Dilema HP


Jika ditanya benda apa yang masuk kategori ‘cant live without it’ atau simpelnya barang penting yang selalu saya bawa kemana aja, mungkin jawaban saya adalah hape. Bagi saya ini bukan hanya sebagai alat komunikasi, namun mempunyai berbagai fungsi penting dalam kehidupan sehari2 :

  1. Jam
    entah kenapa, saya nggak bisa pake jam tangan. baik yang berbahan kulit maupun logam selalu bikin tangan saya merah dan gatel2. Dan di kamar saya juga nggak ada jam karena saya tidak melihat ini sebagai sebuah kebutuhan (ya karena bisa liat di hape itu) dan males maku tembok juga sih :p
  2. Kalender
    ini malah sesuatu yang lebih nggak penting lagi buat saya. Yang saya tahu dalam keseharian cuma ini hari apa, tanggalnya nggak tau. Karena inilah biasanya saya nggak aware sama public holiday dan ngertinya dari kasak-kusuk sekitar yang ngomongin mau ngapain ketika ada hari libur (sementara aktivitas saya sih nggak jauh berbeda mau ada public holiday ataupun tidak). Tidak jarang pula tahu hari libur ketika paginya nunggu jemputan yang tak kunjung datang 😐
  3. Alarm
    Mungkin ini fungsi yang paling penting, ada alarm aja kadang nggak bangun 😐
  4. Teropong
    Mata saya minus, dan dengan kacamatapun masih ada limitasi seberapa jauh dan seberapa kecil tulisan yang bisa saya baca. Sementara saya nggak suka berada di posisi depan, terlalu mencolok dan susah kabur. Dengan adanya hape, saya bisa menggunakan kamera untuk menzoom tulisan jauh yang tidak kelihatan :p
  5. Escape Mechanism
    terjebak di meeting yang membosankan? diajak ngobrol tapi lagi males ngeladenin? voila, tinggal pura2 terima telp dan pergi muhahaha
  6. Solitary Mode
    wajib hadir di suatu acara tapi nggak pengen dideketin orang? sibuk sama gadget (browsing, chatting, etc) merupakan salah satu cara efektif biar nggak digangguin orang, sekedar swipe2 nggak jelas atau ngelamun sambil memandang layar hape juga bisa dilakukan (bahkan ketika hapemu mati). Masih tetep ada yang deketin? cek nomor 5 :p

Fungsi umum seperti telp, chatting, medsos, dan game sepertinya nggak perlu dibahas secara itu sudah merupakan fungsi utama sebuah handphone saat ini. Setelah hampir 5 tahun digunakan, hape saya mulai bermasalah. remeh sih benernya, cuma tombol power yang non responsif jadi kalo mau nyalain harus dipencet sekuat tenaga dan seiring waktu, jumlah tenaga yang dibutuhkan semakin meningkat hingga akhirnya tombol powernya jadi seperti menyatu dengan body hapenya :|. Hal ini menimbulkan masalah berikutnya, tombol powernya jadi terlalu responsif hingga ketika nggak ngapa2inpun langsung keluar notifikasi buat restart seolah tombol powernya diteken lama, dan ini lebih bikin frustasi ketimbang tombol yang nggak responsif >_<

Akhirnya saya bongkar itu hape dan saya copot tombol powernya, sepotong lakban menggantikan posisi tombol tersebut biar nggak kemasukan debu. Konsekuensinya, begitu layarnya mati harus dicolok power biar bisa stand by lagi (either tancep USB atau dicas). idle screen yang cukup lama juga ternyata cukup menguras batere walaupun brightnessnya udah diset low. Bikin repot juga kalo lagi di jalan, harus nyari colokan atau nunggu ada yg call dulu baru bisa pake hape. Sepertinya sudah saatnya mencari pengganti setelah sekian lama bersama.

Mulai browsing2 calon hape pengganti, ternyata promo2 di olshop cukup menggoda. Namun karena belum pernah belanja barang kaya gini secara online jadi rada parno sama shippingnya (cuma pernah beli barang yang tahan banting, jadi biar selama pengiriman dilempar2 nggak masalah), lagian tempat tinggal saat ini di daerah antah-berantah yang alamatnya nggak punya nomor (atau mungkin punya cuma nggak dipasang aja, macam mall gitu kayanya ga ada nomornya) bikin makin galau mau beli online atau cari di toko fisik aja, dan karena hape yang sekarang masih bisa digunakan, jadinya selow aja.

Rabu pagi, sinar mentari menembus jendela kamar mebangunkanku dari tidur yang nyenyak……. eh sinar mentari? tidur nyenyak?!! jam berapa ini?!!! terlompat panik menyadari ini udah jam 8.30!! Dalam keadaan normal sih, saya bakal tidur lagi dengan santai dan ngantor after lunch, tapi hari itu saya ada meeting jam 9. Untungnya pagi itu ada “red carpet incident” di kantor sehingga meetingnya tertunda hingga saya tiba. Tapi hal ini cukup mengkhawatirkan sih karena saya nggak pernah sekalipun nyuekin alarm jika ada agenda yang mengharuskan saya bangun pagi.

Besoknya, baru bangung jam 10 lewat!!!! tapi untungnya kamis itu public holiday :). Tapi tetep aja nggak wajar ini terjadi 2 hari berturut2, dan setelah dicek ternyata schedule alarm harian yang terset menghilang secara misterius *x-file theme playing*. Situasi yang makin serius membuat saya ke kota pada hari Sabtu untuk beli hape yang sudah diincer….. namun ternyata harganya lebih mahal 500rb!!! bahkan setelah muterin hampir semua toko yang ada dan nawar mentok, masih lebih mahal 300rb >_<. sesuatu banget mengingat beda harganya sudah termasuk ongkir kalo beli online…… jadi galau lagi deh sama bisikan “pending dulu deh, cuma masalah alarm doang, bisa diset ulang, nggak tiap hari harus bangun pagi juga kan”

Iklan

2 thoughts on “Dilema HP

    • gw lebih sensitif ama suara ketimbang goncangan, klo cuma disenggol ato ditepok2 doang ga bakalan bangun (ada gempa sampe buku2 jatuh ke kasur aja ga bangun, true story) :p

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s