Sedia karet sebelum ……


Sedia payung sebelum hujan adalah sebuah istilah yang umum, apalagi sekarang ini musim hujan. mungkin untuk daerah2 tertentu macam jakarta yang hujan bentar aja banjir perlu dibuat istilah “Sedia perahu karet sebelum banjir” juga. Sayangnya hujan akhir2 ini sepertinya udah nggak single lagi statusnya, tiap doi muncul selalu ditemani sama angin kencang yang membuat payung jadi kurang bermanfaat, bantuan terpaan angin tetep bikin basah walaupun sudah pake payung :(. Belum lagi kadang payung juga jadi korban kalo si angin lagi ganas2nya, rangka payungnya bisa sampe patah lho saking ganasnya >_<

Eh kok jadi ngomongin hujan, topik utama kali ini adalah karet. Masih belum jadi best practice untuk selalu menyediakan karet di dompet bagi kebanyakan orang, termasuk saya. Tapi sebuah kejadian tak terduga yang terjadi beberapa waktu yang lalu mengubah pandangan saya tentang karet yang untungnya cukup mudah ditemukan waktu itu jadi perasaan was2 tersebut tidak berlangsung lama dan saya bisa melangkah maju tanpa rasa khawatir.

Eh jadi ngelantur lagi,oke langsung ke

Jadi waktu itu saya sedang berpacker ria ke luar kota, tanpa rencana dan tanpa tujuan pasti seperti biasa.Karena dalam hidup ini kita harus selalu punya tujuan, maka tentu saja hal pertama yang saya lakukan pagi itu adalah menentukan mau ngapain hari ini. Secara masih asing dengan kota yang baru dan nggak tau lokasi gaul yang lagi happening apaan, saya cukup kebingungan juga dan cuma bisa melihat kanan kiri berharap ada sesuatu yang menarik terlihat dari kejauhan. Saat itu tiba2 ada sekumpulan cewe kece lewat dengan track suit dan saya memutuskan untuk mengikuti kemana mereka melangkah (bukan stalking lho ini, jogging bersama) šŸ˜

buat orang yang biasa menghabiskan 8 jam sehari dengan duduk2 santai sambil browsing dan aktivitas fisik beratnya cuma naik turun ke lantai 2 (pake lift pula), jogging pake sendal sambil bawa ransel itu bukanlah hal yang mudah. Dalam waktu yang relatif singkat, jarak yang memisahkan kami berempat semakin besar, ditambah lagi tiba2 keajaiban terjadi kejadian tak terduga, tali sendal jepit saya tiba2 putus!!!

Tali sendal tersebut ternyata merupakan komponen penting yang membentuk sebuah sendal karena modal dijepit doang bikin alasnya bergerak dengan liarnya. Sialnya di sekitar situ nggak ada toko sepatu yang buka sehingga terpaksa jalan sambil nyeret2 (tapi karena malah jadi lebih lama akhirnya sekalian nyeker). Dengan kondisi seperti itu (nyeker di jalan dengan kulit lembut yang sensitif), kewaspadaan mengiringi tiap langkah biar nggak kena ranjau paku (halah)

Untungnya muncul benda penyelamat bernama “Karet”!!!, sendal pun jadi kembali seperti baru (well, nggak juga sih benernya, tapi yang penting jadi berfungsi kembali lah) seperti penampakan di bawah ini ^^
sendal

Sekarang karet menjadi salah satu benda wajib bawa selain tas kresek dan payung šŸ˜€
Ada yang pernah mengalami kejadian serupa, dan bagaimana penyelesaiannya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s