How To PM


postingan kali ini adalah kumpulan ‘kultwit’ yang dibuat waktu nganggur kemarin. Kurang lebih isinya hal2 yang perlu diketahui oleh seorang PM, sejauh ini udah kepikiran 5 hal tapi 2 lagi masih belum nemu kata2 yang cocok jadi 3 dulu aja dan sisanya kapan2 kalo udah sampe 10 sekalian (jangan terlalu dinanti soalnya biasanya yang kaya gini bisa sebulan, setaun, ato terlupakan :p)

1. Bikin Deadline yang realistis

seorang PM berpengalaman yang punya jam terbang tinggi, apalagi yang memulai karirnya dari bawah dan paham mengenai pekerjaan anak buahnya biasanya memiliki kemampuan estimasi yang luar biasa. Mempertimbangkan hingga detil pekerjaan terkecil, kemampuan anak buah, hingga risk management sehingga menghasilkan sebuah deadline yang menyenangkan semua pihak (baik client maupun pekerja). Tapi nobody’s perfect, seorang PM tidaklah harus tahu segalanya, dan dalam hal ini biasanya sang PM akan meminta pendapat anak buahnya yang berpengalaman untuk mengestimasi waktu yang dibutuhkan dalam mengerjakan suatu project. Dan tentu saja ada PM brengsek yang asal bacot menentukan deadline sesingkat mungkin yang sekiranya bikin client senang dan deal tanda tangan kontrak detik itu juga, baru setelah itu menyampaikan “kejutan menggembirakan” ini ke anak buahnya sambil menyiapkan doping, pispot portabel, infus, dan hal2 lain yang sekiranya dibutuhkan nantinya (tak lupa lubang kubur di halaman belakang sekiranya ada pekerja yang terkapar kehabisan tenaga karena tidak tidur seminggu nantinya).

Client : Gan, bangun rumah tipe X butuh waktu berapa lama ya?
PM : (udah sering ngerjain), ya kira2 5-6 bulan gan

Sementara PM yang belum pengalaman konsultasi ke mandornya

PM : Tong, ada kerjaan bikin rumah tipe X nih, berapa lama kira2 bisa jadi?
Mandor : biasanya sih sekitar 6 bulanan bos
PM : ah masa ga bisa kurang?
Mandor : ya kalo ga ujan trus si Asep batal mudik,mungkin bisa 5 bulan
PM : sip, gw bilang ke orangnye 5 bulan ye

Dan PM Jahanam biasanya

Client : Gan, bangun rumah tipe X butuh waktu berapa lama ya?
PM : kontraktor sebelah berani berapa lama gan?
Client : katanya 4 bulan sanggup tuh
PM : wah, kita sih 2 bulan kelar gitu doang
Client : wow seriusan nih gan? deal deh

dan sambil sumringah, si PM nyamperin para kulinya yang ngos2an abis romusha bikin waduk

PM : good news cah, kita dapet proyekan bangun rumah tipe X
anak buah : *pandangan kosong*
PM : saya udah janji ke orangnya bulan depan jadi nih, diusahaken ya cah. ya semolor2nya 1.5 bulan lah
anak buah : *siap2 summon jin*

2. Keep your word

hal yang mudah diucapkan, tapi biasanya sulit untuk dilakukan. Sebuah deadline yang ditentukan oleh manager dan disetujui oleh anak buah adalah sesuatu yang sakral. Anak buah yang baik dan bertanggung jawab jika merasa tidak bisa memenuhi deadline yang dia sepakati biasanya akan rela lembur2 jika memang memungkinkan (jika sekiranya nggak kekejar dengan lembur tentunya akan ngasih tau PMnya jauh2 hari, walaupun PM yang bener biasanya selalu ngecek progress jadi bakal tau kalo ada kemungkinan yang kaya gini). Tapi ada kalanya estimasi ini meleset dalam artian positif, yang artinya selesai lebih cepat dari yang diperkirakan entah apapun sebabnya (dibantu kurkaci, tiba2 keajaiban terjadi, kekuatan super muncul di diri para pekerja). Jika ini terjadi, hargailah keputusan yang telah dibuat dan gunakan waktu ini untuk bersantai sejenak, they deserve it :). Waktu sisa ini bisa digunakan untuk makan2 selametan atau sekedar “mengagumi” hasil pekerjaan yang spektakuler dan memastikan semuanya sempurna. Anak buahpun akan termotivasi untuk selalu kerja 100% agar bisa kelar cepet lagi (dan bisa santai2 lagi tentunya). Kerja keras dahulu, santai2 kemudian itu lebih menyenangkan dari Santai2 dahulu, panik dan kerja ngebut kemudian kan? :D. Tapi kebanyakan PM money oriented sih bakal ngomong “wah udah selesai ya? nganggur dong brarti sekarang? kerjain ini gih kalo gitu, jangan males2an”. Dan nggak cuma “omongan2” kaya gitu yang sakral dan harus dihargai, pada intinya semua “janji2 manis” itu sebaiknya ditepati dan nggak hanya sekedar kata2 indah if you know what I mean *wink*

3. Matematika Dasar itu bukan segalanya

Beberapa orang bilang sih sekolah tinggi2 itu nggak penting, yang penting bisa baca tulis sama ngitung aja dah bisa jadi orang sukses. Saya nggak tahu apakah ada orang2 dengan prinsip ini yang jadi PM, namun yang pasti PM yang menganggap Estimation is a simple math ini benar2 ada lho, kasarannya jika 10 orang pekerja bisa menyelesaikan proyek ini dalam waktu 1 bulan, cukup tambah 10 orang lagi agar proyek ini bisa selesai dalam 1/2 bulan :D. Dalam benak mereka, semua masalah project overrun bisa diselesaikan dengan tambah orang, gampang banget ya :D. Mungkin ada baiknya jika waktu SD kita mendapatkan soal matematika seperti

Jika 3 orang anak membutuhkan waktu 4 jam untuk menanam 12 pohon, berapa waktu yang dibutuhkan 6 orang anak untuk menanam 12 pohon?

maka di bangku kuliah soal matematikanya diganti menjadi

Jika sepasang suami istri membutuhkan waktu 9 bulan untuk mendapatkan seorang anak, berapakah waktu yang dibutuhkan oleh seorang pria dengan 3 istri untuk mendapatkan seorang anak?

Jadi bos kalian masuk kategori yang mana? πŸ˜€

4 thoughts on “How To PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s