Kuiz


Pada jaman dahulu kala, sempat booming kasus mama minta pulsa yang di Indonesia korbannya lebih banyak dari email pangeran Nigeria bagi2 duit. Karena dulu sering ada bonus sms gratis yang batas waktunya cuma sehari, saya suka iseng balesin sms aneh2 biar gratisannya kepake sebelum angus, keisengan ini sempat berlangsung cukup lama pula :p.

Di era smartphone seperti sekarang ini, sepertinya sebagian besar sudah berpindah ke whatsapp atau messenger lainnya dan teknologi sms sudah mulai ditinggalkan. Sms masuk palingan cuma berisi promo dari operator, konfirmasi online dan penipuan. Registrasi nomor hape dengan KTP dan KK yang awalnya saya kira bakal cukup bermanfaat untuk mengurangi jumlah penipuan via hape ternyata nggak begitu berpengaruh. Masih ada aja sms masuk seperti

Selamat, Anda memenangkan hadiah [mobil/uang/else], untuk info pengambilan hadiah silahkan klik [biasanya blogspot atau domain2 receh lain]. Pengirim : [operator/bank/else]

Kurang tahu sih apa yang ada di link tersebut, mungkin dia minta ditransfer sebelum ngirim hadiah dengan kedok biaya administrasi, pajak, atau sejenisnya kali ya. Dan entah apakah ada banyak yang menjadi korban penipuan model begitu secara nomor pengirimnya jelas terlihat bukan dari operator.

Nah di 2018 ini, saya pernah nyaris tertipu. Di siang hari ada telp yang mengaku dari telkomsel mengatakan nomor saya mendapat gratis paket internet selama 3 bulan tanpa dipungut biaya dan tanpa syarat. tidak terlihat seperti penipuan bukan? terlebih lagi sebelumnya dia mengkonfirmasi nomor hape dan jumlah tagihan bulan terakhir yang nominalnya dia sebutkan dengan benar (entah dari mana dia bisa dapat informasi ini). Terakhir masih dengan nada bicara yang sopan dan khas operator, dia minta saya menyebutkan nomor yang dikirim di hape dan tiba2 ada sms masuk dari TSEL-APPS (bukan nomor abal2 seperti penipuan sebelumnya) yang berbunyi

Ini Password rahasia anda untuk login aplikasi. Telkomsel tidak pernah meminta password ini dan jangan berikan kepada siapapun. Waspada penipuan. Password : xxxx

Saya tidak tahu dan tidak pernah menggunakan aplikasi yang dimaksud, dan jelas disebutkan telkomsel tidak pernah meminta password rahasia tersebut jadi disitu kecurigaan mulai muncul.

Me : ini nomor buat apa ya mas? biasanya apply paket nggak pernah pake ginian segala
X : ini untuk konfirmasi saja pak
Me : oh gitu ya, ok nomornya xxxx (nyebutin nomor lain)
X : ini ada bonus bicara 300 menit juga, coba dikonfirmasi lagi nomornya
Me : *ada sms masuk lagi, tapi udah males nanggepin* eh saya ada urusan mas, dicancel aja lah gratisannya, saya nggak butuh.

Beberapa minggu setelahnya, ada modus serupa tapi tak sama. call malam2 sekitar jam 7 mengaku dari jamu sido muncul padahal saya nggak doyan jamu!! Suaranya juga bukan tipikal operator pada umumnya jadi sudah menimbulkan kecurigaan sejak awal

X : Selamat malam pak, nomor bapak terpilih untuk mengikuti kuis berhadiah 30 juta dari sido muncul bla bla bla
Me : *pengen tau ke mana arahnya, jadi ngikut aja sampai jawab pertanyaan pilihan ganda yang diberikan*
X : selamat, jawaban bapak benar. ini nanti hadiahnya akan langsung dikirimkan ke alamat bapak dan tidak dipungut biaya apapun ya pak.
Me : *bertanya2, ini orang nggak nanya alamat dari tadi ntar ngirimnya gimana emang*
X : untuk itu, kami butuh konfirmasi nomor PIN yang akan segera dikirimkan ke hape bapak untuk memastikan ini benar nomor [nomor hape saya] (sms yang sama seperti modus sebelumnya)
Me : *makin bingung, situ yang telp kemari kok mau mastiin nomornya bener, gimana cerita?* ini nomor buat apa ya mas?
X : untuk memastikan hadiahnya dikirim ke alamat bapak
Me : lha hubungannya apa ini sama alamat?
X : di sistem kami sudah tersimpan alamat dan nomor hape bapak
Me : ya klo udah ada ya langsung kirim aja toh, buat apa pake minta pin segala?
X : ya itu digunakan buat (mulai ngasih alesan2 yang nggak masuk akal dan dibuat2)
Me : dah klo ribet gitu saya sumbangkan ke panti asuhan terdekat di sana aja lah mas, nggak usah repot dikirim kemari segala
X : (kayanya ngomong sesuatu tapi udah keburu tutup telp, bikin senewen ngeladenin omongannya)

Beberapa hari setelah itu, nomor hape saya yang lain dihubungi lagi siang2 sama si sido muncul dan orang yang sama pula (masih inget suaranya). karena udah ilfil (dan lagi di tempat umum pula), ga mau ngucapin keyword buat ngikutin kuisnya. Tapi konyolnya katanya gpp dan masih lanjut aja (padahal klo di kuiz normal, salah ngucapin slogan di awal aja udah gagal tuh)

Me : *motong pas dia lagi bacain pertanyaan kuis* mas dapet nomor saya dari mana ya?
X : ini nomor bapak terpilih untuk mengikuti…
Me : iya, yang saya tanya ini dapat nomor saya dari mana kok bisa terpilih
X : bapak salah satu pelanggan kami yang beruntung..
Me : saya nggak pernah beli jamu lho mas
X : *mulai terbata2* wah nggak tau mas, ini dari atasan saya
Me : coba ditanyakan ke atasannya dapet dari mana, atau sambungkan langsung saja biar saya ngobrol sendiri sama atasannya
X : anu, ini datanya dapat dari pemerintah
Me : eh? nggak mungkin lah mas pemerintah ngasih data2 gituan ke perusahaan jamu, apa hubungannya? (dengan nada kalem)
X : *mulai emosi ngelesnya sampai akhirnya mengakhiri panggilan dengan kalimat yang tidak layak disebutkan di sini*

Sekarang, sudah berbulan2 nggak dapet model begitu lagi. Lagi masa transisi ke jenis penipuan yang lain lagi kali ya. Ada yang punya pengalaman serupa atau malah jadi korban? penasaran itu PIN bisa dipake buat apaan emang

8 komentar di “Kuiz

    • saya nggak pernah merespon sms karena cuma punya paket data, cuma bisa dikontak via WA. Itu juga sudah sebulan ini sengaja dinonaktifkan demi menghindari seseorang, damai benar rasanya akhir2 ini 🙂

      Suka

  1. Saya biasanya ga mau mengangkat telpon dari nomor yang tidak tersimpan di kontak. Celakanya sedang mengunggu telpon terkait kerjaan. Eh, ternyata yang nelpon sales kartu kredit. Gondok tapi gimana dong 😆

    Suka

    • lebih banyak dikontak sales asuransi disbanding kartu kredit akhir2 ini, udah say NO dari awal bilang udah punya masih tetep ngotot mau jelasin jadi akhirnya biarin dia ngoceh sambal sesekali merespon “hmmm”, “ooo” biar kaya lagi didengerin :p

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s