New Bloom


Walaupun sedikit terlambat karena saya baru kembali efektif masuk kantor hari ini, dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan Happy Chinese New Year!!!

Curah hujan di tahun ini yang meningkat pesat(pernah turun hujan lebat 14 jam -_-) membuat saya makin jarang keluar, Mall lokal juga hanya menampilkan Sale secara general saja mungkin karena Liburan Valentine yang tidak jauh jedanya dengan CNY. yang pasti dekorasi untuk menyambul New Bloom atau Spring Festival ini tidak semeriah tahun kemarin

diskon

Selain diskon, juga diadakan konser untuk menarik pengunjung, namun yang ditampilkan adalah lagu dangdut, jadi lagi2 jauh dari kesan menyambut New Bloom hahaha

konser

Saya sendiri justru merayakan pada New Year Evenya, seperti biasa dengan acara makan bersama. Tradisi tahunan untuk makan bersama dalam 1 meja dalam menyambut tahun baru. Diawali dengan mencampurkan beberapa bahan (sayur, buah, dressing yang rasanya asem campur manis) ke dalam 1 piring besar dan diaduk bersama sebelum dimakan bareng2. Entah apa ini namanya, bentuknya menyerupai salad dengan rasa menyerupai rujak :p

dinner

Dan tentunya tak ketinggalan, hadirnya barongsai yang jujur saja saya nggak gitu suka karena ….. berisik :p. Rasanya pengen menjauh ketika getaran drum dan cymbal tersebut datang mendekat tapi dengan sekuat tenaga saya menahan diri dari terpaan desibel yang makin meningkat dan membiarkan si singa mendekat untuk mengusir kesialan dan evil spirit (katanya). Jangan bayangkan barongsai yang ada di film2 dengan atraksi salto dan bisa terbang kesana kemari. Barongsai lokal cuma bisa goyang2 sambil kedip2 centil doang

IMG_20140209_184638

Trus pas tahun barunya ngapain? saya ngegame seharian di tengah derasnya hujan :hammer:

Mola!!!


Grand Final DAC (“World Cup” e-sport) sudah selesai kemarin dan hari ini jam 5 terasa begitu lama, stok film udah abis semua. Mau keluyuran di luar seperti biasa juga nggak bisa secara ini hujan dari kemarin malam masih terus mengguyur, bahkan bebek2 kantor pun nggak keluar kandang dan ga bisa dikejar2 buat menghibur diri. Akhirnya karena iseng dan biar nggak bosen, hari ini saya download salah satu game yang akhir2 ini cukup rame nampang di grup Whatsapp

mola

jreng jreng, sekilas game ini seperti perpaduan tamagochi dan Feeding Frenzy dimana kita miara ikan mola-mola dan klik makanan yang muncul secara random di layar. seperti feeding frenzy, ada banyak variasi makanan yang akan menambah berat badan si mola dan jika mencapai berat tertentu, piaraan kita akan berevolusi seperti kita miara tamagochi. Bedanya si mola nggak akan mati biar kita nggak kasih makan seharian jadi nggak terlalu time consuming dan menuntut perhatian khusus. penyebab matinya justru aneh2 seperti keselek tulang ikan, mati kaget, iritasi kebanyakan dielus, dan hal2 aneh lainnya >_<

Game ini bisa dimainkan secara offline jadi nggak ngabisin kuota (tentunya downloadnya yg ngabisin kuota gyahaha), jadi jika lagi bosen dan butuh game bodoh buat killing time, cobain deh.
*lanjut main mola, udah nyampe India nih sekarang*

Kelakuan


Waktu SD kita belajar Pendidikan Moral kan? (dulu namanya PMP, trus jadi PPKN, sekarang entah namanya apa) dan diajari yang namanya perbuatan terpuji dan tercela yang terdengar indah dalam kata2 tapi prakteknya mendekati nol besar dalam dunia nyata :p. Ngapalin nama2 mentri kabinet juga hanyalah metode cuci otak yang menghasilkan brain damage permanen(setidaknya yg terjadi pada saya). Walau ada ajaran2 seperti itu, nyatanya sekarang banyak kelakuan2 brengsek yang sudah dianggap normal (karena banyak dilakukan,terus dilakukan, dan orang2 udah pada pasrah) seperti :

1. Lebih peduli sama barang daripada orang

pernah makan ala prasmanan di tempat umum rame2 dimana mejanya dikasih 4 kursi sementara kalian berlima? umumnya sih pasti tinggal ambil kursi kosong dari meja sebelah biar kalian bisa makan berlima dalam 1 meja kan? normal ini walaupun pasti abis itu kursinya nggak dibalikin dan akhirnya nggak jarang ada meja yang akhirnya ga ada kursinya sama sekali :p.
Gimana kalo makannya cuma berdua dan kalian bawa tas? biasanya sih tasnya ditempatin di kursi kosong yang nggak kepake di meja kalian kan? ini juga masih normal, ntar tasnya kotor kalo ditaruh di bawah.
Nah gimana kalo kondisinya tempat makan itu rame banget dan ada orang celingukan nyari kursi sambil bawa2 piring, trus nanya ke kamu apakah kursi ini (yang ditempati si tas yang duduk manis di sana) dipake, dan kamu bilang IYA DIPAKE (buat tas). masih acceptablekah kelakuan seperti ini?

Pernah terjadi pada saya dan akhirnya saya siram itu tas pake teh manis secara tidak langsung :p

2. Parkir sembarangan

paling banyak terlihat di pasar liar dadakan yang mencaplok trotoar hingga badan jalan, karena pasarnya liar tentu saja nggak ada parkiran resminya dong dan akhirnya orang2 pada parkir aja langsung di samping pasar. ato mau ke ATM tapi ga ada parkiran,ada sih benernya di mall sebelah tapi ke ATM 10 menit doang masa bayar parkir Rp1500, parkir sembarangan ajalah di depan ATM. mungkin itu semua masih kalian anggap normal dan kalian sendiri sering melakukannya. Gimana kalo parkir sembarangannya di depan pintu rumah orang dan yang kalian parkir itu MOBIL ato motor gede dan dikunci setang?

ini tempat parkir kan ya? banyak motor parkir disini sih

ini tempat parkir kan ya? banyak motor parkir disini sih

3. Sirkus Jalanan

Pernah nonton sirkus di karnaval? meriah ya ada badut, binatang2, akrobat, dan atraksi2 seru lainnya. Kalo di jalanan pernah liat nggak? saya sering lihat lho. atraksi 1 sepeda motor yang dinaiki keluarga 5 orang, bapaknya nyetir, anaknya yg gede di tengah, ibunya duduk di belakang sambil gendong bayi, dan ada balita di paling depan. semuanya nggak pake helm padahal akrobat sirkus aja kadang ada yg pake helm biar aman. Dan atraksi yang dilakukan badut (atau binatang) tak berkostum ini bisa kalian saksikan dengan GRATIS di jalanan

helm full face ekstra full

helm full face ekstra full

4. Pengguna Trotoar

Jalanan lagi macet, udah 30 menit lebih kendaraan di depan nggak maju2 saking macetnya dan siang makin terik. Karena kasihan sama para pengendara di belakang kalian yang tentunya pengen cepet2 pulang, akhirnya kamu berinisiatif menerobos kemacetan menggunakan jalur alternatif yang disebut TROTOAR. baru jalan beberapa meter eh perjalanan kamu terhambat karena ada pejalan kaki di trotoar itu yang jalannya pelan2 sambil ngobrol. Untuk menyadarkan kelakuan pejalan kaki yang nggak consider sama pengendara motor seperti kamu, akhirnya digunakanlah klakson yang memang bertujuan untuk hal2 seperti ini (dan untuk secara ajaib bikin lampu merah langsung ijo dan macet otomatis ilang tentunya). TET TET TEEEEET!!!! “Hoy minggir, gua malu lewat!!!”

kalian yang sependapat sama hal di atas masuk kategori paling brengsek, nggak kalah brengsek sama pelakunya. Mungkin kurikulum PPKN di SD perlu dirombak agar mempelajari common sense, perilaku sosial, dan etika berkendara daripada ngapalin butir2 pancasila yang anggota DPR aja belum tentu hafal.

Ada yang mau nambahin perilaku brengsek yang sudah dianggap normal sekarang?

Sedia karet sebelum ……


Sedia payung sebelum hujan adalah sebuah istilah yang umum, apalagi sekarang ini musim hujan. mungkin untuk daerah2 tertentu macam jakarta yang hujan bentar aja banjir perlu dibuat istilah “Sedia perahu karet sebelum banjir” juga. Sayangnya hujan akhir2 ini sepertinya udah nggak single lagi statusnya, tiap doi muncul selalu ditemani sama angin kencang yang membuat payung jadi kurang bermanfaat, bantuan terpaan angin tetep bikin basah walaupun sudah pake payung :(. Belum lagi kadang payung juga jadi korban kalo si angin lagi ganas2nya, rangka payungnya bisa sampe patah lho saking ganasnya >_<

Eh kok jadi ngomongin hujan, topik utama kali ini adalah karet. Masih belum jadi best practice untuk selalu menyediakan karet di dompet bagi kebanyakan orang, termasuk saya. Tapi sebuah kejadian tak terduga yang terjadi beberapa waktu yang lalu mengubah pandangan saya tentang karet yang untungnya cukup mudah ditemukan waktu itu jadi perasaan was2 tersebut tidak berlangsung lama dan saya bisa melangkah maju tanpa rasa khawatir.

Eh jadi ngelantur lagi,oke langsung ke
main story

New Year


Nggak nyangka, sudah 4 bulan lamanya blog ini seolah lenyap dari peredaran tanpa ada postingan baru sama sekali. Salah satu alasannya karena (lagi2) lupa password yang akhirnya setelah masalah ini terpecahkan, calon2 postingan terdahulu sudah banyak yang basi sehingga nggak cocok lagi buat dipublish :p

Di Tahun yang baru ini, ada banyak sekali hal baru. mulai dari bbm naik (nggak ikut kena dampaknya karena pake whatsapp bukan bbm :hammer:) diikuti dengan naiknya harga barang lain, presiden juga baru (telat banget) dan semoga membawa angin segar serta perubahan positif bagi negara

Kantor juga sudah pindah lagi walaupun kerjaannya nggak jauh beda, sudah mulai beradaptasi dan sudah biasa sama kelakuan user2 yang ajaib ini. Pola hidup sekarang juga berubah, dulu waktu di Bali lebih sering menghabiskan waktu di kantor buat ngadem dan abuse bandwith :p. Sekarang malah males ngantor secara kamar sendiri udah adem dan ada koneksi internet fu fu fu. Semoga di Tahun baru ini bisa lebih rajin update blog (walaupun nggak gitu update sama perkembangan dunia karena udah jadi hikikomori sekarang :p), mungkin bakal nunggu ada request topik sebelum bikin postingan buat mancing ide hehe

Selamat Tahun Baru 2015 temans :D

[JJS] Jogja & Solo


IMG_20140522_054059

Kota kedua yang masuk dalam rangkaian perjalanan kemarin adalah Jogja, cukup dadakan karena saat itu temen2 di Jakarta lagi pada sibuk semua dan saya sendiri terlalu malas jalan2 keliling Jakarta sendirian pada saat itu. Menurut saya berdasarkan pengalaman pribadi, Jakarta pada hari Sabtu/Minggu kondisinya jauh lebih bersahabat. Di hari kerja saya merasa jalanannya jauh lebih padat dan berasap, busway sendiri sebagian besar dalam mode sarden (situasi dimana baik di halte maupun di dalam busway sendiri orangnya berdesak2an macam sarden kalengan :p) ditambah beban ransel yang cukup berat makin menambah berat langkah menyusuri panasnya Jakarta saat itu.

Setelah mendinginkan diri sejenak dengan es krim (lupa nama tempatnya, daerah Veteran pokoknya), saya langsung meluncur ke Stasiun Gambir untuk berburu kereta. Walaupun bukan musim liburan, entah kenapa hampir semua tiket sudah ludes bahkan hingga hari lebaran sudah banyak yang habis terjual. Rencana awal untuk berangkat langsung ke Surabaya dari jakarta akhirnya dibatalkan dan lokasi berikutnya dialihkan ke Jogja karena satu2nya tiket yang masih ada dengan jam keberangkatan yang paling reasonable saat itu :p

keretaTerakhir kali saya naik kereta api adalah belasan tahun yang lalu, dan ternyata kondisinya kini sudah teramat sangat jauh berubah. Perjalanan dengan kereta api sekarang sudah terasa jauh lebih nyaman dengan tempat duduk yang teratur sesuai karcis, tidak ada pedagang asongan (masih ada yg jual makanan, tapi personil PJKA sendiri), kursinyapun cukup nyaman bahkan disediakan bantal walaupun menurut saya sendiri tanpa bantalpun sebenarnya sudah ok.

Semua gerbong juga full AC bahkan gerbong ekonomi sekalipun. Saya sendiri sebagai orang kampung yang nggak terlalu terbiasa sama yang namanya AC merasa suhunya terlalu dingin (mungkin karena gerbong yang saya tempati waktu itu tidak terlalu banyak penumpangnya) tapi untungnya juga disediakan selimut. overall servicenya cukup memuaskan untuk harga yang cukup terjangkau.

Jika dibandingkan dengan pesawat, ruang gerak kita lebih luas (kaki bisa bebas selonjoran nggak kaya di pesawat yang cukup sempit), bahkan bisa jalan2 di gerbong biar nggak bosen. pemandangannya juga lebih variatif daripada di pesawat yang cuma bisa liat awan. Sama2 anti macet dan kita bisa selalu tahu posisi kita saat itu lagi dimana, bahkan bisa turun di stasiun transit manapun hehe. Worst case jika bahan bakar abis atau mesin mati sih paling keretanya berhenti di tengah jalan, gimana coba jika hal yang sama terjadi pada pesawat, siap2 baca doa aja :p.

Tapi secara waktu tempuh sih pesawat masih nomor satu pastinya (at least hingga teleporter akhirnya berhasil diciptakan :D)

 

malioboro
Jogja, sebagai salah satu ibukota propinsi, ternyata lebih kecil dan lebih sepi dari apa yang saya bayangkan. Sisi positifnya jadi lebih nyaman di jalanan tanpa terlalu terjebak macet dan pastinya nyebrang jadi lebih tenang tanpa perlu khawatir ada sopir metromini yang F1 racer wannabe. Harga makanan juga bisa dibilang cukup bersahabat (tergantung lokasi, malioboro sih ga beda jauh ama Bali).  Pepohonan juga cukup banyak menghiasi kota, namun sayangnya banyak terlihat aksi2 vandalisme dimana2, mungkin para anak muda ini perlu disediakan tempat khusus untuk ‘mengekspresikan jiwa seni’nya tanpa merusak keindahan kota yang ada.

Buat yang pengen keliling kota secara santai dan tradisional, bisa menggunakan becak yang banyak berkeliaran disini dan sepertinya menjadi alat transportasi favorit para Bule disini (ya, ternyata banyak bule di Jogja, nggak kalah sama Bali). Buat penggemar wisata mall, mungkin harus kecewa karena sepertinya tidak ada mall besar disini, sempat berkunjung sejenak ke mall malioboro dan tidak banyak yang bisa dilakukan disana. Sebagian besar objek wisata disini merupakan wisata budaya seperti keraton, candi, dan toko batik yang ada di berbagai penjuru kota.

Salah satu tempat wisata rekomendasi saya di jogja adalah kebun binatang gembiraloka, bonbin terakhir yang saya kunjungi di Indonesia adalah KBS dan kualitasnya sungguh jauh berbeda, setidaknya di gembiraloka ada banyak atraksi dan wahana2 dan tiket masuknya pun cukup terjangkau (masih lebih mahal masuk ke Bali Bird Park walaupun sudah dapet diskon kipem). Denger2 sih di Malang juga ada bonbin yang nggak kalah bagus tapi saya belum sempat berkunjung, so jika sudah ada yg pernah mengunjungi 2 tempat ini boleh dibagi pendapatnya :D

 

IMG_20140522_085403
Dari jogja, kita beralih ke Solo. Secara feel saya merasa 2 kota ini nggak ada bedanya, nuansanya sebelas-dua belas lah. Ditambah lagi jaraknya yang cukup dekat (mungkin efek ketiduran di Kereta yang bikin perjalanan jadi terasa jauh lebih singkat), tapi suasana kotanya juga tidak jauh berbeda sih. Sempat mengunjungi pasar klewer yang didominasi oleh pedagang Batik (entah batik jogja sama solo itu sama apa nggak, saya nggak terlalu ngerti batik) setelah muter di alun2 kota Solo.

Di Solo juga ada sebuah taman yang cukup luas bernama Taman Balekambang, tempatnya nyaman untuk bersantai dan menurut saya seharusnya kota2 besar terutama Jakarta seharusnya mempunyai beberapa tempat seperti ini. Ya kali aja jika Jakarta punya banyak taman, frekuensi banjirnya bisa jadi berkurang, daripada lahannya dipake buat bikin mall terus kan hehe.

Liburan waktu itu tidak banyak yang bisa saya kunjungi karena sebagian besar merupakan acara spontan, jadi nggak sempet cari info apa yang perlu dikunjungi. Lain kali sepertinya saya akan kembali mengunjungi Jawa Tengah, tapi kali ini pas musim liburan aja biar ada yg bisa jadi guide dan nunjukin spot2 bagus :D

Bukber 2014


sayur

Tak lama lagi kita akan menyambut lebaran, dan walaupun saya tidak ikut menunaikan ibadah puasa tapi saya ikutan berbuka puasa :D. Sebagai penggemar makanan manis, takjil sore merupakan salah satu hal yang dinanti di bulan puasa ini. Dan di “tempat baru” ini (ya, lagi2 saya “dipinjam” untuk bantu2 project X setelah sempat kembali sebentar ke tempat lama untuk mendengar request2 user yang saya yakin bakal terlupakan) ternyata gemar sekali mengadakan yang namanya bukber.

Biasanya sih yang namanya bukber ini diadakan di rumah salah satu “petinggi” atau di tempat makan deket kantor. Namun suatu hari ajakan bukbernya sedikit berbeda

Madam X : nanti ikutan bukber ya, kira berangkat bareng2 dari kantor sekitar 16:30
Me : eh 16:30? bukanya jam 7 kan?
Madam X : iya tempatnya jauh soalnya, 10 km ke arah luar kota

Saya sih nurut2 aja dan membayangkan seperti apa restoran spesial yang dituju sampai bela2in nyaris ke luar kota cuma buat bukber, yang namanya rejeki itu nggak boleh ditolak walaupun hari itu sebenarnya saya ada rencana lain. Sorenya sesuai rencana, kami berangkat rame2 dengan beberapa rombongan mobil yang sama2 nggak ngerti jalan (cuma 1 mobil di depan yang tau jalan) jadinya mobil2 ini tampak seperti konvoi yang lagi main kereta2an. Awalnya perjalanan cukup lancar, melaju di jalan utama walaupun sempat saling tunggu karena terpotong lampu merah. Namun tidak lama, rutenya mulai pindah dari jalan utama ke jalan kecil berkelok2 di daerah pegunungan hingga pada akhirnya tiba2 di sebuah tikungan, mobil utama benar2 keluar dari jalur dan kemudian masuk jurang!!!!

Atau begitu yang terlihat dari belakang….. awalnya cukup kaget tapi ternyata memang itu “jalannya”. Rombongan kami literally keluar dari jalan aspal dan masuk hutan melewati turunan curam, tanah berbatu2 dan semak belukar hingga akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Sebuah pondok terapung di tengah kolam pancing yang dikelilingi oleh sawah2, sedikit (atau lebih tepatnya sama sekali) berbeda dengan bayangan awal

the place

Seperti kebiasaan anak2 gaul jaman sekarang (yang ternyata juga berlaku untuk ibu2 dan bapak2), dimanapun kapanpun dan apapun acaranya, yang penting selfie!!! Sayangnya sinyal cukup susah didapat disana jadi nggak ada ritual apdet status atau aplod poto waktu itu. Acara2 poto2 gembira dilanjut dengen ngerumpi bersama sambil nunggu adzan maghrib

ibu2 ngerumpi

ibu2 ngerumpi

bapak2nya ga tau ngapain ini, ngecek jadwal bola kali

bapak2nya ga tau ngapain ini, ngecek jadwal bola kali

Waktu berbuka akhirnya tiba,kurma dibagikan, ember es buah dikeluarkan, dan aneka makanan dihidangkan. Entah karena salah ngitung ato emang terlalu maruk mesennya, tapi jumlah ikan yang dihidangnkan bisa buat ngasih makan warga 1 kelurahan!!! 1 orang ambil 2 ikan aja masih nyisa banyak banget, dan hari itu menyisakan 12 porsi lebih menu lengkap buat dibagikan (entah dibagi ke siapa) dan 2 kantong besar sisa makanan yang katanya mau dibagikan ke kucing kompleks.
food

nb : besoknya terlihat banyak sekali kucing kompleks yang asik tidur2an padahal biasanya jam segitu mereka asik keluyuran door to door, tch