Tayangan Anak, Kekerasan, Mistis, dan Seks


Baru saja baca berita konyol tentang tayangan anak yang menurut KPI mengandung unsur kekerasan, salah satunya adalah SPONGEBOB!!!, bahkan salah satu animasi legendaris kena sanksi yaitu Tom & Jerry :)). Entah ini berita beneran ato becandaan aja secara detik kadang emang suka ngasal kalo nulis berita, tapi masih banyak pihak yang menyalahkan film animasi,game serta komik yang ‘mengandung unsur kekerasan’ ini mengakibatkan anak2 mereka jadi ‘brutal’ dan mungkin berpotensi jadi penjahat. Hal ini cukup membuat saya bingung kenapa Ortu kaya gini ngasih anaknya main Angry Bird yang juga mengandung kekerasan (ngelempar burung ke babi sampe bonyok2 gitu), lebih bingung kenapa tuh anak TK jaman sekarang udah main iPad sih benernya wkwk (maklum dulu waktu TK ga melek teknologi, paling banter main lego, kenal gimbot pas SD).

Pandangan yang menganggap game, animasi, dan komik adalah “barang anak2” sebenarnya sudah keliru sih, banyak dari hal2 ini yang di negara asalnya memang dikategorikan konsumsi remaja (bahkan ada yang dewasa), cuma para Orang Tua di Indonesia saja yang sepertinya tidak (atau tidak mau) peduli dan tetap membiarkan anak2nya walaupun banyak dari benda2 ini yang secara jelas memberikan logo 18+ atau R di kemasannya (and you still blame the products? shame on you, Ignorant Parents). Lagian menonton anime Shounen yang ada adegan tarung2nya juga harusnya nggak otomatis bikin anak anda jadi suka berantem dong, sama seperti nonton CSI nggak otomatis bikin anda jadi investigator handal atau ngasih anak anda main Sim City dan taun depan tuh bocah udah bisa bangun rumah sendiri. Cobalah perhatikan lingkungan tempat anak anda tumbuh sekarang (paling nggak keadaan rumah tangga anda sendiri), apakah anda sebagai Orang Tua suka berantem? Kalo si anak nakal dipukul/sentil/jewer/apalah? pembantu ada salah dipukul/tendang/setrika/cambuk? Atau mungkin si anak ga boleh nonton Naruto karena ada berantemnya tapi si Bapak suka nonton WWF sambil teriak2 “hadjaaar!!!, getok palanya pake meja!!!” dan si Ibu kalo nonton sinetron suka berapi2 sambil komentar “duh si A jahat banget deh, harusnya yang kaya gitu ditabrak mobil aja”. Kalo semua di atas jawabannya adalah iya…… yeah rite, buah hati anda suka “ringan tangan” itu gara2 Spongebob, anda sungguh orang tua yang cerdas hehehe

Selain itu, sebagai orang tua seharusnya anda meyakini bahwa anak anda itu punya yang namanya OTAK dan mereka tidak akan meniru tingkah laku Jerry yang nabokin wajan ke muka Tom, ato pas main kejar2an sama temennya mencoba menghentikan dengan menjatuhkan batu besar sebagaimana aksi Coyote dan Road Runner. Well, setidaknya seingat saya tayangan Looney Toons taun 90an yang saya tonton waktu kecil dulu tidak ada disclaimer “Dont try this at home” dan saya ga pernah liat ada anak2 di lingkungan saya yang mraktekin apa yang mereka tonton. Bahkan walau masih imut2 SD gitu saya cukup paham kalo “orang bisa jalan di udara dan melawan hukum gravitasi asal nggak liat ke bawah, pas nyadar trus liat bawah baru jatoh” itu cuma ada di film2 dan nggak beneran. Nggak tau lagi sih kalo intelegensia anak jaman sekarang berbeda sama anak angkatan saya dulu :p

Setidaknya, saya adalah produk nyata dari anak kecil yang tontonan, bacaan, dan mainannya diwarnai kekerasan dan kini sudah tumbuh besar dan tidak jadi seorang penjahat, bahkan pengalaman tawuran aja nol. Pukulan terbanyak yang saya lakukan hanyalah pada lemari dan itupun dibantalin dulu biar nggak berisik mengganggu tetangga (dan bikin tangan sendiri sakit tentunya). Berikut list tontonan, bacaan,dan mainan saya yang pasti kata KPI sekarang mengandung kekerasan dan pornografi :

– Doraemon : kekerasan karena Giant suka mukulin Nobita, dan pornografi karena Pintu Ajaib sering nyasar ke kamar mandi Shizuka
– Donal Bebek : pornografi karena donal ga pake celana, dan kekerasan yang mewarnai setiap lembar ceritanya
– Warkop DKI : pornografi dengan bikini di setiap filmnya yang selalu ada adegan pantai, dan tentu saja komedinya penuh kekerasan
– Si Komo : pornografi, jangankan celana, semua tokohnya gak pake baju sama sekali. di beberapa edisi ada adegan mukulnya juga
– Batman 90an : pake celana dalem di luar dan walaupun mukulnya ga terlalu keliatan karena tulisan POW BAM WHAK gede yang selalu menghalangi itu, tetep aja kekerasan kan ya

duh udah jam segini, kalo mau diterusin bisa jadi setebel buku TA sih ini. kapan2 ajalah kalo ada waktu (baca : kalo inget dan ga males), udah waktunya pulang 😀

Iklan

Kerja itu …..


Di tengah maraknya status work related akhir2 ini, ternyata mengundang pertanyaan “Kerja itu kaya gimana sih?”  dari adek2 teman2 yang masih pengangguran kuliah. Pertanyaan yg sesuatu banget ya? lumayan bikin bingung gimana ngejawabnya. Gampangannya, kerja itu ibarat Game

jadi bekerja itu seperti main game, sebuah aktivitas yg harusnya dilakukan tanpa terbebani, ibarat menjalankan hobi tapi dibayar :D. Lha terus gimana dengan orang2 yg merasa tersiksa waktu kerja, tiap hari rasanya pengen cepet2 weekend aja? itu tandanya ybs salah milih game. Ibaratnya dia sukanya main game tembak2an tapi dapetnya tetris. Atau bisa jadi difficulty levelnya ga cocok, baru juga main langsung ngejalanin mission dengan difficulty level impossible , jelas stress lah ngadepin gerombolan monster level tinggi padahal senjatanya baru sendok :D. Karena itu pilihlah game yg sesuai dengan kesukaan dan kemampuanmu biar ngegamenya menyenangkan :p.

Lanjoot, kumpulan task dari bos itu sama kaya quest di game. Ngejalanin Quest di game itu asik, banyak menemukan hal2 baru dalam perjalanan. Kadang dapet drop item yg langka, level jadi naik dan bisa unlock skill2 baru yang kadang bermanfaat dan kadang ga guna (dalam dunia nyata hal ini disebut kemampuan pengalaman, dari yg awalnya cuma nurut nerima kerjaan jadi bisa nego ama ngeles2 dikit klo dikasih kerjaan yg nda acik).

pembahasan berikutnya adalah jam 5 (atau waktu yg lain tergantung tempat kerja,intinya jam pulang) yang begitu dinantikan sejuta umat, dimanapun dia bekerja. Kalo kerja emang sedemikian menyenangkan, kenapa orang2 pada ngeliatin jam kalo sore nungguin jam pulang? Di dunia game, ini disebut save point. Biarpun quest itu asik, tapi cukup melelahkan jadi save point itu ga boleh dilewatkan (kecuali kalo questnya bener2 asik ato lagi tanggung, kadang bisa juga lewat2 dikit). Weekend malah lebih dinanti lagi, dalam dunia game RPG ini namanya Town. Sebuah tempat yg lebih dinanti dari save point, dimana kita bisa beristirahat di Inn setelah susah payah leveling di world map, kadang bisa nyobain mini game juga disini (dalam kenyataan, mini game itu seperti nonton bioskop, jalan2, snorkeling, atau kegiatan2 santai lainnya).

Next, gajian adalah hal yg paling menggembirakan di bulan itu (kecuali buat yg menggaji), merupakan sebuah achievement, kaya unlock medal setelah memenuhi kriteria tertentu. Semua orang pasti sumringah pas gajian, bagaikan foursquarer yg dapet badge baru. Pangkat juga mirip2, ini bagaikan class dalam dunia RPG. ada kebanggaan tersendiri bagi seorang novice yg udah bisa change class jadi Holy Knight, bagaikan pegawai kontrak junior yg dipromosikan jadi manager (eh kebalik ya pengandaiannya?)

Trus kenapa orang yg keliatan udah seneng sama kerjaan, pangkat udah tinggi, bisa resign dan pindah kerja ke tempat lain? Ya orang main game yg disukai dan karakternya udah level tinggi dengan equipment langka kalo liat game baru yg lebih menarik, grafis lebih menawan, gameplay mirip2 malah punya fitur lebih banyak juga bisa tergoda meninggalkan gamenya dan beralih main game baru kan?

Jadi apa masih ada yg bingung(ato malah tambah bingung) seperti apa dunia kerja itu setelah membaca analogi di atas?

[ga jelas] doubutsu uranai


Hari ini nganggur ga jelas seharian dan siangnya dapet jang tentang personality test di sini, dan hasilnya adalah

You are Gold Raccoon, who is modest, and your rather round appearance makes you look gentle and kind.
You will not show aggressiveness toward others, but instead you tend to take a passive attitude.
Nevertheless, you are full of fighting spirit inside, and will put in great effort to whatever you do.
You think highly of courtesy, honesty, diligence, and perseverance, so people around you appreciates you.
You can not leave those people who is in need of help, and therefore, you would go abroad to dig a well, or go to place of disaster as a volunteer.
You are a person of quick action.
You can make quick decisions, and are able to act fast.
You can handle perfectly those works that require speed and efficiency.
For you, social recognition and praise is not the end goal.
You think work like your hobby, and something that you enjoy doing.
You tend to come up with innovative ideas.
You have strong mentality, and will not get turned down so easily by failures and damages.
Even if you fail, your recovery is quick.

Nama yang dimasukin gak ngefek tapi tanggal yg dimasukin sangat berpengaruh dalam menentukan hasil akhirnya, beda sehari aja hasilnya bisa beda banget. ada 12 Jenis binatang dan entah berapa warna dan hal ini menghasilkan final result yg sangat bervariasi.

Saya tidak tahu apa hasil tes ini cukup akurat atau tidak coz tanggal lahir yg saya masukan bisa dibilang meragukan kevalidannya (but tanuki is not too bad, gambarnya cukup kiyut :p). tapi sepertinya i’m not a gentle and kind person dan pernyataan “you would go abroad to dig a well, or go to place of disaster as a volunteer” sangat tidak benar adanya. You tend to come up with innovative ideas juga meragukan karena ide2 gw biasanya terlalu gila dan nggak jelas, lebih ke arah absurd daripada inofatif hehe

sementara Karakter dan Personality umum dari si Racoon sendiri

1. Raccoons value experience and results
2. Raccoons have an excellent ability to passively absorb
3. Raccoons are good at sharing roles
4. Raccoons says what you want to hear
5. Older people like Raccoons
6. Raccoons takes other people’s stories and make them their own
7. Raccoons are regular customers wherever delicious things are available
8. Raccoons are thought to be irresponsible
9. Raccoons have unwarranted confidence
10. Raccoons have a bit of natural spaciness in them
Ayo silahkan dicoba sendiri gimana hasilnya, cocok apa nggak? 😀