Sedia payung sebelum hujan


seringkali kita mendengar peribahasa ‘Sedia payung sebelum hujan’. Tapi seringkali juga walaupun kita sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, terjadi sesuatu pada saat ‘hujan’ itu datang, entah si payung tiba2 rusak, dicuri orang, hangus disambar petir, atau apapun itu.

Hal itulah yang kira2 terjadi pada saya minggu lalu, dimana palang merah terus bertengger di YM, menghilangnya saya dari dunia pertwitteran, bahkan blogwalkingpun tak sempat, dan parahnya sampe harus lembur (satu hal yg sangat saya hindari di dunia ini selain jalan berlubang, ular sawah, dan ayam jago). Bermula dari agenda UAT (buat anak sekolahan anggap saja ujian, buat pemain bola anggap saja pertandingan final, buat yang masih nggak ngerti anggap saja ngerti) pada hari Senin yang ditunggu2 sejak lama secara ini adalah proyek turun temurun yang dimulai lama sebelum saya bergabung di tim ini hingga sekarang dimana semua membernya sudah dicabut dan diganti orang baru (bad practice, dont do this at work >_<).

Walaupun sudah dites beberapa kali sebelumnya, entah mengapa sejak hari jumat saya merasa bakal ada sesuatu yg salah. Orang2 di sini sih bilang saya adalah orang yang logis dan rasional, tapi saya cukup mempercayai bad feeling ini. Lagipula peribahasa mengatakan sedia payung sebelum hujan kan? Maka sabtunya saya sengaja ke kantor untuk ngeprint dokumen2 yang diperlukan buat dipelajari di kos (jarang banget kan wiken ngantor buat keperluan kerjaan gitu, apalagi dibawa sampe kos gitu).

Akhirnya hari yang ditunggu tiba, setelah membereskan hal2 yang ditemukan waktu semedi di kos minggunya, saya kembali melakukan testing. Not only once or twice, but thrice (kaya iklan aja ya bahasanya). Jadi ibaratnya nih saya nggak cuma sedia payung tapi jas hujannya sekalian. Tinggal nunggu hujannya datang jam 1 siang nanti. Tapi kok feeling masih nggak enak ya, ditambah lagi perut mules, mungkin gara2 malemnya ikutan zombie party, eating brains (baca : otak2).

Jam 12 shit happens, makan siang menyiapkan segala sesuatunya dan tiba2 tuh benda nggak jalan. Cek cek cek ternyata servernya mati (kalo dianalogikan sebagai TV, kabelnya nggak kecolok), walau tampak agak aneh kenapa tiba2 mati tapi tetep think positive, tinggal dinyalain aja. Cek lagi kok masih nggak bisa ya? (mulai keringetan disini), ternyata database dan servicenya mati (lagi2 klo dianalogikan sebagai TV, channelnya keganti dan perlu direset ulang). Setelah semuanya diset dan dipastikan harusnya bisa jalan, dicek sekali lagi tetep gak jalan (mulai panik disini, tidak ada analogi TV yang bisa menjelaskan fenomena ini. anggap saja dari layar TV tanpa channel itu tiba2 keluar Sadako yang mengacak2 kamar anda).

Itulah yang terjadi saudara2, problem tak terduga yang muncul di menit2 terakhir (perfect timing huh?), mengubah kehidupan saya yang tenang dan teratur menjadi hectic dan super sibuk. Terbukti bahwa payung dan jas hujan itu tidak berdaya menghadapi tsunami yang tiba2 datang. Akhir kata, saya hanya ingin menambahkan Sedia payung sebelum hujan, tapi klo badai yang datang, stay alive so you can clean the mess afterward -__-

Iklan

26 thoughts on “Sedia payung sebelum hujan

  1. payung saya ilaaaaang… *ditimpuk*

    kalau begitu [meski saya ga terlalu ngerti ya, masalahmu itu sebenernya apa], saya turut bersuka cita karena engkau masih hidup, anak muda…

    bersiap-siaplah. tentu masih banyak hujan badai yang [pasti] akan terjadi dalam hidupmu… doaku menyertaimu, nak…

    Suka

  2. sumpah bukan saya om yang ngambil payungnya, beneran deh
    tentu saja saya masih hidup. Kalo mati nanti, om adalah orang pertama yang saya datengin kok. terima kasih atas doanya, ibuh

    Suka

  3. @rumahsehat : udah nyiapin jas hujan tebal rangkap tiga biar nggak bocor dan tembus ke samping (apa sih) tapi yang dateng badai tsunami, nggak ngepek lah

    @orangefloat : sudah mengira banyak yg roaming, makanya pake perumpamaan gitu hihi. tsunaminya udah lewat, skrg tinggal membersihkan puing2 dan bangun rumah lagi 😀

    @norland : cuma hunch aja, klo tau problemnya apaan sih ga bakal hectic bin panik gitu :p

    @vie : badai tsunami iki, kosan gak aman, genteng bertebangan, pintu copot, keran bocor, anak tetangga teriak2 (eh yg terakhir udah biasa ding)

    @takodok : iya, hidup dan lebih kuat. what doesn’t kill you makes you stronger 😀

    @kuro : ya, saya juga benci kejutan yg merepotkan gitu >_<

    @fajar : masalahnya setelah itu gw bakal dikejar2 buat ngeberesinnya, jadi terpaksa meminimalkan jumlah korban hiks

    Suka

  4. nah terus kerjaannya gimana? semoga tetap lancar, ya!! 😀

    kejutan yang seperti itu, gimana mau ngakalinnya *garuk-garuk dagu*, saya juga paling tidak suka dengan kejadian tidak diundang semacam itu. tapi kalao berhasil dilewatin pasti senang juga, ya :mrgreen:

    Suka

  5. Hal-hal di luar perkiraan memang kadang kala terjadi…
    dan itu
    buat
    Sport jantung…
    he..he…

    Jika kita bisa berpositive thinking….dan yakin semua bisa berhasil…insyaallah kejadian aneh yang ‘tiba2’ muncul akan bisa teratasi..

    **jadi inget..dulu…saia ketinggalan bahan yang mo dipresentasikan padahal hari itu juga kudu presentasi. Sebenarnya bahan2 presentasi saia sudah siap sedia 😦 ..untunglah saat itu saia diselamatkan oleh “bel” he..he..

    Suka

  6. kayak kalau udah ngerjain tugas pemrograman dan dites di kosan udah jalan, nggak taunya pas di bawa ke kampus nggak bisa jalan? u_u
    *menggelinding kembali ke dunia UAS*

    Suka

  7. ano.. sebenernya dah lama pengen tapi baru pertama ke sini.. dan sebenernya lagi nyari halaman about ato guestbook gitu, tapi kok gak ada ya? *ngubek2 header & sidebar*

    eniwei salam kenal aja, sori komen pertama belum bisa ngomentarin postingnya *ditimpukkursilipet*

    Suka

  8. biasanya ada errornya kan tam?
    klo nggak, ada log-nya?
    tapi nggak tau juga sih, soalnya habis baca2 kedengerannya itu masalah spiritual *dikeplak*

    Suka

  9. @matahari : menyebalkan memang tapi klo berhasil dilalui rasanya puaaaaas banget 😀

    @macangadungan : yg kaya gitu emang sukanya muncul pas lagi deadline

    @road : ga ikut2an ah ;))

    @andyan : log filenya terlalu klenik 😄

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s