Perihal Libur, Buruh, dan Gaji


Kemarin adalah public holiday, tepatnya hari buruh. Jujur saja, saya baru tau tentang keberadaan hari libur ini karena saya yakin dulu hari buruh ini bukan merupakan salah satu hari libur nasional. sejak tahun berapa sih ada libur ini? semoga dikemudian hari disusul hari pengusaha, hari pedagang, hari guru, dan tidak menutup kemungkinan hari outsource nasional :p. Entah apa alasannya hari buruh ini dijadikan hari libur nasional, mungkin biar nggak didemo kali ya? kan biasanya hari buruh ini diperingati dengan long march dan demo masal yang tentunya buat sebagian besar buruh lebih asik dibandingkan harus masuk kerja (di tengah long march bisa belok pulang gyahaha, ato sekalian ikut demo dan dapet nasi bungkus gratis). Tapi dengan dijadikan hari libur ya mendingΒ  santai di rumah daripada demo panas2 hehehe. Atau mungkin libur ini adalah salah satu tuntutan buruh di demo kemarin2 ya? Apapun alasannya, saya sih cukup senang dengan adanya hari libur tambahan ini πŸ˜€

Mari kita beralih ke topik yang lebih serius, apa sih yang didemokan para buruh ini? menuntut gaji yang lebih tinggi? Saya yakin banyak orang dari berbagai profesi (termasuk saya) yang menginginkan kenaikan gaji, siapa sih yang nggak suka dapet duit lebih? tapi saya tidak melihat profesi lain seperti guru, PRT, atau sopir angkot demo sesering buruh. Terlepas dari alasan demonya, menurut saya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan penghasilan lebih tinggi dengan cara selain demonstrasi

1. Peningkatan Produktifitas

Sebagian besar bos itu result oriented dan jika produktivitas meningkat maka profit perusahaan naik, bos senang, dan para karyawan berprestasi bisa naik gajinya :D. Peningkatan produktivitas yang saya maksud disini bukan berarti kerja lembur sukarela lho ya karena saya sendiri anti yang namanya lembur sukarela. Di bidang kerja saya sebagai support sih, hal2 repetitif yang makan waktu biasanya saya buatkan toolsnya untuk mengurangi manual proses (saya prefer work smart, bukan work hard :p). Memang butuh effort lebih di awal untuk bikin tools tapi bermanfaat untuk jangka panjang. Entah apakah hal serupa bisa diterapkan untuk pekerjaan buruh atau tidak.

2. Tonjolkan nilai plus

buat yang proses kerjanya sudah mentok dan tidak bisa diimprove lagi, cara lain yang bisa dilakukan adalah tunjukin apa nilai lebih kamu dibanding rekan kerja yang lain sehingga kamu layak dapat kenaikan upah, salah satunya dengan work hard. Buat yang punya nilai lebih tampang cakep, bodi bagus, dan punya daya tarik lebih bisa coba deketin anak bos kali aja ntar diangkat jadi mantu :hammer:. Sementara yang punya kelebihan otak encer, modal gede, bakat dagang, dan hoki mentok…. ngapain jadi buruh? bikin usaha sendiri sono!!!

3. Ikut training/benefit lain yang ditawarkan perusahaan

udah kerja lebih rajin dan produktivitas juga lebih dari rekan kerja lain tapi gaji tetep aja ga naik karena standar gaji perusahaan yang sama rata untuk semua buruh? Beberapa perusahaan seperti ini kadang menawarkan pelatihan atau training untuk karyawannya dan tidak menutup kemungkinan naik jabatan (dari buruh ke mandor atau posisi lain misalnya). Curcol yang saya dapat dari salah satu HRD sih para pekerja biasanya ogah ikut training karena makan waktu dan selesai training juga tidak langsung naik jabatan (ya iyalah, sekolah aja nggak langsung naik kelas, ada ujiannya dulu). Percayalah dengan mental seperti itu, karir anda tidak akan kemana2 dan perusahaan lebih memilih untuk mereplace anda dengan karyawan baru dengan skill sama yang tentunya lebih nurut :p

4. Cari sampingan

Proses ribet dan tidak terbuka ruang improvement, kerja rajin atau nggak sama aja dimata bos, dan perusahaan tidak memberikan training atau benefit lain? Berarti ini saatnya nyari tambahan penghasilan lain, kurangi level kerajinan anda dan hematlah energi serta pikiran anda dengan performa kerja yang biasa2 saja dan mulailah manfaatkan waktu luang dengan melihat peluang yang ada. Contohnya salah satu OB di tempat saya bekerja nyambi jualan sarapan di Pantry, ada juga yang nawarin catering untuk acara2 kantor. kreatif sekali kan? πŸ˜€

5. Ngomong

kadang solusi yang ada itu sangat simpel seperti ngomong langsung ke Bos, tentunya anak yang ngomong minta dibeliin mainan lebih elegan dari yang tiba2 nangis teriak2 lalu gulung2 di lantai minta dibeliin mainan kan? (walaupun hasil akhirnya bisa jadi sama : sama2 nggak dibeliin gitu). bisa jadi si bos begitu sibuk sampai tidak melihat potensi yang ada pada diri Anda, tidak tahu prestasi dan apa yang sudah anda berikan, atau lebih parahnya lagi nggak tahu siapa sosok yang ada dihadapannya sekarang :p. Dengan ngobrol dan mengutarakan secara langsung perasaaan terpendam yang ada, bisa membuka peluang yang ada pada poin2 di atas. misal si Bos jadi sadar kalau selama ini dia punya karyawan yang rajin, work smart, ingin mengembangkan diri dengan ikut training, serta kreatif dan berjiwa pengusaha. Bisa jadi pangkat dinaikin, dikuliahin ke luar negeri, atau bahkan diangkat mantu eaaaaa

6. Melihat Realita

Semua cara di atas nggak ada yang berhasil. Saatnya kita membuka mata dan melihat realita yang ada. Apakah penghasilan yang kita dapat selama ini benar2 kurang? Kemana larinya semua gaji kita selama ini? Kepotong banyak buat uang rokok? mungkin ini pertanda harus mulai hidup sehat dan mengurangi konsumsi rokok. Abis buat bayar kreditan harley? mungkin perlu ganti tunggangan dari Harley ke Mio. Ludes ganti2 gadget terbaru termasuk isi pulsa buat iPhone, BB, Android, dan tablet2 yang ada? ngapain juga buruh punya itu semua!!! Mungkin saja aslinya penghasilan kita itu sebenarnya sudah lebih dari cukup, tapi kita aja yang terlalu konsumtif dan sok kaya gitu :p

Ah nggak kok, gaji aku emang nggak cukup berdasarkan standar gaji dan UMR yang ada saat ini!!! di tempat lain, skillset yang aku punya di pekerjaan yang sama itu dihargai lebih!!! maka solusinya ya pindah aja ke tempat lain, ngapain stay di tempat yang nggak menghargai skill yang anda punya kalau memang ada tempat lain yang lebih menghargai? Sebagian besar orang biasanya lebih suka protes dan menuntut tapi tidak berani melangkah dan mengambil resiko atau sebenarnya jauh di lubuk hati sebenarnya tidak yakin apakah dia memang layak dapat lebih. Berjuanglah untuk mencapai apa yang kamu mau, jangan nunggu dikasih πŸ˜€

Berkacalah dari sejarah bangsa yang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan, bukan pasrah menunggu dan berharap penjajahnya bosen di Indonesia trus pulang sendiri ke negaranya karena homesik :p. Atau mungkin mewek trus curcol ke negara2 lain berharap penjajahnya jadi nggak enak sendiri trus akhirnya dikasih merdeka daripada ntar dicap jelek sama negara lain.

7 thoughts on “Perihal Libur, Buruh, dan Gaji

  1. yah mungkin pemerintah udah menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari Buruh, atau itu mengikuti aturan yang berlaku di negara lain bahwa tanggal 1 mei sebagai hari buruh Internasional, Para buruh ini butuh menyalurkan aspirasi , mungkin 1 mei adalah momen yang tepat karena kebanyakan mereka mengeluh soal UMR yg di bawah standar, atau penolakan terhadap outsourcing, mungkin dengan MAYDAY ini didengar pemerintah atau pemilik corporasi tempat mereka bekerja untuk mengubah beberapa kebijakan yang dianggap merugikan mereka, kita tahulah bahwa Perusahaan/PT dan karyawan/buruh, idealnya harus sama-sama menguntungkan kedua belah pihak, salam kenal, ditunggu kunjungannya di blog saya

    • pemerintah didemo paling tinggal naikin UMR, kan yg bayar gaji buruh juga bukan pemerintah hehe

      yg punya perusahaan klo ngerasa UMRnya jadi ketinggian, palingan gulung tikar ato pindah ke daerah lain yg UMRnya lebih rendah :p

      memang harusnya serikat buruh mulai diskusi sama perwakilan perusahaan tentang gaji, jangan tiap tahun demo πŸ˜€

  2. demo udah gak jaman..dan gak ngaruh lah malah ngerusuh sama ngerugiin orang karena kena macet gara-gara macet…gaji berapapun bisa cukup kalau gaya hidupnya bisa menyesuaikan…yang ane kurang suka adalah yang demo itu nuntut gaji naik karena tidak mencukupi dengan biaya hidup mereka..yes biaya hidup mereka yang pake motor ninja 150rr, ninja 250rr, tiger, cb150R, CBR 150, CBR 250, satria FU 150…itu motor boros gila dan perawatan mahal…cicilannya luar biasa…ane cukup pake motor bebek 110cc aja karena ane lihat sisi irit, emang ada faktor sisi akselerasinya. Intinya gaya hidup!!jujur gaji ane sudah alhamdulillah di atas UMR, bahkan mendekati 3x umr…so semua kembali ke gaya hidup. Itu baru alat transportasi belum yang lain yang menjadi tuntutan hidup layak para buruh…ane setuju sama sebagian besar yang ts katakan..moga tiap tanggal 1 Mei jalanan gak macet mulu karena demo

    • begitulah, kalo gaya hidupnya berlebih sih gaji berapapun nggak akan pernah cukup πŸ™‚

      untung ane nggak tinggal di Jkt jadi nggak ngerasain macetnya πŸ˜€

  3. percuma sob kalau kita demon di tengah keramaian jalan,hanya merugikan diri sendiri dan khalayak banyak,,
    thanks untuk articlenya sob..
    maju terus,sukses selalu dan salam kenal yach..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s