Kopdar Bali


Jika diibaratkan wine, postingan ini adalah wine kelas atas karena kopdar ini berlangsung lebih dari 4 bulan yang lalu, tepatnya 18 Juni 2009. udah basi banget kan? bahkan sang ketua arisan sudah memposting event ini sejak jaman dahulu kala. Namun saya merasa tergoda ikutan melaporkan hal ini (biar ga dikira hoax) setelah diajakin kopdar sama Rukia yg ga nyadar klo kita udah pernah kopdaran sebelumnya hehehe.

Pada suatu siang saya mendapatkan kabar dari Eru bahwa Chika lagi main2 di Bali dan ngajakin Kopdar di Art Center, terdengar cukup normal bukan? Yang special adalah acara ini berlangsung malamnya sementara kami berdua tidak tahu dimana itu Art Center walaupun sudah setahun lebih di Bali ditambah lagi paginya saya sudah harus berangkat ke Surabaya sementara todongan titipan oleh2 dari beberapa orang yang aneh2 (oleh2nya, bukan orangnya) masih belum siap. Sebagai penggemar jalan2 dadakan tanpa persiapan, yang kaya gini ga mungkin dilewatkan. Hajar bleh

Persiapan awal, mempelajari rute di gugel ditambah nanya temen2 di kantor biar ga nyasar. Berikutnya menyiapkan kostum yang layak,cukup merepotkan karena hampir semua yang layak pakai sudah dipacking dan waktu yang cukup mendesak ditambah lagi sendal kesayangan yang tiba2 putus. Akhirnya dengan teramat sangat terpaksa sekali, saya menyambar sepatu kets yang sudah 4 Tahun tak tersentuh (bukan kombinasi bagus, bagai tarzan pake tuxedo)

Walaupun telat dari waktu janjian, ternyata kami yang paling awal tiba di TKP bahkan masih sempat keliling2 dan berkunjung ke pertunjukan tari yang ternyata isinya para pengunjung yang sibuk bernarsisfoto ria (sepertinya sesi poto2 ini lebih lama dari pertunjukan itu sendiri).

Acara berikutnya adalah mencari layar tancep(ya, ada layar tancep di Art Center) dimana Aprian, Rukia, Chika dan kakaknya(yang sempat diragukan kebenarannya waktu dikenalin) menunggu. arah utara hadir rombongan Nana, Arie,dan Yanuar.Β  Fenny dan Gede datang paling terakhir (sepertinya sibuk ngirim orderan pie susu terjebak macet)

Setelah semuanya tiba dan saling berkenalan, dijelaskanlah prosesi ritual kopdar yang terdiri dari kumpul, makan2, dan tak ketinggalan foto2 dilanjutkan dengan berkeliling Art Center dan sekali lagi foto2 di setiap spot yang terlihat menarik. Sempat terjadi blackout mendadak (klo ga ada kejadian mengagetkan gini bukan pasar kaget namanya) dimana pengguna Sony Ericsson dengan sigap membanggakan kekuatan senter hapenya (termasuk saya) sementara yang lain kembali foto2 dengan diterangi senter hape (gludak)
Acarapun diakhiri dengan mengisi buku absen (mungkin bakal diundi di akhir tahun berhadiah payung cantik).

(postingan ini telah lolos edit dari bu Tika)


Kesan dan pesan yang didapat :

Nggak bisa fokus, kaki seolah2 menjerit terkurung dalam sepatu yang sempit dan panas :(. Sempat berulang kali diam2 copot sepatu untuk memberi kesempatan kaki ini bernafas. Kopdar berikutnya harus mempersiapkan diri lebih baik lagi πŸ˜€

28 thoughts on “Kopdar Bali

  1. hmm… kopdarannya berlangsung brp jam? ada yg diam2 gak setelah kenalan maksudnya gk banyak bicara, intinya makan, jalan2, foto2, kalo ada bicara pun mungkin pd waktu ditanya aja πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s