1000 candi


Hari ini saya kembali ngantor di tempat sendiri setelah minggu lalu “diculik” ke tempat client. Masih gagal paham kenapa si client keukuh minta saya sebagai konsultan padahal banyak orang lain yang sama nggak bergunanya dengan saya available dan pastinya mau2 aja diajak jalan2 gratis kaya gitu. Pada intinya, saya menghabiskan hari2 dengan ngelamun di tengah meeting yang topik bahasannya bukan bidang yang saya kuasai (bahkan 80% diskusi mereka tidak saya pahami) dan hanya bisa memandangi gambar kepala ikan di tembok seberang biar ada fokus dan nggak ketiduran :|. Satu2nya hal positif yang bisa saya lakukan disana adalah meneliti pengkodean rumah makan padang yang tertera di kotak makan siang serta memanfaatkan komputer tak bertuan untuk browsing2 demi menghemat kuota dan batere HP.

Jadi ketika ngantor pagi ini, mood saya cukup bagus walaupun nggak bisa beli sarapan pagi gara2 hujan. Ditemani sekantong besar lays dan teh manis, melalui pagi yang cerah mendung ini dengan bid2 iseng yang ajaibnya berakhir dengan deal padahal biasanya berhari2 cuma dapet no deal. Namun seperti di film2, opening yang damai tidak berlangsung lama. Tiba2 kerajaan api menyerang telp di meja berdering mengawali semuanya. FYI mood saya masih bagus sampai detik ini dan saya menjawab telp dengan ramah

Me : yellow
X : pak [my name] ya?
Me : iya, kenapa pak
X : kemaana aja dari kmrn2 ditelp ga ada yang ngangkat, abis cuti ya?
Me : nggak, abis ada kerjaan di [sebut saja timbuktu]
X : ooo, gimana kabarnya, sehat?

at this point, i felt a great disturbance in the force. User kalo udah banyak basa-basi gini pasti ada maunya, dan maunya bukan hal simpel seperti minta pulsa. disini mood sudah sedikit menurun dari yang awalnya bersinar cerah menjadi bersinar saja

Me : ada perlu apa pak?
X : lagi banyak kerjaan nggak sekarang, bisa minta tolong?
Me : apa yang bisa saya bantu pak? (masih nada ramah, sepertinya udah seminggu lebih ga dapet perhatian dia jadi kasihan kalo dijutekin)
X : gini, saya butuh [penjelasan panjang lebar]
Me : ok, yang kaya gitu kira2 butuh 1-2 minggu lah. create aja requestnya
X : ok pak, saya kasih tau boss dulu

Dan sayapun kembali melakukan aktivitas dengan riang gembira, walau ada perasaan nggak enak yang tidak bisa dijelaskan. Seperti spider sense yang dirasakan oleh spiderman ketika melihat botol obat nyamuk. 30 menit berlalu dan telp kembali berdering, ada sedikit keraguan dan dorongan “nggak usah diangkat”, tapi sebagai support yang baik (dan bunyi telp yang annoying klo dibiarin lama2) akhirnya terpaksa ngangkat

X : pak, mengenai request yang tadi. boss nanya bisa nggak kalo besok sore jadi agar lusa bisa langsung digunakan
Me : ya jelas nggak bisa lah, kan tadi sudah saya bilang 1-2 minggu
X : tapi ini urgent pak, butuh secepatnya
Me : ya paling cepet 1 minggu lah, nggak mungkin besok jadi. nggak kaya bikin mi rebus ini!! (mulai bete)
X : tapi ini boss langsung yang minta pak
Me : ga peduli sapa yang minta tetep nggak mungkin itu
X : tadi saya udah bilang ok ke boss
Me : ngapain bapak jawab bisa, pake logika aja lah masa dari 2 minggu nego jadi 1 hari
X : lalu saya harus bagaimana dong pak?
Me : jelasin sendiri sana ke boss bapak, ngapain bapak mengiyakan ga nanya2 dulu *nutup telp*

Di titik ini, mood sudah turun drastis. Mendung tebal, para babi masuk kandang, dan semua suara tiba2 menghilang seolah bertanya2 kok bisa ada orang kaya gitu. 1 jam berlalu tanpa kabar, entah apa yang terjadi di ujung sana hingga akhirnya deringan terkutuk itu kembali memecah keheningan

X : pak, kendalanya apa kok butuh 1 minggu
Me : (menarik nafas panjang) yang bapak minta itu belum ada, new request, sama sekali belum dibuat, 0%
X : lalu apa yang dibutuhkan agar bisa cepet selesai
Me : manpower, butuh tambahan programmer buat bantu saya ngerjain
X : ok pak akan kami bantu, nanti saya kirim orang2 saya kesana
Me : (shocked, impressed actually) eh, orang bapak bisa ngoding toh?
X : nggak bisa (singkat, padat, jelas, dan meningkatkan level emosi 250% critical damage)
Me : TRUS NGAPAIN DIKIRIM KEMARI, BAPAK KIRA SAYA BUTUH ORANG ITU BUAT TUMBAL??!! (banting telp)

dan akhirnya mood saya ada pada level terbawah, mendung gelap dengan petir menggelegar dan semua ayam berhenti berkokok

At this point i totally ignore that stupid request and opt to write a post to lighten my mood rather than think about it

15 thoughts on “1000 candi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s