Free Time Management


help_desk
Di pilem2, kerjaan technical support biasanya digambarkan sebagai ruangan besar penuh dengan pegawai outsource dari India menjawab telepon yang selalu berdering dengan ramah dan jawaban template. Namun pada kenyataannya nggak selalu seperti itu, saya sendiri misalnya bukan termasuk technical support yang ramah, justru sebaliknya (i am a cold and sarcastic jerk). Saya tidak menjawab telepon dengan standard “Selamat pagi, dengan XXX disini. ada yang bisa dibantu?” yang ceria, tapi dengan “halo” yang datar dan dilanjutkan dengan “ada perlu apa?” jika tidak segera menyampaikan permasalahannya (nggak ada yg call hotline cuma buat say hi, pasti ada aja masalahnya). Sungguh merupakan sebuah misteri ilahi bagaimana saya masih bisa dapet Customer Satisfaction Point yang bagus dengan kelakuan seperti ini.

Tapi kali ini saya nggak mau membahas tentang support, tapi tentang sisi yang lain. Tolak ukur kerjaan saya adalah jumlah tiket (issue yang diraise customer) yang disolve dalam sebulan dan tingkat kepuasan pelanggan (dari survey dan feedback customer tiap bulan), dan kalo lagi mode workaholic sih benernya jatah kerjaan sebulan bisa beres dalam seminggu. Karena saya bukan termasuk orang yang suka bersosialisasi (and i don’t even bother to try), biasanya setelah semua kerjaan selesai saya melakukan aktivitas lain mulai dari browsing2 cantik,baca2, nonton film sampai main game, dan ini saya lakukan secara terbuka karena memang ini bukan aktivitas terlarang (yes, i did check all the policy before to make sure) dan si Bos juga tidak pernah mempermasalahkan selama kerjaan beres.

Namun tidak semua orang punya pemikiran yang sama dan kebetulan ada penganut prinsip “Susah liat orang senang, senang liat orang susah” yang sepertinya nggak suka dan komplain ke bos sehingga si bos menyarankan saya untuk lebih sembunyi2 (baru tau alasannya ketika nanya “ngapain harus sembunyi2 pdhl bukan aktivitas ilegal” walaupun nggak direval identitas pelapornya). Tapi ini juga terbukti sulit untuk dilakukan karena ada aja yang kepo nyamperin “lagi ngapain? nggak ada kerjaan ya?”, kalo terganggu sih biasanya saya jawab “situ sendiri lagi nganggur kok sempet2nya keluyuran kemari?” sambil alt-tab. Salah satu alternatif yaitu ngantor siang2 untuk menghindari makhluk2 seperti ini (mayan lah 1/2 hari tanpa gangguan), yang sayangnya nggak bisa dilakukan tiap hari atau sekalian working from home full time gitu.

Ironisnya, ini semua membawa saya ke sebuah solusi alternatif yang justru melanggar kebijakan perusahaan yaitu freelance. Kegiatan produktif (setidaknya buat diri sendiri, sama sekali nggak produktif buat perusahaan) dimana saya terlihat lagi kerja (well, technically emang lagi kerja ini), si bos tenang karena nggak ada kecemburuan sosial, rekan kerja puas karena merasa senasib (terutama buat yang berprinsip “My happiness is not enough, everyone else must suffer!!”), dan saya dapet uang jajan tambahan walaupun tujuan utamanya bukan duit tapi cuma buat killing time aja

index

Ternyata kalo diliat statusnya malah saya lebih banyak menghabiskan waktu buat freelance daripada di kerjaan utama XD, serta masih bisa menjaga availability dan success rate untuk keduanya hohoho

Iklan

6 thoughts on “Free Time Management

  1. first, tempat kerja saya banyak yang berengsek lebih sering mainan HP daripada kerja. so why bother? saya beberapa kali ke-gap juga mainan HP lantaran jengkel yang kerja sampe koprol2 ga dapet apresiasi lebih dibanding yg produktivitasnya minim lantaran banyakan mainan hp daripada pegang kerjaan

    second, saya iri situ bisa handle freelance jobs di tempat kerja :v

    Suka

    • di tempat saya sih jarang ada yg main2, palingan smoking break ato ngobrol2 aja tapi kerjanya nggak efisien (menurut saya) dan kemauan belajar yang sangat rendah.

      tahun pertama sih saya masih rajin2nya nyikat tiket yang menumpuk, namun karena nggak ada apresiasi (capek2 solve issue 2x lebih banyak dr yang lain tapi hasil appraisalnya sama aja) akhirnya saya menurunkan standard biar sama kaya yang lain (dari segi jumlah aja, kerja berjam2 untuk sesuatu yg bisa solve dlm 15 menit doesn’t suit my personality)

      kalo situ banyak waktu luang di kantor, bisa coba freelance. lumayan lho

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s