My New Year


Fire Flower

Dulu, ketika bintang2 masih terlihat jelas di langit. masa di mana plurk belum dikenal. saya selalu menghabiskan malam tahun baru di rumah dengan nonton tipi. Berharap tuk menyaksikan kembang api, mendengar countdown dilakukan,sirine kapal, terompet, dan seruan tahun baru diteriakkan, yang pada akhirnya selalu berakhir dengan ketiduran di depan tipi dan bangun kesiangan besoknya. Ya, itu adalah masa dimana diri ini belum menjadi Batman, belum mengenal kehidupan malam (halah). Bisa nonton tipi sampe larut malam tanpa seruan ‘ayo bobo, besok sekolah’ sudah terasa cukup menyenangkan bagiku.

Masih dulu,bintang semakin berkurang namun tetap menghiasi gelapnya malam, ketika diri ini sudah bisa terjaga hingga larut malam (diiringi jam bangun yang makin siang :p) tanpa perlu melihat acara tahun baru yang sepertinya jadi makin membosankan dari tahun ke tahun. Melewatkan tahun baru dgn nonton Old&New (bioskop dini hari yg diadakan di pergantian tahun, muter 2 pilem sekaligus dan dapet snek, tentunya dgn harga tiket yg lebih mahal) bersama keluarga menjadi hari yg spesial.

Melangkah lebih jauh, ketika acara televisi terasa makin tak bermutu. Ketika pamor bioskop mulai tergantikan dengan visidi bajakan dan bisa lebih update dari bioskop itu sendiri. Melewati tahun baru dengan berkendara menembus hujan, menjauh dari keramaian kota dan mencari tempat sepi untuk menyambut tahun yang baru memiliki sensasi tersendiri. Bahkan ketika semua spot telah dikuasai, kamar bisa menjadi tempat melewatkan pergantian tahun yang nyaman. Gelap, sendiri, ditemani secangkir minuman hangat dan kumpulan pilem menunggu tuk ditonton, game yang ngantri tuk ditamatin, dan koleksi komik yang berharap tuk dibaca ulang. Lepas dari rutinitas menjadi konsep tahun baruan ketika itu.

Tahun lalu, tahun baru pertamaku di Bali. Rencana melihat kembang api bersama teman2 di Pantai Kuta yang berakhir dengan Tahun Baruan di Starbucks.  Pulang jalan kaki di tengah gerimis, berteduh di emperan toko dengan gigil kedinginan anak kecil, tangis bayi yang benernya nggak tau apa itu tahun baru tapi bernasib malang karena ikut terjebak di tengah hujan deras bersama orang tuanya yang nggak lupa bawa terompet tapi malah lupa bawa payung, dapet cipratan dari bule yang mengira prinsip kebersamaan (gua basah elu juga basah) benar2 dijunjung tinggi di Indonesia. Bukan pengalaman yang bisa dibilang indah tapi cukup berkesan.

Dan tahun ini, cukup banyak tema yang bisa diambil. Plan B tak selalu lebih buruk dari the Original Plan. Kebersamaan dan Kesendirian. Just pick one.

Cukup banyak rencana yang tak terlaksana mulai dari grand trip yang batal karena alasan tertentu, Belanja besar yang berakhir dengan kesasar,Nonton bareng yang gagal karena hujan deras, hingga BBQ yang apinya ga bisa nyala. Begitulah tahun baru tahun ini di Surabaya, Hujan deras sedangkan Bali malah nggak hujan katanya (am i the rain man?). Nginep bareng di tempat temen tapi malah asik menyendiri di pojokan dengan YM Conference bersama teman2 maya game online yang ngajak kopdar di Binus, ngeplurk sementara2 yang lain masih sibuk dengan panggangan terkutuk itu (gomen, i really know nothing bout that stuff :p) hingga akhirnya ketiduran.

Suara kembang api yang kaya bom molotov menyadarkanku tuk mengucapkan Happy New Year untuk WITA. Dan sejam kemudian mengucapkan Happy New Year lagi untuk WIB, kali ini hanya diiringi kembang api kacangan yang bunyinya cuma ‘preketek prokotok’ mirip pop corn baru mateng.  eniwei, tiap tahun pasti selalu ada pelajaran berharga yang bisa diambil, event konyol yang bisa ditertawakan, kejadian indah yang bisa dikenang, hingga pengalaman buruk yang bagimana caranya bisa diconvert menjadi konyol atau malah menjadi indah.

Happy New Year All ^^

31 thoughts on “My New Year

  1. Hmm yaa… tahun baru di Bali yang basah kuyup keujanan di Starbuck itu ya. .
    . itu juga gw ama Charles yang beli Starbuck-nya sementara yang lain nebeng duduk wkwkwk….

  2. Aya…aya…wae kalo kata Jarwo Kwat

    Tp Starbucks yang hangat di pergantian tahun baru yg dingin karena turun hujan tahun 2007 memang sangat pas…hanya dinginnya hati karena hilang separuh bagian yang sulit dihangatkan😀

    p.s:WC starbucks waktu itu sangat tidak manusiawi (coba gw poto waktu itu)…tissue berserakan dimana2 & ada cewe ampir ikutan gw masuk wc😀

  3. @Rei : rasanya sih enak, bayarnya yang nggak enak😦

    @nai : tuh gambar nyomot dari gugel, taun baruan ngeliat kembang api di atas genteng soalnya. ga bisa dapet gambar bagus :p

    @sasha : iya, harusnya lw poto tuh cewe yg mau ikut masuk WC bareng (klo cakep biar gw yg nemenin deh) *mimisan*

  4. @mimi & rian : hepi niu year juga

    @ansella : duh semalem kan udah, masa mau lagi (tebar gosip ga jelas)

    @nai : naik gentengnya mau moto kembang api benernya tapi ga dapet hehehe, ga ada yg nemenin lah naik genteng gitu,apalagi gerimis.

  5. @neng fey : masih januari jadi masih valid😀, met taun baru juga

    @chic : ayo taun depan ke Bali aja, moga nggak ujan kaya taun baru kmrn

    @jiyo : udah planning tapi banyak yang berantakan hiks

  6. @ichanx : telat 3 minggu kena denda

    @Rei : secara masih kecil (SD) dan masih dibayarin ortu juga jadinya nurut. kerja kan jam masuknya nggak sepagi sekolah, dah gitu bolelah telat2 dikit selama ga ketauan, dah gitu pas nyampe masih bisa nyusu sambil baca koran. di skul ga bisa kan kaya gitu hehehe.
    Alasan lain, sekolah kamu bayar jadi klo telat malah rugi (bayar tetep dapetnya kurang) klo kerja kamu dibayar jadi telat malah untung (jam kerja berkurang, bayaran tetep)😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s