cursed hand


Setelah sekian lama, akhirnya saya disummon balik untuk berkumpul kembali bersama rekan2 kerja yang sebenarnya yang membuat pola hidup saya kembali berubah. Lokasi kantor yang lebih jauh membuat saya tidak bisa menyelesaikan kartun pagi lagi biar nggak ketinggalan bis :(. Awal2 sempat nyaris salah naik bis pula, dan ketika terbangun dari tidur singkat di bis sempat panik karena nggak tau udah nyampe mana >_<

Lingkungan kerja juga berubah drastis, kini headset selalu terpasang dengan volume yang lebih tinggi dari biasanya untuk menahan gelombang keberisikan di sekitar. mulai dari mbak2 operator yang nyambun(asli awagin panggilan, ibu2 accounting yg sibuk ngurusin invoice, anak KP yg berisik, hingga obrolan katalog. entah kenapa sepertinya hanya saya yang merasa ruangan ini berisik dan menggunakan headset sehingga dapet nickname baru : Pilot (asli awalnya sama sekali ga ngerti darimana nama panggilan ini berasal)

Namun perubahan yang paling berasa adalah scanner di pintu. Dari yang biasanya semua ruangan dalam keadaan terbuka dan  mau kemana2 tinggal jalan aja sekarang buat keluar masuk harus scan badge dulu buat buka pintunya, bikin repot aja deh >_<

Pada suatu pagi, dalam keadaan setengah ngantuk, saya melangkah malas menuju pantry dengan mug di tangan. mendorong pintu kayu yang ada di hadapan mata tapi pintunya nggak gerak sama sekali. buka mata (yeah, saya punya superpower bisa jalan sambil setengah merem, bahkan bisa jalan di keramaian sambil texting tanpa nabrak sama sekali) dan menyadari sekarang sudah di tempat baru yang state default pintunya selalu kekunci. Dengan gontai scan badge sambil grumble2 (apa ini bahasa indonesianya ya :p) dan sekali lagi mendorong pintu sambil setengah merem.

Tapi kali ini saya tidak merasakan pintu yang keras tapi sesuatu yang sama sekali berbeda. yang tidak saya sadari waktu itu, dari sisi yang lain pada saat yang sama, ada ibu2 yang membuka pintu itu. kalian pasti sudah bisa menebak what the hell i’m doing, membuka mata untuk memastikan apa yang saya dorong dan seketika dunia terasa berhenti berputar. semua suara seolah menghilang.

Di tengah global silence dan aliran waktu yang terasa lama itu saya menunggu suara “kyaaaa!!!” atau “plak!!!!” atau apalah…. tapi nothing happen, hanya ekspresi kaget lalu si ibu lewat sambil senyum2 seolah tidak ada apa2, ternyata yang terjadi di dunia nyata itu nggak seperti di film2. hari itu berlangsung normal, nggak ada panggilan sexual harassment. case closed, bubar bubar nggak ada cerita!!!!

Iklan

9 thoughts on “cursed hand

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s