Memory FAILED


Masih teringat waktu masih SD dulu ada yg namanya buku agenda, sebuah buku kecil mirip notes buat nyatet tugas2 dan apa yg harus dibawa ke sekolah keesokan harinya biar nggak kelupaan. Waktu udah gede dan dianggap memorinya sudah lebih baik dgn cache yg lebih gede hal ini sudah tidak diwajibkan lagi walaupun masih ada yg tetap melakukannya entah karena takut lupa atau memang sudah kebiasaan. Saya sendiri hingga kelas 1 SMU masih mencatat jadwal pelajaran dan menempelkannya di tembok meja belajar (kelas 2 udah nggak soalnya ga pernah bawa buku lagi :hammer:).

Puncak dari amnesia yang saya alami ini sepertinya terjadi di semester akhir kuliah saya. Walaupun memori sudah semakin besar, tapi yg harus diingat juga makin banyak dan kesibukan yg makin menumpuk seperti bikin TA, dikejar deadline, atau ngabisin stok anime dan manga :hammer:. Eits, hal terakhir itu jangan dianggap remeh dan nggak penting, itu semua berhubungan dengan kuliah juga lho. Jadi untuk keperluan kuliah dan skripsi kan ada banyak e-book, tugas, kerjaan, dan program2 berukuran besar sementara hardisk saya sendiri penuh dengan stok manga dan anime yg blm dilihat. Jadi satu2nya cara yg ada untuk masalah ini adalah dgn menghabiskannya agar space hardisk ada lagi bukan?

Ya, di masa2 hectic ini casing PC saya penuh dengan post-it note dgn isi yg beragam seperti ‘jam X kirim progress report’, ‘ambil laundry’,’anterin Y ke Z’,’donlot one piece terbaru’, hingga sekedar link yg ga jelas itu link apaan. Gitu juga masih bisa aja kelupaan gara2 notesnya ga dibaca (percuma dong ya nempel gituan sampe casing keliatan kuning). Setelah lulus kuliah gini hal seperti itu sudah tidak terjadi lagi, apakah kini memori saya sudah bagus dan dapat diandalkan? nggg….. sepertinya nggak juga.

Awal2 di Bali kadang masih lupa sama english class, tapi sejak lesnya diadakan sore2 after office hour udah nggak pernah lupa lagi kok (tapi kadang masih lupa klo ada tugas ato ada ujian :p). dan akhir2 ini yg sering terjadi adalah lupa ninggalin barang. Wiken kemarin seperti biasa sepulang ngantor menyempatkan nonton bentar di KT21 yg disponsori oleh movina (soal pilem mah bioskop official Bali yaitu Galleria 21 kalah jauh). Setelah puas nonton UP yg sudah dinanti2 sejak lama, sayapun kembali ke kos untuk beristirahat namun mata ini kembali terbuka lebar dan dilanda kepanikan saat mengetahui kunci kamar yang biasanya ada di kantong itu kini telah lenyap. Anjuran ‘periksa kembali barang2 bawaan anda’ yang selalu berkumandang di bioskop itu sepertinya sudah dilakukan dan sepanjang pilem diputar rasanya saya duduk manis jadi ga mungkin klo kunci itu sampai jatuh. Dan ternyata memang benda itu ketinggalan di kantor šŸ˜¦

Dan yang paling gres baru terjadi kemarin, perlu diketahui bahwa tidak seperti hari2 biasa. Penting sekali bagi saya hari ini untuk bangun pagi setelah sekian lama menikmati majibu dengan bangun agak siang, karena itu malamnya saya pulang sedikit lebih cepat dari biasanya (biasanya memaksimalkan jam fesbuk di kantor sampai sepi) namun saat dinner dalam perjalanan pulang tiba2 teringat klo hape masih ketinggalan di kantor (bukan inget sih benernya, cuma pas mau liat jam di hape ternyata tuh benda nggak ada :p) dan parahnya waktu balik ke kantor mau ngambil hape ternyata pintu sudah ditutup dan entah masih ada orang apa nggak di dalem buat bukain pintu.

Oke, di tengah kebingungan itu saya mengunjungi mbak ini cuma buat nanya apa masih ada orang di kantor dan untungnya katanya masih ada om panda di atas. Dengan berbinar kembali lagi ke kantor mau minta dibukain pintu, tapi nyampe di depan pintu baru nyadar gimana cara minta dibukainnya wong hapenya yang ketinggalan. Mau pinjem yeem ke Alcatraz juga ternyata dikunci, padahal tempat ini terkenal sebagai tempat orang2 hobi lembur yang ga ada matinya itu. Logika menyarankan kembali dan pinjem hape preman cikalong buat menghubungi om panda namun insting inimenyarankan tetep nunggu. Walaupun biasanya saya percaya pada logika namun akhir2 ini insting sering mengejutkan saya dengan ketepatan prediksinya yang mengerikan. Saya memandang lekat pintu yang terkunci itu seolah2 kekuatan pikiran bisa membuatnya terbuka secara gaib. Percaya atau tidak, tiba2 terlihat cahaya dari sela2 pintu dan beberapa detik kemudian pintu itu terbuka dan terlihatlah om panda dengan motornya (buat yg bingung kenapa ada panda di kantor saya, maka dengan ini saya tegaskan bahwa saya tidak bekerja di sirkus).

Akhirnya saya berhasil mendapatkan hape kesayangan saya malam itu sehingga besoknya bisa dengan sukses bangun pagi (masih telat dikit sih, tapi mayanlah) dengan bantuan alarm hape dan kejedok lemari (lagi). Ada saran bagaimana meningkatkan kemampuan memori tanpa perlu nyatet2?

Iklan

33 thoughts on “Memory FAILED

    • itu mah ga meningkatkan memori malah merubah kepribadian, mau apa temanmu yang baik hari,murah senyum,bersahaja,suka menolong,rajin menabung,dan tidak sombong ini berubah menjadi penjual bakso psikopat?

      Suka

    • lha klo orang yg tidak pelupa itu justru ketularan jadi pelupa gimana coba?

      pesan sponsor : lupa sama seperti epilepsi, tidak menular. tidak sama dengan rokok, nggak bikin impoten atau mengganggu kehamilan dan janin. serta tidak ada hubungannya sama kenaikan harga BBM, sama sekali ga ada hubungannya sodara2

      Suka

    • aduh maaf, since bahasa indonesia is my second language maka saya sedikit confused (sok ngebule). Masih perlu membiasakan diri dengan bahasa di bumi sini (sekarang jadi alien) *reply gag penting*

      Suka

  1. sementara hardisk saya sendiri penuh dengan stok manga dan anime yg blm dilihat. Jadi satu2nya cara yg ada untuk masalah ini adalah dgn menghabiskannya agar space hardisk ada lagi bukan?

    šŸ˜† toss dulu deh šŸ˜†
    iya bener, kan sayang kalau dibuang, udah cape-cape donlot minta dari temen masa ga ditonton

    whew, ga ada saran selain nyatet, saya juga lupaan, terakhir kali malah notes itu yang lupa naro dimana, sampe sekarang ga ketemu, tsk… šŸ˜

    Suka

  2. Ping-balik: Tragedi Kunci « Intersection of Yesterday and Tomorrow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s