Kopdar 2014


Jadi kemarin adalah hari pemilu, dan lagi2 saya tidak berpartisipasi karena tidak punya kartu pemilih dan jujur saya semisal terdaftar sebagai pemilihpun saya bakal bingung milih apa secara saya tidak terlalu mengikuti drama perpolitikan (cuma ngerti berita jokowi yang lagi naik daun), bahkan jumlah partai sekarang ada berapapun saya tidak tahu :p. Tidak seperti nyepi kemarin, kali ini saya tahu bahwa kemarin adalah hari libur, tapi itu juga gegara hari Selasanya, kenalan saya nanya “kamis besok libur pemilu ya?” padahal doi bukan orang Indonesia dan sorenya ada pemberitahuan masal “Besok semua kegiatan ditiadakan, gunakan hak pilih anda!!”.

Ngomong2 soal politik, ada berapa partai sih sekarang? terakhir kali saya nyoblos sih partainya banyak banget, kertas suaranya aja selebar peta dunia >_<. Dan waktu itu juga nggak gitu jelas apa beda dan keunggulan masing2 partai, cuma beda logo sama calon yang diusung gitu kayanya. Visi-misi juga kayanya pada mirip2 gitu (sama2 ngambang maksudnya akaka, cuma janji2 membawa perubahan yang lebih baik bagi Indonesia tanpa penjelasan detail perubahan macam apa yang dimaksud dan gimana cara dia melakukan perubahan itu :D).

Terlepas dari itu semua, saya cukup menikmati libur pemilu kemarin (ada putaran kedua nggak?) dan berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa menjadikan negara ini lebih baik dan janji2nya beneran ditepati. The heart is more shaken by a single action than a thousand words lho :D

btw bulan depan saya berencana liburan keliling jawa (mungkin tambah Bali juga) jadi kalo ada yang mau kopdar, PM aja ya :D. daftar kota2 yang mau dikunjungi belum pasti dan masih menunggu kepastian pihak2 yang bersedia memberikan tumpangan hehehe (maklum low budget,dananya abis buat transport sama dana kuliner). Sejauh ini yang sudah confirm baru Surabaya, jadi bisa dipastikan bahwa saya akan berada di Surabaya sekitar tanggal 23-25 Mei 2014 (bisa diextend jika kota2 lain nggak epelebel:p)

Sebuah Penantian


Senin, 31 Maret 2014.

Seperti biasa saya menjalani awal minggu ini dengan separuh nyawaku. Butuh waktu adaptasi lagi untuk bangun pagi setelah 2 hari sebelumnya dihabiskan dengan kehidupan ada batman (aktif di malam hari).

Seperti biasa saya gosok gigi dengan kepala nempel tembok dan mata masih terpejam.

Seperti biasa pula saya keluar kamar setengah sadar berkat fitur auto pilot yang sudah terprogram di tubuh ini.

Satu hal yang tidak seperti biasa pagi itu, jalanan tampak lebih sepi dari biasanya. Hmmmm, mungkin orang2 lagi kena lazy monday syndrome juga pikirku.

Tidak seperti biasa pula hari ini jemputan tak kunjung datang setelah lebih dari 20 menit berlalu, ada apa gerangan? apakah ini masih di alam mimpi dengan scene silent hill? begitu pikirku waktu itu sambil melihat keadaan sekeliling yang sepi dan kabut yang menyelimuti sekitar.

Pemikiran lain mengira apakah hari ini sebenarnya tanggal 1 April dan semesta berkomplot melakukan hal ini? Yang bener aja, kalo bener sopir jemputan menelantarkan penumpangnya nunggu sendirian di tengah dinginnya pagi sekian lama kaya gini, jangan harap taun ini dapet kucuran THR lagi.

Dan pemikiran lain yang lebih positif dan logis mengira ini adalah hari minggu padahal sudah menikmati libur 2 hari, brarti jumat kemarin bolos dong?!!!

Mulailah saya melangkah kembali ke kamar untuk mencari kebenaran, jawaban dari semua peristiwa ini. Jika ketika saya berbalik badan tiba2 ada zombie menyerang, berarti kemungkinan pertama menjadi kenyataan dan tentunya postingan ini sebenarnya tidak nyata. Ataukah akan terdengar suara klakson dan orang2 akan keluar dari persembunyiannya di semak2 sekitar tertawa sambil teriak ‘April Mop!!!’

Dan sesampainya saya di kamar, kalender di atas meja memberikan option 4 : Senin, 31 Maret 2014 adalah Hari Libur Nasional.

Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1936 bagi semua yang merayakan :)

 

nb : walaupun hari ini adalah April Mop, tapi tulisan di atas itu serius, bukan becandaan. jadi harus serius bacanya

day #27 : celebration


barongsai

Foto untuk tanggal 27 ini parah banget telatnya, event ini sendiri jatuh pada tanggal 31 Januari kemarin. Dan itu artinya sudah lebih dari 1 bulan blog ini tidak diupdate :p
better late dan nothing kan, untuk melengkapi tema “celebration” di Photography Challenge maka postingan kali ini akan membahas Chinese New Year Celebration.

Tahun ini saya ikut menghadiri acara makan bersama dalam rangka Chinese New Year ini karena ada tradisi untuk mencampur aneka bahan (macam2 sayur, asinan, dan buah) ke dalam 1 piring besar untuk kemudian dimakan bersama (mirip rujak gitu). Tahun ini juga dimeriahkan dengan barongsai, dan seperti biasa ditutup dengan bagi2 angpao buat yg blm berkeluarga :D

day #25 : strangers


I’m not really good with people, faces, and names. So you could say at that time, they are a strangers for me :D

At school, i usually only remember the name of the peoples who sits around me, or have a lot of interaction with me. And I need more than 4 months to remember all of my classmates (only consist of 30+ persons), yeah i said it frequently, my memory is bad. verrry bad

strangers

 

But after so many years, a lot of things happened, and i hope someday we can meet again, strangers :)

day #24 : animal


so far, ini sepertinya tema paling gampang di photography challenge, dan kebetulan di tempat tinggal sekarang ada banyak sekali binatang :D.

Waktu di Bali dulu, common animalnya adalah anjing. Ada banyak sekali anjing berkeliaran di jalan, kebanyakan anjing kampung kurap tak terurus yang kumpul di belokan gang menuju kos. Banyak temen2 yang takut lewat sini soalnya sering digonggongin. Selama bertahun2 hidup di Bali sih, anjing2nya cuma ngikutin dan menggonggong doang kok, nggak perlu takut digigit ato apa lah, ya anggap aja mereka ini sebenarnya cuma mau ngajak ngobrol “oy cuit cuit, mau kemana? boleh kita temenin nggak? bagi no hapenya dong”. hmmm, kayanya lebih serem ya kalo anjingnya pervert gitu

buat yang suka cek FB saya, pasti tahu kalo di tempat yang sekarang ini common animalnya adalah kucing. kucing liar juga sih benernya tapi mereka cukup manja dan suka ngumpul di ruang santai sambil nonton tipi bareng. duduk di kursi pula (sejak kardus2 disingkirkan, sekarang udah makin civilized, duduk di kursi).

Lalu potonya mana??!!!!!, terlalu biasa kalo yang ditongolin poto kucing. maka saya gunakan foto reptil berikut ini. Di suatu siang, di padang rumput deket kamar terlihat sekelebat makhluk berlari. badannya panjang kaya buaya tapi ukurannya lebih kecil, kulitnya juga lebih halus, dan lidahnya kaya lidah ular tapi panjang. fotonya rada ngeblur karena susah fokus (ini ngambil fotonya sambil ngejar sebelum doi ngilang di hutan belakang rumah :p)

komodo?

Selain itu, udah pernah pula diceritakan tentang kunjungan pangeran kodok di kamar pada suatu pagi. Kalo sama kodok aja udah panik, kunjungan makhluk satu ini sampe bikin saya nggak berani masuk kamar (tapi ya masih sempet2nya moto hehe)

uler

untungnya bagian bawah pintu kamar itu cukup kedap jadi nggak khawatir ada uler lain yang sempet masuk dan nggak ketauan :D

day #23 : patterns


patterns,gambar yang kebayang pertama kali sama kata iniĀ  adalah batik. Kain khas Indonesia dengan pola yang unik dan cukup terkenal di dunia internasional itu. Tapi sayangnya saya bukan penggemar batik jadi tidak ada baju batik yang siap foto di lemari (eh ada satu sih kayanya batik hadiah waktu SMP dulu, tapi sama sekali ga pernah dipake dan entah ada dimana sekarang :p).

Satu2nya barang dengan embel2 pattern yang saya punya adalah buku mata kuliah “Pattern Recognition” yang jika saya cari untuk difoto mungkin akan membuka kenangan masa lalu yang kelam dan berakibat buruk bagi perkembangan mental serta mengganggu kestabilan jiwa saya, jadi demi hari esok yang cerah sebaiknya hal ini tidak dilakukan, bahkan membayangkan hal ini saja secara emosional sudah…… ah sudahlah.

Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan sesuatu yang sangat jarang saya lakukan yaitu berpetualang ke alam liar alih2 melakukan petualangan di dunia game. Melalui jalan berliku yang berdebu, menembus semak belukar dan bebatuan di tengah teriknya sang surya. Tapi itu semua saya lalui dengan tabah karena semuanya dilakukan sambil duduk manis di dalam mobil sih gyahaha. Beberapa kali perjalanan kami terhenti karena ada beruang yang lagi nyebrang (literally mereka nyebrang jalan dengan santainya).

Dan di pondok park rangernya, saya melihat ini :

foot print

mungkin berguna jika suatu saat nanti saya bergabung dalam ekspedisi pencarian big foot, biar nggak salah itu jejak kaki spesies apa. mempelajari pattern mulai dari jumlah jari, lebar, bentuk kuku, dan karakterisitik lain dari sebuah jejak sepertinya cukup mudah dan tinggal dicocokin sama sampel yang ada. tapi dalam kenyataannya malah saya rasa sulit sekali mengenali yang namanya jejak kaki ini diantara timbunan dedaunan, potongan kayu, dan ratusan jejak kaki lain termasuk jejak ban mobil >_<. Sebelas dua belas sama jejak kaki bocah yang main bola di lapangan becek pas hujan lah, udah ga jelas itu bekas sepatu ato ada rombongan badak ngamuk yang lewat