Selamat Hari Anak Nasional



23 Juli, adalah Hari Anak Nasional. Merupakan salah satu hari penting di Indonesia yang tidak terlalu dikenal masyarakat. Entah apa bedanya dengan Hari Anak Indonesia yang diperingati setiap tanggal 1 Juli (hmmm, nggak juga sih. Banyak yg ga tau gimana mau diperingati).
Entah mulai kapan Hari Anak ini ada sebab ketika saya tidak punya kenangan mengenai peringatan yang satu ini ketika masih anak-anak dulu. Tapi memang jaman semakin berubah, gaya hidup anak-anak sekarang sudah tidak seperti dulu lagi. Mainan, tontonan televisi, dan aktivitas anak-anak di masa sekarang saya lihat sudah cukup jauh berbeda dengan masa saya dulu.

Waktu masih SD dulu jumlah mata pelajaran di sekolah bisa dibilang sedikit sehingga saya hanya perlu membawa maksimal 3 buku tulis setiap harinya, menggunakan tas ransel kecil yang ceria khas anak-anak. Sekarang saya sering melihat anak2 SD sekolah dengan tas segede gaban (entah apa aja isi tas itu), dari kejauhan terlihat seperti anak yg minggat dari rumah menuju airport membawa semua barangnya dalam travel bag kecil beroda. Dan jika sepulang sekolah dulu saya bisa langsung pergi main, sekarang aktivitas pulang sekolah anak2 adalah berangkat les. Sekolah dan orang tua tampak berlomba-lomba menjejalkan segala macam pengetahuan ke kepala anak-anak itu, bahasa asing yang diajarkan tidak cukup bahasa Inggris saja dan bagi keluarga yang mampu secara finansial kadang menambahkan kursus musik ke jadwal kesibukan anaknya. Saya jadi merasa beruntung tidak harus hidup sebagai anak2 di masa sekarang.

Entah karena terlalu yakin pada kemampuan anaknya, ga mau repot ngurus di rumah, atau cuma biar ada yg bisa dibanggain pada temen2 arisannya, Ibu2 sekarang sudah mendaftarkan sekolah untuk anak2nya di usia (terlalu) dini. Ditambah dengan program akselerasi dan sejenisnya, bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti Indonesia bisa mempunyai sarjana berusia 10 Tahun (seorang anak jenius yang saya ragukan akan mempunyai kenangan masa kecil yg indah).

Permainan masa kecil saya bersama temen2 cowo dulu yg cukup memorable adalah benteng2an. Intinya sih kejar2an di gang2 kampung atau di lapangan gitu , permainan yg bagus untuk masa perkembangan, terutama untuk saya yang malas olah-raga ini :p. Namun di kota2 besar sekarang banyak lapangan bermain yang digusur dan sudah berubah menjadi pusat perbelanjaan, perumahan, atau bahkan jalan raya menyebabkan anak2 tersebut kehilangan tempat untuk bermain bersama teman2 sebayanya. Tempat mainpun beralih ke…. rental Playstation. Ya, rental playstation terlihat makin menjamur di kota2 besar (bahkan yg punya PS di rumah aja lari kesini). Mungkin ini salah satu sebabnya bocah2 sekarang ukurannya makin mini, kurang lari2 :hammer:

Sementara anak cewe yg dulu biasanya main rumah2an sama temen2nya di halaman rumah masih tetap bisa bermain seperti dulu. Yang berbeda hanya perannya. Jika dulu role yg dimainkan adalah sebuah keluarga yang terdiri dari ibu, bapak (klo ada anak cowo ikutan),anak atau mungkin guru dan murid2nya. Sekarang role itu berubah menjadi ibu tiri yang kejam, saudara tiri yang rese, dan anak teraniaya atau guru, murid gaul, dan murid teraniaya (it really happens, saya kebetulan mendengar dialog yg sinetron banget ini diperankan anak2 kecil di kos >_<). Ah sebegitu besarnya efek shitnetron ke generasi muda. Tidak hanya mengubah para abegeh menjadi alay tapi efeknya sampai ke permainan anak SD ck ck ck.

Dan hal terakhir yang mengganjal buat saya adalah hiburan anak. Sepertinya sudah lama sekali saya tidak mendengarkan lagu anak2 di televisi, sudah tidak ada penyanyi cilik yang beken dan lagu anak2 baru yang terdengar. Trio kwek kwek sudah tergantikan dengan trio macan, lagu abang tukang bakso sudah berubah jadi bang sms siapa ini bang. Film keluarga yang makin berkurang sementara sinetron, reality show dan infotainment semakin banyak >_< . Sepertinya TV kabel sebagai alternatif tontonan sehat bagi anak2 perlu dipertimbangkan. Sementara komik dan film animasi dari dulu hingga sekarang masih tidak berubah, masih dianggap sebagai konsumsi anak2 dan tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua (oh nonton kartun, atau oh baca komik pikirnya) padahal sebenarnya tidak sedikit komik dan film animasi yang merupakan konsumsi dewasa (apalagi sekarang, makin banyak :p)

Hari Anak Nasional

Ya semoga di hari anak nasional ini, nasib anak2 Indonesia lebih diperhatikan kebutuhannya (kebutuhan psikologis untuk bermain buat yg kebanyakan dipaksa belajar madem2, kebutuhan pengetahuan untuk yang tidak bisa sekolah karena harga pendidikan yang makin menjulang), bisa menikmati hiburan yang lebih baik dari sinetron dan acara gosip, serta bisa tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, serta mempunyai kenangan masa kecil yang indah. Selamat hari anak nasional πŸ™‚

Iklan

19 thoughts on “Selamat Hari Anak Nasional

  1. waw.

    ulasan Bung Tama mengenai anak kali ini sungguh luar bi[n]asa.
    salut, Bung Tama!

    semoga anak Indonesia bisa tumbuh menjadi anak cerdas, sehat, dan bahagia.

    selamat hari anak nasional. salam olahraga!

    Suka

  2. Kemarin kawan saya baru kehilangan salah satu saudaranya yang berusia 15 tahun. Anak ini seharusnya sudah menggapai gelar sarjanannya dalam beberapa bulan lagi, sayangnya ia terkena leukimia ganas hingga meninggal dalam hitungan bulan.

    Selama ini orang tuanya selalu membanggakan dan mendorong anaknya yang jenius itu untuk terus belajar dan lompat-lompat kelas. Baru kemudian setelah meninggal blog anak ini ditemukan oleh keluarganya.

    Dan di blog itu si anak bercerita betapa tertekannya hidupnya. BEtapa mudahnya sekelilingnya mendapat teman, sementara ia harus berusaha keras untuk sekedar mencari teman karena di kelas “jeniusnya” hanya terdapat empat orang. Dan hal-hal sejenis yang membuat keluarganya menyesal.

    Kadang memang kita sebagai orang tua abai terhadap kebutuhan anak yang sebenarnya. 😦

    Suka

  3. Seperti yang ada di Kompas.com, sangat riskan sekali untuk anak2 generasi milenium ini untuk tumbuh. Banyak godaan2 dan gangguan yang bisa membuat anak2 kecil jadi “melenceng”. Di tipi, kompi, i-net, semua bisa mendatangkan bencana kalo orang tua gak mengawasi. Jadi, harusnya jangan cuman dirayakan doang…. Jangan hanya mencanangkan “tanggal ini sebagai hari anak nasional”. Semakin ke depan, tugas orang tua semakin berat. Sangaaaaaaaaat berat ketimbang orang tua jaman dulu… 😦

    Saya juga kasihan dengan anak2 kecil jaman sekarang… Mereka kekurangan lagu2 anak kecil seperti kata Bung Tama… 😦 Jaman saya dulu kecil (tepatnya, jaman kita :mrgreen: ) tiap hari gak bisa lepas tanpa lagu anak2 macem Ria Enez dan Susan, Eno Lerian, Chiquita Meidy, Bondan Prakoso, Trio Kwek2, Giovanni dkk, dan artis cilik lainnya.
    Meskipun saya lupa seperti apa acara anak2 jaman saya dulu, tapi saya inget banget saya gak pernah dibiarkan nonton tipi sendirian. Selalu didampingi orang tua ato ama pembantu. Selalu dijaga supaya gak melihat hal yang gak pantas. Sungguh saya amat beruntung… πŸ˜₯
    Itu dulu lho, waktu teknologi masih belum semaju sekarang. Gimana dengan jaman sekarang, yang masih SD aja anak2 udah dikasih hape dan udah mengenal internet? Wah wah, semakin berat aja tugas orang tua… 😐 Tapi gapapa, saya yakin pahala yang didapat oleh orang tua (jaman sekarang) sangat besar jika berhasil membesarkan anak2 dengan baik. πŸ™‚ Ingat, anak2 itu titipan dari Tuhan, dan kita dipercaya untuk membesarkan mereka dengan sepenuh hati. πŸ˜€

    Suka

  4. nyiapin mobil2an dari kulit jeruk bali, congklak, gasing dll buat calon anak *beeuuh kawin aje belom*
    maaf ya nak, kaga ade tuh yang namanya pe-es pe-es-an buat dijadiin maenan, okeh!!

    Suka

  5. @yoan : ah om ini emang paling demen klo topiknya anak2 di bawah umur gini

    @!detikcom : ya sayangnya masih banyak ortu yg seperti itu

    @asop : segala sesuatu emang perlu pengawasan, hal yg baik klo kebanyakan dan nggak terkontrol juga nggak bagus πŸ˜€

    @neng fey : keburu busuk neng mobil kulit jeruknya klo disiapin dari skrg ;))

    Suka

  6. setiap masa punya tantangan masing-masing. Begitupun “anak-anak jaman sekarang”. Nah, orangtuanya juga, mampu tidak bersikap fleksibel terhadap tuntutan peradaban sekarang?

    Suka

  7. ulasan yg keren

    jaman boleh beda,
    tapi seorang anak pada dasarnya ya tetap saja anak-anak
    mudah terkontaminasi macam-macam

    smoga kualitas anak2 negeri ini makin keren ke depannya ya πŸ™‚

    Suka

  8. Mungkin ini salah satu sebabnya bocah2 sekarang ukurannya makin mini, kurang lari2

    ah masa sih? bocah2 jaman sekarang bongsor2 kok = =’
    *nasibbadanmini*

    @ takodok:

    setiap masa punya tantangan masing-masing. Begitupun β€œanak-anak jaman sekarang”. Nah, orangtuanya juga, mampu tidak bersikap fleksibel terhadap tuntutan peradaban sekarang?

    setuju, tapi IMO tantangan jaman sekarang lebih berat, meleng sedikit si anak nyasar pergaulannya.
    dan pinter2nya si ortu buat menanamkan sikap ke si anak biar ga gampang terpengaruh buruk πŸ™‚

    Suka

  9. Ping-balik: Bajuku dulu tak beginiiiiy « I'm human…

  10. Jaman kecil dulu saya maennya berburu tupai pake senapan angin.

    Nyari duren liar di hutan trus lari-lari dikejar babi.

    Belajar berenang di sungai berapa kali nyaris tenggelam.

    Dipikir-pikir beruntung juga ya bisa gede sehat wal-afiat kaya gini. Anak sekarang cemen-cemen mainannya πŸ˜›

    Suka

  11. @takodok : fleksibel tapi harus tetep terkontrol. klo jaman skrg nyuruh anak main kejar2an sama temennya di luar sih klo nggak diculik ya ditabrak mobil bisa2 ujung2nya :p

    @fitri : lingkungannya juga makin berubah sih sekarang (khususnya di kota2 besar)

    @warm :bener om, apalagi jaman sekarang kontaminatornya makin banyak dan beragam >:)

    @arm : yg bongsor2 kebanyakan zat kimia yg bikin ayam gede2 itu kali ya :p

    @fajar : jaman sekarang di kota gede susah nyari duren di hutan (hutannya aja ga ada apalagi durennya) jadi mainannya diganti nyari drugs di pengedar2 liar trus lari2 dikejar polisi sama beberapa anak muda jaman sekarang 😐

    Suka

  12. Iya, anak-anak sekarang tantangannya beda, entah kita someday kalo punya anak bisa mengerti tantangan mereka kalo dibandingin sama jaman kita kecil ya?

    Tantangan kaya alay, shitnetron, pendidikan yang makin bejibun, penyalahgunaan teknologi.. gimana bisa melindungi anak-anak sekarang ya?

    Eniwei,
    Kalo dulu sih berenang di sungai sampe semi tenggelam, ato grasak-grusuk di hutan itu mainan jaman dulu, *bersyukur bisa ngalamin sawah, hutan dan sungai yang layak direnangin*

    Suka

  13. lagu yang dinyanyikan adek saya yang masih SD dengan teman-temannya, malah lagu cinta-cintaannya Kangen Band ==a

    anak kecil cewek biasanya suka ada yang suka membual kan, nah salah satu temannya adek itu pernah saya denger lagi bercerita kalau si anu itu pacaran dengan si anu, beruntung adek saya rupanya masih tergolong “anak kecil yang sedikit waras” dia ga percaya dan minta jangan ngomongin itu, eh si anak tadi malah nambahin ceritanya, “beneran kok, mereka sampe ciuman segala!”

    begitukah percakapan anak kecil jaman sekarang? ==a

    Suka

  14. @Er : klo hutan, gunung, dan laut sih masih ada di kampung gw. Ga cocok buat belajar renang tapi, dulu udah pake ban tapi tetep keseret arus, untung ada yg nolongin :p

    @be4r : udah lewat jauh, tapi ga perlu nunggu hari anak kan untuk memperhatikan nasib anak πŸ˜€

    @Faye : anak kecil gampang menyerap apapun yg ada di sekitarnya sih, termasuk hal2 kaya gitu (efek shitnetron ama infotement tuh pasti)

    Suka

  15. saya menemukan ini setelah tepat 2 tahun ini di posting, wah, semakin kesini kehidupan anak2 semakin menyedihkan (*menurut saya sih) gimana tidak, secara semakin maju jaman teknologi anak pun terkena imbasnya, ini menyebabkan miskinnya komunikasi dgn sesama, sekarang klo main ke mall, saya sering melihat anak yang dijejali oleh orangtuanya dg ipad, ya even itu orang tuanya mampu, tapi kasian anaknya jadi nggk bersosialisasi dg sesama krn sibuk dengan diri sendiri 😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s