Wrap Up 2016


Gak kerasa sekarang udah 2017, perlu lebih berhati-hati nulis tahun di dokumen soalnya biasanya tiap pergantian tahun suka salah nulis tahun :p. Sengaja baru nulis wrap up 2016 sekarang biar bisa merasakan semua momen di 2016, kali aja ada event menarik di penghujung tahun yang bisa jadi highlite, bukan karena males nulis kemarin2nya. Overall sih 2016 berjalan dengan cukup positif dengan improvement di beberapa area, terutama kesehatan. namun dari segi keseharian cukup membosankan dibandingkan tahun2 sebelumnya secara nggak banyak yang dapat dilakukan di tempat tinggal yang sekarang, juga karena perbedaan usia yang cukup signifikan di kantor membuat saya agak malas berinteraksi untuk mencari partner in crime atau sekedar bersosialisasi.

jadi berdasarkan apa yang bisa diingat dan dengan bantuan post history, poin2 utama di 2016 saya adalah

1. Pindah profesi
Jika sebelumnya saya tergabung di tim project yang kerjaannya lebih ke arah “membuat produk”, tahun ini saya ditarik untuk masuk ke tim support yang membuat saya lebih banyak berinteraksi dengan user. Secara personal, saya bukan kandidat yang tepat di bidang ini secara “friendly and supporting” sehingga nggak jarang saya marah2in user namun anehnya masih banyak yang larinya ke saya bukannya cari support yang lain. sepertinya mereka suka BSDM (yang nggak ngerti artinya jangan penasaran cari tahu ya, stay pure). Namun sisi positif di sini yaitu saya merasa beban kerja saya jauh berkurang dan jadi punya lebih banyak waktu luang walaupun kadang2 masih suka “dipinjem” sama tim project (sekarang sudah belajar untuk tetap “terlihat” sibuk biar nggak dipinjem2 kecuali bener2 urgent :p)

2. Udah punya EFIN
Dampak dari banyaknya waktu luang di jam kerja, saya jadi bisa keluyuran jika bosen browsing2 cantik di meja kerja. Di mata rekan kerja yang lain, keluyuran itu lebih terlihat seperti support user di lapangan dibandingin stand by di meja sambil browsing yang bisa memicu kecemburuan sosial. Tahun ini alih2 nitip setor SPT ke accounting, saya ikut menemani mereka ke kantor pajak sekalian pengen tau gimana prosedurnya kalo ngurus sendiri dan pada kesempatan inilah akhirnya saya bikin EFIN biar bisa ngurus SPT online tahun 2017. Sayangnya saat tulisan ini dibuat, saya nggak ingat kode EFIN dan lupa disimpan dimana. sepertinya EFIN ini dulu diberikan di secarik kertas yang kemungkinan kebuang bersama kertas coret2 dan form2 approval yang sebenarnya nggak penting tapi sengaja diminta untuk bikin repot user biar mereka nggak sering2 request sesuatu seenaknya 😐

3. Jadi pengamat satwa
Diawali dengan kemunculan seekor anak kucing yang tiba2 muncul dan menjadikan CPU rpibadi saya yang disimpan di ruang santai bersama sebagai tempat tidur pribadinya, saya mulai mengembangkan skill sebagai cat whisperer. Walaupun upaya untuk mengakurkan hubungan anjing dan kucing masih belum berhasil (si puppy masih takut meringkuk di pojokan dan merelakan makanannya disabotase kucing yang menggeram), saya melakukan beberapa eksperimen untuk beberapa teori tentang kekucingan

4. Sudah nggak underweight lagi
Jika medcheck tahun sebelum2nya cukup membosankan dengan komentar underweight saja, di tahun 2016 jadi lebih membosankan lagi tanpa ada komen apapun di result summary checkupnya. Jadi penasaran ini emang sehat nggak ada potensi masalah yang perlu dihilite atau jangan2 dokternya kelupaan meriksa hasil lab aja. Ternyata pola hidup yang ga pernah olahraga dan makan semaunya bisa lebih menyehatkan dibandingkan rekan kerja lain yang rajin ngegym dan ngitung kalori makanannya

5. Pertama kali diterima donor darah
Dengan hasil medcheck yang lebih positif, tahun ini sekali lagi saya mencoba ikutan donor darah. Jika tahun2 kemarin selalu ditolak di checkpoint 1 (cek tensi dan BB), di 2016 surprisingly saya tidak perlu menerima tatapan iba “nggak usah donor gpp kok, taun depan aja. you’re doing fine” dan akhirnya merasakan pengalaman pertama kali menjadi donor darah. Dan yang paling penting akhirnya saya tahu golongan darah sendiri apa. Walaupun nggak berdarah biru, tapi saya dapat A+ di kartu donor. My Asian Mom will be proud 🙂

6. Hoki nambah
untuk pertama kalinya dalam hidup, saya menang lucky draw walaupun hadiahnya ga bakalan kepake dan akhirnya dijual murah2. Tapi esensinya bukan di barang atau di duitnya, bisa memenangkan sesuatu sudah merupakan perasaan yang cukup menggembirakan (walaupun serbuan ibu2 setelahnya adalah pengalaman yang cukup menyeramkan). Penjualan kompor dengan proses yang instan dengan harga super miring ternyata cukup menimbulkan drama di kantor karena ternyata peminatnya cukup banyak walaupun pada malu2 dan yang berani nawar dengan serius hanya satu orang.

7. Ternyata masih trauma ama dokter gigi
Di 2016 sama sekali nggak sakit sehingga asuransi yang dipunya terasa sia2 membuat saya memberanikan mencoba memanfaatkan fasilitas pembersihan gigi pada akhir tahun kemarin. Awalnya saya mengira prosesnya sesimpel dioles gel macam iklan pemutih gigi di TV media gitu (masih ada nggak sih channel macam ini), ya 11-12 sama proses pembersihan wajah yang cuma santai2 didiemin pake masker gitu lah. Namun ternyata prosesnya cukup mengerikan…. well, saya nggak gitu tahu persis sih secara saya memejamkan mata disepanjang proses dan cuma denger suara nguing2 bor yang menyeramkan dan metal di mulut yang bikin pengen muntah. Belasan kali kumur darah makin menguatkan trauma saya sama dokter gigi.

2017, be kind with me. semoga Tahun 2017 lebih baik dan lebih berwarna :P. Selamat Tahun Baru semuanya 🙂

Iklan

12 thoughts on “Wrap Up 2016

  1. hiyaaah.. baru sadar klo juga udah lupa kode2 si EFIN itu, pake email yang mana juga lupa, haha
    kalo gue masih tetep overweight hahaha
    klo gue udah legowo ama para dokter gigi, bahkan udah punya trik supaya ga kesakitan pas giginya di utik2, yaitu, menyakiti diri sendiri, gue akan nyubit telapak tangan/ tangan gue kuat2 sepenuh hati pake kuku, jadi gue bisa nga ngerasain sakit di giginya, yang ga legowo tetep si dompet, bete dah, ini aja masih ngutang 500 rebu ama dokter gigi abis masang crown kemaren huhu

    Suka

    • sakitnya sih nggak kerasa, cuma berasa serem denger suara bornya aja. apalagi kan merem jadi imajinasinya makin kemana2 berasa di film thriller gitu.

      selama proses mulut kebuka terus, disogok2 besi gitu jadi pengen muntah. karena ga bs ngomong jadi angkat tangan menarik perhatian dokter, eh si dokter masih anteng aja sampe gw melambai2kan tangan macam nonton konser baru dia sadar gw butuh break -_-

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s