Anime Review : Attack on Titan


shinseki no kyoukinSetelah season kemarin vakum download Anime karena hampir nggak ada yg sesuai selera.Spring 2013 dihiasi judul2 baru yang menarik, salah satunya adalah Shingeki no Kyojin, atau versi USnya Attack on Titan. Seperti yang bisa dilihat pada gambar di atas, Anime satu ini bukan konsumsi anak2 (gambar animenya sih nggak kaya gitu, tapi kira2 gitulah kalo dibikin versi layar lebarnya :p). Buat para orang tua yang menganggap semua film kartun/animasi itu adalah film anak2, saya tegaskan sekali lagi rating Anime satu ini minimal 17+ dan bukannya SU, bahkan tidak masuk kategori BO sekalipun karena banyaknya adegan berdarah disini. Warning juga buat yang nggak kuat lihat Anime berdarah, adegan pertarungannya tidak seperti gundam yang berisi pertarungan mecha dimana efek paling sadisnya hanya robot yang terpotong2 dengan kabel dan spare part terburai sementara sang pilot keluar dari cockpit atau paling apes mati di tengah ledakan dengan asap warna pink 😐 (tidak bermaksud menyinggung Gundam, saya sendiri adalah fans berat Gundam Seed). Seri satu ini lebih menyerupai Blood-C yang dihiasi pertarungan dengan pedang, adegan mutilasi, dan cabik mencabik.

Ceritanya sendiri mengisahkan suatu masa dimana populasi manusia menjadi terancam karena keberadaan makhluk raksasa setinggi 15 meter yang disebut Titan, belum diketahui alasan Titan ini menyerang dan memakan manusia (iya, makan orang!!!) secara si Titan ini ternyata nggak butuh makan untuk bertahan hidup. Intinya para manusia ini akhirnya membangun sebuah kota/negara yang dikelilingi 3 lapis tembok raksasa demi mencegah serangan Titan dan “hidup damai” di dalamnya. 100 Tahun berlalu hingga para generasi mudanya tidak pernah tahu kehidupan di luar tembok itu seperti apa. Suatu hari tiba2 muncul Titan raksasa(udah Titan, raksasa pula, untung cuma ada satu :p) setinggi 60 meter yang menghancurkan tembok terluar sehingga para Titan lain bisa masuk dan menyerang kota terluar. Tokoh utama Anime ini yang waktu penyerangan ini masih kecil terpaksa (dipaksa sih lebih tepatnya) melarikan diri sambil menyaksikan adegan dramatis traumatis yang membuat kebenciannya pada Titan makin bombastis (adegannya kaya gimana bisa dilihat sendiri di episode pertama anime ini, bisa menjadi penentu mau melanjutkan nonton episode berikutnya atau stop di sini :D).

Demi menghindari spoiler (dan karena males nulis), cukup sampai disini saja reviewnya. kasih teaser gambar2 aja ya :p

titan

Anime ini masih ongoing dan hingga tulisan ini dibuat sudah bisa ditonton hingga episode 8, ceritanya cukup menarik dan mengundang pertanyaan bagi yang mengikuti (bisa juga diikuti tanpa mikir kok, bukan Anime berat macam Gundam atau Code Geass yang banyak unsur politiknya). So, enjoy 😀 *lanjut nonton ep 8 yang baru selesai didownload, Mikasaaa here i come*

Iklan

Tayangan Anak, Kekerasan, Mistis, dan Seks


Baru saja baca berita konyol tentang tayangan anak yang menurut KPI mengandung unsur kekerasan, salah satunya adalah SPONGEBOB!!!, bahkan salah satu animasi legendaris kena sanksi yaitu Tom & Jerry :)). Entah ini berita beneran ato becandaan aja secara detik kadang emang suka ngasal kalo nulis berita, tapi masih banyak pihak yang menyalahkan film animasi,game serta komik yang ‘mengandung unsur kekerasan’ ini mengakibatkan anak2 mereka jadi ‘brutal’ dan mungkin berpotensi jadi penjahat. Hal ini cukup membuat saya bingung kenapa Ortu kaya gini ngasih anaknya main Angry Bird yang juga mengandung kekerasan (ngelempar burung ke babi sampe bonyok2 gitu), lebih bingung kenapa tuh anak TK jaman sekarang udah main iPad sih benernya wkwk (maklum dulu waktu TK ga melek teknologi, paling banter main lego, kenal gimbot pas SD).

Pandangan yang menganggap game, animasi, dan komik adalah “barang anak2” sebenarnya sudah keliru sih, banyak dari hal2 ini yang di negara asalnya memang dikategorikan konsumsi remaja (bahkan ada yang dewasa), cuma para Orang Tua di Indonesia saja yang sepertinya tidak (atau tidak mau) peduli dan tetap membiarkan anak2nya walaupun banyak dari benda2 ini yang secara jelas memberikan logo 18+ atau R di kemasannya (and you still blame the products? shame on you, Ignorant Parents). Lagian menonton anime Shounen yang ada adegan tarung2nya juga harusnya nggak otomatis bikin anak anda jadi suka berantem dong, sama seperti nonton CSI nggak otomatis bikin anda jadi investigator handal atau ngasih anak anda main Sim City dan taun depan tuh bocah udah bisa bangun rumah sendiri. Cobalah perhatikan lingkungan tempat anak anda tumbuh sekarang (paling nggak keadaan rumah tangga anda sendiri), apakah anda sebagai Orang Tua suka berantem? Kalo si anak nakal dipukul/sentil/jewer/apalah? pembantu ada salah dipukul/tendang/setrika/cambuk? Atau mungkin si anak ga boleh nonton Naruto karena ada berantemnya tapi si Bapak suka nonton WWF sambil teriak2 “hadjaaar!!!, getok palanya pake meja!!!” dan si Ibu kalo nonton sinetron suka berapi2 sambil komentar “duh si A jahat banget deh, harusnya yang kaya gitu ditabrak mobil aja”. Kalo semua di atas jawabannya adalah iya…… yeah rite, buah hati anda suka “ringan tangan” itu gara2 Spongebob, anda sungguh orang tua yang cerdas hehehe

Selain itu, sebagai orang tua seharusnya anda meyakini bahwa anak anda itu punya yang namanya OTAK dan mereka tidak akan meniru tingkah laku Jerry yang nabokin wajan ke muka Tom, ato pas main kejar2an sama temennya mencoba menghentikan dengan menjatuhkan batu besar sebagaimana aksi Coyote dan Road Runner. Well, setidaknya seingat saya tayangan Looney Toons taun 90an yang saya tonton waktu kecil dulu tidak ada disclaimer “Dont try this at home” dan saya ga pernah liat ada anak2 di lingkungan saya yang mraktekin apa yang mereka tonton. Bahkan walau masih imut2 SD gitu saya cukup paham kalo “orang bisa jalan di udara dan melawan hukum gravitasi asal nggak liat ke bawah, pas nyadar trus liat bawah baru jatoh” itu cuma ada di film2 dan nggak beneran. Nggak tau lagi sih kalo intelegensia anak jaman sekarang berbeda sama anak angkatan saya dulu :p

Setidaknya, saya adalah produk nyata dari anak kecil yang tontonan, bacaan, dan mainannya diwarnai kekerasan dan kini sudah tumbuh besar dan tidak jadi seorang penjahat, bahkan pengalaman tawuran aja nol. Pukulan terbanyak yang saya lakukan hanyalah pada lemari dan itupun dibantalin dulu biar nggak berisik mengganggu tetangga (dan bikin tangan sendiri sakit tentunya). Berikut list tontonan, bacaan,dan mainan saya yang pasti kata KPI sekarang mengandung kekerasan dan pornografi :

– Doraemon : kekerasan karena Giant suka mukulin Nobita, dan pornografi karena Pintu Ajaib sering nyasar ke kamar mandi Shizuka
– Donal Bebek : pornografi karena donal ga pake celana, dan kekerasan yang mewarnai setiap lembar ceritanya
– Warkop DKI : pornografi dengan bikini di setiap filmnya yang selalu ada adegan pantai, dan tentu saja komedinya penuh kekerasan
– Si Komo : pornografi, jangankan celana, semua tokohnya gak pake baju sama sekali. di beberapa edisi ada adegan mukulnya juga
– Batman 90an : pake celana dalem di luar dan walaupun mukulnya ga terlalu keliatan karena tulisan POW BAM WHAK gede yang selalu menghalangi itu, tetep aja kekerasan kan ya

duh udah jam segini, kalo mau diterusin bisa jadi setebel buku TA sih ini. kapan2 ajalah kalo ada waktu (baca : kalo inget dan ga males), udah waktunya pulang 😀