Sidang Naik Kelas


hampir sama seperti anak sekolah, di dunia kerja khususnya yang kantoran juga ada yang namanya rapotan, juga dikenal dengan nama beken appraisal, performance review, atau istilah2 keren  lainnya. Beda tempat bisa beda pula kriteria penilaiannya bahkan kadang bisa random macam penilaian dosen mata kuliah yang jarang masuk dan tiba2 sudah UAS. Tapi intinya nilai rapot inilah yang menentukan jabatan/gaji/kelangsungan kita di tempat kerja.

Di tahun2 sebelumnya, saya tergabung dalam tim project dan walaupun guru project managernya ganti2, cara rapotannya nggak jauh beda. tau2 di akhir taun udah dibagi hasilnya tanpa mengetahui bagaimana cara dan kriteria penilaiannya. kemungkinan sih dari random question waktu ngajak dinner bareng dan saya sendiri nggak terlalu peduli secara hasilnya cukup memuaskan sejauh ini.

Di tahun ini saya diakusisi sama tim support walaupun masih sering “dipinjem” sana sini buat bantuin project, tapi karena masih 1 kantor juga ya saya ngiranya sama ajalah prosesnya, tinggal tunggu terima hasilnya di akhir tahun macam anak sekolah terima rapot gitu. Dan hari ini, saya mengetahui bahwa prosesnya ternyata beda, ada sesi tanya jawab segala (nggak terlalu kaget sih secara kantor lama juga menerapkan proses yang serupa). Untungnya hari ini saya cukup tidur dan cukup makan, jadi waktu dipanggil sidang (walaupun sempet bertanya2 kenapa dipanggil), kondisi mood cukup bagus. Inilah rangkuman sidang siang tadi (diterjemahkan ke bahasa biar lebih gampang dicerna)

1. Tahun ini apa saja yang sudah dilakukan
dan sayapun langsung berkata dalam hati “lha kan elu bosnya, masa ga tau gua ngapain aja” tapi tetap saya jawab sambil melihat si bos manggut2 dan nulis (atau mungkin dia lagi ngisi TTS aja)

2. Apa kekuranganmu
jika ini adalah job interview, saya bakal ngasih kekurangan yang bisa dilihat sebagai kelebihan kalo mau main taktis. atau ngasih minor flaw yang nggak berhubungan ama kerjaan kalo mau safe dan nggak keliatan fake answer dari tips&trik interview. Tapi berhubung pertanyaan ini kayanya nggak cocok buat ditanyakan di performance review, saya memberikan pandangan “seriously??!! pertanyaan gak penting macam apa ini!!” dan terbersit pikiran untuk bilang “I AM FLAWLESS, PERFECT BEING. KNEEL BEFORE ME, YOU PUNY HUMAN!!!”. i play my humble card this time

Me : tanya ke end user aja, kayanya mereka lebih kredibel buat ngasih jawaban
Bos : gpp, pendapat pribadimu aja
Me : hmmm, kekuranganku ya…… saya orangnya nggak sabaran, apalagi sama user yang issuenya ga jelas
Bos : gitu ya, tapi dari feedback user kayanya mereka cukup puas
Me : (lha ngapain elu nanya gw lagi kalo gitu!!!) mungkin karena mereka nggak ngerti sarkasme nggak terlalu keliatan aja

Bos : kalo soal sosialisasi gimana, kayanya kamu jarang kumpul2 sama yang lain
Me : beda minat aja sih pak, saya suka futsal. di kantor saya kadang masih ngobrol sama yang lain kok, diskusi ini itu
Bos : di luar kerjaan maksudnya. Yang lain kadang suka ngobrol bareng di samping kantor, kamu ga pernah ikutan?
Me : bapak tau itu tempat apaan? smoking room ituh, mereka disana smoking break. saya nggak ngeroko
Bos : ya kan bisa kesana ikut ngobrol2 aja, ga perlu ikut ngerokok
Me : jadi saya ngabisin waktu 30 menit di ruangan penuh asap rokok cuma buat ngobrol? brilian sekali ide bapak
Bos : ya nggak gitu juga sih (rupanya dia ngerti sarkasme), tapi itu termasuk kekurangan juga kan
Me : (OMG, masi ngebahas kekurangan juga??!!) *disini saya ceramah panjang lebar tentang apa itu kekurangan, karakteristik manusia dan tipe2nya mulai dari INTP, ESFP, dan aneka personality lainnya sampe akhirnya dia sadar kalo gw bisa bawel juga kalo diperlukan

3. nah gampang ini, sebutkan kelebihanmu
karena udah cape ngomong, kali ini saya play humble mengambil peran manusia biasa yang penuh dosa dan setara dengan yang lainnya. toh bragging juga ga ada gunanya, bukan job interview ini. malah beresiko nambah kerjaan aja kalo bilang bisa ini bisa itu :p
Bos : masa nggak ada, semua orang pasti punya kelebihan
Me : apa ya?… punctual deh, saya orangnya tepat waktu. hampir ga pernah telat pulang (sengaja cuma ngomongin pulang dan nyebut jam masuk)
Bos : kata yang lain kamu tau segalanya, jadi kalo ada problem yang mereka nggak ngerti pasti nanyanya ke kamu. termasuk kelebihan itu
Me : buat saya sih itu kebutuhan profesi, bukan kelebihan. kebanyakan juga saya ga tau kok waktu ditanya, googling dulu. merekanya aja yang males cari tau
Bos : ya kan nggak semua orang bisa gitu, termasuk kelebihan itu
Me : iya lah, terserah bapak aja (dah cape, aus, males ngomong)

Di luar dugaan, cuma itu aja pertanyaannya!!! sama sekali nggak kaya appraisal. padahal taun kemarin waktu masih di project pertanyaannya masih ngebahas project yang dikerjain taun itu dan ngapain aja. ini malah pertanyaannya macam…… ah sudahlah nggak perlu dibahas, gw suka galak kalo lagi laper (dah menjelang lunch nih *kruyuk*). Aslinya masih ada 1 pertanyaan terakhir yaitu saran dan komentar buat si bos tapi dengan sigap langsung gw jawab ga ada. Kali ini si Bos menerima dengan pasrah, ga berusaha memperpanjang waktu dan mendapat jawaban. mungkin dia juga sudah lelah :p

Gimana yang lain, akhir taun gini biasanya semuanya pada persiapan rapotan. Prosesnya sama atau mungkin lebih menarik di kantornya? sistem hunger games gitu mungkin, 1 juaranya naik gaji trus yang posisi terakhir dipecat? :p

Iklan

20 thoughts on “Sidang Naik Kelas

  1. Rapotan naik kelasku akhir Maret seperti anak-anak muda di Jepang, Tam. Tp kemarin abis rapotan mid year. Aku ganti boss tahun lalu dan rapotan pertama ama boss baru agak kaget karena pertanyaan detail banget, termasuk long term career plan dan personal development segala.

    Btw, rapotan malesin bgt, tp lebih malesin ngerjain “exam” bejibun biar bisa “cumlaude” hahahaha. Tp ya mau dikata apalagi, butuh makan dan jalan-jalan sih.

    Suka

    • wah sama dong, ak juga ganti bos dan bos barunya masih blm familiar sama kerjaan disini jadi keliatan bingung mau nanya2 apa >_<

      kriteria penilaian disini rada abstrak sih, masih mending ngerjain exam biar lbh ada kepastian cumlaude atau DO daripada pake sistem lempar dadu buat nentuin nasib gini *jadi curhat*

      Suka

  2. *baru tau ada sistem begitu*

    baru tau loh aku ada sistem begitu untuk naik gaji ato apalah.. soalny awak dl prnh kerja di PT bidang export pun kl ada kenaikan gaji ya naik aja tanpa ada ujian ato tanya jawab dll hihihihi

    Suka

    • sistem pasrah brarti ya, gaji naik ya sukur, ga naik ya gpp :p

      eniwe, ujian ini lebih tepatnya untuk menentukan naik kelasnya sih, bukan naik gaji walaupun secara nggak langsung kalo naik kelas ya pasti naik gaji.

      tapi tinggal kelas bukan berarti nggak naik gaji, bisa aja naik kalo UMR naik (tapi klo naik kelas juga ya lbh gede naiknya hehe)

      Suka

    • wow STR 0, diapply ke INT sama WSD semua ya. you’ll be a powerful sith lord, just make sure you have strong combat type apprentice as your frontliner while you cast your dark force magic on the back side :p

      Suka

        • since my last young padawan switch his Alliances, i never trained another apprentice and work my plan alone.

          well, i still use Clonetroopers to do simple yet time consuming task but don’t bother train them to use the force and risk another hijack attempt.

          After all, i’m running an Empire here, not Jedi Academia !!!

          Suka

  3. since my last young padawan switch his Alliances, i never trained another apprentice and work my plan alone

    yep. same here. I just watch my previous apprentice turned into a sith :evilgrin:

    well, i still use Clonetroopers to do simple yet time consuming task but don’t bother train them to use the force and risk another hijack attempt.

    now I hold some Clone Commander to finish certain task, and hold some other tasks on my own

    Suka

    • Since i moved to Support team, i spent more hours doing my freelancing work rather than doing my actual job. Jedi’s mind trick make my life easy here 🙂

      my colleagues here is don’t want to learn something new. Well, some of them willing to learn reluctantly but since teaching is not in my job desc, i only teach them how to use stuff i made rather than how to make that shit :p

      Suka

        • well, only the seniors have that “i am to old to learn this shit” attitude, but the junior is only a trainee and usually only stay for 3 months so i don’t want to waste my time to teach them advanced things and only use them for “simple but boring and time consuming works” :p

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s