Reportase Jakarta


Jakarta

Jakarta, kota tujuan pertama dalam seri jalan2 kali ini sebenarnya sudah cukup sering saya kunjungi ketika saya masih tinggal di Bali dan pilihan transportasinyapun cukup beragam jika dibandingkan dengan Bali sendiri. Menurut saya sendiri, macetnya Jakarta cukup dapat ditoleransi, tapi itu mungkin karena saya jalan2nya nggak di jam sibuk :p. Kondisi kotanya sendiri menurut saya tidak banyak berubah dengan kunjungan terakhir saya tahun lalu.

Untuk tempat hiburan, sepertinya tidak banyak tempat spesial di Jakarta selain Dufan atau TMII (yang menurut saya juga tidak terlalu menarik, cuma sempet nyobain teater keong mas aja) dan salah satu pilihan buat ngadem dari puanasnya Jakarta adalah mall. Jumlah mall yang ada di Jakarta sendiri menurut saya teramat sangat banyak sekali untuk sebuah propinsi yang bisa dibilang tidak terlalu besar itu (ya jumlah penduduknya juga terlalu padat sih) dan karena saya sendiri bukanlah seorang penggemar mall (cuma nyobain taman anggrek dan sempet bingung nyari pintu keluar :hammer:) maka saya menghabiskan waktu dengan wisata outdoor macam ngeliatin orang jogging di monas dengan resiko terkena kanker kulit😐

penjara anak, di mana ini hayooo

penjara anak, di mana ini hayooo

Berikut ini daftar transportasi yang saya coba di Jakarta

1. Bus Damri

IMG_20140521_064844

ada tempat penitipan balita, bisa buat koper juga padahal

Dibandingkan taksi, Damri adalah transportasi dari dan ke bandara dengan tarif yang cukup terjangkau. Dengan Rp 30rb saja, anda sudah bisa naik bus AC yang dilengkapi dengan WIFI (ya betul sekali, ada Wifinya dan saya baru tau kemarin. tapi terakhir kali saya ke Jakarta emang hapenya masih jadul sih jadi ga guna juga ada wifi :p). Walaupun busnya sudah tersedia dari pagi, namun loketnya sendiri baru resmi buka sekitar jam 8 pagi. tapi nggak masalah sih, bisa beli tiket di dalam bis kok🙂. Untuk rute dari bandara sendiri, walaupun tersedia banyak pilihan mulai dari Kemayoran, tanjung priok, Gambir, pasar minggu, dan masih banyak lagi, namun yang paling banyak adalah Blok M dan Mangga Dua (terbukti ketika saya nunggu 1 bus ke Gambir sudah ada 4 bus ke blok M >_<). Namun jika anda tiba di Bandara pagi2 buta, ada cukup banyak sopir taksi desperate yang bisa ngasih harga miring namun dengan sistem setaksi berdua/tiga. Saya pernah naik taksi dari Bandara ke Kuningan jam 5 pagi berdua dengan hanya membayar 25 rb saja. Dan ternyata jaraknya cukup (baca : sangat) jauh

2. Busway

Buat saya yang nggak terlalu ngerti jalan dan nggak jelas mau kemana, Busway adalah sarana transportasi favorit saya karena ada banyak koridor yang tersedia dan tarifnya tidak melihat jarak. Hanya dengan Rp 3500, anda bisa naik dari Halte random mana saja dan turun di Halte transit kemudian berpindah ke rute lain tanpa membeli tiket lagi sampai anda tiba di tempat yang sekiranya cukup menarik untuk disinggahi :p. Salah satu kekurangannya menurut saya adalah jadwal yang tidak menentu. Di salah satu halte, indikatornya mengatakan bus berikutnya akan tiba 5 menit lagi namun hingga 25 menit dan panjang antrian bertambah 3x lipat masih belum ada tanda2 bus mendekat sementara rute sebelah sudah lewat beberapa kali >_<. Ya mungkin keterlambatan ini disebabkan oleh motor2 nakal yang masuk ke jalur busway walaupun katanya sudah diberlakukan denda yang cukup besar. Menurut saya sih kalo tilang sama denda udah nggak mempan buat pengendara2 macam ini, tabrak aja pak pake Bus. Terbukti selama ini nggak ada pengendara nakal yang jalan menyusuri jalur kereta kan >:). Selain itu kadang kapasitasnya lebih parah dari sarden kalengan dan membuat para penumpang harus ekstra hati2 saat pintu busway terbuka karena satu dorongan kecil saja sudah bisa meluberkan isi busway tersebut. Dengan kepadatan macam itu, saya tidak yakin tangan para pencopet bisa leluasa beraksi di dalam sana, yang ada malah si copet mati kehabisan nafas duluan -__-

3. Kopaja

Menurut hemat saya, merupakan sarana transportasi termurah yang ada di kota Jakarta yang pernah saya gunakan. hal ini berbanding lurus dengan kondisi kendaraan dan kualitas sopirnya sih. Sang sopir literally bisa nurunin penumpangnya di tengah jalan!!!, ya benar2 tanpa minggir dan berhenti tiba2 di tengah jalan raya buat nurunin penumpang. Dan saat sang penumpang mau turun tiba2 wuuzzzz!!!, dengan kencangnya ada kopaja lain yang lewat tepat di samping pintu keluar. Untung saja si kenek cukup sigap untuk narik si ibu atau satu kaki akan melayang hari itu :hammer:

Di terminal sendiri saya lihat ada beberapa kopaja dengan bodi yang mulus, namun entah kenapa yang dioperasikan malah yang bodinya ringsek dan jika saya tonjok akan menambah koleksi penyokan pada bodi kopaja tersebut

4. Kereta Api

kereta khusus wanita

kereta khusus wanita

Jika bau keringat di penuh sesaknya halte harmoni dirasa kurang kuat. Anda bisa mencoba stasiun kereta yang pada jam2 sibuk tidak kalah ramai. Namun salah satu yang menarik dari kereta adalah adanya kereta khusus wanita. Entah apa kelebihannya selain ada banyak pilihan wanita(pilihan buat diliat maksudnya, bukan biro jodoh ini) di dalamnya, mungkin keretanya lebih wangi dan ada fasilitas2 tambahan seperti ruang rias atau lulur manikur pedikur juga kali ya. buat para wanita yang sudah pernah nyobain, tolong dishare dong dalemnya kaya gimana😀

Secara kegiatan sendiri, tidak ada tempat spesial yang bisa dishare dalam kunjungan kali ini. cuma ngabisin waktu muterin kota nyari hotel budget dan makan2 doang disini. Mungkin lain waktu di kunjungan berikutnya jika ada jakartaers yang tahu tempat menarik yang bisa dikunjungi disini bisa dishare🙂

8 thoughts on “Reportase Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s