Training 7 Habit


Mungkin karena saya mengeluh pada performance review tahun lalu tentang nggak ada ilmu yang bisa dipelajari selama 2 tahun di sini dan keinginan untuk ikut training eksternal walaupun niat tersembunyinya biar bisa jalan2 aja aslinya, tahun ini saya jadi beberapa kali disuruh mengikuti training walaupun nggak seperti yang saya harapkan (cuma sekali aja jalan2, selebihnya training lokal doang). Mungkin lain kali harus secara eksplisit ngomong pengen jalan2 berkedok training kali ya :p

Jadi training terakhir yang saya ikuti membahas tentang working habit, bisa ditebak dari namanya bahwa ini adalah training “soft skill” yang nggak beda jauh dari seminar motivasi atau pertemuan MLM, tapi paling nggak masih lebih relevan lah dibandingkan training sebelum ini tentang bekerja di ruang tertutup dimana trainernya cuma mengajukan 1 pertanyaan kepada saya dan selanjutnya saya seperti tidak ada di sana sampai acara berakhir :p

Poin utama yang ditekankan di training ini adalah membentuk “can do attitude”, sebuah proses transformasi yang digambarkan sebagai anak tangga mulai dari paling bawah di mana kita malihat kesuksesan orang lain, berharap menjadi sukses, hingga akhirnya melangkah dengan penuh percaya diri ke jalan tersebut. Ada 7 habit yang dibahas dari pagi hingga sore (nggak terlalu inget tapi apa 7 itu, mungkin bisa dicari2 di internet).Namun di sini, saya tidak mau ikutan berteori karena hidup itu tidak semudah cocote Mario Teguh

Saya yakin sang trainer sudah sering sekali membawakan materi ini dan sudah punya gambaran peserta, respon dan pertanyaan yang akan dilontarkan, dan lain sebagainya. Dan kehadiran saya di sana membantu memberikan variasi biar pengalamannya makin beragam, tapi saya berusaha menjadi anak baik yang hanya duduk manis dan tidak terlalu aktif berpartisipasi (emang pada dasarnya males aja sih) kecuali ditanya. Berikut ini beberapa hal yang mungkin merupakan anomali

1.Group Habit
Training diawali di ruang kelas dimana ada beberapa meja bundar yang membagi peserta menjadi 5 grup, setelah itu ada outdoor activity dan semuanya kembali diminta untuk membentuk 5 kelompok bebas. Di lapangan, si trainer mengatakan bahwa tanpa sadar ketika membentuk kelompok, manusia akan berkumpul bersama orang2 yang dikenalnya jadi di dalam kelas, orang2 yang sekantor akan berada di kelompok yang sama.

Demikian pula ketika di luar, setelah beberapa jam menjadi satu kelompok di ruang kelas, ketika disuruh membentuk kelompok di luar, kecenderungan untuk berada di antara orang2 yang sama itu tetap ada. Sayangnya saya adalah kasus khusus yang nggak sesuai dengan teorinya. Karena lebih sering berkomunikasi via email, saya nggak tahu siapa saja peserta yang sekantor jadi waktu datang awal2 di kelas duduknya random. Dan ketika outdoor activity, saya nggak ingat siapa saja yang segrup waktu di kelas jadi lagi2 ngumpulnya random :p

2. Can Do Attitude

salah satu permainan yang dilakukan waktu outdoor activity adalah membentuk lingkaran dari tali rafia. Jadi si trainer menggenggam 6 potong tali rafia di tengah2 dan masing2 orang memegang potongan tali atas dengan tangan kanan, dan potongan tali bawah dengan tangan kiri. setelah semua orang sudah memegang tali. si trainer melepaskan tali tersebut dan kita disuruh membentuk lingkaran besar dengan syarat tidak boleh melepaskan tali yang kita pegang.

Di percobaan pertama, saya melihat dari potongan tali yang dipegang saat itu bahwa tidak mungkin ini bisa dilakukan dan menyarankan untuk “mereset” hingga mendapatkan initial start yang menguntungkan. Namun salah satu bapak2 anggota kelompok mengingatkan saya pada “can do attitude” bahwa semuanya bisa dilakukan jika kita berusaha. Usaha saya menjelaskan kenapa hal ini tidak bisa dilakukan tampak sia2 karena dia juga berusaha meyakinkan saya untuk “mencoba dulu dan tidak patah semangat”. Males berargumen, akhirnya saya memilih opsi “yowis, karepmu lah” (tidak diucapkan terang2an tentunya) dan setelah lebih dari 10 menit mencoba mengarahkan anggota kelompoknya berputar2 kesana kemari akhirnya dia menyadari nggak semuanya bisa dilakukan cuma dengan modal keyakinan. Sepertinya si bapak perlu ikut traning work smart, not just work hard :p

3. Teamwork and Trust
Salah satu permainan lain yang dilakukan 2 orang. Orang pertama matanya ditutup dan harus mencapai finish secepat mungkin sambil menghindari “ranjau” yang disebar di lapangan. Orang kedua bertugas mengarahkan orang pertama dan untuk setiap ranjau yang terinjak ada penalti waktunya.

Sebagai pelari terakhir di kelompok, saya berkesempatan untuk mengamati pelari2 sebelumnya dan melihat di tengah keributan dan arahan dari kelompok2 lain, cukup susah membedakan suara arahan teman kita. Selain itu walaupun kita bisa membedakan suaranya, cukup susah juga menghindari ranjau yang ada, instruksi maju-kanan-kiri atau instruksi lain tidak begitu membantu. Jadi saya memformulasikan stragegi khusus untuk memenangkan permainan ini, yaitu dengan berlari sekencang mungkin dengan langkah besar tanpa memperdulikan instruksi yang diberikan XD

Dengan mengambil langkah besar, jumlah langkah yang diperlukan untuk mencapai finish tidak terlalu banyak jadi worst case setiap langkah menginjak ranjau juga penalti waktunya nggak gitu terasa karena perbedaan waktu yang cukup besar dibandingkan peserta lain yang melangkah perlahan dan berhati2 untuk mencapai finish :p. Saya nggak yakin bagaimana respon trainer, rekan saya, ataupun penonton dari tim lain ketika saya melakukan hal ini. yang pasti saya cukup puas meraih skor tertinggi di permainan ini walaupun mengabaikan tema teamwork yang diangkat :p

Apakah saya akan merekomendasikan training ini pada rekan kerja yang lain? tentu saja, makan siang dan snack coffee break yang disediakan cukup enak 🙂

Iklan

10 thoughts on “Training 7 Habit

  1. 7 habit tapi point nya 3?

    Satu2nya training yang saya ikuti tahun ini cuman training webgis.
    Kudu mempelajari lagi HTML, JS, CSS bikin pusing. sempet coding sampe jam 1 malem karena penasaran, trus setelah kelar urusan sekarang dah bosen. dah lupa

    Suka

    • walaupun secara fisik ikut training tapi pikiran nggak 100% jadi lupa 7 habit itu apa aja :p (eh bukan lupa ya namanya jika dari awal nggak tahu). training GIS kayanya masih lebih menarik dari training soft skill macam ini

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s