Doubt


Seorang mahasiswa gagal masuk di jurusan X karena jumlah kursi yang tidak mencukupi namun dia akhirnya masuk ke jurusan Y di universitas yang sama karena adanya program lintas jalur yang ditawarkan di tempat itu memungkinkan mahasiswanya untuk pindah jurusan jika ada kursi yang tersedia. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kesempatan itu datang juga. Dengan segera dia mengajukan permohonan pindah jurusan.

Ketika menemui rektor dia disarankan untuk menunggu dekan karena beliaulah yang mengurusi hal-hal tersebut. Namun tak disangka ketika menemui sang dekan beliau mengatakan dengan tegas bahwa sang mahasiswa tidak boleh pindah dari jurusan Y dan tidak memberikan alasan yang jelas mengenai hal itu, hanya mengatakan bahwa itu adalah keputusan rektor dan jika memang tidak puas dia boleh keluar dari universitas itu dan mencari tempat kuliah lain. Sang rektorpun mendadak tidak bisa ditemui karena ada urusan penting.

Teman-teman sang mahasiswa pun mencari tahu alasannya dan ternyata selama ini rektor dan dekan curiga pada mahasiswa tersebut karena memperoleh nilai yang bagus padahal tidak pernah terlihat belajar. Mereka menduga mahasiswa tersebut mencontek, memperoleh bocoran soal, main dukun, atau hal-hal lain. Mereka bahkan pernah memeriksa kamar sang mahasiswa ketika dia pergi (universitas ini menyediakan kamar untuk mahasiswa) tapi tidak menemukan bukti apapun. Namun demikian mereka tetap mencurigainya walaupun dari luar mereka hanya diam, tidak pernah mengklarifikasi hal ini pada sang mahasiswa.

Perjuangan sang mahasiswa masih belum jelas hingga saat ini, apakah dia harus selamanya di jurusan Y tanpa memperoleh kesempatan pindah. Sang rektor tentu saja bisa mengeluarkan mahasiswa itu kapanpun dia mau, bahkan tanpa alasan apapun. Kursi itupun akhirnya diberikan pada pendaftar lain.

Bagi sang mahasiswa itu sendiri, bukan kursi jurusan inilah yang dipermasalahkan. Tidak jadi soal baginya jika dia tidak mendapatkan kursi ini karena orang lain mendaftar sebelum dirinya, hanya saja dia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan kenapa dia ditolak. Walaupun tidak akan mendapatkan jurusan yang dia inginkan, mahasiswa ini akan berusaha menjernihkan masalah ini agar tidak selamanya dibayangi oleh kecurigaan orang lain.


Cerita di atas merupakan kisah nyata yang disamarkan dengan berbagai istilah. universitas, jurusan, dan hal2 tersebut fiktif namun mengisahkan inti permasalahan yang sama. Ternyata di dunia ini masih banyak manusia yang menggunakan topeng dalam hidupnya. Bersikap manis dan penuh senyum pada kita tiap harinya, obrolan2 santai seolah hubungan semuanya baik2 saja namun dalam hatinya menyimpan pikiran2 busuk dan kecurigaan terhadap orang lain. Sepertinya daripada mencari fakta yang sebenarnya, lebih asyik mempercayai apa yang dipikirkannya, apa yang ingin dipercayai.

(tulisan dibuat pagi2 tanpa persiapan, maap klo tata bahasanya kacau)

Iklan

22 thoughts on “Doubt

  1. hah??? situ yg ngalamin??

    weee, *ada kata mendapat nilai bagus* benerkah ini??? hihihihihi
    trs di cek dirumah gak ditemukan apa2. iya juga sih wong tipi aja gak ada *baca di four things* hohohohoho

    kalo ini kasus beneran, anggap cuek aja, kalo mmg kita gak melakukan hal yg seperti org itu bilang biarin aja… kalo perlu buktiin…

    Suka

  2. @andyan : begitulah

    @novi : itu cuma perumpamaan, kejadian aslinya ga ada hubungannya sama kuliah lho. Aslinya sih pengen cuek tapi ga enak rasanya, nama baik terasa tercemar.

    Klo dibuktiin ga tau caranya, gimana cara buktiin sesuatu yg ga kita lakukan? seperti yang telah diceritakan di atas, mereka pernah menggeledah kamar sang mahasiswa diam2 tapi tidak menemukan apa2, toh tetep aja sepertinya masih lebih suka menggunakan praduga bersalah

    Suka

  3. @rei : sinetron dunia emang susah untuk dimengerti rei

    @reina : sang mahasiswa sampe skrg masih berusaha mencari jawaban yang memuaskan, muncul banyak statement berbeda membuat situasi makin ruwet, sapa yang bener sapa yang boong masih ga jelas. Yang pasti rencana jadi berantakan dan bikin hari2 ga tenang 😦

    Doakan aja semua berakhir sesuai rencana ya dan sang mahasiswa bisa memperoleh jurusan yang diinginkannya 😀

    Suka

  4. @rei & andyan : tenang tenang, jangan bingung. dalam hitungan ketiga kalian akan melupakan masalah ini, satu dua *snap*

    @mi : yap, bukan tentang mahasiswa2an emang. Sengaja diumpamakan kaya gitu hehehe. Menyebabkan rencana ke lombok hancur berantakan ini grrrr

    @adriano : hah? masa kau melupakan kejadian itu? (kejadian apa sih)

    Suka

  5. Universitas apa sih ini?
    Kacangan banget professionalitasnya..
    Ckckckckc..

    Mending masuk ikip aja, lebih prof..

    Tapi gw sendiri ampe bingung, tahu dr mana si rektor and dekan kalo mahasiswa itu gak pernah belajar?? Perasaan si mahasiswa itu doang kali neeehh…

    Suka

  6. @reza : bukan perasaan kok za, si dekan ngomong ke temennya mahasiswa ini perihal masalah penolakannya. Usulan pindah ikip dipertimbangkan deh *halah*

    @venus : nggak cocok kerja deket air? ga boleh buka depot isi ulang galon brarti ya mbok, trus gimana jodoh dan peruntungan saya di taun 2009 mbok?

    @rei : *nabokin rei biar sadar* kamu bukan luna maya, bukan luna maya, bukan

    Suka

  7. @Eru : somehow

    @sentinelcore : aslinya juga memang bukan masalah kuliah sih, cuma inti masalahnya di Doubt hehe. problematika kehidupan yg cukup umum brarti. Jangan2 banyak yg ngalami masalah serupa 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s