Kopdar Jogja


Karena sidang kenaikan kelas yang bisa dibilang nggak terlalu ceria kemarin, saya nggak berharap banyak waktu terima rapot dan lempeng2 aja walaupun nggak naik kelas lagi, satu2nya keluhan yang saya sampaikan hanyalah selama 3 tahun ini saya belum pernah sekalipun training apapun sebagai bagian dari career development plan. keluhan ini direspon dengan diplomatis “budgetnya terbatas, diprioritaskan ke yang membutuhkan dulu”. Karena aslinya saya memang nggak terlalu butuh training dan lebih pengen jalan2 aja, saya terima saja jawaban itu walaupun deep down pengen bilang “pret!!!”

Ketika datang kerjaan baru, saya memanfaatkan momen ini buat nolak assignment dengan alasan “saya nggak bisa pak, kasih ke orang lain yang udah pernah ditraining ini aja” dengan harapan pergi training ato ga perlu ngerjain. Singkat cerita, akhirnya saya bisa jalan2 ke jogja :). hingga hari H, saya menghabiskan waktu di kantor buat nyari lokasi hotel yang strategis buat makan, jalan2, dan mengatur jadwal yang efektif sekaligus merencanakan jumpa fans dengan jogjaers.

mengetahui hal ini, ternyata jakartaers juga pengen ikutan sehingga akhirnya saya memutuskan untuk memisahkan diri dari rombongan dan mampir ke Jakarta sebelum kembali ke hutan :). Karena perubahan rencana yang cukup dadakan dan cuma sempat dipublikasikan di hari terakhir, diperparah dengan charger yang ketinggalan di kereta membuat event jumpa fans jakarta bertemakan “Tag Game” dimana saya akan keluyuran di 1 tempat saja selama waktu yang ditentukan, menunggu untuk ditemukan :p

Tak disangka, dengan kondisi seperti itu ternyata masih ada yang berhasil memenangkan game ini dan mendapatkan hadiah makan bareng (awalnya mau nonton bareng, tapi waktunya tidak mencukupi)

Bagi yang gagal di hari itu, saya menjanjikan jumpa fans berikutnya yang awalnya saya perkirakan baru bisa terwujud menjelang akhir tahun atau malah di tahun 2018…… Namun alam semesta sepertinya punya rencana lain karena pada suatu malam, ketika lagi asik main game online tiba2 si bos telp/

Boss : besok pagi kamu nggak usah dateng ke kantor
Me : (dipecat? ga konsen, masih fokus di game) mmm?
Boss : langsung ke hotel [salah satu hotel] aja
Me : ngapain?
Boss : ada meeting sama orang [salah satu instansi]
Me : kok nggak di kantor aja, kan kita ada meeting room?
Boss : sama orang [salah satu instansi] ini
Me : (lagi war, lost focus lagi) memangnya kenapa? kan bisa ke kantor aja?

Saya nggak nyadar jeda waktu pertanyaan terakhir berapa lama, ternyata udah end call dan saya ngomong sendiri di pertanyaan terakhir. Besoknya ketika nyampe di hotel, saya juga baru nyadar kalo nggak tau meetingnya di ruangan mana dan harus ketemu sapa, dan udah lupa juga sama nama instansinya :|. Untungnya pagi itu pake seragam kantor, jadi ada yang mengenali dan diarahkan ke tempat yang seharusnya yang ternyata agendanya bukanlah meeting tapi semacam demo dan presentasi. Yang terjadi setelah itu lebih mirip sidang TA dimana presenternya terlihat kebingungan menjawab pertanyaan2 dan berusaha menghubungi “orang pusat” tanpa hasil.

Karena hingga akhir minggu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan, akhirnya diputuskan untuk mendatangi kantor pusatnya langsung di Jakarta yang artinya bisa sekalian jumpa fans Jakarta. Sayangnya karena status saya cuma diboyong sebagai tukang tanya2 dan budgetnya dari departemen lain, saya nggak mendapatkan informasi lengkap mengenai jadwal keberangkatan, tempat nginep, dan informasi lain untuk merencanakan proper meet up seperti di Jogja kemarin. and this lead to a drama,….. a lot of drama (bersambung)

Iklan

[JJS] Jogja & Solo


IMG_20140522_054059

Kota kedua yang masuk dalam rangkaian perjalanan kemarin adalah Jogja, cukup dadakan karena saat itu temen2 di Jakarta lagi pada sibuk semua dan saya sendiri terlalu malas jalan2 keliling Jakarta sendirian pada saat itu. Menurut saya berdasarkan pengalaman pribadi, Jakarta pada hari Sabtu/Minggu kondisinya jauh lebih bersahabat. Di hari kerja saya merasa jalanannya jauh lebih padat dan berasap, busway sendiri sebagian besar dalam mode sarden (situasi dimana baik di halte maupun di dalam busway sendiri orangnya berdesak2an macam sarden kalengan :p) ditambah beban ransel yang cukup berat makin menambah berat langkah menyusuri panasnya Jakarta saat itu.

Setelah mendinginkan diri sejenak dengan es krim (lupa nama tempatnya, daerah Veteran pokoknya), saya langsung meluncur ke Stasiun Gambir untuk berburu kereta. Walaupun bukan musim liburan, entah kenapa hampir semua tiket sudah ludes bahkan hingga hari lebaran sudah banyak yang habis terjual. Rencana awal untuk berangkat langsung ke Surabaya dari jakarta akhirnya dibatalkan dan lokasi berikutnya dialihkan ke Jogja karena satu2nya tiket yang masih ada dengan jam keberangkatan yang paling reasonable saat itu :p

keretaTerakhir kali saya naik kereta api adalah belasan tahun yang lalu, dan ternyata kondisinya kini sudah teramat sangat jauh berubah. Perjalanan dengan kereta api sekarang sudah terasa jauh lebih nyaman dengan tempat duduk yang teratur sesuai karcis, tidak ada pedagang asongan (masih ada yg jual makanan, tapi personil PJKA sendiri), kursinyapun cukup nyaman bahkan disediakan bantal walaupun menurut saya sendiri tanpa bantalpun sebenarnya sudah ok.

Semua gerbong juga full AC bahkan gerbong ekonomi sekalipun. Saya sendiri sebagai orang kampung yang nggak terlalu terbiasa sama yang namanya AC merasa suhunya terlalu dingin (mungkin karena gerbong yang saya tempati waktu itu tidak terlalu banyak penumpangnya) tapi untungnya juga disediakan selimut. overall servicenya cukup memuaskan untuk harga yang cukup terjangkau.

Jika dibandingkan dengan pesawat, ruang gerak kita lebih luas (kaki bisa bebas selonjoran nggak kaya di pesawat yang cukup sempit), bahkan bisa jalan2 di gerbong biar nggak bosen. pemandangannya juga lebih variatif daripada di pesawat yang cuma bisa liat awan. Sama2 anti macet dan kita bisa selalu tahu posisi kita saat itu lagi dimana, bahkan bisa turun di stasiun transit manapun hehe. Worst case jika bahan bakar abis atau mesin mati sih paling keretanya berhenti di tengah jalan, gimana coba jika hal yang sama terjadi pada pesawat, siap2 baca doa aja :p.

Tapi secara waktu tempuh sih pesawat masih nomor satu pastinya (at least hingga teleporter akhirnya berhasil diciptakan :D)

 

malioboro
Jogja, sebagai salah satu ibukota propinsi, ternyata lebih kecil dan lebih sepi dari apa yang saya bayangkan. Sisi positifnya jadi lebih nyaman di jalanan tanpa terlalu terjebak macet dan pastinya nyebrang jadi lebih tenang tanpa perlu khawatir ada sopir metromini yang F1 racer wannabe. Harga makanan juga bisa dibilang cukup bersahabat (tergantung lokasi, malioboro sih ga beda jauh ama Bali).  Pepohonan juga cukup banyak menghiasi kota, namun sayangnya banyak terlihat aksi2 vandalisme dimana2, mungkin para anak muda ini perlu disediakan tempat khusus untuk ‘mengekspresikan jiwa seni’nya tanpa merusak keindahan kota yang ada.

Buat yang pengen keliling kota secara santai dan tradisional, bisa menggunakan becak yang banyak berkeliaran disini dan sepertinya menjadi alat transportasi favorit para Bule disini (ya, ternyata banyak bule di Jogja, nggak kalah sama Bali). Buat penggemar wisata mall, mungkin harus kecewa karena sepertinya tidak ada mall besar disini, sempat berkunjung sejenak ke mall malioboro dan tidak banyak yang bisa dilakukan disana. Sebagian besar objek wisata disini merupakan wisata budaya seperti keraton, candi, dan toko batik yang ada di berbagai penjuru kota.

Salah satu tempat wisata rekomendasi saya di jogja adalah kebun binatang gembiraloka, bonbin terakhir yang saya kunjungi di Indonesia adalah KBS dan kualitasnya sungguh jauh berbeda, setidaknya di gembiraloka ada banyak atraksi dan wahana2 dan tiket masuknya pun cukup terjangkau (masih lebih mahal masuk ke Bali Bird Park walaupun sudah dapet diskon kipem). Denger2 sih di Malang juga ada bonbin yang nggak kalah bagus tapi saya belum sempat berkunjung, so jika sudah ada yg pernah mengunjungi 2 tempat ini boleh dibagi pendapatnya 😀

 

IMG_20140522_085403
Dari jogja, kita beralih ke Solo. Secara feel saya merasa 2 kota ini nggak ada bedanya, nuansanya sebelas-dua belas lah. Ditambah lagi jaraknya yang cukup dekat (mungkin efek ketiduran di Kereta yang bikin perjalanan jadi terasa jauh lebih singkat), tapi suasana kotanya juga tidak jauh berbeda sih. Sempat mengunjungi pasar klewer yang didominasi oleh pedagang Batik (entah batik jogja sama solo itu sama apa nggak, saya nggak terlalu ngerti batik) setelah muter di alun2 kota Solo.

Di Solo juga ada sebuah taman yang cukup luas bernama Taman Balekambang, tempatnya nyaman untuk bersantai dan menurut saya seharusnya kota2 besar terutama Jakarta seharusnya mempunyai beberapa tempat seperti ini. Ya kali aja jika Jakarta punya banyak taman, frekuensi banjirnya bisa jadi berkurang, daripada lahannya dipake buat bikin mall terus kan hehe.

Liburan waktu itu tidak banyak yang bisa saya kunjungi karena sebagian besar merupakan acara spontan, jadi nggak sempet cari info apa yang perlu dikunjungi. Lain kali sepertinya saya akan kembali mengunjungi Jawa Tengah, tapi kali ini pas musim liburan aja biar ada yg bisa jadi guide dan nunjukin spot2 bagus 😀