Dilema batere hp


Handphone, benda yang mulai populer di Indonesia sekitar tahun 2000 dan penyebab kepunahan telp umum beberapa tahun kemudian ini perkembangannya begitu pesat. Yang awalnya tergolong sebagai barang mewah yang tidak banyak dimiliki orang, sekarang hampir semua orang punya, bahkan ada yang bawa handphone lebih dari 3. Mulai dari pengusaha, sopir angkot, tukang bakso, sampai anak TK menggunakannya. Fiturnya juga makin bertambah, dari yang awalnya hanya bisa digunakan untuk telp saja bertambah menjadi sms yang mengakhiri karir pager dan telegram. Kemudian ditambahkannya fitur kamera yang mengawali tren selfie, bahkan kemampuan ini semakin ditingkatkan dan tidak kalah dengan kamera digital dan makin banyaklah fotografer profesional wannabe yang sibuk dengan kamera hapenya. whatsapp dan aneka messenger lainnya mulai menggusur kepopuleran sms, ditambah dengan menjamurnya wifi dan murahnya paket data. Bukan tidak mungkin jika di masa depan nanti handphone juga bisa jadi remote universal, stun gun, kipas angin, buka botol, dongkrak, atau jadi baling2 bambu 😐

Saya termasuk salah satu yang menikmati semua fitur2 yang ditambahkan, tapi terlepas dari semua kelebihan yang diberikan di atas, saya merasa performa baterai HP sekarang makin menurun. Jika HP pertama yang saya gunakan waktu kuliah dulu bisa tahan seminggu tanpa dicharge, bahkan jika digunakan secara intens untuk telp dan sms juga masih bisa bertahan 3 hari tanpa dicas, HP yang saya gunakan sekarang dengan pemakaian maksimal, menurut device information yang diberikan hanya bisa bertahan sekitar 3 JAM!!! bandingkan, 3 hari dan 3 jam ck ck ck
battery
Selama ini saya tidak begitu memperhatikan masalah performa baterai ini karena saya bukan termasuk orang yang mobile. Dengan adanya whatsapp desktop, skype, dan sarana komunikasi lainnya di komputer,pada jam kantor bisa dibilang HP tidak banyak digunakan dan hanya jadi pemberat kantong (di jaman sekarang, sms yang saya terima lebih banyak berasal dari provider yang ngasih info promo, ringtone, dan hal2 ga penting lainnya). Dan ketika pulang, hp ini langsung nancep di PC dan berfungsi sebagai modem.

Masalah batere ini baru saya rasakan ketika liburan selama 10 hari kemarin dan banyak menghabiskan waktu di jalan. Sebagai orang yang buta arah, saya sangat mengandalkan google map dan GPS untuk berkelana di tempat baru, serta browser tentunya untuk cari tahu spot2 yang perlu dituju saat liburan. Semua itu pastinya difasilitasi oleh HP dan menyadarkan saya ternyata konsumsi data saya selama ini lumayan banyak. Tanpa disadari, belum setengah hari berlalu udah muncul alert charging >_<
bandwith

Jika diperhatikan breakdown usagenya, konsumsi terbesar justru dari screen. Padahal buat jadi peta atau GPS tentunya layarnya harus aktif terus, dan ternyata layarnya terasa panas itu bukan gara2 sinar matahari yang lagi terik :|. Waktu menerima panggilan sepertinya layarnya juga aktif, jadi telp lama2 dengan smartphone itu literally bikin kuping panas :p. Mengurangi screen brightness mungkin bisa mengurangi konsumsi baterai, tapi ini hanya perkiraan saja dan saya tidak benar2 yakin (yang expert di bidang ini mungkin bisa ngasih konfirmasi). Tidak ada info juga apakah konsumsi data juga mempengaruhi konsumsi power (browsing aktif yang hanya menghabiskan beberapa MB dibandingkan download idle ratusan MB misalnya), pengaruh sinyal (konsumsi power dengan kondisi sinyal full bar dan saat sinyal lemah dan sibuk searching network), dan juga faktor2 lain (dengan wifi atau tanpa wifi, bluetooth aktif atau tidak, etc). Yang pasti sih saat idle, hp saya bisa bertahan 9 jam lebih….. tetep aja sih dari seminggu turun ke 9 jam 😦
idle

Untungnya sih waktu jalan2 kemarin hal ini tidak terlalu jadi kendala. Di bandara ada tempat ngecas HP, wifi juga banyak tersedia mulai dari di mall hingga di dalam bis damri (asli baru tau kalo di dalam bis ada wifinya juga), bahkan di dalam kereta api juga bisa ngecas (tapi nggak ada wifinya :p). Mungkin sudah tiba saatnya saya mempertimbangkan beli powerbank ya
kereta

10 thoughts on “Dilema batere hp

  1. iyaa, di dalam kereta api yang jarak jauh gitu sekarang udah bisa ngecas semua… jadi kalau perjalanan jauh dari ujung ke ujung pulau jawa nggak galau.

    tapi baru tau juga kalau bis damri ada wifi o_o

    • iyaaa, baru nyadar juga setelah nggak sengaja buka wifi setting dan melihat “damriwifi” di listnya. ada stiker biru kecil yang ditempel di beberapa jendelanya buat password wifinya

  2. Damri bandara emang ada wifi, tapi kayaknya ngga semua, dan stiker passwordnya di jendela samping bagian depan jadi rada susah juga kalo duduknya di belakang 😀

    #pernahpakewifidamri

    • klo lagi jalan2 emang suka duduk depan sih biar bisa nanya2 arah, rekomendasi kopaja, tempat gaul, etc ke petugas damrinya :p

      stikernya kayanya ada di jendela tengah juga sih, nggak gitu keliatan emang kalo nggak bener2 dicari, sengaja kayanya ya biar nggak banyak user (ngasih fasilitas tapi gak niat :hammer: )

  3. you got me right here, tamama
    a**s saya beneran minta dipotong dadu saking saya jengkelnya dengan durabilitas batere yg cuman itungan jam. belum pula durasi nge-charge-nya yang 3-4 jam baru full. sepertinya yg bikin batere/smartphone memang pengen ngeliat seberapa sabar user produknya sebelum merutuk/mencaci soal batere

    • mungkin trik marketingnya emang gitu, jual produk dengan banyak additional macam tarif hotel murah tapi tambah biaya untuk fasilitas tambahan macam AC, TV, kulkas, kasur, sampe bantal (default kamar kosong song :hammer: )

      bisa jadi ditiru produsen laptop juga, bikin yang baterenya cuma tahan 2 jam biar beli powerbank laptop juga. bikin cepet panas juga biar beli cooler, trus hardisknya kecilin biar beli external storage. tentunya OSnya built in tanpa optical drive biar beli OS juga. speakernya juga dijelekin biar beli speaker terpisah atau app buat enhance kualitas. jangan lupa slotnya bikin satu aja buat semua itu biar beli tambahan multi slot 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s