2012 – Another Story

23 11 2009

2012, sebuah fenomena baru yang lagi ngetrend belakangan ini. Bisa dilihat dari antrian film ini di berbagai kota di Indonesia, bahkan kabarnya MUI sampai melarang pemutaran film ini padahal 2012 bukanlah film pertama yg menceritakan tentang kiamat. Daripada mengajarkan masyarakat agar tidak terpengaruh dengan isu kiamat, menurut saya lebih baik mensosialisasikan Budaya Antri sebagai fokus yang tampak lebih penting di momen ini.

Menurut saya sendiri, film ini biasa2 saja tapi karena efeknya bagus jadi ga gitu nyesel deh bayar mahal2 buat nonton di bioskop. Yang lebih seru malah ngeliat antriannya, apalagi di Bali. Perlu diketahui bahwa meskipun Bali banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun asing dan jumlah hotel yang ada di Bali sepertinya lebih banyak daripada kota2 besar lain di Indonesia, jumlah gedung Bioskopnya sendiri sangatlah minim. Bayangkan, di kota sebesar ini hanya ada 2 tempat nonton : Galeria21 (cuma punya 2 studio) dan Wisata (yang ini sepertinya tidak bisa diharapkan)

Galeria21, sebagai satu2nya bioskop di Bali yg paling update dalam menayangkan film (jika dibandingkan dengan wisata) selalu dipadati pengunjung waktu tayangan premier film besar, tidak terkecuali 2012.  Awalnya saya mengira antrian 2012 tidak berbeda jauh dengan Transformer atau Harry Potter, namun ternyata saya salah besar. Seminggu berlalu setelah tayangan perdananya di Galeria dan antrian tetap brutal, 2 kali nitip tiket ke anak2 kantor dan selalu gagal. Karena penasaran maka saya putuskan untuk melihat sendiri seperti apa pemandangan ‘kiamat’ itu
2012 di Bali





My Blind Day

20 11 2009

Blind Me

Pengumuman nggak penting : saya baru ganti kacamata lho,mengingat kacamata saya sudah cukup lama(kira 2,5 tahun) tidak diganti namun karena sok sibuk selama ini baru sampe tahap rencana. Ketika jalan2 ke mall sendiri atau bersama teman, terkadang saya menyempatkan diri cari2 frame keren di beberapa optik ternaama, tapi harga2 yg terpajang disana bikin saya mengelus dada (bukan dada orang lain, in fact tidak ada dada yg dielus ~ fakta ga penting 1)

Akhirnya saya memutuskan untuk beli frame bajakan secara online yang dipilih dengan cara voting (musyawarah mufakat terlalu merepotkan dan makan waktu untuk kasus ini). Minta pendapat orang2 yg terlihat nganggur dan personil2 yg cerewet peduli sama penampilan ternyata tidak semudah perkiraan, pilihannya beda2 semua. Namun akhirnya didapatkan pemenang yg unggul 2 suara (dan saya setujui gara2 efek bulan purnama :| )

Oke, frame sudah didapat, tapi lagi2 salah satu kebiasaan jelek saya yaitu suka menunda2 sesuatu yg dianggap kurang penting muncul lagi. Nyari optik yg cocok buat ganti lensa menjadi alasan. 4 optik dimasuki hanya untuk ngetes dan nanya2 doang, tapi anehnya hasil tesnya beda2. Bahkah minusnya cenderung turun tiap dites hingga sempet terbesit rencana terus ngetes sampe minusnya jadi 0 *ngarep mode on* hingga akhirnya sebuah kejadian memaksa saya untuk segera pasang lensa.
Dan kejadian gak penting itu adalah…..





Manis Lidah

11 11 2009

Pahit lidah, kata yoand di twitter adalah tokoh legenda dari sumatra selatan yg kutukannya selalu menjadi kenyataan, menimpali kejadian hari ini dimana lagi2 salah satu bacotan saya yang menjadi kenyataan. Eit, saya bukanlah reinkarnasi dari si pahit lidah. In fact selama ini saya belum pernah mengutuk siapapun, mungkin karena saya belum punya anak durhaka yg bisa saya kutuk jadi babu seperti yang dilakukan ibunda maling kundang(red . bukan legenda dari Sumatra Barat). Kutukan yg cukup positif sih daripada anaknya jadi maling kan lebih baik jadi babu, pekerjaan halah yang menyumbang devisa besar bagi negara.

Eh kok malah ngelantur ngomongin legenda dari Sumatra, marilah kita kembali ke topik asal. Pernahkan anda meracau nggak jelas tanpa maksud apapun, misalnya di hari yg terik dalam perjalanan pulang sekolah anda berkata ‘Duh panasnya, hujan dong’ dan tiba2 hujan turun dengan derasnya. Ya, harapan yg sebenarnya tidak terlalu diharapkan(selanjutnya kita sebut sebagai bacotan biar lebih pendek)  itu tiba2 menjadi kenyataan.
Contoh kasus(halah)





Sesame Street 40th anniversary

5 11 2009

Sesame Streetpagi tadi buka google karena tertarik sama twitter nyonya pinguw dan gyaaaa, ada cookie monster, tokoh Sesame Street paporit gw selain elmo (saking ngefansnya dulu sampe punya sikat gigi cookie monster wkwk). Dari sini akhirnya tahu tanggal 10 November nanti Sesame street genap berusia 40 tahun (udah mayan tua ya ternyata). Ada yg masih inget dan bisa menyebutkan nama2 karakter di atas?

Masih teringat jelas bagaimana setiap hari gw selalu nonton acara ini di SCTV (prioritasnya setara ama si komo, mcgyver, dan KBH :| )  dan jadi ngerti bahasa inggris dikit2 karenanya, at least ketika pertama kali dapet pelajaran bahasa inggris di sekolah waktu kelas 4 SD, hal2 dasar macam membaca alfabet, angka,warna terasa begitu mudah.

Event2 pendek yang disuguhkan seperti bagaimana Ernie bikin Bert stress, Grover sebagai pramusaji hiper dan selalu mengantarkan pesanan dengan cepat tapi salah pada pelanggan yg malang itu (lupa namanya, kayanya emang ga punya deh :p),Count von count dengan sambaran petirnya, dan tak ketinggalan sesi khusus Cookie monster yg selalu gw nantikan (walaupun ga selalu muncul di tiap episode).

Di lingkungan sesame street sendiri masih banyak tokoh2 lain seperti Big Bird dan gajah coklat itu (Munny, Snuffy, ato sapa gitu namanya), Elmo yg imut, Oscar si grouch dan Telly yg pernah gw kira bapaknya Elmo :p.  Nggak hanya dihuni sama boneka2, di sini juga ada penghuni2 manusia seperti Susan dan Gordon, serta Luis dan Maria (yg pada akhirnya diceritakan punya anak >.<)

Tayangan ini sempat diputar ulang sore2 walaupun tidak lagi menggunakan bahasa inggris dengan nama Jalan Sesame. Tidak hanya suaranya yg didubbing, bahkan nama2 karakternya pun diganti (ernie dan bert jadi Edi dan Bei, ih jijik banget deh) dimana gw langsung ganti channel setelah merinding melihat beberapa menit tayangan itu.

Setelah menghilangnya Sesame street dari kehidupan gw, vocab gw masih terus bertambah dari membaca scanlation dan main game RPG (untuk beberapa game dgn kata2 yg berat gw terpaksa buka kamus biar ngerti ceritanya :p). So siapa bilang kita tidak bisa belajar dari nonton film, baca komik, atau main game?

Anyway, Sesame street adalah yg paling berjasa dalam awal perjalanan berbahasa inggris gw waktu kecil. Selamat Ulang Tahun Sesame Street :)





Memory FAILED

27 10 2009

Masih teringat waktu masih SD dulu ada yg namanya buku agenda, sebuah buku kecil mirip notes buat nyatet tugas2 dan apa yg harus dibawa ke sekolah keesokan harinya biar nggak kelupaan. Waktu udah gede dan dianggap memorinya sudah lebih baik dgn cache yg lebih gede hal ini sudah tidak diwajibkan lagi walaupun masih ada yg tetap melakukannya entah karena takut lupa atau memang sudah kebiasaan. Saya sendiri hingga kelas 1 SMU masih mencatat jadwal pelajaran dan menempelkannya di tembok meja belajar (kelas 2 udah nggak soalnya ga pernah bawa buku lagi :hammer:).

Puncak dari amnesia yang saya alami ini sepertinya terjadi di semester akhir kuliah saya. Walaupun memori sudah semakin besar, tapi yg harus diingat juga makin banyak dan kesibukan yg makin menumpuk seperti bikin TA, dikejar deadline, atau ngabisin stok anime dan manga :hammer:. Eits, hal terakhir itu jangan dianggap remeh dan nggak penting, itu semua berhubungan dengan kuliah juga lho. Jadi untuk keperluan kuliah dan skripsi kan ada banyak e-book, tugas, kerjaan, dan program2 berukuran besar sementara hardisk saya sendiri penuh dengan stok manga dan anime yg blm dilihat. Jadi satu2nya cara yg ada untuk masalah ini adalah dgn menghabiskannya agar space hardisk ada lagi bukan?

Ya, di masa2 hectic ini casing PC saya penuh dengan post-it note dgn isi yg beragam seperti ‘jam X kirim progress report’, ‘ambil laundry’,'anterin Y ke Z’,'donlot one piece terbaru’, hingga sekedar link yg ga jelas itu link apaan. Gitu juga masih bisa aja kelupaan gara2 notesnya ga dibaca (percuma dong ya nempel gituan sampe casing keliatan kuning). Setelah lulus kuliah gini hal seperti itu sudah tidak terjadi lagi, apakah kini memori saya sudah bagus dan dapat diandalkan? nggg….. sepertinya nggak juga.
Memori yang sekarang…..





Kopdar Bali

20 10 2009

Jika diibaratkan wine, postingan ini adalah wine kelas atas karena kopdar ini berlangsung lebih dari 4 bulan yang lalu, tepatnya 18 Juni 2009. udah basi banget kan? bahkan sang ketua arisan sudah memposting event ini sejak jaman dahulu kala. Namun saya merasa tergoda ikutan melaporkan hal ini (biar ga dikira hoax) setelah diajakin kopdar sama Rukia yg ga nyadar klo kita udah pernah kopdaran sebelumnya hehehe.

Pada suatu siang saya mendapatkan kabar dari Eru bahwa Chika lagi main2 di Bali dan ngajakin Kopdar di Art Center, terdengar cukup normal bukan? Yang special adalah acara ini berlangsung malamnya sementara kami berdua tidak tahu dimana itu Art Center walaupun sudah setahun lebih di Bali ditambah lagi paginya saya sudah harus berangkat ke Surabaya sementara todongan titipan oleh2 dari beberapa orang yang aneh2 (oleh2nya, bukan orangnya) masih belum siap. Sebagai penggemar jalan2 dadakan tanpa persiapan, yang kaya gini ga mungkin dilewatkan. Hajar bleh

Persiapan awal, mempelajari rute di gugel ditambah nanya temen2 di kantor biar ga nyasar. Berikutnya menyiapkan kostum yang layak,cukup merepotkan karena hampir semua yang layak pakai sudah dipacking dan waktu yang cukup mendesak ditambah lagi sendal kesayangan yang tiba2 putus. Akhirnya dengan teramat sangat terpaksa sekali, saya menyambar sepatu kets yang sudah 4 Tahun tak tersentuh (bukan kombinasi bagus, bagai tarzan pake tuxedo)

Walaupun telat dari waktu janjian, ternyata kami yang paling awal tiba di TKP bahkan masih sempat keliling2 dan berkunjung ke pertunjukan tari yang ternyata isinya para pengunjung yang sibuk bernarsisfoto ria (sepertinya sesi poto2 ini lebih lama dari pertunjukan itu sendiri).

Acara berikutnya adalah mencari layar tancep(ya, ada layar tancep di Art Center) dimana Aprian, Rukia, Chika dan kakaknya(yang sempat diragukan kebenarannya waktu dikenalin) menunggu. arah utara hadir rombongan Nana, Arie,dan YanuarFenny dan Gede datang paling terakhir (sepertinya sibuk ngirim orderan pie susu terjebak macet)

Setelah semuanya tiba dan saling berkenalan, dijelaskanlah prosesi ritual kopdar yang terdiri dari kumpul, makan2, dan tak ketinggalan foto2 dilanjutkan dengan berkeliling Art Center dan sekali lagi foto2 di setiap spot yang terlihat menarik. Sempat terjadi blackout mendadak (klo ga ada kejadian mengagetkan gini bukan pasar kaget namanya) dimana pengguna Sony Ericsson dengan sigap membanggakan kekuatan senter hapenya (termasuk saya) sementara yang lain kembali foto2 dengan diterangi senter hape (gludak)
Acarapun diakhiri dengan mengisi buku absen (mungkin bakal diundi di akhir tahun berhadiah payung cantik).

(postingan ini telah lolos edit dari bu Tika)

The End :p





Back to Angseri

13 10 2009

Sudah cukup lama tidak ada agenda strolling, selain karena akhir2 ini mulai sibuk lagi setelah cukup lama majibu juga karena kepergian ketua seksi hura-hura yang biasanya rutin tiap malem jumat mengirim sesajen email ‘Bentar lagi wiken lho, mau kemana nih. Kapan lagi mumpung di Bali’

Geng Jalan-Jalan

Geng Jalan-Jalan


Dan akhirnya kami kembali