Wild Life


Saya punya kemampuan adaptasi yang lumayan bagus sehingga berpindah2 tempat tinggal seperti yang saya alami selama ini tidak menjadi kendala. Mulai dari lingkungan perkotaan dengan mall dimana-mana dan ratusan angkot lalu lalang memadati jalanan, hingga Bali yang kaya akan pantai tapi miskin mall dan transportasi umum. Kali ini tempat tinggal saya bernuansa hutan dimana kita bisa melihat aneka binatang di habitat aslinya, bahkan dari pintu belakang kamar saya bisa langsung tembus ke hutan :p
backyard

Walaupun disebut tinggal di hutan, jangan bayangkan kehidupan primitif ala tarzan dimana saya tinggal di pondok kayu dengan lampu petromak karena nggak ada listrik dan untuk mandi harus ke sungai. Kehidupan di sini cukup normal dengan akses internet (walaupun nggak ada pilihan provider lain selain telkom) dan setiap rumah ada TV Kabel (karena nggak bakal dapet siaran apa2 dengan bermodalkan antena biasa). Walaupun susah cari pokestop di daerah sini, tapi banyak pokemon binatang liar yang bisa dijumpai waktu jalan sore, seperti anak naga liar di bawah ini
kadal

Dan nggak cuma di rerumputan, kadang bisa dijumpai juga di tempat tak terduga. Di dalam kamar aja sudah beberapa kali ada kodok nyasar entah masuk darimana
ulo

Nggak cuma bangsa reptil aja, dimana lagi bisa liat yang beginian keluyuran di jalan dengan santainya
bebeks

Pengalaman tak terlupakan dengan satwa liar terjadi di bulan2 pertama saya di tempat baru. Pada suatu malam, saya terbangun karena suara berisik dari belakang kamar. Walaupun gempa bumi nggak cukup buat bikin saya bangun (true story), saya cukup sensitif sama bunyi2an. Jam di komputer yang sibuk download menunjukan pukul 2 dini hari dan saya cek dari jendela kamar sapa tau ada kucing yang pengen masuk ato minta minum, tapi nggak keliatan apa2 dari jendela namun suara berisik itu masih terdengar.

Karena penasaran, saya keluar kamar dan mendekati sumber suara dimana akhirnya saya melihat makhluk besar berbulu itu. Saya terpaku dan mengeluarkan bunyi kaget (nggak inget kaya gimana, mungkin semacam “Nguik!!!” or its just in my head) dan makhluk berbulu bernama babi hutan itu menoleh dan melihat saya. Kami saling bertatapan untuk beberapa detik yang terasa cukup lama (nggak ada BGM lagu romantis di scene ini) dan dia juga terlompat kaget seraya berkata “GROOOK!!!” kemudian balik badan dan lari sekuat tenaga nabrak jemuran handuk…… kemudian kayanya sadar dia lari ke arah yang salah, lalu balik badan dan lari ke arah hutan sambil melewati saya yang masih diam tak bergerak.

Besoknya saya cerita ke penduduk setempat, dan ternyata udah biasa ada babi hutan keluyuran di daerah sini dan biasanya cari makan di tempat sampah. Kadang ada yang berkelana terlalu jauh dan nyasar ke tengah kompleks. Kalo ada yang nyasar biasanya ada pemberitahuan masal, jalan ditutup dan ada tim yang dikerahkan untuk menggiring balik ke dalam hutan.

Iklan

18 thoughts on “Wild Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s