Cat Lessons


Melanjutkan kisah sebelumnya tentang bagaimana gw akhirnya mengadopsi (lebih tepatnya semacam buka daycare, bukan adopsi sih secara masih induknya yg ngasih makan) triplets. Tidak seperti kuro & shiro yang terlantar di postingan kemarin, triplets tidak ditelantarkan sama induknya. Si Gembul (salah satu anggota geng lunch cats, ternyata itu bukan obesitas biasa) cuma tidak bijak dalam memilih lokasi untuk merawat anak2nya (pojokan tempat para pekerja bangunan biasa lempar2 pecahan kayu, batu, dan genteng) dan sering keluyuran meninggalkan anaknya tanpa pengawasan sementara disini ada banyak satwa liar macam ular, biawak, dan babi hutan berkeliaran hingga akhirnya gw memutuskan untuk memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman, di kamar gw sendiri dan under supervision.

Gw menempatkan ketiganya di kotak sepatu beralaskan pakaian bekas, sebagian besar waktunya digunakan untuk merayap hingga mendapati objek empuk terdekat (bisa bantal, bola karet, ato sodaranya sendiri) dan tidur.

triplets di kotak sepatu

Siangnya, geng lunch cats ngantri di depan pintu seperti biasa menunggu makanan sisa dan gw tunjukin triplets di kotak sepatu ke si Gembul sambil ngasih tau berharap dia ngerti bahasa indonesia. Dia (dan 2 temennya) ngeliatin isi kotak sepatu itu dengan bingung, lalu si gembul melihat pojokan yang jaraknya cuma beberapa meter dari kamar gw (deket bgt, gw pungut gara2 denger tangisan mereka yang mungkin kepanasan) lalu pergi kesana.

Lesson 1 : mata kucing kayanya ga bagus (atau dia cuma lelet dan mau konfirmasi itu memang anaknya)

Anehnya, temen2nya juga ikut dia ke pojokan dan kembali lagi (entah mau nemenin doang, ikutan konfirmasi, ato cuma ngikutin doang ngira ada makanan disana) dan mengendus2 triplets, temennya juga mau ikutan ngendus, tapi si gembul tiba2 mendesis galak dan mengusir temen2nya (gw ikutan kaget waktu dia tiba2 mendesis dan mengusir mundur kucing2 lain) kemudian menjilati anaknya (mereka jadi bangun terus ribut nguik2 sambil saling dorong)

Lesson 2 : kucing protektif sama anaknya dari kucing lain

Biar gampang dan ga kehalang kardus, gw pindahin triplets ke lantai dan mereka langsung merayap dengan mata terpejam ke si gembul dan minum susu dengan beringas (saling dorong, saling panjat, dan pindah2 lokasi dengan agresif. maybe this is why cat have 6 tits) dan si gembul selonjoran santai tapi tetap menatap galak ke arah temen2nya dan mendesis tiap mereka bergerak mendekat. Begitu gw menuangkan makanan ke tempatnya, dia langsung bangun menghampiri sambil NYERET anak2nya (copot 1 di tengah jalan sementara 2 lagi somehow masih nempel), trus pas temen2nya mau ikutan makan juga tiba2 dia meraung ganas, nyakar, dan ngejar pas temennya lari ketakutan sampe 2 ekor anaknya yang lagi bergelantungan kelempar (shocking scene, lebih mendebarkan dari film horor)

Lesson 3 : makanan itu no 1 buat mama kitty, lebih protektif sama makanan ketimbang sama anaknya

pelajaran yg gw petik dari kejadian ini, jangan kasih makan si gembul dulu sebelum dia selesai menyusui anak2nya soalnya ada kemungkinan dia langsung pergi dengan santainya abis makan :|. Di siang hari gw biasanya buka pintu kamar biar nggak gerah jadi si gembul bebas keluar masuk ngurusin anaknya yg emang gw tempatin di deket pintu. Kadang dia sampe ketiduran waktu ngasih makan triplets, tapi seringnya sih dia minggat waktu triplets selesai makan.


si gembul mode sayang anak

Malam hari gw tutup pintu kamar biar ga banyak nyamuk, jadi si gembul ngeong2 kalo mau masuk. Hal ini lumayan nyebelin soalnya abis dibukain pintu dan anak2nya lagi tidur, dia ngeong2 lagi minta keluar, dan ga sampe 15 menit ngeong2 lagi minta masuk!!! Salah satu yang entah kenapa bikin si gembul betah di kamar dan nggak keluar masuk adalah “The Voice” atau apapun yang ada solo singernya, kadang ikutan “auuu auuu” juga sambil menatap layar televisi. Triplets juga akhirnya gw pindahin ke kardus TV karena si gembul ngotot mau ikutan masuk ke kotak sepatu 😐 muat sih anehnya cuma gw nggak yakin triplets bisa napas di bawah si gembul.awalnya gw malah teriak kaget pas si gembul tiba2 lompat masuk ke kotak sepatu, dan merasa lega setelah ngusir si gembul dan melihat anak2nya masih idup setelah didudukin gitu.

Lesson 4 : badan kucing itu macam jeli, bisa menyesuaikan diri sama tempatnya. distribusi bobotnya masih dipertanyakan

Problem utama dalam merawat triplets adalah induknya sering menghilang entah kemana, jadi gw bingung juga nyariin kalo anak2nya rewel minta makan walaupun biasanya hal ini nggak berlangsung lama. setelah saling panjat dan mencoba mengunyah kuping sodara2nya, mereka kembali tidur. tapi kayanya ini bukan healthy behaviour, jadi gw berusaha mencari cara agar mereka nggak kurang gizi. sedotan dan pipet terbukti tidak efektif dan cuma bikin mereka basah sama batuk2 aja. Saat itu gw teringat sama Garfield the next door cat dan muncul pemikiran radikal berdasarkan beberapa fakta
– triplets masih belum bisa buka mata, jadi harusnya mereka nggak bisa liat apa
– by default merayap dan mengunyah objek terdekat kalo mau makan, baik itu kaki gw ataupun muka sodara2nya
– Garfield juga punya anak 3, sementara colokannya ada 6

Jadi pertanyaannya, “apakah kucing itu punya fitur plug n play?” sehingga triplets bisa numpang makan ke colokan yang lagi nganggur.

Dan jawabannya adalah……..

Lesson 5 : kucing itu punya fitur plug n play

masih nggak jelas colokannya universal atau nggak, mungkin buat yang punya piaraan lain seperti bayi hamster atau marmut bisa dicoba colokin ke kucing terdekat 😐

Iklan

6 thoughts on “Cat Lessons

  1. you make me cengar-cengir baca postingan ini. di satu sisi sebel juga sama kelakuan emak-emak kucing gembul ini.
    kalo dalam dunia manusia mungkin dia tipe emak-emak crwt yang nge-sein kanan belok kiri kali yak

    Suka

  2. wkwkwkwkwkwk XD nggak bisa berhenti ketawa baca ini. harusnya momen pas Gembul nyeret anaknya buat makan itu direkam, pasti bakal epic 😀

    Suka

  3. wkwkwkwkwkwk 😄 nggak bisa berhenti ketawa baca ini. harusnya momen pas Gembul nyeret anaknya buat makan itu direkam, pasti bakal epic 😀

    Suka

  4. Ping-balik: Dilema HP (part 2) – Intersection of Yesterday and Tomorrow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s