e-KTP


Postingan ini nggak ada hubungannya dengan polemik e-KTP yang lagi marak sekarang, murni opini tentang KTP secara general, baik e-KTP maupun predesesornya

Sebelum era e-KTP

pertama kali punya KTP dulu itu…… jujur saja saya udah nggak ingat gimana prosesnya, tapi sepertinya merupakan sesuatu yg spesial sebagai simbol kedewasaan, bisa bikin SIM, bisa nyoblos, bisa buka rekening sendiri (eh sebelum punya KTP juga bisa buka rekening pake kartu pelajar sih). Tapi selanjutnya ketika saya mulai merantau dan hidup nomaden, benda satu ini menjadi sesuatu yang merepotkan dan memunculkan pertanyaan2 random seperti

1. Masa berlaku
masa berlaku KTP dulu itu 4 tahun, kenapa harus ada masa berlakunya? apakah setelah 4 Tahun itu jika tidak diperpanjang maka kita bukan penduduk Indonesia lagi? Kartu Mahasiswa aja nggak ada masa berlakunya dan ketika kita lulus maka kartu mahasiswa tersebut harus dikembalikan sebagai salah satu syarat kelulusan. Harusnya KTP gitu juga dong ya, nggak pake masa berlaku dan harus dikembalikan ketika kita pindah warga negara.

Kalo SIM masih bisa dimengerti sih, sifatnya sebagai surat ijin harus diperbarui dan jika expired maka tidak boleh berkendara di jalanan. Lha kalo KTP expired gimana? nggak jelas kegunaan dan konsekuensinya. Kenyataan bahwa saya bisa tetap hidup normal dengan KTP expired selama 8 tahun lebih membuktikan hal ini, nggak pernah merasakan yang namanya razia KTP.

2. Lokasi pembuatan
OK lah, saya terima saja bahwa KTP itu wajib diperbaharui walaupun nggak jelas tujuannya. Namun kenapa juga harus repot diperbaharui di tempat asal jika seharusnya ID card ini berlaku seIndonesia. Hal ini sangat menyusahkan perantau, apalagi yang beda pulau seperti yang saya alami dulu. Untuk buat baru bisalah dengan alasan biar bisa divalidasi keabsahannya, harus di kota asal dengan konfirmasi RT RW sampai kecamatan tempat tinggal. Tapi untuk update masa berlaku doang harusnya nggak perlu serepot itu kan, i mean jauh2 dari Bali ke Sulawesi (berat di ongkos, lama di jalan) cuma buat perpanjang KTP doang itu sesuatu banget >_<

3. Area berlaku
Awalnya saya kira KTP ini berlaku seIndonesia, ketika kuliah di Jawa juga buka rekening bank bisa menggunakan KTP dari mana saja. Namun di Bali ternyata nggak seperti itu, kekuatan KIPEM itu mengalahkan KTP. Nggak salah deh joke Bali itu beda dengan Indonesia dimana bule itu lebih ngerti yang namanya Bali ketimbang Indonesia. Saya menghabiskan waktu 5 tahun di Bali dengan KTP yang expired hanya dengan mengandalkan KIPEM untuk bepergian, baik lewat udara (waktu checkin di airport cukup nunjukin KIPEM) maupun laut (buat yang pernah naik bis Jawa-Bali, pasti pernah merasakan pengecekan abis nyebrang)

4. Legalitas
Bagaimana cara mengecek legalitas sebuah KTP sebelum era KTP Online? kayanya nggak bisa ya? karena waktu mendapati 3 masalah sebelumnya saat mau perpanjang KTP, saya akhirnya mencoba “jalur lain” untuk membuat KTP dimana cuma dibutuhkan biodata dan pasfoto (yep, bahkan nggak perlu dateng ke kantornya buat foto), dalam waktu 1 minggu sudah jadi itu KTP. beberapa datanya ngaco sih (ngasal aja kayanya ngasih agama, nggak sesuai apa yg ditulis. alamatnya juga ga tau fiktif atau nyata). Tapi KTP ini diterima di bandara, bank, dan bahkan bisa buat bikin passport lho. So akhirnya saya jadi punya 2 KTP dengan nomor yang berbeda sebelum era e-KTP.

era e-KTP

ketika mendengar tentang e-KTP, saya cukup tertarik secara KTP saya sudah expired sejak 2013 dan status saya sebagai warga negara Indonesia bisa dibilang nggak jelas. saya masih bisa keluyuran antar pulau di Indonesia tapi nggak bisa ke luar negeri karena bikin paspor butuh KTP. karena sebutannya “online”, saya kira itu artinya bisa bikin dimana saja selama bisa nunjukin KK, KTP lama, dan mungkin keterangan tinggal dari tempat kira berada saat ini. ternyata itu SALAH!!!, tetap harus dibuat di kota asal juga (padahal ini yang bikin males perpanjang KTP) >_<

berhubung waktu itu salah satu motif pengen bikin KTP selain karena embel2 "online" yang ternyata bukan berarti beneran bisa dibikin dimana saja selama ada koneksi ke server pusatnya, juga biar bisa perpanjang paspor semisal ada kesempatan jalan2 gratis dadakan. Akhirnya seperti sebelumnya, i turn to the dark side saya mencoba jalur lain yang oleh orang sini disebut “KTP tembak”. Ternyata masih bisa dilakukan selama data kita belum terdaftar di KTP online, tapi harganya jadi jauh lebih mahal. doi minta 600 rb untuk KTP dan KK dimana 1 KK minimal 2 orang. jadi kalo kita mau bikin 1 KTP tembak, maka ntar KKnya digabungin sama nama orang lain yang juga bikin KTP tembak (entah hubungan keluarganya dibikin apa itu, i cant even imagine). Saya nggak sreg dengan penggabungan KK ini (dan juga sama harganya sih, dulu bikin KTP tembak cuma 150rb soalnya), membatalkan niat perpanjang paspor (yeah, i can lose my interest and abandon my plan easily) dan merencanakan sesuatu yg lebih besar …….. (bersambung)

flash news : tanggal 9-13 saya bakal berada di jogja dalam rangka book tour, jadi yang mau ngasih donasi, minta tanda tangan, ngajak talk show, ato sekedar ketemuan aja bisa japri langsung šŸ™‚

Iklan

8 thoughts on “e-KTP

  1. Pas awal kuliah, kosku pernah dirazia (macam apaan aja deh). Trus karena punyanya KTP DKI, DISITA COBAAAKK…
    Abis itu yang ngambilin ke entah ke mana itu si Bapak Kos. Hadeh.

    Padahal tanggal 14 tanggal merah šŸ˜¦

    Suka

    • nah aneh kan, harusnya kan berlaku seIndonesia itu, masih bagus sih cuma disita trus bapak kosnya baik mau ngurusin

      di Bali mah pernah ada temen yang malem2 digelandang macam kriminal pas razia gitu, dikasih pengarahan di balai desa trus dibubarin (ga dianter balik)

      Suka

    • kalo di jalan biasanya udah keliatan dari jauh jadi bisa putar balik duluan, kalo di kos bisa dicuekin (pernah ngalamin sampe penghuni kos lain terkagum2)

      yang agak susah sih razia bus antar pulau di perbatasan, disuruh turun baris untuk dicek satu2 (untungnya punya KIPEM yang kastanya lebih tinggi dari KTP jadi aman haha)

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s