Money Management


Pada kesempatan kali ini gw mau berbagi cerita tentang cara mengelola uang, atau bahasa kerennya budgeting. Perlu diketahui, ini bukan tulisan mengenai investasi ataupun sebuah metode yang terbukti secara ilmiah, hanya berdasarkan pengalaman pribadi dan belum tentu cocok diterapkan untuk semua orang.

piggy

Pengalaman pertama gw dalam mengatur keuangan sendiri dimulai di bangku SMA. Karena jauh dari orang tua, gw dapat kebebasan penuh dalam hal memilih dan mendaftar sekolah (tentu saja masih dalam status wajib lapor, nggak bisa seenaknya daftar sembarangan), termasuk mengelola uang belanja bulanan untuk makan, transport, dan kebutuhan hidup lain. Penghematan pertama yang gw lakukan merupakan sebuah ketidaksengajaan dimana ketika mengisi form pendaftaran SMA, gw ga paham apa maksud dan tujuan dari isian “sumbangan sukarela” sehingga dengan polosnya gw isi Rp 0 di lembar pendaftaran tersebut. Hal ini mendapat reaksi keras dari ortu mengingat nilai akademis SMP gw yang pas2an dan bertanya2 gimana kalo nggak diterima,lagi2 dengan polosnya gw jawab ‘ya udah, coba lagi aja taun depan’.Untungnya teknologi waktu itu tidak memungkinkan lemparan sandal lewat telp (eh sekarang juga masih belum bisa ya) dan biaya interlokal lumayan mahal jadi nggak bisa lama2 :p.

Somehow gw keterima, entah karena kesalahan administrasi, 3 nilai 7 itu bawa keberuntungan, atau persentase pendaftar dan jumlah kursi itu overated dan cuma buat mancing uang sumbangan aja. Di tahun pertama, karena masih awam maka tidak banyak penghematan yang bisa dilakukan. Transport masih mengandalkan antar jemput karena gw belum gitu ngerti jalan, buku juga beli di sekolah karena list daftar buku dari sekolah kurang deskriptif untuk dicari di gramed.Intinya di tahun pertama, gw masih jadi anak baik2 gitu. Namun sebagai bocah di usia remaja yang jauh dari orang tua dan lebih banyak menghabiskan waktu di jalan, akhirnya karena pengaruh lingkungan, gw akhirnya mulai mengenal dan makin sering nongkrong di sebuah lokasi bernama……. rental komik 😐

Sebuah benda adiktif yang biasanya saya dapatkan dengan harga Rp5000 (di tahun itu sudah jadi Rp 9000) bisa saya nikmati hanya dengan Rp300 – Rp500 saja, benar2 menggoda dan cukup berpengaruh pada pengeluaran dan akhirnya gw mulai merasakan perlunya mengelola uang untuk memenuhi kebutuhan “ekstra”. Karena sudah mulai mengenal seluk beluk jalanan, akhirnya di tahun kedua gw beralih menggunakan media transportasi angkot, selain lebih hemat dari sisi finansial juga lebih fleksibel jam pulangnya :D. Datang waktu pembagian buku paket walaupun nggak order di sekolah cuma buat mengamati bentuk fisiknya dan nyatet detailnya (pengarang, penerbit, edisi tahun berapa) terus nyari di luaran dengan harga murah hehe, di tahun ini juga gw mulai cari extra income. Sebagai seorang reguler, gw juga dpt priviledge di rental komik biar bisa berlama2 baca di tempat sambil duduk manis di balik meja pengawas rental (lumayan bs dapet 10 buku/hari). Hal paling berkesan di tahun kedua ini adalah bagaimana gw akhirnya bisa naik sepeda

Tahun ketiga, sudah mengenal semua guru dan karakteristiknya. Sama sekali nggak beli buku paket di tahun ini dan cuma beli bbrp LKS untuk mapel yang gurunya rajin ngumpulin dan nilai LKS (ekstrim ya). Bahkan untuk buku tulis sudah beralih ke binder agar bisa multifungsi untuk semua mapel (kecuali bbrp subject yang gurunya somehow hobi meriksa buku catatan buat dinilai). Hal yang unik di kelas IPA adalah keberadaan lemari di setiap kelas yang katanya diperuntukan untuk menyimpan alat2 lab (yang sampe gw lulus ga pernah diisi apa2) sehingga gw manfaatkan buat nyimpen semua buku, alat tulis, sampe seragam gw disana (hebatnya ga ada yang tahu, atau mungkin lebih tepatnya ga ada yg peduli). Hal ini sangat membantu karena di tahun terakhir ini gw pulang pergi pake sepeda, jadi beban lebih ringan dan bisa ganti di sekolah agar bebas dari keringat serta hujan >_<. Karena ga punya buku paket, gw selalu ngerjain PR di sekolah dan hafal jadwal pelajaran SEMUA KELAS sehingga tahu pasti dimana saja bisa dapat pinjaman buku yang dibutuhkan di hari itu. Untuk ulangan harian, semua guru punya karakteristik masing2, jadi pahamilah gurunya sebelum memahami pelajarannya biar hidupmu lebih mudah πŸ˜€

pohon duit

Dan sekarang, gwmenerapkan private policy dalam hal money management dimana tiap bulannya di luar pengeluaran rutin seperti bayar tagihan PLN, PDAM, telkom, dan pulsa, gw merancanakan mau ngapain aja dlm sebulan (nonton, jalan2, belanja) dan ambil duit dari ATM sesuai dengan rencana awal tersebut. Misalnya bulan ini gw ambil sejuta dari ATM, maka bagaimanapun caranya gw harus bisa stick to the plan dan bertahan hidup dengan sejuta sampai bulan depan. Jadi misal ada diskon gadget yang menggoda hati nurani, gw harus berani menahan godaan atau menghadapi resiko mati kelaparan di bulan ini. Tentu saja ada alternatif lain seperti program sebulan bersama mi instan jika diskonannya benar2 worth to die for, atau2 memanfaatkan susu kantor secara maksimal untuk bertahan hidup. Intinya adalah cara menghadapi hal2 di luar rencana seperti :

Coworker : bro, tar pulang kantor ikutan karaoke bareng anak2 tim X yuk
Me :sori gw hrs pulang cepet, ada acara di kos
Coworker : lho, bukannya anak kos lo dah pada mudik lebaran semua ya
Me : ada pesta sarden sama kucing2 di kos, bhaaay

Untungnya untuk kejadian tak terduga seperti kecelakaan atau serangan penyakit sudah dicover sama asuransi, jadi worst case scenario seperti opname bisa dilihat sebagai best case scenario dimana selama periode opname bisa menghemat pengeluaran makan dan di akhir bulan ada extra money to spend :p. Yak betul sekali, dengan policy yang sama, maka semua kelebihan yang ada di akhir bulan harus dihabiskan (salah satu alasan munculnya traktiran dadakan, end month shopping spree, atau random vacation). Buat yang pengen nabung tapi selalu gagal karena di akhir bulan sudah ga ada yang bisa ditabung akibat foya2 bisa coba cara ini, masih diperbolehkan foya2 kok asalkan sudah terencana sebelumnya sehingga keberadaan tabungan lebih terjamin πŸ˜€

Iklan

4 thoughts on “Money Management

  1. Aku waktu kuliah gini banget nih. Mo minta tambahan tapi ga tega kecuali kalo udah mepeeet banget macam saldo tinggal seribu padahal uang bulanan itu udah tipis banget dibanding temen-temen yg lain. Untung dulu nasi kucing belum semahal sekarang jadi ada lah sebulan puasa sahur-buka masing2 jatahnya 2ribu. Ya kalo udah ngenes pake banget sok2an minta pinjem ke sepupu (yang bisa diparasitin) , pas udah kerja sok2an mau bayar dibilangnya ga usah. Rejeki lah :p

    Suka

    • idem sih, pas keterima di univ swasta dan biayanya ga bisa dinego akhirnya gambling di SPMB karena ga tega.

      untungnya tembus jadi ga perlu minta ortu lagi, uang kuliah 750rb semester masih nutup dari honor ngajar sama serabutan sana sini πŸ˜€

      Suka

  2. Yak betul sekali, dengan policy yang sama, maka semua kelebihan yang ada di akhir bulan harus dihabiskan (salah satu alasan munculnya traktiran dadakan, end month shopping spree, atau random vacation).

    Tetep abis ya tam?

    Dari kuliah aku biasa boros soal makan. Makan sih sekali sehari, tapi ya nasi bungkus (yang di tahun kesekian udah 10rb/bungkus naik terus sampe 12rb/bungkus). Kalikan saja 30 hari. Belum lagi pagi nyemil susu kotak atau roti :mrgreen:

    Jaman SMA sih asik. Sekolah asrama 3 tahun ga perlu beli buku paket atau LKS apapun. Paling buku tulis & pena warna-warni. Duit sekolah per bulan 250rb termasuk uang makan. jajan seminggu 50rb. Kalikan 4 minggu per bulan. Kali 36 bulan.

    Buset banyak juga πŸ˜†

    Suka

    • iya tetep harus dihabisin(kecuali sisa receh2 _<

      makan jaman kuliah untungnya dulu ada warung rp5000 porsi kuli minum gratis, trus di tempat magang juga ada catering makan siang. sorenya kalo ada sisa (dari yg cuti ato di lapangan) juga diembat daripada kebuang. so mayan lah πŸ˜€

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s