ga ada yang ganti2 aksesnya
X : iya biasanya bisa, saya sering kok edit data
Me : kapan terakhir kali ibu edit data?
X : baru2 ini aja, kemarin2 masih bisa eh sekarang tiba2 nggak bisa
Me : *penasaran + excited akhirnya ada yg bisa dikerjain* coba saya cek dulu, data apa yang mau diubah?
X : *ngasih info*

Ngecek error log kali aja programnya bermasalah, cek detail datanya sana sini sapa tau ada yg corrupt atau kurang datanya tetep aja nggak ketemu. Akhirnya setengah menyerah dan ga enak ama si ibu yang udah nunggu lama2. Saya kasih advice ultimate seorang app support. “coba restart, kalo masih nggak bisa coba di komputer lain”

25 menit berlalu tanpa kabar, sepertinya solusinya berhasil. sebuah hal klenik yang berlaku untuk semua computer-related issue di muka bumi, hal misterius dimana restart bisa memecahkan segala macam persoalan. hingga telepon laknat itu berdering lagi

Baca lebih lanjut

Kenapa ikutan puasa


Saat ini sudah memasuki bulan puasa yang bisa dirasakan dari iklan2 bertema puasa yang makin intens di TV serta spanduk dan tempelan yang bertebaran. Buat yang non-muslim, bisa aja lho ikutan puasa disebabkan beberapa alasan seperti :

1. Ga ada warung buka
Di hari pertama dan mendekati lebaran, biasanya warung2 pada tutup. Bapak2 penjual nasi kuning yang biasanya nongkrong tiap pagi juga tiba2 menghilang. Berhubung ga ada makanan jadi akhirnya ikutan puasa deh. Ini puasa karena terpaksa😦

2. Males
hari berikutnya mulai ada yang jualan, tapi jumlahnya bisa dihitung jadi sehingga jumlah pembeli meningkat drastis sehingga tidak jarang kehabisan atau cuma dapet sisa2 (sementara harganya sama). Dan mungkin karena yang jualan juga puasa jadi nggak nyobain masakannya sendiri, menu makan siang di bulan puasanya biasanya kurang memuaskan. kalo nggak keasinan, kepedesan, ato nano2 rasanya.
males keliling cape2 cari makan dan dapet hasil kaya gitu, akhirnya sekalian puasa dan nunggu menu berbuka yang jauh lebih memuaskan. mana air galon abis ga ada yg ngurusin pula *semi curhat*

3. Bisa pulang cepet
Di beberapa kantor, yang puasa biasanya bisa pulang lebih cepet karena pas lunch break masih kerja (walaupun aslinya nggak kerja tapi break di kantor sih). Di bulan puasa gini juga biasanya ada pembagian takjil di sore hari, well sebenarnya semua dapet sih mau puasa atau tidak secara males aja ngabsen siapa yang puasa ato nggak jadi biar praktis semua dapet hehe

4. Solidaritas
yang ini sih cuma alesan buat pencitraan aja sih benernya, kan kalo ditanya orang keliatan lebih gimanaaaa gitu daripada bilang ikutan puasa biar bisa pulang cepet :hammer:

 

Buat saya yang kerjaannya cuma duduk manis di depan komputer dalam ruangan AC sih, bulan puasa justru banyak sisi plusnya lho. frekuensi telp berdering berkurang drastis sehingga bisa menyempurnakan “Art of Doing Nothing” tanpa gangguan, nggak kerasa tau2 udah jam 5 aja yay