Logika


Logika, di dunia kerja saya adalah sesuatu yang sangat penting, jauh lebih penting dari stamina (pembelaan diri dari orang yang naik tangga ke lantai 3 aja udah merasa cape banget). Karena itu, hampir dalam setiap interview yang saya lakukan, tes logika mendapatkan porsi yang paling besar. Menurut bahasa saya sendiri, logika adalah kemampuan seseorang untuk berpikir secara rasional. Bukan berarti orang yg logikanya kurang itu nggak bisa mikir lho ya, cuma mungkin kurang pertimbangan rasional aja (yang biasanya setelah dijelaskan sesuatu bakal bilang “oh iya ya”). Sayangnya cukup sulit bagi saya untuk mendapatkan orang dengan logika yang memuaskan (ya secara logika memang “you got what you pay for” atau bahasa wartegnya”murah kok minta enak”).

Salah satu masalah gara2 kurangnya logika terjadi baru2 ini, Salah seorang client meminta untuk menampilkan alert jika selisih harga barang di Shopping cart dan nilai voucher +/- 5% yang segera dikerjakan oleh salah satu anak buah saya yang cekatan tanpa banyak tanya. Paham apa masalahnya disini?

Yang dia kerjakan sih memang bener sesuai request, jika bedanya lebih dari 5 muncul alert, jika kurang dari 5 muncul alert. Masalahnya menurut logika saya request ini agak aneh, jika seseorang punya voucher 10rb dan digunakan untuk beli barang senilai 10rb maka akan muncul alert karena selisihnya adalah 0 (dimana 0 itu kurang dari 5!!!). Langsung confirm ke client soal request ini dan ternyata doi juga jadi bingung sendiri sama apa yang dia mau (yaoloh, she’s a moron).

Berikut ini adalah contoh soal tes logika yang paling umum :
“Seorang petani hidup di tengah hutan, berkebun dan beternak. Suatu hari dia mau ke kota di seberang pulau untuk menjual sebagian hasil panen dan ternaknya. Singkat kata, sang petani sudah berada di tepi sungai bersama sekeranjang sayuran, seekor kambing, dan seekor serigala. Perahunya cuma cukup membawa si petani dan satu muatan lagi. Gimana cara petani bisa tiba di seberang pulau dengan menggunakan perahu ini?”

logic
note : jika kambing ditinggal sendirian bersama sayuran ntar sayurannya dimakan, jika ditinggal sendirian sama serigala ntar kambingnya yang dimakan.

Langkah pertama udah cukup jelas ya kalo ngeliat gambar di atas, petani nyebrang dulu sama si kambing meninggalkan serigala sama sayuran karena serigalanya ga doyan sayur (bukan vegetarian ternyata). Langkah2 berikutnya gimana? semoga pada bisa jawab semua

Langkah kedua tentu saja si petani balik sendiri dan kemudian kali ini membawa sayuran bersamanya.
Langkah ketiga, udahan gitu doang. Si petani tinggal ke kota menjual sayuran dan kambingnya.

Serigalnya gimana? ya tinggal aja di hutan. Ngapain juga petani bawa2 serigala ke kota?
Gimana, cocok nggak jawabannya? 😐

14 thoughts on “Logika

  1. PERTAMAAAAAA!!!
    Ehh.. Kenapa logikanya harus pake kambing? Ga banget deh.. 😡

    Uhh.. Aku aja jarang mikirin logika. Gimana yah? Ribet ah… Hahaha ya tapi kalo di pekerjaan memang dibutuhkan sekali.

    • yang tante2 cuma 1 kok sisanya om2, semua yg butuh service dan mau bayar pasti ekeu layanin kok cyin sebagai cowo panggilan sok profesional yang baik (eh kayanya ada yg salah, ini cowo panggilan apa banci salon sih)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s