The Pandas


Jadi ceritanya baru2 ini saya pindahan, dan karena di pindahan terakhir dari Bali dimana saya harus membagikan banyak peninggalan seperti lemari, kursi santai, sampe galon saking banyaknya barang yang ribet untuk dibawa, tapi sayang untuk dibuang, selama bertahun2 ini saya tidak menambah barang sama sekali sehingga practically, semuanya muat di kardus yang sama dan tinggal dibawa begitu saja.

Extra luggage yang ada hanyalah objek penelitian musim panas kemarin yang sudah tumbuh besar dan punya rumah sendiri (walaupun cuma dari potongan kayu bekas asal paku dan beratapkan kardus). Akhirnya diputuskan untuk membawa Inga saja karena dia yang paling anteng.

trio

Lingkungan di tempat baru cukup “cat friendly”, banyak tanaman buat diendus2, banyak ban motor buat dicakar2. Kardus tempat tidur favorit inga dan mangkok makan juga tidak lupa dibawa,all is well pokoknya……. hingga pada suatu hari, ketika pulang, saya mendapati Inga tiduran di dekat tempat sampah

Me : Inga, ngapain kamu di situ? Inga bukan kucing gembel
Inga : ngaaaa (ga tau apa artinya, i don’t speak cats)
Me : ayo pulang, bobo di kardusmu aja

Ternyata kardusnya diakusisi kucing lain

Me : sapa kamu?
Fat Cat : Hissss…..
Me : pergi2, jangan di situ
Me : Hrrrrr!!!…..

Dia tidak bergeming, mungkin kucing preman lokal penguasa daerah sini. Akhirnya kita yang ngalah masukin Inga ke kamar, bahkan ngambil mangkok makanannya aja pelan2 dalam pengawasan ketat dan desisan si preman.

Beberapa hari kemudian, si preman mulai berani masuk ke kamar yang sedikit terbuka dan dengan pedenya makan minum ransum si Inga sementara Inga sendiri cuma diem ngeliatin (entah takut, atau ga peduli). Tapi pas saya mau keluar, dia langsung lari keluar mendahului, ternyata abis punya anak, pantes keliatan agak kurusan.

IMG_20170802_185023_HHT

Awalnya dia masih protektif banget, tapi lama2 anaknya dipindahin masuk. Dibawanya satu-persatu ke tumpukan kardus di pojok kamar, tapi mereka malah jatoh ke celah antara kardus dan tembok, si preman tampak kebingungan ga bisa meraih anaknya yg jatoh dan cuma bisa muter2 sambil ao-ao. Karena saya baik (aslinya sih terganggu sama berisiknya), saya bantuin geser kardus yang ternyata cukup berat dan mindahin anak2nya ke tempat yang layak di dalam kamar.

Ternyata si preman ini (mulai saat ini disebut Mapan) adalah ibu yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan si Gembul. Dia nggak sering keluyuran dan menghilang tanpa kabar, serta sabar mengurus kelima anaknya (disebut Panda 5). Feeding time cukup hectic karena walaupun colokannya ada 6, tapi posisinya tidak memungkinkan untuk digunakan semua secara bersamaan. Saling dorong tak terelakkan walaupun sudah dibantuin mengarahkan ke colokan yang tersedia biar semua kebagian, masih aja pindah2.

Mereka tumbuh menjadi para panda yang sadar kamera banget, instingnya maju mendekati kamera. agak susah jadinya karena gerak terus dan kalo udah stabil malah deket banget ama kamera jadi harus dimundurin lagi :p. Inga sendiri cukup akur sama mereka, tapi kalo udah dideketin rame2 biasanya dia panik trus pindah tempat lain, dideketin lagi trus pindah lagi, gitu seterusnya sampe capek sendiri. Mapan juga akhirnya jadi baik sama Inga, dideketin dan dijilat2. Tapi Inga sepertinya nggak suka digituin, kalo udah menghindar masih digituin biasanya Mapan ditabok 😐

Ketika tiba saatnya (udah bisa lari2 dan manjat2, serta mulai berekskresi), kandangnya dipindahin keluar biar bisa potty training seperti triplet dulu (3 aja udah ribet dulu, apalagi 5) namun sekitar seminggu setelah itu tiba2 hadir Panda keenam yang entah darimana datangnya. Awalnya nggak nyadar karena patternnya mirip dan ngumpul ama Panda yang lain.  Setelah diamati baru keliatan ada 1 yang ukurannya lebih besar.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pulang opname kemarin, heran mendapati lingkungan kamar yang sepi, cuma ada Mapan sendiri. Inga sih udah biasa keluyuran, palingan pergi pijat pus pus seperti biasa

Me : Mapan, mana anak2?
Mapan : awuwu awuwu

Buka pintu kamar dan Mapan langsung masuk, tampak bingung muter2 di dalam macam mencari sesuatu. Dari kelakuannya sih kayanya bukan dipindahin sama induknya, tapi nggak mungkin juga mereka kabur rame2 secara selama ini nggak pernah keluyuran, ada tukang anter galon aja mereka lari sembunyi masuk kotak. Hingga kini masih misteri apa yang terjadi dengan Panda, tinggal Mapan dan Inga 😦

Iklan

4 thoughts on “The Pandas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s