[JJS] Jogja & Solo


IMG_20140522_054059

Kota kedua yang masuk dalam rangkaian perjalanan kemarin adalah Jogja, cukup dadakan karena saat itu temen2 di Jakarta lagi pada sibuk semua dan saya sendiri terlalu malas jalan2 keliling Jakarta sendirian pada saat itu. Menurut saya berdasarkan pengalaman pribadi, Jakarta pada hari Sabtu/Minggu kondisinya jauh lebih bersahabat. Di hari kerja saya merasa jalanannya jauh lebih padat dan berasap, busway sendiri sebagian besar dalam mode sarden (situasi dimana baik di halte maupun di dalam busway sendiri orangnya berdesak2an macam sarden kalengan :p) ditambah beban ransel yang cukup berat makin menambah berat langkah menyusuri panasnya Jakarta saat itu.

Setelah mendinginkan diri sejenak dengan es krim (lupa nama tempatnya, daerah Veteran pokoknya), saya langsung meluncur ke Stasiun Gambir untuk berburu kereta. Walaupun bukan musim liburan, entah kenapa hampir semua tiket sudah ludes bahkan hingga hari lebaran sudah banyak yang habis terjual. Rencana awal untuk berangkat langsung ke Surabaya dari jakarta akhirnya dibatalkan dan lokasi berikutnya dialihkan ke Jogja karena satu2nya tiket yang masih ada dengan jam keberangkatan yang paling reasonable saat itu :p

keretaTerakhir kali saya naik kereta api adalah belasan tahun yang lalu, dan ternyata kondisinya kini sudah teramat sangat jauh berubah. Perjalanan dengan kereta api sekarang sudah terasa jauh lebih nyaman dengan tempat duduk yang teratur sesuai karcis, tidak ada pedagang asongan (masih ada yg jual makanan, tapi personil PJKA sendiri), kursinyapun cukup nyaman bahkan disediakan bantal walaupun menurut saya sendiri tanpa bantalpun sebenarnya sudah ok.

Semua gerbong juga full AC bahkan gerbong ekonomi sekalipun. Saya sendiri sebagai orang kampung yang nggak terlalu terbiasa sama yang namanya AC merasa suhunya terlalu dingin (mungkin karena gerbong yang saya tempati waktu itu tidak terlalu banyak penumpangnya) tapi untungnya juga disediakan selimut. overall servicenya cukup memuaskan untuk harga yang cukup terjangkau.

Jika dibandingkan dengan pesawat, ruang gerak kita lebih luas (kaki bisa bebas selonjoran nggak kaya di pesawat yang cukup sempit), bahkan bisa jalan2 di gerbong biar nggak bosen. pemandangannya juga lebih variatif daripada di pesawat yang cuma bisa liat awan. Sama2 anti macet dan kita bisa selalu tahu posisi kita saat itu lagi dimana, bahkan bisa turun di stasiun transit manapun hehe. Worst case jika bahan bakar abis atau mesin mati sih paling keretanya berhenti di tengah jalan, gimana coba jika hal yang sama terjadi pada pesawat, siap2 baca doa aja :p.

Tapi secara waktu tempuh sih pesawat masih nomor satu pastinya (at least hingga teleporter akhirnya berhasil diciptakan :D)

 

malioboro
Jogja, sebagai salah satu ibukota propinsi, ternyata lebih kecil dan lebih sepi dari apa yang saya bayangkan. Sisi positifnya jadi lebih nyaman di jalanan tanpa terlalu terjebak macet dan pastinya nyebrang jadi lebih tenang tanpa perlu khawatir ada sopir metromini yang F1 racer wannabe. Harga makanan juga bisa dibilang cukup bersahabat (tergantung lokasi, malioboro sih ga beda jauh ama Bali).¬† Pepohonan juga cukup banyak menghiasi kota, namun sayangnya banyak terlihat aksi2 vandalisme dimana2, mungkin para anak muda ini perlu disediakan tempat khusus untuk ‘mengekspresikan jiwa seni’nya tanpa merusak keindahan kota yang ada.

Buat yang pengen keliling kota secara santai dan tradisional, bisa menggunakan becak yang banyak berkeliaran disini dan sepertinya menjadi alat transportasi favorit para Bule disini (ya, ternyata banyak bule di Jogja, nggak kalah sama Bali). Buat penggemar wisata mall, mungkin harus kecewa karena sepertinya tidak ada mall besar disini, sempat berkunjung sejenak ke mall malioboro dan tidak banyak yang bisa dilakukan disana. Sebagian besar objek wisata disini merupakan wisata budaya seperti keraton, candi, dan toko batik yang ada di berbagai penjuru kota.

Salah satu tempat wisata rekomendasi saya di jogja adalah kebun binatang gembiraloka, bonbin terakhir yang saya kunjungi di Indonesia adalah KBS dan kualitasnya sungguh jauh berbeda, setidaknya di gembiraloka ada banyak atraksi dan wahana2 dan tiket masuknya pun cukup terjangkau (masih lebih mahal masuk ke Bali Bird Park walaupun sudah dapet diskon kipem). Denger2 sih di Malang juga ada bonbin yang nggak kalah bagus tapi saya belum sempat berkunjung, so jika sudah ada yg pernah mengunjungi 2 tempat ini boleh dibagi pendapatnya :D

 

IMG_20140522_085403
Dari jogja, kita beralih ke Solo. Secara feel saya merasa 2 kota ini nggak ada bedanya, nuansanya sebelas-dua belas lah. Ditambah lagi jaraknya yang cukup dekat (mungkin efek ketiduran di Kereta yang bikin perjalanan jadi terasa jauh lebih singkat), tapi suasana kotanya juga tidak jauh berbeda sih. Sempat mengunjungi pasar klewer yang didominasi oleh pedagang Batik (entah batik jogja sama solo itu sama apa nggak, saya nggak terlalu ngerti batik) setelah muter di alun2 kota Solo.

Di Solo juga ada sebuah taman yang cukup luas bernama Taman Balekambang, tempatnya nyaman untuk bersantai dan menurut saya seharusnya kota2 besar terutama Jakarta seharusnya mempunyai beberapa tempat seperti ini. Ya kali aja jika Jakarta punya banyak taman, frekuensi banjirnya bisa jadi berkurang, daripada lahannya dipake buat bikin mall terus kan hehe.

Liburan waktu itu tidak banyak yang bisa saya kunjungi karena sebagian besar merupakan acara spontan, jadi nggak sempet cari info apa yang perlu dikunjungi. Lain kali sepertinya saya akan kembali mengunjungi Jawa Tengah, tapi kali ini pas musim liburan aja biar ada yg bisa jadi guide dan nunjukin spot2 bagus :D

Bukber 2014


sayur

Tak lama lagi kita akan menyambut lebaran, dan walaupun saya tidak ikut menunaikan ibadah puasa tapi saya ikutan berbuka puasa :D. Sebagai penggemar makanan manis, takjil sore merupakan salah satu hal yang dinanti di bulan puasa ini. Dan di “tempat baru” ini (ya, lagi2 saya “dipinjam” untuk bantu2 project X setelah sempat kembali sebentar ke tempat lama untuk mendengar request2 user yang saya yakin bakal terlupakan) ternyata gemar sekali mengadakan yang namanya bukber.

Biasanya sih yang namanya bukber ini diadakan di rumah salah satu “petinggi” atau di tempat makan deket kantor. Namun suatu hari ajakan bukbernya sedikit berbeda

Madam X : nanti ikutan bukber ya, kira berangkat bareng2 dari kantor sekitar 16:30
Me : eh 16:30? bukanya jam 7 kan?
Madam X : iya tempatnya jauh soalnya, 10 km ke arah luar kota

Saya sih nurut2 aja dan membayangkan seperti apa restoran spesial yang dituju sampai bela2in nyaris ke luar kota cuma buat bukber, yang namanya rejeki itu nggak boleh ditolak walaupun hari itu sebenarnya saya ada rencana lain. Sorenya sesuai rencana, kami berangkat rame2 dengan beberapa rombongan mobil yang sama2 nggak ngerti jalan (cuma 1 mobil di depan yang tau jalan) jadinya mobil2 ini tampak seperti konvoi yang lagi main kereta2an. Awalnya perjalanan cukup lancar, melaju di jalan utama walaupun sempat saling tunggu karena terpotong lampu merah. Namun tidak lama, rutenya mulai pindah dari jalan utama ke jalan kecil berkelok2 di daerah pegunungan hingga pada akhirnya tiba2 di sebuah tikungan, mobil utama benar2 keluar dari jalur dan kemudian masuk jurang!!!!

Atau begitu yang terlihat dari belakang….. awalnya cukup kaget tapi ternyata memang itu “jalannya”. Rombongan kami literally keluar dari jalan aspal dan masuk hutan melewati turunan curam, tanah berbatu2 dan semak belukar hingga akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Sebuah pondok terapung di tengah kolam pancing yang dikelilingi oleh sawah2, sedikit (atau lebih tepatnya sama sekali) berbeda dengan bayangan awal

the place

Seperti kebiasaan anak2 gaul jaman sekarang (yang ternyata juga berlaku untuk ibu2 dan bapak2), dimanapun kapanpun dan apapun acaranya, yang penting selfie!!! Sayangnya sinyal cukup susah didapat disana jadi nggak ada ritual apdet status atau aplod poto waktu itu. Acara2 poto2 gembira dilanjut dengen ngerumpi bersama sambil nunggu adzan maghrib

ibu2 ngerumpi

ibu2 ngerumpi

bapak2nya ga tau ngapain ini, ngecek jadwal bola kali

bapak2nya ga tau ngapain ini, ngecek jadwal bola kali

Waktu berbuka akhirnya tiba,kurma dibagikan, ember es buah dikeluarkan, dan aneka makanan dihidangkan. Entah karena salah ngitung ato emang terlalu maruk mesennya, tapi jumlah ikan yang dihidangnkan bisa buat ngasih makan warga 1 kelurahan!!! 1 orang ambil 2 ikan aja masih nyisa banyak banget, dan hari itu menyisakan 12 porsi lebih menu lengkap buat dibagikan (entah dibagi ke siapa) dan 2 kantong besar sisa makanan yang katanya mau dibagikan ke kucing kompleks.
food

nb : besoknya terlihat banyak sekali kucing kompleks yang asik tidur2an padahal biasanya jam segitu mereka asik keluyuran door to door, tch

[JJS] Vending Machine


Vending Machine bandara

Vending machine, sebuah mesin penjual minuman yang sekarang sudah makin banyak terlihat di Indonesia, khususnya di tempat2 seperti bandara, stasiun, dan sejenisnya. Namun tampaknya masih jarang masyarakat yang menggunakan benda yang satu ini, entah karena masih asing, penggunaan yang cukup repot karena uang kertas yang digunakan harus bagus sementara kebanyakan uang yang beredar di Indonesia pada lecek, atau karena harganya yg mahal (air mineral seharga 2500 di minimart bisa jadi goceng di mesin ini).

Gambar di atas merupakan salah satu vending machine yang ada di salah satu bandara di Indonesia (hayooo tebak bandara mana itu), dari penampakannya sih sepertinya masih cukup gres (dibandingkan vending machine di Soetta yg kucel hehe) tapi tampak sepi peminat karena para pengguna jasa bandara lebih memilih jajan di toko2 sekitar yang harganya juga nggak kalah mahalnya. Sebisa mungkin bawa makanan/minuman sendiri deh kalo ke bandara buat jaga2 semisal ada delay, atau jika terpaksa harus beli makanan di Bandara saya lebih menyarankan rotiboy yang harganya tidak jauh berbeda dengan harga di luar bandara daripada sakit hati beli semangkok soto seharga 30 ribu dengan porsi kecil dan kualitas yang masih kalah dengan soto gerobak pinggir jalan :p.

Nah, saat tour de Java kemarin. karena penggunaan GPS dan browser secara intensif, batere hape terkuras drastis sehingga saya terpaksa numpang ngecas di salah satu stasiun kereta. Awalnya sih biasa aja duduk manis browsing spot wisata sambil ngecas tapi lama2 kok merasa ada yg ngeliatin. Mulai memperhatikan sekitar dan melihat ada ibu2 yang ngeliatin sekilas trus ngeliat arah lain, dan ini terjadi beberapa kali. Dikira artis apa ya *geer mode on*. Nggak lama kemudian si ibu mulai jalan mondar mandir sambil tetep ngeliatin sesekali. Tapi setelah selesai ngecas dan pindah lokasi kok si ibu masih ngeliatin ke arah situ padahal kosong ga ada sapa2 (apa si ibu ngeliat ada penampakan ya di situ? hiiiy) trus malah mendekat dan pada akhirnya terbengong2 ngeliatin vending machine, mau mencet nggak jadi, maju dikit mundur lagi, dan akhirnya diliatin doang

si ibu

Karena gemes ngeliatinnya, akhirnya saya berinisiatif untuk beli 1 minuman dalam rangka ngasih contoh cara penggunaan vending machine ke ibu2 yang tampak (ragu/takut/krisis PD/malu tapi mau) ini. Dan benar saja, setelah melihat live demo tersebut si ibu mengeluarkan uang dari dompetnya, maju dengan penuh percaya diri, dan ………… menyerahkan uang itu ke saya sambil berkata “mas, saya mau beli yang ini, tolong pencetin dong” sambil nunjuk ke salah satu minuman!!!!!. Dan parahnya, setelah membantu ibu2 ini mendapatkan minumannya, 2 orang yang entah sejak kapan sudah ngantri di belakangnya ikutan nitip minta dibeliin >_<

Untungnya pasien berikutnya tampak cukup mandiri dan punya rasa ingin tahu yang tinggi untuk mencoba sendiri, namun setelah uangnya dimuntahkan kembali oleh si vending machine untuk yang kesekian kalinya, akhirnya sambil malu2 doi mendekati saya sambil menyodorkan surat cinta selembar uang sepuluh ribuan dengan banyak bekas lipatan -__-. Sore itu akhirnya saya berprofesi sebagai petugas vending machine. Ada yang punya pengalaman serupa?

Reportase Jakarta


Jakarta

Jakarta, kota tujuan pertama dalam seri jalan2 kali ini sebenarnya sudah cukup sering saya kunjungi ketika saya masih tinggal di Bali dan pilihan transportasinyapun cukup beragam jika dibandingkan dengan Bali sendiri. Menurut saya sendiri, macetnya Jakarta cukup dapat ditoleransi, tapi itu mungkin karena saya jalan2nya nggak di jam sibuk :p. Kondisi kotanya sendiri menurut saya tidak banyak berubah dengan kunjungan terakhir saya tahun lalu.

Untuk tempat hiburan, sepertinya tidak banyak tempat spesial di Jakarta selain Dufan atau TMII (yang menurut saya juga tidak terlalu menarik, cuma sempet nyobain teater keong mas aja) dan salah satu pilihan buat ngadem dari puanasnya Jakarta adalah mall. Jumlah mall yang ada di Jakarta sendiri menurut saya teramat sangat banyak sekali untuk sebuah propinsi yang bisa dibilang tidak terlalu besar itu (ya jumlah penduduknya juga terlalu padat sih) dan karena saya sendiri bukanlah seorang penggemar mall (cuma nyobain taman anggrek dan sempet bingung nyari pintu keluar :hammer:) maka saya menghabiskan waktu dengan wisata outdoor macam ngeliatin orang jogging di monas dengan resiko terkena kanker kulit :|

penjara anak, di mana ini hayooo

penjara anak, di mana ini hayooo

Berikut ini daftar transportasi yang saya coba di Jakarta

1. Bus Damri

IMG_20140521_064844

ada tempat penitipan balita, bisa buat koper juga padahal

Dibandingkan taksi, Damri adalah transportasi dari dan ke bandara dengan tarif yang cukup terjangkau. Dengan Rp 30rb saja, anda sudah bisa naik bus AC yang dilengkapi dengan WIFI (ya betul sekali, ada Wifinya dan saya baru tau kemarin. tapi terakhir kali saya ke Jakarta emang hapenya masih jadul sih jadi ga guna juga ada wifi :p). Walaupun busnya sudah tersedia dari pagi, namun loketnya sendiri baru resmi buka sekitar jam 8 pagi. tapi nggak masalah sih, bisa beli tiket di dalam bis kok :). Untuk rute dari bandara sendiri, walaupun tersedia banyak pilihan mulai dari Kemayoran, tanjung priok, Gambir, pasar minggu, dan masih banyak lagi, namun yang paling banyak adalah Blok M dan Mangga Dua (terbukti ketika saya nunggu 1 bus ke Gambir sudah ada 4 bus ke blok M >_<). Namun jika anda tiba di Bandara pagi2 buta, ada cukup banyak sopir taksi desperate yang bisa ngasih harga miring namun dengan sistem setaksi berdua/tiga. Saya pernah naik taksi dari Bandara ke Kuningan jam 5 pagi berdua dengan hanya membayar 25 rb saja. Dan ternyata jaraknya cukup (baca : sangat) jauh

2. Busway

Buat saya yang nggak terlalu ngerti jalan dan nggak jelas mau kemana, Busway adalah sarana transportasi favorit saya karena ada banyak koridor yang tersedia dan tarifnya tidak melihat jarak. Hanya dengan Rp 3500, anda bisa naik dari Halte random mana saja dan turun di Halte transit kemudian berpindah ke rute lain tanpa membeli tiket lagi sampai anda tiba di tempat yang sekiranya cukup menarik untuk disinggahi :p. Salah satu kekurangannya menurut saya adalah jadwal yang tidak menentu. Di salah satu halte, indikatornya mengatakan bus berikutnya akan tiba 5 menit lagi namun hingga 25 menit dan panjang antrian bertambah 3x lipat masih belum ada tanda2 bus mendekat sementara rute sebelah sudah lewat beberapa kali >_<. Ya mungkin keterlambatan ini disebabkan oleh motor2 nakal yang masuk ke jalur busway walaupun katanya sudah diberlakukan denda yang cukup besar. Menurut saya sih kalo tilang sama denda udah nggak mempan buat pengendara2 macam ini, tabrak aja pak pake Bus. Terbukti selama ini nggak ada pengendara nakal yang jalan menyusuri jalur kereta kan >:). Selain itu kadang kapasitasnya lebih parah dari sarden kalengan dan membuat para penumpang harus ekstra hati2 saat pintu busway terbuka karena satu dorongan kecil saja sudah bisa meluberkan isi busway tersebut. Dengan kepadatan macam itu, saya tidak yakin tangan para pencopet bisa leluasa beraksi di dalam sana, yang ada malah si copet mati kehabisan nafas duluan -__-

3. Kopaja

Menurut hemat saya, merupakan sarana transportasi termurah yang ada di kota Jakarta yang pernah saya gunakan. hal ini berbanding lurus dengan kondisi kendaraan dan kualitas sopirnya sih. Sang sopir literally bisa nurunin penumpangnya di tengah jalan!!!, ya benar2 tanpa minggir dan berhenti tiba2 di tengah jalan raya buat nurunin penumpang. Dan saat sang penumpang mau turun tiba2 wuuzzzz!!!, dengan kencangnya ada kopaja lain yang lewat tepat di samping pintu keluar. Untung saja si kenek cukup sigap untuk narik si ibu atau satu kaki akan melayang hari itu :hammer:

Di terminal sendiri saya lihat ada beberapa kopaja dengan bodi yang mulus, namun entah kenapa yang dioperasikan malah yang bodinya ringsek dan jika saya tonjok akan menambah koleksi penyokan pada bodi kopaja tersebut

4. Kereta Api

kereta khusus wanita

kereta khusus wanita

Jika bau keringat di penuh sesaknya halte harmoni dirasa kurang kuat. Anda bisa mencoba stasiun kereta yang pada jam2 sibuk tidak kalah ramai. Namun salah satu yang menarik dari kereta adalah adanya kereta khusus wanita. Entah apa kelebihannya selain ada banyak pilihan wanita(pilihan buat diliat maksudnya, bukan biro jodoh ini) di dalamnya, mungkin keretanya lebih wangi dan ada fasilitas2 tambahan seperti ruang rias atau lulur manikur pedikur juga kali ya. buat para wanita yang sudah pernah nyobain, tolong dishare dong dalemnya kaya gimana :D

Secara kegiatan sendiri, tidak ada tempat spesial yang bisa dishare dalam kunjungan kali ini. cuma ngabisin waktu muterin kota nyari hotel budget dan makan2 doang disini. Mungkin lain waktu di kunjungan berikutnya jika ada jakartaers yang tahu tempat menarik yang bisa dikunjungi disini bisa dishare :)

Tadaimaaa


Jadi bulan Mei kemarin saya melakukan tour de Java dalam rangka ngabisin cuti tahunan, sebenarnya hal ini sudah cukup lama direncanakan walaupun tujuan pastinya masih sering berubah hingga pada akhirnya diputuskan bahwa kota pertama yang akan disinggahi adalah Surabaya dan tiket dengan tanggal keberangkatan 24 Mei 2014 sudah siap di tangan :D.

Karena satu dan lain hal (well, benernya sih udah bosen aja di kantor tanpa aktivitas), tanggal 20 Mei saya membeli tiket dengan tujuan Jakarta dan berangkat pada hari itu juga. Awalnya sih cuma nanya hari itu ada tiket promo ke Jakarta apa kaga tapi sepertinya terjadi miskomunikasi dan bener2 dibookingin tiket promo di hari itu, daripada kebuang akhirnya berangkat dah =)). Dan karena cukup dadakan maka setibanya saya di Jakarta, sempat kebingungan dulu di Bandara karena ga tau tujuannya kemana, tapi free wifi di bandara cukup membantu untuk memutuskan langkah berikutnya. Terakhir kali saya ke Soetta, nggak ada free wifi padahal. Entah apakah ini adalah fasilitas khusus untuk terminal 3 atau bagaimana secara saya lihat fasilitas2 yang disediakan disini tampak lebih lengkap dan modern dibandingkan dengan terminal 1 dan 2, bahkan ada tempat main segala.

salah satu fasilitas bandara

salah satu fasilitas bandara

Daftar kota yang disinggahi dalam liburan kali ini adalah : Jakarta – Jogja – Solo – Surabaya – Tasikmalaya – Bandung – Makasar. Mayan banyak ya, dan hampir semuanya ditentukan on the spot berdasarkan ketersediaan tiket, jadi nggak sempet publikasi di media buat jumpa fans, cuma sebatas broadcast FB dan WA doang buat kumpul2 dadakan :p.

Postingan kali ini cuma dalam rangka menginformasikan bahwa saya sudah kembali dengan selamat, terima kasih atas arahan teman2 sekalian sehingga saya nggak nyasar dan dapet hotel low budget yang aman dan nyaman (special thanks buat beberapa pihak yang ngasih tempat nginep gratis, sangat membantu dalam hal budgeting sehingga kota tujuan dalam liburan kali ini bisa nambah di luar rencana hehe). Reportase kunjungan masing2 kota menyusul di postingan2 berikutnya kalo sempet dan masih inget :D

Perihal Libur, Buruh, dan Gaji


Kemarin adalah public holiday, tepatnya hari buruh. Jujur saja, saya baru tau tentang keberadaan hari libur ini karena saya yakin dulu hari buruh ini bukan merupakan salah satu hari libur nasional. sejak tahun berapa sih ada libur ini? semoga dikemudian hari disusul hari pengusaha, hari pedagang, hari guru, dan tidak menutup kemungkinan hari outsource nasional :p. Entah apa alasannya hari buruh ini dijadikan hari libur nasional, mungkin biar nggak didemo kali ya? kan biasanya hari buruh ini diperingati dengan long march dan demo masal yang tentunya buat sebagian besar buruh lebih asik dibandingkan harus masuk kerja (di tengah long march bisa belok pulang gyahaha, ato sekalian ikut demo dan dapet nasi bungkus gratis). Tapi dengan dijadikan hari libur ya mending  santai di rumah daripada demo panas2 hehehe. Atau mungkin libur ini adalah salah satu tuntutan buruh di demo kemarin2 ya? Apapun alasannya, saya sih cukup senang dengan adanya hari libur tambahan ini :D

Mari kita beralih ke topik yang lebih serius, apa sih yang didemokan para buruh ini? menuntut gaji yang lebih tinggi? Saya yakin banyak orang dari berbagai profesi (termasuk saya) yang menginginkan kenaikan gaji, siapa sih yang nggak suka dapet duit lebih? tapi saya tidak melihat profesi lain seperti guru, PRT, atau sopir angkot demo sesering buruh. Terlepas dari alasan demonya, menurut saya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan penghasilan lebih tinggi dengan cara selain demonstrasi

Quick Tips….

Kopdar 2014


Jadi kemarin adalah hari pemilu, dan lagi2 saya tidak berpartisipasi karena tidak punya kartu pemilih dan jujur saya semisal terdaftar sebagai pemilihpun saya bakal bingung milih apa secara saya tidak terlalu mengikuti drama perpolitikan (cuma ngerti berita jokowi yang lagi naik daun), bahkan jumlah partai sekarang ada berapapun saya tidak tahu :p. Tidak seperti nyepi kemarin, kali ini saya tahu bahwa kemarin adalah hari libur, tapi itu juga gegara hari Selasanya, kenalan saya nanya “kamis besok libur pemilu ya?” padahal doi bukan orang Indonesia dan sorenya ada pemberitahuan masal “Besok semua kegiatan ditiadakan, gunakan hak pilih anda!!”.

Ngomong2 soal politik, ada berapa partai sih sekarang? terakhir kali saya nyoblos sih partainya banyak banget, kertas suaranya aja selebar peta dunia >_<. Dan waktu itu juga nggak gitu jelas apa beda dan keunggulan masing2 partai, cuma beda logo sama calon yang diusung gitu kayanya. Visi-misi juga kayanya pada mirip2 gitu (sama2 ngambang maksudnya akaka, cuma janji2 membawa perubahan yang lebih baik bagi Indonesia tanpa penjelasan detail perubahan macam apa yang dimaksud dan gimana cara dia melakukan perubahan itu :D).

Terlepas dari itu semua, saya cukup menikmati libur pemilu kemarin (ada putaran kedua nggak?) dan berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa menjadikan negara ini lebih baik dan janji2nya beneran ditepati. The heart is more shaken by a single action than a thousand words lho :D

btw bulan depan saya berencana liburan keliling jawa (mungkin tambah Bali juga) jadi kalo ada yang mau kopdar, PM aja ya :D. daftar kota2 yang mau dikunjungi belum pasti dan masih menunggu kepastian pihak2 yang bersedia memberikan tumpangan hehehe (maklum low budget,dananya abis buat transport sama dana kuliner). Sejauh ini yang sudah confirm baru Surabaya, jadi bisa dipastikan bahwa saya akan berada di Surabaya sekitar tanggal 23-25 Mei 2014 (bisa diextend jika kota2 lain nggak epelebel:p)