Menghitung PPh Sendiri


Seperti biasa, bulan Maret adalah bulannya ngisi SPT, masa2 dimana perasaan nyesek, shock, ga rela campur jadi satu. Ngeliat nominal pajak bulanan yang jumlahnya bisa buat bayar kos sebulan aja udah nyesek apalagi liat nominal SPT tahunan, mungkin itu salah satu sebabnya PPh dipotong tiap bulan dari gaji ya, klo dipotong kumulatif di akhir taun pasti nangis guling2 apalagi ngeliat masih banyak janda2 muda yang butuh bantuan jalan2 rusak tak terurus dan fasilitas umum dengan kondisi memprihatinkan yang bikin bertanya2 kemana larinya semua pajak itu. Eniwe, taun ini gw mulai belajar cara ngitung pajak sendiri secara form A1 dari kantor lama yang ga nyampe2 dan pas ditanya cuma bilang udah dikirim (susah bener dimintain softcopy, tinggal attach file trus klik send juga). Oke mari kita mulai saja

Sebelum kita mulai menghitung PPh, kita perlu mengetahui 2 komponen penting dalam proses perhitungan ini

– Penerimaanyang termasuk dalam penerimaan ini adalah gaji kotor, tunjangan2, uang lembur, honorarium, THR, bonus, hingga premi asuransi yang dibayarkan oleh perusahaan termasuk dalam kategori penerimaan.  Semua nilai penerimaan dalam setahun ini dijumlahkan dan dianggap sebagai Penghasilan Bruto.

– Pengurangan
ada penerimaan tentu saja ada pengurangan. Yang termasuk dalam pengurangan ini adalah biaya jabatan, Iuran JHT (Jaminan Hari Tua), dan Iuran Pensiun. Yeah, yang masuk dalam kategori pengurangan ini emang dikit banget jika dibandingkan dengan apa yang ada di Penerimaan (JHT ama pensiun juga nggak semua ada padahal).

Buat yang bertanya2 biaya jabatan itu apa, Benda ini adalah pengurangan yang diberikan untuk Pegawai Tetap yang nilainya adalah 5% dari total pendapatan yang diterima tiap bulan (gaji, tunjangan, RDA, uang rokok, asuransi, dll). Jadi THR, bonus, dan hal2 yang dapetnya setaun sekali (nggak tiap bulan intinya) tidak termasuk dalam pengurangan biaya jabatan. Dan pengurangan biaya jabatan ini nilainya maximal 6juta setaun

Nah dari nilai total Penerimaan-Pengurangan ini akan didapatkan Penghasilan Netto setahun. Inilah yang akan kita gunakan untuk menghitung PPh21 kita

Wah banyak juga ternyata Penghasilan Netto setaunnya, semuanya itu dipajekin? Nggak juga, disini kita mengenal apa yang disebut PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) yang jumlahnya sebesar Rp 15.840.000,- setahun. Kalo udah menikah PTKPnya nambah Rp 1.320.000,- (noh, buruan nikah gih biar dapet potongan pajak *ga punya kaca*). trus kalo udah punya anak masih ditambah lagi Rp 1.320.000,- per anak (maksimal 3 tapi, jadi jangan banyak2 punya anaknya). Dari Penghasilan Netto – PTKP ini didapatkan PKP (Penghasilan Kena Pajak) setahun.

Nah, dari nilai PKP ini bisa didapatkan berapa besar PPh yang harus kita bayar yaitu:
– Untuk PKP < 50 juta, PPhnya 5% dari PKP
– PKP 50-250 juta, besarnya 15% (3 kali lipat coy, yg PKPnya pas 50 juta minta bosnya nurunin jadi 49.9 juta aja sono)
– PKP 250 -500 juta, besarnya 25% (nyaris 2 kali lipat, nggak segila yang sebelumnya)
– di atas 500 juta, besarnya 30% (ini malah naiknya dikit bgt padahal pejabat banyak yg disini pasti, kupret).

Biar lebih mudah dipahami, kita pake studi kasus aja ya. Budi (iya ini si Budi yang Ayah Ibunya idol di buku pelajaran SD itu) adalah pegawai tetap BetaMart dengan gaji sesuai UMR yaitu 2 juta sebulan, dpet THR 1x gaji pas lebaran nanti dan karena penjualan yang meroket tahun itu Budi dapet bonus 1 juta. Selain itu Budi juga mendapatkan Tunjangan Pulsa sebesar Rp 30rb/bulan yang digunakannya untuk video call dengan istrinya di desa yang sedang hamil 2 bulan. Budi tiap bulan bayar iuran JHT sebesar 50rb. Maka besar PPh budi adalah :

Penerimaan bulanan dalam setahun: 12 * (2juta + 30rb) = Rp 24.360.000,-
Bonus2 dalam setahun : 2 juta + 1 juta = 3 juta
Penghasilan Bruto setahun : Rp 27.360.000,-

Pengurangan Biaya Jabatan : 5% * Rp 24.360.000,- = Rp 1.218.000,-
Iuran JTH = 12 * 50rb = 600rb
Penghasilan Netto setahun : 27360000-1218000-600000= Rp 25.542.000,-

PTKP K/1 = Rp 15.840.000,- + Rp 1.320.000,- = Rp. 17.160.000,-
PKP = Rp 25.542.000 – Rp. 17.160.000 =RP 8.382.000,-
PPh yang harus dibayar Budi Tahun ini adalah 5% *  RP 8.382.000,- = RP 419.100,-

keterangan tambahan :
– Untuk pegawai harian yang upahnya > 150rb/hari tapi sebulannya nggak nyampe Rp. 1.320.000,- . Jumlah PPhnya 5% dari penghasilan bruto – Rp 150rb- Yang ga punya NPWP kena tambahan 20% (moga par pejabat udah punya NPWP semua sekarang ya, ga punya gpp sih asal mau bayar lebih aja :D)
– Yang statusnya bukan pegawai (freelance gitu misalnya), jumlah PKPnya 50% dari Penghasilan Bruto – PTKP (iyalah bruto, freelance ga ada biaya jabatan ama iuran pensiun).

Nah semoga yang selama ini masih bingung itu magic number potongan pajak di slip gaji munculnya dari mana bisa ngitung sendiri sekarang dan cek udah bener apa nggak itu potongannya, klo lebih bisa protes, klo kurang diem2 aja ya *wink*
Yang masih merencanakan pekerjaan dan punya standar penghasilan bersih, bisa reverse engineering buat dapetin gaji kotor buat dinego ama perusahaan ntar berapa 😀

Kalo ada pertanyaan boleh ditulis di komen, tapi ga janji bisa jawab. Moga ada pakar perpajakan yang baca pertanyaannya dan mau ngejawab ntar hehehe

Iklan

21 thoughts on “Menghitung PPh Sendiri

    • PTKP mah ga perlu diitung, wis mesti 15.840.000 ;))
      saiki sih ga bingung gitung, wis fix income mau cuti apa nggak, ada proyek ato nganggur juga gaji penuh. Kalo income tiap bulan beda2 karena efek RDA mah tetep kudu input data tiap bulan buat tau nett-incomenya berapa.

      espt mah cuma menerjemahkan form A1 jadi 1770-S, wis duwe aplikasi dewe ak lek gae ngono ae, ga perlu install aneh2 😀

      Suka

    • eh maksudnya gimana? klo kantoran sih biasanya dah dibayarin kantor kok jadi terima gajinya bersih dah potong pajak. tinggal tiap taun kirim SPT aja (itu juga dikirimin, tinggal tanda tangan form doang hehe)

      Suka

    • ngggg maksudnya? terima berapa harusnya ngerti sendiri kan wong situ yang terima gaji(income) tiap bulan
      kecuali kerjanya sukarela, dibayar terima kasih, ga dibayar yowis 😀

      Suka

    • sekolah mana ada pph, kecuali sekarang sekolah menggaji murid2nya buat datang ke sekolah. pph cuma buat yang punya npwp, jadi kalah ada perusahaan yang motong gaji karyawannya buat pph padahal ga punya npwp brarti ……

      Suka

    • karena tahun ini PTKP naik jadi 36jt, maka gaji 3.1jt/bulan nett (asumsi ga ada tunjangan, bonus, THR, dan premi2 lain) sih PPhnya cuma sekitar 60rb saja. kalikan 120% jika tidak punya NPWP (tapi masih ga nyampe 100rb juga sih itu)

      Suka

  1. Ping-balik: SPT2017 – Intersection of Yesterday and Tomorrow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s