[Bandung Chronicle] Adventure


melanjutkan kisah liburan kemarin, setelah melewati masa2 Vacation yang damai dgn mempelajari lokasi serta rute2 angkot. Tibalah hari dimana sang kucing berangkat ke Jakarta untuk menemui stegosaurus(that means no more guide and free lodging 😐 ). Akhirnya kita memasuki masa ujian untuk bisa survive di tempat asing ini dengan memanfaatkan  semua pengetahuan yang didapat dari sang guide (halah).

Sebagai orang yang penuh persiapan, saya sebenarnya sudah menyiapkan plan B dengan pukyoo sebagai guide cadangan namun sialnya plan ini tidak bisa dijalankan dan terpaksa beralih ke plan P (Panic mode on). Mencari info sebanyak mungkin tentang tempat nginep di Bandung yang nyaman, strategis, dan tentu saja murah meriah (teteup). Pilihan jatuh pada sebuah wisma di jalan Riau yang merupakan  informasi dari saudari Lilis yang pernah menginap di tempat itu baru2 ini dan sepertinya merupakan informan paling terpercaya (mengingat beberapa informan lain sempat memberikan informasi2 sesat begitu tahu saya akan berlibur ke Bandung). Masalah terselesaikan, case closed.

tampaknya begitu, namun keesokan paginya saya mengetahui kenyataan kalau yang namanya jalan Riau itu tidak ada :(( dan saya tidak tahu alamat lengkap hotel yang akan saya tuju ini. Start jam 5 pagi di ujung jalan yang teramat sangat panjang yang katanya dikenal dengan nama Riau ini, saya berjalan mencari wisma PE (yg entah beneran ada apa nggak soalnya tiap nanya orang nggak ada yg tau). sekitar Jam 11 setelah terus berjalan menyusuri bandung sampe alun2 di ujung asia afrika, muterin simpang 5 sampe 5 kali (mencoba semua simpang yg ada setelah secara misterius selalu kembali ke tempat ini), sampe masuk2 pasar tradisional, saya resmi mengakhiri pencarian dan mengambil hotel terdekat dari posisi saat itu

K A K I

Kondisi kaki yang memprihatinkan setelah perjalanan panjang

Karena terlalu lelah untuk wisata kota dan jalan2 di mall tapi terlalu bosen untuk diem di kamar, maka sayapun berinisiatif untuk melakukan perjalanan yg agak jauh(biar bs lebih banyak duduk di perjalanan) ke Tangkuban Perahu. Dengan berbekal informasi seadanya (saran dan petunjuk guide gondes via fesbuk) dan modal secukupnya (nekat dan duit total 10rb) akhirnya saya tiba di kaki tangkuban perahu setelah berganti2 angkot.

Jalan satu2nya untuk kesana adalah dengan berjalan kaki sejauh kira2 8km, sebagai peserta 2 kali 10K, dengan pedenya saya melangkahkan kaki untuk menaklukan gunung itu. Melupakan hal penting bahwa 8km itu berupa tanjakan, ga ada setengah jalan saya udah ngos2an dan akhirnya istirahat sambil nonton orang main perang2an

Simulasi Tempur di atas gunung

Sebagai variasi, saya mencoba melewati jalan hutan untuk turun gunung  selain pertimbangan dgn kondisi kaki melemah kaya gitu saya nggak yakin bisa ngerem di jalanan menurun kaya gitu (ga pengen mati konyol masuk jurang ato ketabrak bis). Dan tiba2 saya tiba di sebuah tempat di tengah hutan berisi rumah2 mungil dengan kurkaci di depannya (nggak, saya tidak masuk ke lubang dan nyasar ke wonderland)

Bukan rumah hobbit

Ternyata secara tidak sengaja, saya telah tiba di tempat wisata/outbound/camping/apapun itu yang banyak berisi anak2 SMA (kayanya sih klo liat ukurannya).

Entah apa nama tempat ini, yang pasti tempat ini banyak diisi dengan permainan macam flying fox(lihat gambar di atas), manjat pohon, menuruni tebing, dan aneka permainan dgn kekuatan fisik lainnya (keamanan cukup terjamin soalnya ada instruktur di masing2 pos). Kurang tau juga berapa ongkos masuk kesini, yang pasti di masing2 pos nggak ditarik biaya tambahan untuk mencoba permainan. Nggak tau juga apa orang luar selain peserta bebas masuk kesini apa nggak karena kebetulan penampilan saya waktu itu kaya peserta2 lain (pake kaos, tampang imut ala abegeh :p )

Salah satu korbanBiarpun saya bilang aman, tapi sebaiknya sesuaikan permainan yg dipilih dgn kemampuan fisik anda agar hal yg terjadi pada gambar di atas tidak menimpa anda. Sang korban di atas tergantung tak berdaya selama lebih dari 30 menit karena nggak kuat mengangkat diri sendiri setelah jatuh dari jembatan sebelum akhirnya bala bantuan datang menjemput :p

Menjelang sore, tiba2 turun hujan lebat menyebabkan saya terkurung di hutan ini dan nggak bisa kembali ke kota dan terpaksa menghabiskan malam di atas gunung dalam keadaan basah dan menggigil kedinginan (sangar kan, check in di 2 hotel di hari yg sama dan hotel satunya cuma buat nyimpen barang doang).

Hari ini adalah jadwal tersibuk saya pokoknya, mulai dari nyasar keliling kuta, jadi stalker ngikutin orang jogging, dikerubutin anak2 SMA alay yang pengen difoto, ketemu ibu2 agresif, hingga life and death experience. Hari paling berkesan selama liburan di Bandung pokoknya 😄

ralat : setelah di protes om guide, ternyata jalan riau itu benar2 ada dan orang yg gw tanya itu buta huruf karena menyebut jl martadinata sebagai Riau.

nb : kalo ada yg penasaran sama rute yg ditempuh hari itu bisa liat di https://mainyu.wordpress.com/?attachment_id=851
dowload aja biar bisa digedein (sizenya mayan lho, sekitar 2MB)

20 thoughts on “[Bandung Chronicle] Adventure

  1. Ada jalan Riau itu disini Riau basically tempat lw diturunin :D, trus kalo nanya Wisma sama orang Bandung si percuma.. ga akan ada yang tau wkwk.

    Next time PVJ tam? wkwkwk

  2. Kasian si Om ini, kehilangan guide dan tempat tinggal. Jalan kaki sampe belang-belang gitu. Untuk bisa pulang ke Bali dengan selamat dan sentosa ya, Om 😆

  3. @Er : oh iya ternyata ada, gw nanya padahal lha kok malah disesatin. sudah diralat + attach rute perjalanan hari itu. GG ternyata

    @tika : trus poto gw dipasang di kotak susu sama ditempel di tembok2 gitu ya?

    @nite : jalan kaki dari bandung ke bali mah bisa masuk MURI ntar

    @abet : errrr…. sengaja itu bet, ternyata kamu memperhatikan

    @takodok : *cheers*

    @yoan : kalo bingung gimana kalo ngasih hadiah aja om?

    @ryzak : kaki gw sendiri, dijepret setelah berhenti berjalan :p

    @fajar : pesan moralnya kalo mau jalan kaki tapi gak ngerti jalan, sedia GPS, ato minimal peta gitu

    @warm : nggak sampe atas kok tapi, mutung di tengah jalan kecapekan :p

  4. Kombinasi kegiatanpelathan outbound macam ini memang bener2 berguna membangun kapabilitas teamwork yang baik – nyata sekali manfaatnya – apalagi bila ybs kelak bergabung dalam misi operasi pemulihan perdamaian seperti kita-kita disini..

    Ada juga staff sipil-nya lho!

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!

  5. @orangefloat : iya, udah nanya malah disesatin -_-

    @dodi : nggak nyasar kok, cuma sedikit berputar2 saja

    @andyan : correction, niatnya nggak gagal. masih niat cuma gak jadi naik aja setelah liat medannya

    @ice : klo sama guidenya sih ga mungkin bisa jalan2 sampe sono, paling banget ke BEC 😐

    @zippy : abis itu, kursi angkot terasa sofa empuk

    @deady : kan pake sendal, masa pake kaos kaki juga. simulasi tempurnya sih nonton doang, ga ikutan

    @ceritaeka : total perjalanan kayanya lebih dari 10km deh, lebih pegel dari 10k soalnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s