Lebaran Cowo Panggilan


Lebaran kemarin, lagi2 saya tidak mudik dan menikmati hari libur di perantauan. Open house seperti tahun sebelumnya dan kumpul2 sambil menikmati opor dan kacang2an walaupun sebagian besar pengunjungnya adalah non muslim yang juga terjebak di perantauan karena jatah cutinya diprioritaskan buat yang muslim. Ya begitulah, tidak semua orang bebas ambil cuti walaupun punya jatah cuti, secara kegiatan operasional 24/7 yang nggak kenal hari libur. Sebenarnya waktu minggu lebaran kemarin, saya dapet giliran jadi cowo panggilan, namun untungnya karena saya nggak bisa nyetir dan kebetulan semua driver mudik jadi tugas sebagai cowo panggilan minggu itu dialihkan ke orang lain ^_^.

Sebenarnya jadi cowo panggilan di musim liburan itu bisa dibilang enak, yang kerja cuma sebagian kecil jadi nggak banyak aktivitas juga, sehingga kemungkinan dipanggil itu sangat kecil. Lebaran tahun lalu saya dapat jatah jadi cowo panggilan dan selama seminggu sama sekali nggak ada panggilan (hp bunyi cuma sama spam iklan dan template ucapan lebaran doang) jadi ketika tugas ini dialihkan ke orang lain, dianya mau2 aja. Namun tahun ini ternyata semuanya tak sama …..

Kamis pagi sekitar jam 3, saya terbangun karena getaran hp di telinga. ketika diangkat terdengar suara si cowo panggilan dengan background vocal yang cukup berisik. Karena masih setengah sadar, saya nggak gitu nangkep apa masalah yang diutarakan sama si cowo panggilan dan cuma ngasih respon “hmmm… ” tanpa makna dan ditutup dengan instruksi “coba dicek” setelah dia selesai ngomong. Tapi ternyata doi nggak menyerah dan nutup telp, serta mengharapkan bantuan lebih secara saya adalah champion untuk aplikasi yang lagi bermasalah ini. Bahkan alesan nggak ada kendaraan nggak mempan dan doi bilang mau jemput ke rumah. Walaupun aslinya males, akhirnya saya mengiyakan saja dan bangun dengan gontai. Setelah cek hape dan melihat ternyata ada 14 miscall mulai dari jam 12, yang awalnya kesel jadi sedikit kasihan dan penasaran (tapi masih tetep kesel juga sih).

Tiba di TKP sekitar jam 4 disambut cowo2 panggilan lain mulai dari tukang kabel sampe tukang bongkar pasang yang semuanya bilang problemnya bukan di tempat mereka, dan setelah sejam cek dan interogasi sana-sini akhirnya saya juga menyimpulkan problemnya bukan di sisi saya secara nggak semuanya bermasalah. Aslinya sih bola panasnya saya lempar ke tukang kabel karena petunjuk yang ada condong kesana, tapi karena si tukang kabel masih ngotot dan pagi2 buta gitu saya males ribut dan masih merindukan guling akhirnya kami sepakat manggil cowo panggilan terakhir yang belum hadir saat itu walaupun jelas2 masalahnya bukan di tempat dia juga sih, biar sama2 susah aja :hammer: .Alesan lainnya juga biar bisa sekalian pulang pas jemput cowo panggilan terakhir (yang akhirnya saya tahu alasan kenapa dia satu2nya yang nggak disummon di pagi buta itu, ternyata orang terakhir itu cewe. takut digiring satpam kali kalo nyamperin cewe ke rumahnya di jam segitu). Akhirnya saya kembali tidur jam 6 pagi.

Walaupun aslinya libur, jam 10 saya berangkat ke kantor sama si bos buat cek situasi sekalian ngasih dukungan moral. Ternyata lumayan banyak orang di kantor, issuenya meyebar ke area2 lain dan kondisi di kantor udah kaya hari kerja aja. Melihat tampang si cowo panggilan yang kumal, pandangan kosong, dan nggak ada gairah hidup maka saya menyarankan agar dia pulang istirahat dulu secara sudah banyak orang di kantor yang handle dan udah jam makan siang, baru tar sorenya balik lagi (dan pesan tidak langsungnya minta anterin pulang sekalian sih :p).

Pukul 9 malam, si cowo panggilan ngasih laporan kalo problem utamanya udah solved dan kali ini butuh bantuan buat setup2 dikit dan monitoring sebelum menyatakan case closed. Kondisinya masih terlihat memprihatinkan kaya abis dikejar2 zombie, dengan muka kurang tidur, tapi sudah terlihat ada kelegaan di matanya seolah sudah siap mati dengan tenang (eh). Setelah keliling2 bentar dan positif tidak ada masalah lagi, akhirnya kami semua sepakat ketok palu dan siap mengakhiri hari ini. Untuk menceriakan suasana, saya mengajak mereka semua makan2 merayakan ini semua di cafe (baca : warkop) terdekat dan tentu saja disambut gembira (kejadian langka lho gua nraktir itu). 25 menit berkendara dalam keheningan, kayanya semuanya lagi nggak mood ngomong, saya cuma berharap si cowo panggilan nggak ketiduran sambil nyetir aja. Turun di parkiran dengan langkah gontai  dan makin down ketika mbak2 di depan pintu cafenya bilang udah abis semua. jalan2 bentar ke beberapa tempat lain yang ternyata juga pada tutup sampai akhirnya si cowo panggilan berkata “udahlah, kita pulang aja”. Oalah, nasibmu nak

nb : saya bertugas sebagai cowo panggilan minggu ini, semoga nggak tragis gitu nasibnya

Iklan

10 thoughts on “Lebaran Cowo Panggilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s